Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Di luar dari Rencana


Senyum manis yang tercampur dengan kekesalan terpancar di wajah tampan Daniel Remkez , berulang kali ia memutar tubuhnya di hadapan cermin untuk memastikan jika penampilannya sudah cukup sempurna untuk sebuah pembalasan malam ini.


Kemeja putih lengan panjang sengaja ia sinsingkan hampir setengah lengannya bersama jam dengan Merk terkenal dunia yang menghiasi salah satu pergelangan tangannya , malam ini ia memilih menggunakan pants berwarna biru tua dengan potongan yang menggantung serta Sneakers berwarna senada dengan kemeja yang ia gunakan , sengaja ia buat penampilannya sedikit santai malam ini namun tak mengurangi kewibawaannya sebagai seorang Miliarder kota New York , " kau tunggu saja pembalasanku sayang" gumamnya berbicara di hadapan cermin dengan kekesalan yang semakin bersarang di dadanya.


Sekali lagi ia memutar tubuhnya di hadapan cermin sembari mengangguk setelah memastikan penampilannya benar-benar sempurna malam ini dan segera ia keluar dari walking closet miliknya untuk menemui kedua sahabat yang mungkin sudah menunggunya saat ini.


" Apa Jo belum selesai ? " tanyanya sembari berjalan menuju Alfin yang sedang duduk di sofa dengan penampilan yang juga sudah siap untuk berpesta , lelaki manis itu menggunakan pakaian yang santai dengan baju kaos berwarna abu-abu , jeans dan snearkers sebagai gaya andalannya dan itu adalah penampilan yang sangat cocok untuk menggambarkan karakter dirinya sebagai seseorang yang santai namun tetap menawan.


Alfin tersentak dengan keberadaan Daniel yang tiba-tiba sudah berada begitu dekat dengannya , " kau mengejutkan aku Rem " ujarnya dengan reaksi yang benar-benar terkejut ,


Daniel tersenyum lalu ikut duduk di hadapan Alfin untuk menunggu kehadiran satu-satunya orang yang belum selesai di antara mereka , " kau benar-benar tampan Rem " puji Alfin dan itu terdengar sangat menggelikan .


" Kau juga " balasnya tertawa , lalu mereka saling tertawa bersama karena merasa geli dengan kalimat pujian yang masing-masing baru saja mereka lontarkan.


" Ayo " ucap suara dari seseorang yang baru saja bergabung.


" Wow , ini benar-benar pembalasan " ujar Alfin sedikit berteriak saat melihat kehadiran saudaranya dengan penampilan yang tidak kalah keren dan itu tidak perlu di ragukan lagi untuk seorang Jonathan Vernandes, Kemeja berwarna navy serta pants dengan warna cino benar-benar membuat laki-laki itu terlihat sempurna bersama rambut-rambut halus yang di biarkan tertata rapi di wajah tampannya , " aku pastikan ke empat perempuan itu benar-benar akan murka malam ini " ujar Nathan kesal dengan jari yang mengepal.


" Aku sangat pastikan itu" sambung Daniel tidak kalah bersemangat sedangkan Alfin hanya diam dengan menahan senyum , bukan ia tidak marah atau kesal dengan tingkah istrinya malam ini tapi ia lebih tidak sabar untuk melihat wajah murka wanita itu dan di pastikan itu pasti akan sangat menyenangkan.


" Ayo , kita sudah tidak punya banyak waktu " ajak Daniel semakin tidak sabar dan semua mengangguk dengan ikut berjalan menuju pintu utama rumah megah itu , " telepon saudaramu Rem , katakan kita akan menjemputnya " ujap Nathan sambil berjalan ,namun Daniel segera menggelengkan kepalanya , " kita langsung bertemu disana " jelasnya singkat dan semua kembali mengangguk mengerti.


~


Mobil Daniel baru saja tiba di tempat tujuan , matanya menyipit dengan penuh ketajaman saat melihat salah satu mobilnya sudah terparkir disana , " mereka memang benar-benar disini " geramnya semakin kesal sebelum akhirnya beranjak dari dalam mobil bersama kedua sahabatnya.


" Hai Rem " sapa Mike mendekat dan ternyata ia lebih dulu berada disana dan sudah menunggu tidak sabar untuk kedatangan tiga pria itu , " kau sudah lama ? " tanya Daniel dan Mike menggelengkan kepala " aku juga baru saja tiba " jelasnya sambil berjalan lebih dulu menuju pintu masuk club ternama kota itu.


" Kau begitu tidak sabar tuan " ujar Alfin tertawa pada Mike dan laki-laki itu hanya tersenyum dingin karena suasana hati yang sudah bercampur aduk oleh kekesalan.


