
Meili menatap begitu fokus pada layar handphone dengan mata yang terbuka begitu lebar .
" Apa yang sudah terjadi ? " gumamnya dengan begitu teliti membaca setiap kata pada berita online yang baru saja ia buka.
" Apa apaan ini " katanya emosi.
" Ada apa meili ? " tanya viona yang baru saja duduk di meja makan , Meili tidak menjawab ia terus menatap semakin kesal pada layar handphonenya.
" Berani sekali mereka memberikan komentar buruk pada sahabatku " sambungnya.
" Ada apa Meili ? , Kenapa kau begitu marah " tanya Viona lagi.
" Sebentar mam , aku harus menelepon kak Daniel , dia harus bertanggung jawab untuk ini , huh ini benar benar membuatku marah " katanya sambil mengarahkan benda pipihnya ke telinga.
" ya Meili " jawab daniel di seberang.
" Kak apa yang terjadi , kenapa kau dan Elin bisa ada di dalam berita " tanya Meili meninggikan suaranya , " tenang dulu Meili " ucap Daniel di balik telepon.
" Bagaimana aku bisa tenang , semua orang mengumpat begitu jahat pada sahabatku , ini semua karenamu , kenapa kau begitu berani membawa Elin ke hadapan umum , semua orang mengira kalau dia adalah orang ke tiga di hubunganmu dan Hannah " jelas meili tanpa ampun.
" Tenang dulu , semua sedang aku bereskan " jelas Daniel dengan santai supaya Meili bisa sedikit tenang.
" Secepatnya harus di bereskan , dimana orang orang hebatmu , seharusnya kau sudah melakukan ini sejak kemarin "
" itu sudah aku lakukan , tapi berita begitu cepat dan begitu banyak yang mengunggah foto kami lewat akun pribadi , itu tidak mudah di bereskan Meili " jelas Daniel.
" Kau memang begitu ceroboh Daniel , harusnya kau sudah memikirkan ini sebelum membawa Elin ke hadapan umum , astaga aku benar benar begitu emosi , kau harus lebih cepat , lakukan apapun untuk menghentikan berita ini "
" atau umumkan pada media kalau hubunganmu bersama Hannah sudah berakhir dan Elin bukanlah orang ketiga di antara kalian " sambung Meili , membuat Viona menoleh kearahnya dengan tatapan terkejut.
" itu tidak mudah juga Meili , kalau itu bisa , aku sudah melakukannya sejak kemarin , kau pikir aku tidak menyesali ini , kau pikir aku tidak marah melihat wanitaku di komentari dengan kata kata yang begitu buruk , aku benci ini Meili " kata Daniel yang terdengar begitu prustasi ,
Meili terdiam ia sangat tahu bahwa sekarang Daniel juga terpukul dengan keadaan berita tentangnya dan Elin ,
dan dari suara itu dirinya menjadi tahu kalau Daniel memang begitu mencintai sahabatnya.
" Lalu apa rencanamu sekarang ? " tanyanya melemah.
" Aku sedang berusaha untuk menghentikan berita ini terlebih dahulu , dan menutup akses semua orang untuk mencari tahu tentang Elin , sekarang hanya itu yang bisa aku lakukan " jelas Daniel , yang terdengar menghela nafas dari balik telepon.
" Kapan kau akan mengatakan pada media tentang hubunganmu bersama Hannah yang sudah berakhir "
" Aku belum bisa memastikan , masalahnya sekarang bukan lagi tentang aku dan Hannah tapi juga perusahaan dan kontrak kerja , jika aku mengumumkan berita itu sekarang begitu banyak yang akan di rugikan , termasuk karier Hannah "
" ceh , ternyata kau masih memikirkan nasib mantan kekasihmu dan menempatkan sahabatku di posisi yang begitu buruk " ucap Meili kembali memanas " itu tidak akan terjadi Meili , percayalah Elin akan tetap aman , aku akan melakukan apapun untuknya , kau tidak perlu khawatir " kata Daniel meyakinkan.
" Untuk kali ini aku sedikit ragu , kota ini begitu kejam Daniel , mereka akan terus mencari tahu siapa Elin , dan aku tidak akan bisa tenang selama kau belum mengklarifikasi tentang hubunganmu bersama Hannah " ucapnya dan mengakhiri sambungan telepon tanpa pamit pada Daniel.
Meili menghela nafas begitu berat dan menyandarkan tubuhnya pada senderan kursi " Apa sekarang kau sudah bisa menjelaskan pada Mami apa yang sebenarnya terjadi ? " kata Viona yang sejak tadi terus menyimak pembicaraan Meili dan Daniel di telepon .
" aku benci mam , kenapa kak Daniel begitu ceroboh , sekarang semua orang sedang membicarakan sahabatku , bahkan mereka tanpa tahu malu memberikan komentar buruk padanya , aku tidak suka ini mam " kata Meili lemah.
