Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Membuat Gila


Elin tidak lagi bisa kembali tidur , matanya masih tetap terjaga , walau sudah berusaha keras untuk memaksakan kedua matanya terpejam namun ia tidak kunjung mengantuk ,


Berapa kali ia melihat kearaj tubuh Meili yang sudah tertidur begitu nyenyak di sampingnya.


" Apa yang harus aku lakukan di tengah malam seperti ini ? " gumam Elin yang merasa begitu bosan , dan sudah berulang kali ia memeriksa handphonenya namun tidak kunjung menerima pesan dari seseorang yang begitu ia harapkan "Kenapa dia tidak menghubungiku , seharusnya sekarang dia sedang berusaha untuk meluluhkan hatiku , apa dia lupa aku masih marah padanya ? " gerutu Elin sambil menghela nafasnya.


" Tapi kenapa dia bisa disini , bukannya seharusnya dia masih berada di jepang ? "


" Apa dia mendadak pulang karena aku "


" Tapi sekarang kenapa dia tidak menghubungiku atau sekedar mengucapkan selamat malam "


" Ceh, menyebalkan " Gerutunya tanpa henti.


" Aaaaahhh , aku benar benar sudah gila karena laki laki ini " teriak Elin yang tertahan di balik bantal supaya tidak menganggu tidur Meili.


Ia kembali membuka handphonenya dan kembali memeriksa kontak pesan Daniel , namun kembali ia menghela nafas kecewa karena tidak menemukan pesan terbaru dari laki laki itu " Apa dia sudah tidur ? , ya mungkin dia lelah " gumamnya sambil berlanjut membuka kontak profil Daniel.


" Kenapa dia tidak mengunakan foto dirinya disini , menyebalkan "


" Bagaimana kalau aku sedang rindu seperti ini , apa yang harus aku lihat " gerutunya lagi.


" Apa , tadi aku mengatakan apa ? "


" Oh my God , aku benar benar sudah gila , bagaimana bisa aku mengatakan hal memalukan ini , walau sebenarnya aku memang rindu " katanya yang kembali sedih saat di ujung perkataanya.


" Hey , Apa kau sudah tidur ? " tanya Elin di dalam pesan yang tanpa sadar ia kirim pada Daniel.


" Cheklist , astaga kenapa dia sangat menyebalkan Tuhan " geramnya yang sama persis seperti orang gila berbicara sendiri lalu marah marah tanpa sebab , kalau saja Meili tidak tidur mungkin dia akan tertawa sampai ngompol karena tingkah konyol Elin.


Namun tidak lama ia sudah ikut tertidur dengan tangan yang masih menggengam handphonenya.


****


Daniel menatap hamparan kota New York yang terlihat sangat indah dari tempatnya , di tambah hembusan angin malam yang silih berganti menerpa wajahnya yang sudah memerah karena minuman anggur yang ia minum.


Dadanya masih sesak saat teringat kejadian beberapa jam yang lalu , melihat foto Elin bersama Gery sudah cukup membuatnya sedikit kecewa di tambah Elin yang kembali menyebut nama laki laki itu di dalam mimpinya , itu benar benar membuat dadanya semakin sesak , rasanya perjuangannya selama ini begitu sia sia , seperti memang tidak mungkin bisa memiliki hati Elin , kehadiran laki laki itu memang tidak akan pernah tergantikan


" Kau benar benar membuatku gila Elin " Teriaknya yang terpecah oleh angin yang berhembus.


" Kau benar benar membuatku gila " ulangnya dengan begitu lirih , dan tanpa ia sadari butiran bening sudah terjatuh dari kedua matanya ,


Perasaannya begitu sakit menyadari cinta yang bertepuk sebelah tangan bahkan ini terasa lebih sakit dari kecewanya pada perselingkuhan Hannah.


" Mengapa sesakit ini jatuh cinta " gumamnya dengan tangisan yang tidak bisa lagi ia tahan , pengaruh alkohol benar benar membuatnya tidak sadarkan diri dan menangis karena perempuan , padahal selama ini ia tidak pernah melakukannya.


Dengan berjalan sempoyongan Daniel kembali masuk ke dalam kamar tidur , merebahkan tubuh yang sudah lelah dengan pekerjaan dan pikirannya tentang Elin , dan tidak lama ia sudah terhanyut di alam mimpi di iringi suara dengkuran halus yang mulai terdengar dari hembusan nafasnya.


