Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Beautiful


" Kau mau pergi kemana Hannah ? " tanya Vale saat melihat perempuan itu begitu cantik dengan menggunakan gaun mini tanpa lengan berwarna maroon , terlihat santai namun tetap elegan untuknya.


" Astaga maafkan , aku lupa mengatakannya , aku harus pergi ke pesta temanku " jelas Hannah dengan penuh penyesalan pada Vale.


" Tidak apa apa Hannah , aku hanya bertanya dan memang seharusnya kau berpesta , supaya otakmu lebih relax " kata Vale tertawa " Pergilah dan berhati hati " ucapnya lagi.


" Apa kau ingin pergi bersamaku "


" Tidak , aku tidak terbiasa berpesta dan hanya akan membuatmu terganggu di sana " ujar Vale yang terus tertawa.


" Tidak , aku sangat yakin kau bukan orang seperti itu , ayolah Vale temani aku " ucap Hannah memohon.


" Jangan salahkan aku , jika nanti aku meminta untuk cepat pulang "


" itu tidak akan mungkin " ucap Hannah.


" Pesta apa ini ? " tanya Vale untuk memastikan pakaian apa yang harus ia gunakan " Ceh , padahal kau yang paling paham dengan acara pesta "


" Ini hanya perayaan kecil , mungkin sekedar menikmati Wine dan pria tampan " lanjutnya menjelaskan.


" Itu benar benar sangat menggoda , tunggu aku di situ " kata Vale yang segera bergegas menuju kamar tidurnya , membuat Hannah menggelengkan kepala dengan tertawa karena tingkahnya.


****


" Nona Merlinda , apa kau sudah siap ? " tanya Meili sambil berjalan masuk ke dalam apartemen Elin , ia tidak lagi sulit untuk masuk ke dalam tempat tinggal sahabatnya itu karena Elin sudah mempercayakan pasword pintu apartemen padanya , dan itu membuatnya menjadi lebih mudah.


" Tunggu sebentar Meil " teriak Elin dari dalam kamar tidurnya.


" Baik Nona , ini malammu jadi berikan yang terbaik " ucap Meili tertawa , tidak lama pintu kamar Elin terbuka , dengan melangkah setengah ragu Elin berjalan ke hadapan Meili.


" Apa pakaianku berlebihan " tanyanya cemas.


" Wawww " ucap takjub Meili , hanya itu yang terlontar dari mulutnya setelah melihat penampilan Elin malam ini.


" Meili serius , Apa ini berlebihan , aku merasa sedikit tidak nyaman "


" Apanya yang berlebihan , ini sangat cantik bahkan aku tidak menyangka kalau kau semodis ini " ucap Meili yang tidak berhenti takjub saat melihat Elin menggunakan Tube Top berwarna putih serta rok tutu berwarna senada , dengan kain tile yang menyisakan satu lapisan yang sangat pendek untuk menutupi pangkal pahanya ke atas , selebihnya ia biarkan menerawang memperlihatkan setengah paha dan kaki jenjangnya , bahkan gayanya terlihat sangat seksi dan cute bersamaan di tambah anting Hoop berukuran besar yang juga ia gunakan sebagai penyempurna penampilannya.


" Kau berlebihan Meili "


" Tidak tidak , aku benar benar tidak menyangka kau sekeren ini " ucap Meili yang tidak berhenti terpesona dengan gaya Elin serta rambut curly dan lipstik berwarna merah , benar benar perpaduan yang sangat cocok.


" sebenarnya aku memang tidak lugu Meili " ucap Elin tertawa.


" Ya , ini terbukti dari malam ini " kata Meili membenarkan.


" Ayolah , apa kau akan tetap membiarkan aku berdiri di sini "


" Itu tidak mungkin , aku tidak akan menyianyiakan kecantikanmu malam ini "


" Kau benar benar berlebihan Meili " ucap Elin sambil mengikuti langkah Meili keluar dari dalam apartemen.


Elin dan Meili baru saja tiba di sebuah Bar yang sangat terkenal di kota New York ,


Meili segera menarik tangan Elin untuk masuk ke dalam ruangan yang sudah di penuhi begitu banyak manusia " Nona Muda Remkez " panggil seseorang pada Meili.


