
Elin masih menangis di atas tempat tidur Daniel , ia terus meratapi kebodohannya tanpa henti .
Walau tidak mengingat dengan sempurna , tapi ciuman panasnya dengan Daniel kembali terbayang di pikirannya , bahkan ia juga sedikit mengingat dengan jelas , betapa liarnya membalas ciuman itu dan membuka pakaian Daniel , walau setelah itu ia tidak lagi mengingat apa yang terjadi , dan saat terbangun ia sudah menemukan dirinya di dalam pelukan Daniel dengan menggunakan pakaian yang bukan miliknya.
" Aku sudah kotor " ucapnya seperti drama sinetron.
Tidak lama pintu kamar mandi terbuka dengan Daniel yang keluar hanya dengan menggunakan handuk , dan berjalan begitu santai menuju Elin.
" Aaaaaahhh " Teriak Elin begitu terkejut saat matanya mendapati Daniel telanjang dada , ia segera membenamkan wajahnya di tumpukan selimut yang menggumpal di atas tempat tidur.
" Apa kau sudah tidak tahu malu , pakai bajumu " teriak Elin dari balik selimut , dan pelan pelan membukanya kembali karena tidak mendengar jawaban dari Daniel.
" Aaaahhh " Elin kembali berteriak karena Daniel sudah di duduk dihadapannya dengan masih menggunakan handuk.
" Apa masih pusing ? " tanya Daniel sambil menyentuh kepala Elin.
" Tidak , pergilah "
" Apa perutmu masih merasakan mual ? " tanyanya lagi.
" Tidak , aku bilang tidak , pergilah " teriak Elin di balik selimut.
" Apa kita kerumah sakit sekarang untuk memeriksanya ? " lanjut Daniel dengan menahan bibirnya untuk tertawa.
" Jangan gila Daniel " ucap Elin yang kembali duduk , " pakai bajumu " lanjutnya , karena merasa begitu malu saat melihat tubuh atletis Daniel tanpa sehelai benang.
" Apa kau masih begitu malu ? " tanya Daniel dan Elin membuang wajahnya karena sudah bersemu merah.
" Untuk apa malu , kau sudah melihat segalanya bahkan menyentuhnya " ucap Daniel sembari beranjak dari tempat tidur , jantung Elin berdegub begitu cepat mendengar perkataan yang terdengar begitu liar.
" Mandilah , kita harus kerumah sakit sekarang " lanjut Daniel.
" Aku tidak mau " kata Elin membantah , Daniel memutar tubuhnya dan kembali mendekat pada Elin , " kita harus memeriksanya " ucap Daniel lembut dengan kembali menahan bibirnya untuk tertawa.
Elin kembali menangis dan itu membuat Daniel sedikit takut dan lucu bersamaan ,
" Apa yang harus aku lakukan " gumamnya sambil terus menangis.
" Aku akan bertanggung jawab sayang , kau tidak perlu khawatir " ucap Daniel berusaha menenangkan Elin , " Tapi apa yang akan aku katakan pada kedua orang tuaku nanti kalau anaknya.... " katanya menggantung dengan tangisan yang semakin pecah.
" Kita akan menghadapinya berdua , aku sudah bilang aku akan bertanggung jawab " ucap Daniel yang begitu serius dengan ucapannya , walau sekarang ia sedang mengerjai Elin.
" Kenapa ini harus terjadi ? , Kenapa aku harus melakukannya denganmu " racau Elin yang terus menangis.
" Memang dengan siapa kau berharap ingin melakukannya ? " tanya Daniel menatap serius ada Elin.
" Tidak dengan siapapun " sahut Elin , yang sedikit tertegun melihat sorot mata Daniel menatapnya.
" Kau tahu kalau saja aku tidak datang mungkin kau sudah bersama laki laki lain , dan melakukannya dengan laki laki lain , apa itu yang kau inginkan ? " tanya Daniel yang terlihat marah , Elin terdiam dan berusaha mengatur nafasnya untuk menghentikan tangisannya.
" Bukan seperti itu maksudku , aku juga tidak ingin ini melakukannya pada siapapun "
" Kau akan melakukannya pada siapapun , jika kau kembali mabuk seperti tadi malam " kata Daniel memperjelas dan tidak menurunkan sorotan matanya pada Elin.
" Maafkan aku , aku sungguh bukan wanita seperti itu , aku tidak pernah melakukannya pada siapapun , ini yang pertama padamu dan kita.... " katanya kembali menangis.
