Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Aku Mencintaimu


" Tunggu " teriak Elin pada pintu lift yang hampir tertutup , ia segera masuk menyusul Daniel yang lebih dulu berada di dalam.


Ia mencoba menahan bibirnya untuk berbicara dan membiarkan keheningan sampai pintu itu kembali terbuka ,


dan terus mengikuti langkah Daniel hingga masuk ke dalam apartemen.


" Kita harus bicara " ucapnya tidak sabar , namun Daniel mengacuhkannya dengan terus berjalan menuju kamar tidurnya tanpa menghiraukan perkataan Elin.


Namun perempuan itu tidak habis akal , ia segera berlari mendahului Daniel dan menghadangnya di hadapan pintu , " kita harus bicara Daniel " ulangnya , dan laki laki itu terlihat menarik nafas dengan menatap begitu lekat pada wajah Elin , " apa yang mau di bicarakan ? " tanyanya begitu dingin ,membuat Elin terdiam sesaat karena harus memikirkan apa yang memang harus di bicarakan di antara mereka , " kenapa kau mengabaikan semua pesan dan panggilanku hari ini ? " tanyanya.


" Apa harus kembali aku jelaskan ? "


" Tentu , aku perempuan yang lambat mengerti situasi dan kau membuatku semakin bingung " jelasnya.


" Lupakan " ucap Daniel yang kembali ingin beranjak , " Daniel " teriak Elin tiba tiba , membuat laki laki itu terkejut dengan mata yang membesar , " ada apa denganmu ? , bisakah kau lebih dewasa huh ? " lanjutnya dengan begitu emosi.


" Kau bukan lagi anak kecil dan aku sudah berulang kali mengatakan padamu , tolong apapun masalahnya cobalah untuk bicara , bukan seperti ini dengan sengaja mendiamkan aku kau pikir semuanya akan selesai huh , banyak hubungan yang berakhir salah satunya karena ini , terlalu Egois" katanya tanpa ampun membuat Daniel menatapnya begitu terkejut tanpa bisa membela diri , " aku tahu aku sudah salah karena telah mengabaikanmu kemarin , namun aku sudah meminta maaf dan berusaha untuk tidak mengulanginya dan seharusnya masalahnya sudah selesai "


" Segala sesuatu tidak akan selesai tanpa di bicarakan Daniel , cobalah untuk dewasa jika kau benar benar serius dengan hubungan ini , kita bukan lagi sepasang anak kecil , kita harus saling memberi pengertian , toleransi dan kepercayaan , cinta tidak cukup Daniel , seharusnya kau lebih paham tentang ini " kata Elin yang kembali melemah dengan tarikan nafas yang begitu dalam , " tapi terserah padamu , kau juga punya hak bagaimana menyikapi perasaanmu sendiri " lanjutnya dan berjalan melewati Daniel yang masih terdiam , namun sesaat langkahnya terhenti oleh pergelangan tangan yang di pegang oleh Daniel , laki laki itu tidak kunjung berbicara namun tatapan matanya menatap begitu dalam pada sorot mata Elin.


Di tariknya pelan tangan perempuan itu , membuat pemilik tubuh berangsur mendekat dan masuk ke dalam dekapan laki laki yang masih menggunakan jas kantornya , " aku hanya benci kehilangan kabarmu " ucapnya pelan dengan helaan nafas berat yang terdengar di balik dada yang mendekap pada wajah Elin , " mungkin sikapku memang tidak dewasa tapi tolonglah untuk mengerti aku yang selalu ingin tahu kabarmu walau hanya sebentar " lanjutnya.


"Aku pernah kecewa karena sebuah kelalaian komunikasi dan aku hanya takut itu kembali terjadi " katanya dengan begitu penyesalan , membuat Elin mendongakkan wajahnya untuk melihat ke sorot mata Daniel.


" Tolong jangan samakan aku dengan masa lalumu " ucap Elin pelan membuat Daniel menundukkan pandangannya menatap sorot mata Elin , " ya aku percaya padamu , tapi apa yang pernah terjadi layak menjadi sebuah pelajaran " jelasnya.