" Mereka sungguh akan mendapat balasan yang setimpal jadi tenanglah " lanjutnya yang kini sambil merangkul pundak sepupu dari sahabatnya itu.


Daniel menanggapinya dengan tersenyum singkat lalu matanya memandang kesana kemari untuk mencari keberadaan beberapa wanita yang menjadi alasannya datang ke sana , dan Ken tahu tujuan lelaki tampan itu datang ke tempatnya saat ini , " saya akan mengantar anda menuju meja Nona tuan " ujar Ken dan sesaat pencarian mata lelaki itu terhenti , " tidak , jangan bawa kami ke mejanya tapi berikan kami meja yang letaknya tidak jauh dari tempat mereka " pinta Daniel dan Ken dengan cepat mengangguk walau ada kebingungan disana.


" Itu mereka " tunjuk Nathan tiba-tiba pada beberapa orang perempuan orang yang terlihat begitu bahagia bergoyang di tengah lantai dansa , seketika wajah ke empat pria itu memerah dengan emosi yang tertahan.


" Saya akan meminta penjaga untuk mengatakan pada Nona kalau anda datang kemari Tuan " lanjut Ken yang menyadari aura kemarahan disana , " jangan " balas ke empat lelaki itu bersamaan.


" Biarkan mereka disana " sambung Nathan tanpa mengalihkan tatapan tajamnya pada wanita yang sudah berhasil membuat otaknya mendidih saat ini , " dan tolong hadirkan wanita-wanita terbaik di tempatmu untuk menemani kami " tambahnya membuat mata Alfin membesar.


" Woww ini di luar dari rencanaku " ujarnya tertawa , namun ia setuju pada rencana gila saudaranya karena tak di pungkiri otak dan hatinya tak kalah mendidih saat ini.


" Baik tuan " ucap Ken kembali mengangguk , setelah memastikan bahwa meja untuk ke empat lelaki itu telah tersedia lalu dengan sigap ia mengantarkan mereka menuju meja sesuai permintaan tamu terhormatnya itu.


~


Di tengah lantai dansa ke lima wanita masih terlihat asik bergoyang tanpa menyadari jika mereka sedang menjadi tatapan penuh murka malam ini , " ah aku benar-benar rindu saat-saat seperti ini " gumam Green dengan tubuh yang bergerak mengikuti irama musik.


" Aku juga " sambung Amel dengan begitu bersemangat , " kalau sedang seperti ini aku benar-benar tidak ingat kalau aku sudah bersuami " lanjutnya dengan tertawa dan di benarkan oleh Green yang ikut mengangguk.


" Lin kemana joget terbaikmu " teriak Green saat melihat salah satu sahabatnya itu hanya menggerakkan tubuhnya dengan begitu santai dan itu bukan terlihat seperti dirinya , " apa musiknya kurang cocok padamu ? , aku bisa meminta Ken untuk menggantinya " tambah Meili dan Elin dengan cepat menggelengkan kepala, " tidak Meil aku sudah menikmatinya ".


" Tapi ini bukan gayamu Elin " ujar Amel dengan hannah yang ikut mengangguk membenarkan , " aku pernah melihatnya bergojet dan itu sangat mengangumkan " puji Hannah.


" Dia memang ratunya di lantai dansa Hannah " sambung Green tertawa ,


melihat semua orang protes pada gerakkannya , akhirnya Elin memutuskan untuk kembali menjadi dirinya sendiri malam ini , walau ia masih sedikit terbeban dengan penilaian semua orang yang berada disana yang mungkin sudah mengenali dirinya sebagai tunangan dari pangeran kota itu , dan yang membuatnya sedikit legah ia tidak sendiri disana melainkan bersama adik dari kekasihnya sendiri yang mungkin akan membuat semua orang lebih berpikir positif tentang dirinya , " Oke Elin ini baru dirimu " teriak Green dan Amel bersamaan dengan tangan Amel yang menepuk bokong wanita itu , dan itu membuat suasana di antara mereka semakin panas untuk berjoget bersama irama musik EDM yang menggema di seluruh ruangan.


~


" Rasanya aku ingin menarik mereka dari sana " geram Nathan dari tempat duduknya saat ini dengan menatap semakin tajam kearah lantai dansa , " tahan brother mereka akan mendapat balasan yang setimpal setelah ini " ujar Alfin mencoba menenangkan, sedangkan Mike hanya diam dengan penuh kemarahan, begitu pun Daniel yang terlihat semakin emosi saat hampir setengah mata pria di dalam club itu sedang melihat seperti anjing kelaparan pada wanita yang sedang asik berjoget dengan begitu panas , " kau benar-benar membuat aku marah sayang " geramnya bersama rahang yang mengeras.