Hati Daniel menghangat mendengar ucapan polos Elin dan ia kembali menahan bibirnya untuk tertawa karena ternyata Elin sudah memikirkan terjadi hal yang begitu jauh di antara mereka , " Aku bilang aku akan bertanggung jawab " ucap Daniel mengulang untuk meyakin Elin.
" Tapi kita tidak memiliki hubungan apapun Daniel , ini salah.. " kata Elin yang masih terus menangis.
" Kalau begitu kita buat hubungannya sekarang " ucap Daniel begitu santai , Elin menatap tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
" Kenapa kau begitu mudah mengatakannya ? "
" Apa yang sulit , Kita hanya perlu mengesahkan sebagai sepasang kekasih bukan " jawabnya begitu enteng.
" Sekarang apa kau menerima cintaku Nona Merlinda " ucap Daniel tiba tiba , dengan memegang tangan Elin dan menatapnya begitu dalam.
Elin semakin terdiam tidak percaya , hari ini benar benar membuatnya gila , dengan kenyataan yang baru saja terjadi dan pernyataan yang baru saja ia dengar.
" Ayolah sayang apa yang kau pikirkan lagi , Apa kau tidak mencintaiku ? " tanya Daniel dan Elin menggelengkan cepat kepalanya ,
" Aku mencintaimu " katanya begitu malu , namun begitu bahagia untuk Daniel yang mendengarnya.
" Kalau begitu menunggu apa lagi ? "
" Apa ini tidak terlalu cepat ? " tanya Elin menatap malu pada Daniel , " aku rasa tidak , kita memang harus segera memiliki hubungan , supaya cintaku tidak lagi tergantung dan aku bisa mengaturmu "
" Apa kau begitu posesif ? "
" Kau yang membuatku posesif , jangan bermimpi setelah ini aku akan membiarkan kau berpesta dan mabuk seperti tadi malam "
" benar benar mengerikan saat membayangkan kau mabuk bersama laki laki lain , dan begitu liar seperti tadi malam , tidak tidak aku sungguh tidak akan membiarkannya " sambung Daniel dengan raut wajah kesal.
" Kau membuatku menjadi ragu Daniel , apa kau akan mengurungku dan tidak mengijinkan aku pergi kemanapun setelah menjadi kekasihmu ? "
" Stop , jangan di lanjutkan lagi " potong Elin yang tidak siap mendengarnya.
" Apa kau mau menunggu sampai.. "
" Stop , aku bilang berhenti Daniel "
Daniel mengulum sempurna bibir merahnya , menahan diri untuk tidak tertawa.
" Baiklah , aku menerimamu cintamu , dan sekarang kita menjadi sepasang kekasih " ucap Elin begitu sadar.
" Apa kau terpaksa ? " tanya Daniel serius , dan Elin menggelengkan kepalanya " tidak , jika aku terpaksa aku tidak akan melakukannya karena itu hanya akan membebaniku " jelas Elin , " Siapa tahu kau hanya ingin aku bertanggung jawab dan tidak lari darimu " sambung Daniel.
" Aku bukan orang seperti itu Daniel , aku tidak akan memaksakan sesuatu yang tidak aku sukai dan dari pada harus terpaksa , aku akan mempertanggung jawabkan perbuatanku sendiri , walaupun aku tidak tahu apa yang harus aku hadapi nanti "
" Jadi kau menerima cintaku ? " tanya Daniel tersenyum , " aku sudah menjawabnya "
" Aku ingin mendengar sekali lagi "
" ceh "
" Aku menerima cintamu , apa sekarang kau mendengar ? " ucap Elin tertawa.
" Apa kau mencintaiku ? " tanya Daniel lagi.
" Kau benar benar sangat cerewet , aku tidak akan menerimamu kalau saja aku tidak cinta Daniel , apa sekarang sudah jelas ? " ucap Elin memperjelas.
Daniel mengangguk dan langsung memeluk tubuh Elin tanpa permisi pada pemiliknya ,
" Aku sedikit ragu akhir akhir ini , aku kira perasaanku sudah tidak memiliki harapan lagi " katanya lirih di balik tubuh Elin.
" Apa ini yang membuat kau menghindariku belakangan ini ? " tanya Elin sambil melepas pelukan dan menatap wajah Daniel.
Daniel menundukkan wajahnya , " Aku mendengar kau mengingau menyebut nama mendiang kekasihmu dan menangis karena tidak ingin kehilangannya " kata Daniel yang menceritakannya dengan perasaan sesak.
" Kapan itu terjadi ? " tanya Elin yang tidak pernah tahu.