" Kau harus pegang ucapanku , aku tidak akan pernah melakukan itu , dari pada harus menyakiti perasaanmu maka aku akan memilih untuk mengakhirinya " ucap Elin begitu serius , " sayangnya aku tidak akan pernah membiarkan kau mengakhirinya " sambung Daniel.


" Tapi apa yang baru saja terjadi bisa menyebabkan hubungan itu berakhir "


" Tidak tidak , aku tidak akan membiarkannya , aku hanya sedikit kesal dan mendiamkanmu adalah caraku untuk menghindari perdebatan .. "


" Dan sekaligus membalas dendam padaku , supaya aku bisa merasakan bagaimana di abaikan " potong Elin , membuat Daniel mengulum bibirnya menahan untuk tersenyum , " tidak seperti itu juga " katanya berkilah.


" Tapi memang seperti ini " potong Elin lagi.


" Baiklah maafkan aku " ucap Daniel kembali merengkuh tubuh Elin ke dalam pelukkannya , " maafkan aku " ulangnya lagi dengan begitu dalam.


" Ya walau kau begitu jahat tapi rencanamu berhasil membuatku putus asa dan datang kemari untuk mencarimu , apa sekarang kau masih meragukan cintaku hemmm ..? " tanyanya dengan mengangkat wajahnya untuk menatap wajah Daniel , dan tangan yang membalas pelukan itu begitu erat.


Cup


" Tidak , aku memang tidak pernah meragukan cintamu.. " jelas Daniel setelah mendaratkan ciuman di bibir Elin.


" Lalu ? "


" Aku hanya takut cinta itu berpindah pada orang lain "


" Aku tidak pandai berbagi cinta , tapi mungkin bisa aku coba nanti " kata Elin tertawa.


Cup " suara bibir yang kembali bersentuhan oleh Daniel yang tiba tiba ******* bibir Elin begitu panas.


" Itu hukuman karena telah berbicara sembarangan " ucap Daniel tersenyum puas , " aku hanya bercanda " katanya dengan membuka mulutnya karena lidah yang terasa sedikit melepuh karena gigitan kecil Daniel ,


" tidak ada candaan untuk obrolan seperti itu sayang "


" Tapi ini sungguh sakit Daniel " kesal Elin dengan wajah yang cemberut , " aku akan mengobatinya" ucapnya dengan bibir yang kembali mendekat pada bibir Elin , namun terhenti karena terhalang oleh telapak tangan yang lebih dulu menghadang , " kau akan membuatnya semakin membengkak " ucap Elin menajamkan tatapannya namun membuat bibir Daniel tersenyum begitu lebar , " aku sangat merindukan senyuman ini " ucap Elin tiba tiba dengan tangan yang menangkup kedua pipi Daniel.


" Benarkah ? , hanya senyum ini yang kau rindukan ? "


" tidak , aku merindukan semuanya " jawabnya langsung dengan kembali merengkuh tubuh Daniel dengan begitu manja ," tidak akan melebihi rasa rinduku " kata Daniel memeluk erat.


" itu tidak mungkin rasa rinduku pasti lebih besar "


" No , aku sangat yakin perasaanku yang lebih besar " ucap Daniel tidak terima , " jika kau sangat merindukan aku , kau tidak akan mengabaikan aku hari ini "


" Aku menahannya "


" Berarti rasa rindumu tidak melebihi dari rasaku , karena aku sampai tidak bisa menahannya dan memilih datang kemari untuk melihatmu "


" Ceh " desis Daniel tersenyum yang tidak lagi mampu untuk melawan perkataan Elin ," Hanya Tuhan yang tahu bagaimana aku merindukanmu ? " ucapnya mengalah.


