Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Posesif Daniel


Suasana nampak hening , setelah kejadian pelukan tadi, dua manusia itu terlihat malu untuk memulai obrolan.


" Minumlah , ini sangat nikmat untuk di minum saat seperti ini " ujar Elin sambil memberikan minuman kaleng pada kekasihnya , " apa kau ingin berenang ? " tanya Daniel tiba-tiba dan menawarkan itu dengan jantung yang berdegub.


Sesaat Elin terdiam , untuk menimbang ajakan kekasihnya , " sebenarnya aku tidak begitu bisa berenang " ujar Elin dengan bibir yang mengerucut.


" Kalau begitu kita sambil belajar " ucap Daniel yang sudah beranjak dari duduknya dan mengulurkan tangannya pada perempuan itu.


" Ayo " ajak lagi.


" Berjanjilah untuk tidak meninggalkan aku nanti " ucap Elin yang perlahan menggerakkan tangannya untuk membalas uluran tangan Daniel ,


" sangat tidak mungkin aku akan meninggalkanmu " ucap Daniel , yang langsung menggenggam erat jari halus yang berada si telapak tangannya.


sepasang kekasih itu tidak menyadari jika pandangan semua orang sedang mengarah pada mereka ,


sepasang manusia yang terlihat begitu serasi dari kaca mata orang lain , laki-laki bertubuh gagah dan perempuan yang mempunyai lekuk tubuh yang sempurna bersama bikini yang ia gunakan , dan beruntungnya semua orang tidak menyadari jika laki-laki itu adalah Daniel Remkez ,karena sepertinya akan sangat tidak mungkin lelaki terhormat itu berada di sana tanpa pengawalan , yang mereka tahu kalau Daniel adalah laki-laki tampan yang juga sedang berada di sana untuk menikmati pantai.


" Arusnya kuat Daniel , aku tidak mau " ucap Elin ketika sudah melewati tepian pantai dengan ketinggian air yang melewati dadanya dan itu membuatnya sedikit ragu dengan rencana awalnya untuk berenang , " ini hanya di permukaan sayang , di dalam airnya pasti tenang "


" Tapi aku takut "


" Pegang terus lenganku " ucap Daniel yang langsung mengambil tangan Elin untuk berpegang pada lengannya dan itu benar-benar membuat ketakutan perempuan itu meredah.


" Sekarang kau sudah siap " tanya Daniel dan Elin menganggukkan kepalanya.


Lalu tanpa menunggu ia segera menenggelamkan tubuhnya ke dalam air bersama Elin yang terus memegang lengannya begitu erat.


Perempuan itu begitu menikmati suasana di dalam air , matanya terus berbinar menatap suasana dasar laut yang di penuhi berbagai macam terumbu karang dan ikan dengan warna-warna yang begitu indah ,


sesekali Daniel terus melihat kearah kekasihnya , dan tersenyum saat melihat perempuan itu begitu bahagia dengan tangan yang terus berpegang begitu kuat pada lengannya.


Dan Daniel kembali menarik tubuh perempuan itu ke permukaan , untuk menghirup oksigen yang mulai terasa menipis , " ini menyenangkan Daniel " teriak Elin tertawa bersama arus ombak yang membuat tubuh mereka bergoyang kesana kemari , " kau suka ? "


" Tentu , ini pertama kalinya untukku " sahut Elin yang tidak henti-hentinya tersenyum dan itu membuat bibir Daniel ikut melengkung, karena tidak ada hal yang lebih membahagiakan selain membuat orang yang ia cintai bahagia karenanya.


" Apa kau masih ingin melanjutkan ? "


" Tentu " sahut Elin bersemangat , bahkan ia yang lebih dulu menarik tangan laki-laki itu untuk kembali ke dalam air.


Matahari mulai terbenam bersama cahaya langit yang nampak memerah dan berhasil membuat suasana sunset di pantai itu terlihat semakin indah , " ini melelahkan , tapi sangat menyenangkan " ucap Elin yang baru saja kembali ke permukaan setelah berjam-jam berada di dalam dasar laut.


" Apa kau masih ingin mengulanginya ? "


" Tentu , tidak akan ada orang yang menolak untuk bahagia " ujarnya tersenyum.


" Jadi hal ini saja sudah membuat kau sangat bahagia "


" Aku rasa aku tidak perlu menjawabnya "


" Ceh , kau memang perempuan yang sederhana"


" Maksudmu ? "


" Ya , padahal kau memiliki kekasih yang begitu kaya , bahkan aku bisa membeli pantai ini untukmu , tapi ternyata kau sudah bahagia hanya dengan hal seperti ini "


" Ini memang lebih menyenangkan " sahut Elin.


" Kalau tahu seperti ini , dulu aku tidak perlu repot-repot untuk bekerja keras , karena kau pasti akan tetap menerimaku apa adanya , walau aku hanya dari orang biasa "


" Sepertinya kau salah sayang " ucap Elin tiba-tiba.


" Aku juga tidak senaif itu untuk menerima orang apa adanya " tambahnya membuat Daniel mengangkat ujung alisnya.


" Kita akan menyukai hal sederhana saat kita sudah mempunyai kemewahan " ucapnya , membuat Daniel tersenyum seketika.