****


Suara bel di pintu apartemen Elin berbunyi , Meili yang sudah bangun dan sedang menyiapkan sarapan harus berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang sepagi ini.


" Kau , masuklah " ucap Meili yang sedikit dingin namun tetap mempersilahkan Mike untuk masuk ke dalam apartemen karena ia tidak mempunyai hak untuk mengusirnya.


" Meil , maafkan aku " ucap Mike yang berjalan di belakang Meili.


" Meil , aku tahu kau kecewa padaku , dan aku sangat menyesalinya " ucap Mike pelan namun terdengar bersungguh sungguh dengan ucapannya " jika kau tahu akan menyesalinya , lalu kenapa kau melakukannya Mike ? "


" Aku sudah di butakan oleh cinta Meili , aku tidak lagi bisa melihat kesalahanku " jelas Mike yang terdengar begitu menyesal.


" Simpan maafmu Mike , bukan aku orang yang pantas mendapatkan maafmu tapi Daniel , dia yang di kecewakan , dia yang kau sakiti karena ke egoisanmu , sampai kau lupa kalau sudah menyakiti perasaan saudaramu sendiri , sekarang kau lihat , apa yang kau dapatkan , Hannah tidak juga memilihmu dan yang kau dapati hanya kebencian dari orang orang terdekatmu , seharusnya kau sudah bisa berpikir sejauh ini sebelum kau melakukannya Mike dan bagaimana kalau media tahu tentang scandal memalukan ini , kau benar benar sangat bodoh dan aku sungguh kecewa padamu " cercah Meili tanpa ampun.


" Maafkan aku Meili , aku menerima jika kau kecewa tapi tolong jangan membenciku , aku benar benar menyesalinya Meil , aku menyesali apa yang sudah aku lakukan pada Daniel "


" Temui Daniel dan meminta maaf padanya , aku tidak ingin keluarga besar kita tahu tentang masalah ini atau semuanya akan semakin runyam " ucap Meili dan Mike menganggukkan kepalanya.


" Apa kau sudah sarapan ? " tanya Meili seolah sedang tidak terjadi apa apa , " Bagaimana aku bisa makan dengan keadaan seperti ini "


" Lalu kemarin saat kau berselingkuh bersama Hannah , apa kau jug tidak bisa makan seperti ini " sindir Meili " Tolong jangan ungkit itu lagi Meil " mohon Mike ,


Meili menghela nafasnya untuk meredahkan emosi yang ingin kembali kepermukaan " Duduklah " pintanya lagi.


" Apa kau sudah tidak marah lagi Meil ? "


" Jangan mengungkit itu kalau kau tidak ingin aku usir dari sini "


" Tapi ini bukan tempatmu " kata Mike tanpa sadar.


" Sekarang kau benar benar sedang mencari masalah padaku " geram Meili yang kembali mendekat pada Mike untuk memberi pukulan namun Mike mengelak , yang ada tubuh Meili yang ambruk di dada saudaranya itu " Maafkan aku " ucap Mike memeluk Meili ,


Meili yang awalnya ingin memberontak tidak jadi karena hatinya yang lebih dulu menghangat karena permintaan maaf Mike.


" Jangan lakukan lagi , di dunia ini tidak ada yang lebih penting dari saudara yang baik Mike " ucap Meili membalas pelukan Mike.


" Ya , aku sudah menyesalinya " ucap Mike lagi.


" Apa aku melewatkan sesuatu " goda Elin yang baru saja bergabung dan menahan bibirnya untuk tertawa.


" Morning Sleeping beauty " ucap Meili melepas pelukannya pada Mike dan kembali ke dalam dapur.


" Sleeping Beauty ? " ulang Elin.


" ya , sejak kemaren kau terus tidur " jelas Meili.


" tapi tadi malam aku tidak bisa tidur "


" Kenapa ? "


" Karena kaka.." kata Elin yang segera menutup mulutnya sebelum lidahnya itu mempermalukan dirinya sendiri.


" Apa yang kau katakan ? " tanya Meili karena tidak mendengar dengan jelas .


" Tidak ada , lanjutkan saja masakmu " ucanya berkilah dan tersenyum kecut pada Mike.


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