
" Ada apa Ms. Laurent ? " tanya Elin ketika mereka telah berada di ruang kerja atasannya itu , " ini " kata Laurent sambil memberikan buku dengan lembaran yang begitu tebal , " pelajari dengan baik " katanya lagi.
Elin menatap begitu cermat pada sampul buku berjudul " A Design is The Beginning of Everything " yang masih berada di tangan Laurent , " buku inilah yang menjadi paduan hampir semua Designer terkenal dunia dan ini mungkin untukmu juga " ucap Laurent , Elin masih tidak berbicara dan menatap begitu lama pada buku yang selama ini ia dambakan , " Ambillah " kata Laurent lagi.
" Jangan bercanda Nona Laurent , buku ini sangat berharga dan hanya orang tertentu yang akan memilikinya , aku belum pantas..."
" Ambilah sebelum aku membatalkan niatku " ucap Laurent sedikit tertawa , " Terimakasih Ms.Laurent " ucap Elin yang tanpa sadar langsung memeluk tubuh perempuan di hadapannya itu , " Your Welcome Nona " jawan Laurent membalas pelukannya.
" Aku sungguh merasa bersyukur bertemu denganmu " ucapnya lagi dengan ujung mata yang berkilau oleh butiran kristal yang siap jatuh di wajahnya , " kenapa kau menangis Nona ? " tanya Laurent bingung , " aku tidak menangis , ini hanya air mata terharu karena telah bertemu dengan orang yang begitu baik di kota modern ini " ucapnya tersenyum dengan bekas air mata yang baru saja ia usap di pipi halusnya , " ceh , kau menakutiku nona , jangan lakukan itu lagi atau aku akan mendapat masalah nanti " kata Laurent mengelus lembut lengan Elin , " sekali lagi terimakasih, ini sungguh pemberian yang sangat berharga dan aku akan memberikan apa saja untuk membalas ini " ucapnya lagi , " cukup berikan kesuksesanmu nanti " kata Laurent tersenyum.
" Kenapa kau begitu baik padaku "
" Karena kau wanita yang baik " jawab Laurent dengan tatapan begitu yakin , " kita baru saja bertemu " kata Elin sedikit tertawa.
" Ya kau benar , tapi aku memiliki indera yang cukup baik saat mengenali seseorang walau hanya dalam satu kali pertemuan " jelas Laurent tertawa , " Maaf , apa kau keturunan Baba Vanga ( peramal terkenal dunia) ? "
" Mungkin sedikit titisannya " sahut Laurent bercanda , membuat ruangan tidak terlalu besar itu terdengar begitu berisik dengan gelak tawa oleh dua perempuan , " senang bertemu dengan anda Ms.laurent " ucap Elin dengan sekali lagi memeluk tubuh perempuan yang pantas di panggil kakaknya itu dan bersiap untuk meninggalkan ruang kerjanya.
" Semoga kita menjadi partner kerja yang baik " balas Laurent dengan tersenyum begitu hangat.
****
" Oh maaf " ucap Eza saat menemukan sepasang manusia sedang bercanda di dapur , " oh kau Eza , ada apa ? " tanya Mike sambil menghentikan tawanya dan Hannah yang langsung terdiam tanpa tersenyum ,
" aku hanya datang untuk melihat keadaanmu " jelas Eza.
" Seperti yang anda lihat keadaannya sangat baik " ucap Hannah langsung , membuat Mike sedikit membesarkan matanya.
" Ya , sebaiknya aku pulang " ucap Eza yang mengerti maksud dari ucapan Hannah , " sebentar Eza " kata Mike mencegah dan berjalan mendekat ke arah perempuan itu ,
" Terimakasih telah merawatku kemarin " ucap Mike dengan mengulurkan tangannya ,
" Kau membuatku seperti orang lain " sahut Eza namun tetap menyambut tangan Mike ,
" sampaikan salamku pada tante Kim " ucapnya lagi dan perempuan itu menganggukkan kepalanya dengan senyuman yang terlihat canggung dan melirikkan matanya sebentar kearah Hannah.
" Baik aku pergi dulu , kau tetap bisa menghubungiku jika membutuhkan sesuatu " ucapnya lalu segera berjalan menuju pintu , Mike masih terdiam menatap punggung Eza yang pergi , ada rasa yang begitu tidak nyaman karena seperti membuang perempuan itu begitu saja padahal ia telah begitu baik merawatnya seharian sebelum Hannah datang ke apartemennya , " Kau bisa mengejarnya Mike " ucap Hannah yang membuyarkan tatapan Mike kearah pintu , " apa maksudmu sayang , aku hanya berterimakasih karena dia telah begitu baik merawatku" jelas Mike , " seharusnya kau menjadikan dia kekasihmu bukan aku "
" Jangan bicara konyol " ucap Mike mendekat ke arah Hannah , " pergilah , sungguh aku tidak apa apa , dia gadis yang baik " ucapnya lagi namun dengan mata yang menatap nanar pada Mike , " Ceh " desis Mike menahan bibirnya untuk tertawa , membuat Hannah semakin menajamkan tatapannya , " kau menyuruhku pergi tapi tatapanmu begitu tidak rela " ucap Mike.