" Malam saat kau pulang dari rumah sakit " jelas Daniel , Elin kembali memutar pikirannya dan akhirnya ikut teringat kalau malam itu dia memang sedang memimpikan sosok Gery yang datang kedalam mimpinya , namun ia tidak sadar kalau dirinya akan mengingau dengan mimpinya , " seharusnya kau menunggu lebih lama , bukan hanya itu yang aku katakan " kata Elin tertawa , Daniel menegakkan wajahnya dan menatap Elin.
" Malam itu kau juga ada di mimpiku dan mungkin aku juga mengigau menyebut namamu , sayangnya kau tidak menunggu " lanjut Elin terus tertawa.
" Malam itu dia memang datang ke dalam mimpiku , namun hanya datang untuk mengucapkan selamat tinggal , mungkin karena dia meninggalkan aku tanpa sempat untuk mengucapkan perpisahan , mungkin karena itu dia datang , dan ... " katanya menggantung dengan menghela nafas begitu berat ," jangan di lanjutkan jika kau tidak bisa " kata Daniel memotong.
" Dia datang ingin memberitahukan padaku , bahwa dia bahagia melihatku sekarang , melihatku kembali tertawa dan menyadarkan aku bahwa semuanya tidak lagi mungkin , kisah kami sudah berakhir dan tidak mungkin untuk kembali " lanjutnya dengan tatapan kosong.
" Dia menginginkan aku bahagia , dan kau orangnya , kau orang yang membuat aku bahagia , kau orang yang membuat aku kembali tersenyum " ucap Elin dengan mengalihkan tatapan kosongnya kepada Daniel , " malam itu dia benar benar membuatku tersadar kalau aku mencintaimu , kau datang kedalam mimpiku setelah aku menangis karena kepergiannya , kau datang menenangkan aku dan memelukku dari rasa kesedihan , aku mencintaimu Daniel dan sangat mencintaimu " ucapnya dengan kembali memeluk tubuh Daniel.
" Aku juga mencintamu , maaf aku sempat meragukannya " ucap Daniel yang membalas pelukan Elin tak kalah erat , " Aku sangat senang akhirnya kau membalas cintaku " lanjut Daniel di dalam pelukkannya , senyum Elin mengembang dengan perasaan yang begitu bahagia.
Namun senyuman itu tidak berangsur lama setelah ia kembali menyadari apa yang sudah terjadi antara dirinya dan Daniel.
" Pakai bajumu " katanya dengan tiba tiba melepas pelukannya , " Astaga sayang kau sudah melihatnya dari tadi , bahkan kau juga sudah.. "
" Stop jangan di lanjutkan " kata Elin memotong.
Dan matanya kembali berkaca kaca " Ada apa ? " tanya Daniel panik karena melihat Elin kembali menangis , " Kau tanya kenapa ? , apa yang harus aku katakan pada kedua orang tuaku nanti , dan apa kata orang orang nanti " katanya sambil menangis.
" Sayang tenanglah , aku sudah bilang kalau aku akan bertanggung jawab " ucap Daniel memeluk tubuh Elin.
" Ini bukan lagi tentang tanggung jawab , tapi orang tuaku pasti akan kecewa karena aku telah hamil di luar nikah " lanjutnya dengan tangisan yang semakin kencang.
Daniel begitu sulit menahan bibirnya untuk tidak tertawa , setelah mendengar perkataan Elin , padahal tidak terjadi hal apapun pada mereka , terkecuali ciuman yang begitu panas dan itu sangat jauh dari terjadinya kehamilan.
" Sayang tenanglah "
" Bagaimana aku bisa tenang Daniel "
Daniel melepas pelukkannya dan menangkup kedua pipi Elin yang di penuhi dengan air mata , " dengarkan aku " ucap Daniel lembut.
" Yang pertama , apa pun yang terjadi aku akan selalu bersamamu dan kedua... " katanya menggantung karena harus kembali menahan bibirnya untuk tertawa.
" Tidak ada kehamilan yang terjadi dalam satu malam " lanjutnya dengan langsung beranjak dari hadapan Elin.
Elin masih terdiam dan mencerna dengan baik perkataan kedua Daniel , " Jadi kau membohongiku ? " teriaknya setelah tersadar.
" Aku memang tidak pernah mengatakan kau hamil sayang dan kita bisa mencobanya jika kau benar benar ingin.. " ucap Daniel tertawa.
" Daniel " teriak Elin kesal dan berlari mengejar Daniel yang sudah berlari lebih dulu sambil tertawa begitu senang karena sudah berhasil mengerjai kekasihnya.
jangan lupa vote , like dan coment🤗
dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