" Oh hay Ken , Bagaimana ? Apa semuanya sudah siap ? " tanya Meili pada pemilik Bar terkenal itu. " Tentu Nona , kami tidak akan mungkin mengecewakan anda "


" Jangan berlebihan Ken , oh ya perkenalkan ini sahabatku Elin , dia pemiliki pesta malam ini " jelas Meili di tengah hiruk pikuk suara musik , " Beautiful " ucap Ken saat melihat Elin .


" Jangan menggodanya , dia milik Daniel Remkez " bisik Meili di telinga Ken , membuat Ken membesarkan bola matanya " Maafkan aku Nona , tapi kau memang sangat cantik " ucap Ken tersenyum dengan mengulurkan tangannya pada Elin .


" Ken "


" Elin " ucap Elin dan membalas uluran tangan lelaki bermata biru itu.


" Tunjukan aku dimana tempatnya Ken "


" Baik Nona Muda " jawab Ken yang berjalan lebih dulu , ia harus turun tangan langsung saat berurusan dengan Meili Elviana Remkez untuk memastikan kalau tidak ada yang kurang untuk Nona Muda kota ini.


" Berhenti memanggilku seperti itu Ken , aku sangat Muak " ucap Meili yang masih terus berjalan di belakang temannya itu dengan tangan yang berpegangan pada tangan Elin , ia begitu takut kehilangan perempuan itu di tengah hamparan manusia yang di laluinya , walau beberapa orang penjaga sudah mengikutinya di belakang.


" Kau memang selalu merendah "


" Karena aku bukan Dewa yang tinggalnya di Langit , aku masih tinggal di bumi yang sama dengan semua orang , jadi tidak ada yang special denganku " jelas Meili dan Ken hanya tertawa mendengarnya.


" Ini tempat kalian " jelas Ken sambil menaiki anak tangga menuju tempat yang sudah di sediakan khusus untuk Meili.


" Tidak mengecewakan " ucap Meili saat melihat tempat yang sangat cocok dengan keinginannya , dengan jejeran sofa , Bar special dan meja Disjoki yang bergabung dengan tempatnya , dan yang paling tidak mengecewakan adalah karena ia bisa melihat hamparan manusia yang sedang berjoget dari tempatnya.


" Apa kau sangat puas "


" Tentu " jawab Meili.


" Oh ya Ken , apa Hannah sudah datang ? "


" Dia juga temannya " jelas Meili yang langsung bisa menebak maksud dari tatapan temannya itu pada Elin.


" Oh , sangat menakjubkan , ex dan kekasih akur " ucap Ken tertawa.


" Apa kau ingin menjadi murid kakakku ? "


" Tentu , jika dia menerimanya "


" Baiklah Meil , aku harus turun , nikmati pestamu "


" Terimakasih Ken " ucap Meili


" Brian dan yang lainnya sudah di jalan menuju kemari "


" baguslah " ucap Meili tersenyum.


" Duduklah Elin , Apa kau ingin minum ? "


" Aku rasa kita mulai dari Vodka sebagai pemanasan " ucap Meili dan Elin menggelengkan kepalanya " boleh aku minta Jager " ucapnya membuat Meili terkejut dan tertawa bersamaan " Waaww ternyata kau seorang peminum Elin "


" Tidak , aku hanya menyukai rasa herbal darinya "


" Tapi hanya orang orang yang benar peminum yang menyukai rasa itu " kata Meili membantah.


" Terserah tapi aku tidak seperti itu "


" Apa kau juga menginginkan Wine "


" Boleh , kalau bisa Champagne juga "


" Malam ini kau benar benar membuatku takjub Elin " ucap Meili yang tidak berhenti memberikan tatapan takjub pada Elin.


" Aku sudah bilang aku bukan gadis yang lugu Meili dan juga bukan gadis yang nakal " jelas Elin tertawa.