" Tidak pergilah , kau sudah di persilahkan "
" Turunkan gengsimu , bisakah sekali saja kau mencegahku , aku begitu ingin merasakannya bukan menyuruhku pergi begitu saja seperti dahulu , setidaknya itu yang membedakan posisiku saat ini dan kemarin " ucap Mike , membuat Hannah terdiam.
" Maafkan aku " ucap Hannah yang tanpa sadar terucap dari bibirnya , " mari kita makan " ajak Mike dan menarik tangan Hannah menuju meja makan untuk melanjutkan rencana mereka sebelum Eza datang.
" Jangan di pikirkan , aku hanya bercanda " ucap Mike tersenyum saat melihat Hannah masih terus terdiam dan menatap ke arahnya , " tidak , kau mengatakannya dari hati Mike , maafkan aku " ucap Hannah yang begitu merasa bersalah setelah mendengar perkataan yang keluar dari mulut laki laki itu , " kau terlalu memikirkannya " sambung Mike tersenyum , " bisakah sekali saja kau tidak mengalah ? "
" Aku sudah terbiasa untuk itu , terlebih untuk hubungan kita " ucap Mike membuat Hannah kembali terdiam , " jangan lakukan itu lagi , aku bukan Hannah yang dulu "
" tapi cintaku masih sama seperti dulu dan caraku mencintaimu tidak akan berubah , yang berubah disini adalah kamu , jadi kau sendiri yang tahu bagaimana kau harus bersikap untuk hubungan kita sekarang " jelas Mike yang tiada henti membuat Hannah terdiam.
****
Elin sedang berada di taksi yang akan membawanya menuju tempat tinggalnya , ia menyandarkan tubuh lelahnya di sisi kursi mobil sambil menatap ke arah luar jendela melihat langit yang hampir gelap dan pinggir jalan yang di penuhi oleh orang orang yang sedang berlalu-lalang.
Elin sudah begitu gusar menunggu sambungan telepon yang sedang tersambung kepada Daniel namun belum kunjung terjawab , " pak bisa kita putar arah menuju apartemen Ritz Carlton " ucapnya pada sopir taksi yang tanpa menolak dan langsung memutar arahnya menuju tempat yang di katakan oleh Elin.
" Terimakasih pak " ucap Elin setelah mobil taksi yang membawanya sudah tiba di gedung apartemen termewah di negara America itu , bahkan memiliki peringkat ke tiga dengan harga bangunan termahal di dunia , dan sayangnya wanita ini tidak peduli dengan harga tempat tinggal kekasihnya , yang ia tahu tempat tinggal itu memang sangat bagus dengan view Manhattan dan laut pelabuhan kota New york , selebihnya ia tidak peduli.
Elin melangkah dengan ragu saat memasuki pintu besar lobby apartemen , " Ada yang bisa di bantu Nona ? " sapa pelayan apartemen yang berjaga di sisi pintu , " saya sedang menunggu seseorang " ucapnya ragu.
" Apa dia pemilik salah satu tempat tinggal di bangunan ini ? "
" Ya , kalau tidak salah tempat tinggalnya berada di bangunan paling atas " jelas Elin membuat mata penjaga pintu itu sedikit membesar , " tunggu sebentar di sini Nona " ucapnya dengan dahi berkerut lalu berjalan menuju meja resepsionis.
~
Daniel baru saja keluar dari mobil yang mengantarnya pulang , ia melangkah begitu lunglai dengan tubuh yang lelah karena pekerjaannya serta pikiran yang tidak pernah beralih dari perempuan yang mengisi sepenuh hatinya , walau hari ini ia nampak mengabaikan wanitanya itu.
" Maaf nona anda bisa kembali nanti " ucap seseorang yang berbicara ntah dengan siapa namun terdengar di telinga Daniel yang berjalan menuju pintu lobby .
" apa saya tidak bisa menunggu di sini ? "
" Anda bisa kembali nanti " ucap penjaga pintu dengan begitu tegas.