" Ceh " gantian Elin yang berdesis karena perkataan Daniel , " apa sekarang kita sudah berbaikan ? "


" Tentu , aku memang tidak bisa lama lama bertengkar denganmu " ucap Daniel melemah membuat Elin mengulum bibirnya untuk tersenyum , " mandilah , tubuhmu bau keringat " kata Elin melepas pelukan , dan Daniel dengan segera mengendus aroma tubuhnya sendiri untuk memastikan perkataan Elin ," aku hanya bercanda " kata Elin tertawa dan berlari menjauh namun langkahnya tak lebih besar dari langkah Daniel hingga membuat tubuhnya harus kembali ke dalam pelukan laki laki itu dan di rengkuh dengan begitu erat , " kau membuatku sulit bernafas Daniel " teriak Elin namun dengan tertawa , " sungguh tubuhku bau keringat ? " tanya Daniel , " tidak tubuhmu wangi , bahkan benar benar sangat wangi " jawabnya begitu cepat supaya bisa segera terbebas dari rengkuhan tubuh laki laki itu , " tadi kau mengatakan bau keringat , jadi yang mana yang benar " selidik Daniel sengaja.


" Aku hanya bercanda sayang , bau badanmu sangat harum " jelasnya dengan hidung yang menyesap aroma tubuh Daniel bahkan tanpa sadar ia sudah menyandarkan wajahnya pada dada bidang milik lelaki itu , " sepertinya kau sudah tidak ingin aku lepaskan " kata Daniel menggoda , " berada disini membuatku merasa terlindungi " ucap Elin yang semakin menyandarkan kepalanya ," aku memang akan selalu melindungimu sampai kapanpun " ucap Daniel begitu serius , " tapi bukan berarti harus membuat orang lain kehilangan pekerjaannya " kata Elin menyindir dan mengembalikan posisi tubuhnya dengan menatap wajah Daniel namun tidak melepas pelukan tangannya .


" Bahkan aku bisa membunuh siapa saja yang memperlakukanmu dengan buruk , sampai kapanpun aku tidak akan bisa terima jika wanitaku di sakiti " ucap Daniel begitu tegas , " tapi kau hanya salah paham sayang , dia tidak menyakitiku "


" Tapi dia sudah berani mengusirmu "


" Aku yang begitu memaksa untuk masuk dan dia tidak mengetahui kalau aku kekasihmu jadi apa yang dia lakukan sangat wajar "


" Tapi aku tetap tidak bisa terima "


" Aku tahu kekasihku lelaki yang berhati lembut " ucap Elin begitu pelan , " dia tidak melukaiku sedikitpun , jadi jangan berlebihan menyikapinya "


"Ini bukan tentang berlebihan tapi.. "


" Tapi karena kau tidak terima aku di perlakukan seperti itu " potong Elin cepat , membuat Daniel tidak lagi melanjutkan bicaranya dan menghela nafas karena dada yang kembali sesak karena emosi , " aku mengerti dan aku paham perasaanmu , tetapi tidak terjadi apa apa denganku , aku masih baik baik saja " kata Elin mencoba meredam emosi Daniel yang sudah terlihat dari wajah yang mulai memerah ," akan ada waktunya kau benar benar harus melindungiku namun saat nanti aku sudah mengaduh padamu , selama itu belum terjadi dan aku masih baik baik saja kau harus tetap menyikapinya dengan tenang " sambungnya lagi dengan memberikan senyum yang hangat , " akan aku coba "


" Harus , tanpa kekerasan pun kau akan tetap terlihat gagah " ucap Elin merayu , " apa kau sedang merayuku ? "


" Tidak , aku bicara yang sesungguhnya " kata nya membantah dengan bibir yang terkulum menahan senyuman , " kau memang selalu bisa membuat emosiku meredah " ucap Daniel yang kembali mengeratkan pelukannya.


" Aku mencintaimu " ucapnya lagi dengan mengecup puncak kepala Elin , " aku juga mencintaimu ,bahkan sangat mencintaimu jadi jangan pernah mencoba untuk mengabaikan aku lagi , karena itu akan benar benar membuatku prustasi " ucap Elin dengan kembali menyandarkan kepalanya pada dada bidang milik Daniel , " asal kau berjanji untuk selalu memberi kabar padaku " sahut Daniel tersenyum dan tidak berhenti mengecup gemas puncak kepala kekasihnya.


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