" Tentu , perempuan di nilai nakal bukan di lihat dari bisa meminum alkohol tapi perempuan yang tidak bisa menjaga diri dan kehormatannya sebagai perempuan , kau dan aku sama sama penikmat dunia Elin , namun tidak melupakan kehormatannya , jadi jangan khawatir , tidak akan ada yang menilai buruk tentangmu , kalau pun ada , akulah orang pertama yang akan memberinya pelajaran " jelas meili dengan ikut tertawa , lalu memanggil pelayan untuk meminta pesanannya.


" Kau memang terbaik "


" Tentu " sahut Meili dengan percaya diri.


****


Daniel begitu gusar untuk memejamkan kedua matanya , perasaanya begitu tidak tenang memikirkan tentang Meili yang pergi berpesta bersama Elin.


Tanpa berpikir panjang Daniel segera beranjak dari tempat tidurnya , mengganti pakaian dengan jaket dan celana jeans , lalu bergegas menuju lantai bawah rumahnya.


" Mau kemana Daniel ? " tanya Viona yang memang belum tidur.


" Apa Meili mengatakan pada Mami dimana pestanya " tanya Daniel tanpa basa basi.


" Tidak , dia hanya bilang pergi bersama Elin tapi tidak mengatakan dimana letak pestanya " jelas Viona " Ada apa nak ? " tanyanya lagi.


" Aku harus pergi mam , dan jangan menungguku " ucap Daniel yang tidak lagi peduli dengan pertanyaan ibunya , ia berjalan begitu tergesa gesa menuju pintu depan dan tidak sabar untuk melajukan mobilnya mencari dimana keberadaan Meili dan Elin.


~


Daniel baru saja keluar dari bangunan apartemen Elin , namun tidak menemukan mereka disana dan ia tidak mempunyai petunjuk apapun tentang keberadaan dua perempuan itu.


Daniel melihat ke arah alroji di tangannya dan menemukan jarum jam yang sudah menunjukkan angka setengah satu malam , ia semakin prustasi karena tidak tahu akan pergi kemana lagi untuk mencari adik dan wanita yang masih memiliki seutuh hatinya .


Dan tiba tiba yang terlintas di otaknya adalah Reza , dan memang hanya asistennya itu yang bisa ia andalkan , tanpa ragu Daniel segera mencari kontak Reza , meski jam sudah menunjukan pukul tengah malam dan tidak lagi memikirkan kalau Reza mungkin sudah tidur , ia sudah mengarahkan handphonenya di telinga dengan perasaan yang tidak sabar menunggu panggilan telepon itu tersambung.


" Hallo "


" Reza maaf mengganggu waktu istirahatmu , tapi aku membutuhkan bantuan dan aku akan menaikan gajimu mulai bulan ini " ucap Daniel , membuat Reza yang memang sudah mengantuk menjadi kembali segar karena mendengar gaji yang akan di naikan oleh bossnya itu " Apa yang harus saya lakukan Tuan ? " tanyanya dengan rasa kantuk yang sudah menghilang.


" Cari dimana Meili sekarang , dan laporkan padaku secepatnya "


" Baik Tuan "


" Lebih cepat Reza " katanya semakin tidak sabar.


" Baik Tuan , tunggu beberapa menit saja " ucap Reza yakin , lalu Daniel segera menutup teleponnya.


" Kalau saja bukan karena gajiku yang akan kau naikkan , sungguh aku akan menyumpah karena telah menganggu tidurku " geram Reza dengan menghela nafas , namun segera mencari kontak orang yang bisa di percaya melakukan tugasnya sesuai permintaan Daniel.


Ting " satu pesan masuk kedalam hape Daniel , membuat laki laki itu tidak sabar untuk membukanya , karena pesan itu di kirim oleh Reza yang mengatakan dimana keberadaan Meili.


Daniel mengerang pelan dengan rahang yang sudah mengeras , saat melihat tulisan Bar di nama tempat keradaan Meili " awas saja kalau kau membiarkan Elin mabuk bersama pria lain , aku kan benar benar menghukummu " geram Daniel , yang melajukan begitu cepat mobilnya menuju tempat Meili dan Elin yang sedang berpesta.


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