" Beri saya waktu 15 menit saja pak , setelah itu saya akan pergi " ucap Elin sedikit memohon , " maaf Nona disini bukan halte " kata penjaga tanpa merasa kasihan kepada perempuan di hadapannya , ia sudah sedikit jengah menghadapi wanita yang secara bergantian memohon untuk bertemu Daniel Remkez , pangeran kota New York yang memiliki tempat tinggal di ujung gedung tempat ia berkerja dan ia berpikir demikian pada perempuan yang kini sedang berada di hadapannya sekarang.
" Nona tolong anda pergi " ucapnya sedikit berteriak membuat mata Daniel ikut melihat ke arah suara , " Maafkan saya telah mengganggu waktu anda " ucap Elin lemah dan memutar tubuhnya.
Mata Daniel membesar saat menemukan wanita yang berada di dalam pikirannya sedang di usir oleh petugas apartemen , " Apa yang kau lakukan pada kekasihku " teriak Daniel yang berjalan begitu cepat.
Bukk " suara pukulan yang membuat Elin harus kembali memutar tubuhnya kearah pintu lobby.
" Daniel " teriak Elin dengan mata membesar dan berlari begitu cepat , " Daniel hentikan " ucapnya sambil merengkuh tubuh besar kekasihnya itu , " Aku tanya apa yang kau lakukan pada kekasihku ? " teriaknya lagi.
" Ma..maaf tuan , saya sungguh tidak tahu jika nona ini kekasih anda , saya kira dia.." katanya terhenti karena Daniel kembali ingin melayangkan pukulan kepadanya , " Daniel aku mohon berhenti , aku tidak apa apa , dia tidak salah Daniel " kata Elin memohon dengan semakin mengeratkan pelukkannya dan berusaha menarik tubuh besar itu sedikit menjauh , " Tuan mohon maafkan pegawai saya " ucap seorang laki laki yang baru saja tiba dengan pakaian formalnya.
" Kau bilang maaf , kalian pikir siapa kalian huh , berani memperlakukan kekasihku seperti sampah " teriak Daniel dengan amarah yang tidak bisa teredam , " Daniel tidak seperti itu , bapak itu tidak salah , apa yang dia lakukan sebagai penjaga keamanan itu benar " lanjut Elin berusaha meredahkan emosi kekasihnya.
" Tidak , aku tidak akan memaafkan dengan mudah kepada orang yang memperlakukan kekasihku dengan buruk " ucap Daniel tanpa memutar tubuhnya dan membiarkan Elin merengkuhnya dengan begitu erat .
" Maafkan saya Tuan , sungguh saya tidak bermaksud seperti itu , saya hanya berpikir kalau kekasih anda adalah salah satu dari perempuan yang selalu datang untuk memohon bertemu dengan anda " jelas penjaga dengan bersimpuh di hadapan Daniel , " maafkan atas kelalaian kami Tuan " tambah laki laki yang berprofesi sebagai manager apartemen.
" Daniel please " mohon Elin dengan begitu dalam , " aku sungguh tidak apa apa " lanjutnya dengan menyenderkan kepalanya di punggung lelaki itu.
Darah yang tadi hampir mendidih menjadi sedikit mendingin , " pecat dia , aku tidak ingin melihatnya lagi " bentak Daniel namun dengan amarah yang sedikit meredam , " tidak tidak sayang , jangan lakukan itu " kata Elin kembali memohon dan melepas pelukannya lalu menghadap kearah Daniel.
" Maafkan saya Nona , saya sungguh tidak bermaksud mengusir anda , saya pikir... "
" Tidak apa apa pak , sungguh " jawab Elin tersenyum lalu kembali menatap ke arah Daniel.
" Jika kamu benar benar mencintaiku , tolong jangan melakukan itu , bapak ini sungguh tidak bersalah , aku yang.. " kata Elin yang menggantung karena Daniel tiba tiba saja beranjak dan meninggalkannya tanpa bicara sepatah kata pun , " bangunlah pak " kata Elin yang ikut membantu penjaga itu untuk kembali berdiri , " jangan khawatir tidak akan terjadi apapun pada pekerjaan anda , dan maafkan kesalahan keka..."
" Tidak apa apa nona , saya memang pantas mendapatkannya , sekali lagi maafkan saya " potong penjaga , " berhentilah merasa bersalah , saya sudah memaafkan anda " kata Elin tersenyum , " maaf saya permisi " katanya sambil ingin beranjak , " Terimakasih nona " ucap penjaga dengan penuh penyesalan atas perbuatannya dan Elin mengangguk dan berjalan dengan begitu cepat untuk menyusul kekasihnya yang pergi dengan penuh kemarahan.
jangan lupa vote , like dan coment🤗
dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