" Jelaskan dulu pada mami apa yang terjadi sebenarnya , ada apa dengan kakakmu ? , dan juga teman dekatmu itu , lalu juga Hannah " ucap Viona yang masih begitu bingung.
Viona terdiam sesaat , ia masih terkejut saat Meili kembali mengatakan itu " benarkah ? , kenapa itu bisa terjadi ? , mereka terlihat masih baik baik saja , apa itu karena... " katanya menggantung dan menatap Meili untuk meminta begitu banyak penjelasan.
" Apa mami juga ingin menyalahkan temanku " tanya Meili.
" bukan seperti itu " ucap Viona menjelaskan.
" Sahabatku tidak ada hubungannya dengan perpisahan Hannah dan kak Daniel , hubungan itu sudah berakhir sebelum kak Daniel dan Elin bertemu " jelasnya , Viona hanya diam dengan menyimak tanpa berniat untuk menyela " dan kebodohan kak Daniel adalah membawa Elin ke hadapan umum sedangkan semua orang masih beranggapan kalau dia masih kekasih Hannah "
" Seharusnya mereka mengatakan pada semua orang bahwa mereka tidak lagi mempunyai hubungan , dan yang sangat di rugikan sekarang adalah Elin , semua orang mengumpatnya , mengatakan dia sebagai orang ketiga di antara Hannah dan kak Daniel " lanjut Meili.
" Padahal kak Daniel dan Elin masih belum memiliki hubungan apa apa , tapi dirinya sudah mendapatkan cacian yang tidak pantas dia dapatkan "
" Lalu apa penyebab hubungan Hannah dan Daniel berakhir ? " tanya Viona begitu penasaran.
" Perempuan itu berselingkuh " jelas Meili tanpa sadar , dan langsung menutup mulutnya ketika menyadari kesalahannya .
" Jangan katakan pada kak Daniel , kalau aku sudah mengatakannya pada mami "
" Apa yang kau katakan itu benar Meili ? " tanya viona tidak percaya dan meili mengangguk " untuk apa aku berbohng mam , awalnya aku juga tidak percaya kalau Hannah akan melakukan itu , dia terlihat begitu mencintai kak Daniel "
Viona terdiam , tiba tiba hatinya merasakan begitu perih memikirkan bagaimana perasaan anaknya saat tahu kalau Hannah menghianatinya " tapi mami tidak perlu khawatir , sekarang kak Daniel sudah baik baik saja " lanjut Meili mencoba menenangkan Viona , karena ia mengerti arti dari tatapan senduh mata ibunya " semua itu berkat Elin , bahkan dia terlihat begitu bahagia hanya dengan mengucapkan nama sahabatku itu " lanjut Meili tersenyum.
" tapi sekarang semua terlihat begitu rumit , aku benar benar sangat benci ketika orang terdekatku menjadi bahan pergunjingan di media " katanya lagi.
" Kau harus percaya kakakmu pasti bisa menyelesaikan masalah ini " ucap Viona dan Meili hanya mengangguk dan menghela pelan nafasnya.
" Baiklah mam , aku harus berangkat ke kampus " katanya sambil beranjak dari kursi lalu mencium kedua pipi Viona.
" Apa kau tidak sarapan ? " tanya Viona dan Meili menggelengkan kepalanya " selera makanku sudah hilang mam " jawabnya ,
" aku pergi dulu , dan jangan terlalu mengkhawatirkan tentang kak Daniel , dia sudah baik baik saja , bahkan sangat baik " jelasnya pada Viona sebelum ia benar benar pergi.
Selama berjalan menuju parkir mobilnya , Meili mencari kontak Elin dan segera menghubunginya.
" Hallo elin , dimana ? " tanyanya langsung sambil membuka pintu mobilnya.
" Baiklah aku akan menjemputmu di apartemen , tidak ada yang merepotkan Elin , berhenti bersikap sungkan padaku " katanya dengan terus berbicara pada telepon yang tersambung pada Elin.
" Bye , sampai bertemu di apartemenmu " ucapnya lagi lalu menutup panggilannya pada Elin , ia segera membawa mobilnya dan melajukannya dengan begitu cepat.
Yang ada di dalam otaknya sekarang adalah melindungi sahabatnya , Elin harus terus berada di tempat yang aman dengan berada di sisinya ,
walau ini kesalahan Daniel tapi sebagai adiknya Meili merasa harus ikut bertanggung jawab dan sebagai sahabat yang harus melindungi.
Ia menghela nafas begitu berat dengan perasaan cemas bersamaan " God please , aku benar benar tidak ingin masalah seperti ini kembali terjadi " ucapnya dengan mata yang sesaat terpejam , rasanya masih begitu mengerikan memikirkan apa yang terjadi tiga tahun yang lalu pada keluarganya atau lebih tepatnya pada ibunya sendiri , dan sekarang ia tidak ingin semua itu kembali terjadi pada Elin ,
karena sangat menyakitkan saat semua orang menyalahkan untuk kesalahan yang tidak di lakukan .
jangan lupa vote , like dan coment🤗
dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