Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Rencana


Setelah kejadian mengharukan tadi dan makan malam pun telah selesai , semua kembali bercengkrama di ruang keluarga yang selama ini sangat jarang di tempati.


Meili terlihat begitu senang duduk di antar kedua orang tuanya , Elin terlihat begitu santai duduk berdampingan bersama kekasihnya ,


" Jadi Elin , kapan keluarga kami bisa datang ke keluargamu ? " tanya Reymond tiba-tiba , membuat jantung perempuan itu berdegub begitu cepat dan lidah yang menjadi keluh tiba-tiba , " Emmm..bahkan aku belum memperkenalkan Daniel kepada keluargaku " jawabnya dengan begitu gugup.


" Benarkah ? " tanya Meili terkejut sambil menegakkan posisi duduknya , " ya , hubungan kami masih begitu singkat dan selama kami mempunyai hubungan aku belum pernah kembali ke Indonesia , jadi belum sempat memperkenalkan Daniel pada keluargaku " jelas Elin dengan dada yang berdebar , " kalau begitu dekat-dekat ini kita pulang ke Indonesia " timpal Daniel.


" Jangan gila Daniel , bagaimana pekerjaanku "


" Kau lupa dengan siapa kau bekerja " sahut Daniel tertawa.


" Sayang please " ucap Elin serius.


" Baiklah , aku akan menunggu sampai kau siap , tapi jika itu tidak lama "


" Kalau lama ? "


" Aku tidak akan menunggu " sahut Daniel yang sekarang berbicara dengan serius dan itu membuat Elin sedikit terkejut , " kau akan meninggalkan aku ? " tanyanya begitu takut dan ia tidak peduli jika itu terlihat murahan di hadapan orang lain , " menurutmu ? " balas Daniel tanpa senyuman.


" Daniel apa maksudmu ? " timpal Viona yang ikut menjadi khawatir mendengar keputusan mengejutkan dari putranya , " tidak , kau tidak boleh meninggalkan Elin , mami sudah menyukainya dan akan sulit untuk kembali menerima orang baru " tambahnya dengan memperlihatkan wajah penolakannya ,


" Tidak apa-apa mam , Daniel mempunyai keputusan sendiri untuk hidupnya " sahut Elin tersenyum , namun senyum itu di penuhi dengan kekecewaan bahkan kini ia tidak lagi ingin menatap kearah kekasihnya.


" Aku juga tidak akan mudah menerima orang baru untuk menjadi kakak iparku , jadi kau pikirkan lagi keputusanmu Daniel " timpal Meili dan Reymond hanya diam dengan bibir yang terlipat , " aku yakin putraku tidak serendah itu " katanya ikut berbicara.


" Tentu , kalian telah berpikir terlalu jauh " sahut Daniel tertawa.


" Dan kau juga , kenapa kau begitu meragukan perasaanku " tambahnya pada Elin sambil menangkup wajah perempuan itu , " kau yang mengatakan tidak akan menungguku "


" Tapi aku tidak mengatakan ingin meninggalkanmu "


" Itu sama saja Daniel " timpal Meili membela Elin.


" Kau jangan ikut campur "


" Ceh , aku akan membela Elin sampai kapanpun " ucap Meili yang masih belum terima.


" Jika kau terus mengulur waktu maka aku juga tidak akan menunggu sampai kau mengatakan iya "


" Jadi ? " tanya Elin menjadi bingung.


" Jadi aku akan langsung terbang ke Indonesia dan memintamu langsung kepada orang tuamu "


" Aku yakin mereka tidak akan menolak " tambahnya begitu percaya dan Elin hanya bisa terdiam dengan mata yang membesar , " ya mereka tidak akan menolak , tapi kau akan membuat ayahku jantungan seketika " ucapnya membuat Viona , Meili dan Reymond langsung tertawa.


" Kenapa begitu , aku akan meminta dengan sangat sopan , iya kan mam ? "


" Tapi ayahku akan mengira kalau aku sudah hamil "


" Kalau begitu kita buat sesuai pikiran ayahmu " sahut laki-laki itu begitu enteng , " namun dengan cepat suara teriak Viona bergema di ruangan itu , " kau jangan gila Daniel , itu sangat memalukan bagi orang Indonesia dan mami tidak setuju "


" Mam aku hanya bercanda "


" Tapi kali ini aku setuju kak "


" Meili " teriak Elin dan Viona bersamaan.


" Mami pasti sudah menginginkan seorang cucu bukan ? " tanya Meili dan wanita paruh baya itu menganggukan pelan kepalanya , " ya sudah kalau begitu pilihan kak Daniel benar "


" Tidak , tidak mami tidak ingin nama keluarga ini tercoreng "


" Mam , jangan dengarkan Meili , aku sungguh hanya bercanda " jelas Daniel karena wanita paruh baya itu terlihat begitu khawatir.


" Paling tidak tunggu sampai aku menyelesaikan magangku " ucap Elin tiba-tiba , yang membuat semua orang saling menatap dengan terkejut karena itu berarti perempuan itu sudah setuju untuk menikah dengan anak pertama keluarga itu , " tunggu , bukankah sisa waktu magangmu tidak lebih dari empat bulan lagi ? " ucap Meili sambil menghitung dan Elin menganggukkan kepalanya.


" Sungguh hanya empat bulan lagi sayang ? " tanya Daniel tidak percaya.


" Apa kau ingin kau mengulur lebih lama lagi " sahut Elin dan Daniel segera menggelengkan kepalanya , " tidak , tidak bahkan 4 bulan sudah cukup lama untukku " katanya dengan begitu cepat.