" Walau aku bukan perempuan yang materialistis tapi pikiranku masih sangat kritis untuk masa depan " tambahnya bersama bibir yang ikut tertawa kecil.


" Jadi ? " sambung Daniel.


" Jadi aku juga membutuhkan laki-laki yang kaya " jelasnya , sambil tertawa dan berlari mendahului langkah lelaki itu.


Daniel menggelengkan kepalanya dengan senyum yang tidak pudar karena tingkah menggemaskan dari kekasihnya itu , " berarti aku lelaki yang tepat untuk berdampingan denganmu " ucapnya , setelah langkah mereka kembali sejajar.


" Tentu , bahkan aku sedikit legah saat menyadari keturunanku akan hidup dengan baik- baik saja nanti " sahutnya begitu santai


" Buang pikiran kotormu Daniel " ucap Elin berdelik , membuat Daniel tertawa begitu keras karena telah berhasil menggoda kekekasihnya.


~


Tanpa meminta persetujuan Daniel segera memasangkan baju kemejanya pada tubuh Elin ,membuat pemilik tubuh itu terkejut namun tetap ikut bergerak ketika laki-laki itu mengarahkan tangannya untuk masuk pada lengan pakaian ," apa kita sudah mau pulang ? " tanya Elin , yang kembali dengan kepolosannya.


" Tidak ,"


" Lalu ini, kenapa kau meminta aku menggunakan kemejamu "


" Itu karena aku tidak ingin laki-laki yang berada di pantai ini melihat tubuhku "


" Tubuhmu ? "


" Ya , sebentar lagi tubuh ini akan menjadi milikku " jelasnya , membuat Elin membesarkan matanya , " tapi itu nanti , apa sekarang aku juga sudah tidak berhak dengan tubuhku sendiri huh " ujarnya dengan meninggikan suaranya , dan Daniel mengangguk dengan pasti.


" Kau juga sudah berhak untuk mengatur tubuhku " ucap Daniel.


" Kau curang Daniel , kau baru mengatakan ini setelah aku hanya memberikan celana pantai padamu " katanya dengan bibir yang mengerucut.


" Aku baru menyadari saat ini " sahut Daniel tertawa , " dan lagi pula tubuh kita berbeda , aku masih begitu tertutup , sedangkan kau.. " ucapnya menggantung dengan wajah yang merona saat kembali melihat tubuh seksi kekasihnya.


" apa yang berbeda , pakaian kita sama-sama minim dan ini di pantai Daniel , tidak mungkin aku menggunakan outer disini " katanya membela diri.


" Tentu berbeda sayang , dengan pakaian seperti ini semua orang bisa melihat dadamu , bokongmu , kaki jenjangmu dan aku benar-benar membenci hal itu " ujar Daniel yang terlihat begitu kesal.


" Jadi apa aku harus menggunakan pakaian tidur di pantai "


" Tidak , itu juga seksi "


" Ceh , kau begitu posesif Daniel "


" Ya , aku memang seperti itu pada sesuatu yang aku cintai " jelas Daniel , membuat Elin terdiam dan segera mengulum bibirnya karena tidak lagi mampu untuk melawan ucapan laki-laki di hadapannya.


" Selesai " ucap Daniel setelah mengancingkan semua kemejanya di tubuh Elin ,


" apa aku tidak terlihat seperti orang-orangan sawah " ucap Elin dengan pakaian yang begitu kebesaran di tubuhnya.


" Ini terlihat jauh lebih bagus "


" itu hanya menurutmu " gerutu Elin kesal , namun berbeda dengan Daniel yang tersenyum begitu puas , setelah melihat tubuh seksi kekasihnya sudah tertutup oleh kemejanya.


" Kau bodoh Daniel , kalau bajumu aku gunakan , lalu kau akan menggunakan apa nanti "


" Aku tinggal pulang seperti ini " jawabnya santai.


" Hanya celana pantai ? , no , jangan gila Daniel "


" Aku serius , lagi pula kaca mobil kita gelap dan orang lain tidak akan melihatnya "


" ini bukan tentang orang lain ,tapi aku "


" Kau ? "


" Ya , aku yang tidak akan kuat jika terus melihat kau telanjang dada seperti ini "


" Kenapa harus khawatir , aku akan selalu siap kapan saja saat kau sudah ingin mencobanya " ucap Daniel begitu santai.


" Dasar mesum "


" Kenapa mesum , sebentar lagi juga kita akan menikah "


" akan , bukan sudah "


" Tapi tidak ada salahnya mencoba sedikit saja" ujar Daniel tertawa , saat Elin melemparkan tatapan tajam padanya.


" Aku hanya bercanda sayang "ucapnya.


" Tapi aku juga tidak menolak jika nanti kau berubah pikiran" tambahnya sambil berlari menuju shower yang berada di lokasi pantai.


" Daniel " teriak Elin kesal ,dan laki-laki itu hanya tertawa , " apa sayang , kemarilah jika kau ingin berbilas bersama "


" Dasar lelaki mesum " teriak Elin semakin kesal , namun wajahnya memerah karena ucapan Daniel yang terus menggodanya.