" Tapi itu juga tidak lama nak "


" Berarti sebelum itu , aku harus menemui keluargamu " ucap Daniel.


" Untuk apa ? " tanya Elin begitu cepat , " kenapa kau bertanya untuk apa , tentu untuk memperkenalkan diriku sebagai calon menantu mereka "


" Sayang biar itu menjadi urusanku , oke "


" Emm mami rasa itu bukan ide yang buruk dan sudah sangat lama kita tidak berkunjung ke Indonesia " timpal Viona, membuat Elin tidak berani membantah.


" Ya mami benar , terakhir kali kita ke Indonesia 5 tahun yang lalu dan itu hanya datang ke lombok " sambung Meili , membuat jantung Elin berdegub karena perempuan itu telah mengucapkan nama Daerah yang selalu mengungkit luka dihatinya , karena memori kenangan pahit itu akan kembali begitu saja kedalam pikirannya , " hei ada apa ? " tanya Daniel karena melihat kekasihnya yang langsung terdiam


" Tidak " bantahnya sambil memperlihatkan senyum palsunya.


Daniel meletakkan tangannya di pundak Elin dan merengkuh perempuan itu masuk kedalam pelukannya , " sayang apa kau tidak malu , disini ada orang tuamu " ucap Elin pelan sambil melepaskan tangan laki-laki itu dari pundaknya.


" Mereka tidak akan peduli jika hanya seperti ini , kecuali jika sekarang aku menciummu " sahut Daniel sambil mendekatkan bibirnya pada bibir Elin ,


" kau gila Daniel " kata Elin sambil menahan bibir laki-laki itu.


" Jadi kapan kita akan ke Indonesia ? " tanya Meili , membuat Elin menjadi salah tingkah karena begitu malu dengan posisi duduknya sekarang , tapi Viona dan Reymond terlihat begitu santai karena itu masih terlihat sangat wajar bagi semua orang, " kenapa jadi kau yang bersemangat ? " sahut Daniel , membuat adiknya menjadi kesal sambil mendelikkan matanya , " aku hanya tidak sabar ingin liburan " jelasnya.


" Jangan hiraukan kakakmu Meili , kita akan segera ke Indonesia tapi untuk dekat-dekat inj sepertinya tidak mungkin , aku harus mengatur jadwalku terlebih dahulu "


" Serahkan semuanya pada Laurent , biar dia yang mengerjakan tugas-tugasmu " sahut Meili dengan begitu enteng , dan Elin hanya bisa menghela nafasnya , karena apapun alasannya akan sangat tidak berguna untuk kakak dan adik itu.


" Bulan depan " ucap Reymond tiba-tiba , membuat semua orang terkejut dan melihat kearah laki-laki paruh baya itu , " maksud papi ? " tanya Daniel mewakilkan semua orang.


" Bulan depan kita akan pulang ke Indonesia" jelasnya.


" Tapi pap ,itu terlalu cepat " ucap Elin mencoba untuk kembali bernegosiasi , " tidak , itu sudah waktunya pas , Keluargamu harus segera mengenal Daniel sebagai calon suamimu , jadi setelah menyelesaikan magangmu kita langsung bisa membicarakan kapan pernikahan kalian "


" Kau terbaik ayah " ucap Daniel begitu senang sambil memperlihatkan ibu jarinya pada Reymond.


" tapi pap , bulan depan terlalu cepat , aku belum mengatur jadwal kerjaku "


" Kau bekerja di perusahaan kami bukan ? " tanya Reymond dan Elin mengangguk pelan , " kalau begitu tidak ada lagi bantahan , karena jika itu alasannya berarti sangat mudah untuk tangani "


" Jadi bulan depan kita akan ke Indonesia ? " tanya Meili memperjelas dan Reymond langsung menganggukkan kepalanya , " jadi sudah jelas kalau bulan depan kita akan ke Indonesia "


"dan tidak ada lagi alasan untukmu nona " tambahnya pada Elin.


" Emmm ... dan satu lagi , kau sudah bisa mengatakan pada keluargamu kalau kami akan datang untuk melamar "


" Melamar ? " ucap semua orang terkejut.


" Pap, bukankah perjanjiannya sampai aku menyelesaikan magangku? "


" Ya itu waktu penentuan kapan waktunya , sedangkan bulan depan adalah waktu papi dan mami yang memintamu kepada orang tuamu " Jelasnya , membuat Elin tidak lagi berkutik bahkan untuk membantah sekali pun ia tidak lagi berani.


" Baiklah " sahutnya pelan sambil menatap Daniel yang tersenyum kearahnya dengan begitu senang , " kenapa kau begitu bersemangat ingin menikah ? " tanyanya pelan.


" Karena aku tidak sabar ingin memproduksi anak " bisiknya begitu enteng lalu segera berlari meninggalkan perempuan yang masih terdiam sambil mencerna dengan baik maksud dari ucapan Daniel.


" Daniel " teriaknya tertahan setelah menyadari maksud dari perkataan mesum kekasihnya , " kau benar-benar ingin mati " geramnya sambil mengarahkan tangannya ke leher dan Daniel hanya tertawa dengan begitu puas sambil terus berjalan menjauh dari semua orang.


Hai salam hangat dari saya untuk kalian semua💚🤗 dan terimakasih atas semua dukungannya selama ini🙏


dan disini saya juga ingin memperkenalkan karya terbaru saya yang berjudul " KITA Hanya MENIKAH "


semoga kalian menyukai dan mohon dukungannya🙏


Sekali lagi terimakasih dan semoga kalian semua selalu di berikan kesehatan😇


💚Salam hangat : author🤗