Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Salah Paham


" Apa kau cemburu karena Hannah berada di apartemen Mike ? " tanya Elin lagi namun sambil terus tertawa dengan pergelangan tangan yang di tarik paksa oleh Daniel.


" Apa yang sedang kau katakan sayang , aku sudah tidak memiliki rasa apapun pada Hannah , jadi mana mungkin aku akan cemburu " jelas Daniel menghentikan langkahnya dan menatap begitu dalam pada sorot mata Elin , " tapi sikapmu yang dingin kepada Hannah dan Mike seolah kau memperlihatkan kalau kau masih belum bisa menerima "


" Ya mungkin memang seperti itu tapi lebih tepatnya kecewa , sungguh tidak ada sedikit pun rasa cemburu , namun ketika sudah kecewa maka akan sangat sulit untuk melupakan dan rasa sakit itu akan kembali kapan saja , terlebih rasa kecewa itu karena penghianatan saudaraku sendiri " ucap Daniel melemah yang terlihat jelas dari sorotan matanya yang senduh , " Kau harus berusaha menerimanya dan memaafkannya , mungkin kau juga mempunyai kesalahan kenapa semua itu bisa terjadi " ucap Elin begitu serius.


" Ya kau benar sayang , aku juga mempunyai kesalahan dalam hal ini , dan mungkin Tuhan menghukumku dengan seperti itu , supaya aku bisa lebih menghargai perasaan dari orang yang aku cintai "


" Dan aku pikir memang seperti ini jalannya untuk bertemu denganmu " lanjut Daniel tersenyum.


" Jadi sekarang kau sedang mengatakan kalau aku datang di saat yang tepat " ucap Elin tersenyum.


" Lebih kurangnya seperti itu " sahut Daniel mengangguk , " Apa kau tidak cemburu ? " tanya Daniel yang sedikit bingung karena setelah beberapa hari menjadi kekasih perempuan itu , ia sedikit menyadari kalau kekasihnya adalah perempuan yang pencemburu , " tidak " kata Elin menggelengkan kepalanya.


" Dia masalalumu dan dia menyakitimu jadi aku pikir tidak akan berkelas jika aku cemburu pada Hannah , karena jika kau masih mencintainya itu berarti kau yang bodoh " katanya lagi memperjelas.


" dan sayangnya aku tidak sebodoh itu " sambung Daniel tersenyum dan merengkuh tubuh Elin di dalam pelukkannya , " tapi cobalah untuk berdamai dengan masalalu karena dengan begitu kau akan merasakan kebahagiaan yang benar benar bahagia " ucap Elin pelan sambil menatap wajah Daniel dan laki laki itu hanya menerimanya dengan tersenyum.


" Astaga kita melupakan perutmu ? " ucap Elin tiba tiba , " ya hampir saja aku pingsan karena lemas " ucap Daniel dengan wajah memelas.


" Maafkan aku , ayo kita kembali ke apartemen kita " ajak Elin menarik tangan Daniel , " apartemen kita ? " ulang Daniel dengan bibir yang tertahan untuk tersenyum dan Elin menganggukkan kepalanya " karena kau sudah mengetahui pasword pintunya itu berarti kau bukan orang lain lagi dari apartemen itu " jelas Elin serius.


" Lebih tepatnya karena aku calon suami pemilik apartemen itu " ucap Daniel , dan Elin yang mendengar hanya bisa menatap linglung pada Daniel , " atau apa aku beli saja saham bangunan ini , supaya seutuhnya bisa menjadi kita " lanjutnya tanpa bercanda.


" Bercandamu sungguh lucu " ucap Elin tertawa kecil , " aku tidak bercanda , aku serius " ucap Daniel , " baiklah baiklah , lakukanlah " kata Elin yang tidak bisa lagi menahan bibirnya untuk tertawa tanpa berpikir kalau yang di katakan kekasihnya adalah perkataan serius.


" sungguh kau mengijinkan ? " tanya Daniel dan Elin kembali mengangguk , " sebelum membeli sahan bangunan ini sebaiknya kita makan dulu , karena akan sangat tidak lucu jika calon pemilik apartemen mewah Leonard Street jatuh pingsan karena kelaparan " ucap Elin dengan menahan bibirnya untuk tertawa , " dan sebelum bermimpi ada baiknya mengisi tenaga dulu " katanya lagi.


" Bermimpi ? " ulang Daniel bingung namun Elin tidak lagi menjawab ia terus menarik tangan Daniel menuju lift yang akan membawanya kembali ke dalam apartemennya.


****


Suasana menjadi hening setelah Daniel dan Elin pergi dari apartemen Mike , dan Hannah masih diam terpaku menatap pintu kamar yang masih terbuka , namun tatapannya teralih pada suara tempat tidur yang bergerak , " apa yang ingin kau lakukan ? " tanya Hannah cepat setelah melihat Mike ingin bangun dari tempat tidurnya , " aku harus berbicara pada Daniel " ucap Mike yang tetap ingin melanjutkan gerakannya untuk bangun dari tempat tidur meski kepalanya masih begitu sakit , " apa yang ingin kau bicarakan pada Daniel ? " tanya Hannah menajamkan tatapannya dan memegang pundak Mike untuk mencegah pergerakan laki laki itu , " Dia tidak boleh terus salah paham dan aku harus menjelaskan padanya bahwa kita tidak sedang memiliki hubungan apapun "


" Apa kau pikir dia akan mendengarkan ? "


" Bahkan dia tidak akan peduli dengan penjelasanmu Mike , dan apapun hubungan kita sekarang tidak ada lagi menjadi urusannya " ucap Hannah.


" Pengkhianatan kita dulu mungkin masih melukainya dan belum bisa ia maafkan namun sekarang semua sudah berakhir , sebesar apapun kesalahan kita dahulu itu hanya menjadi masalalu untuk cerita aku dan dia , dan sekarang ceritanya sudah berbeda dia dengan kebahagiaannya dan aku dengan ceritaku sendiri , jadi apapun hubunganmu dan aku sekarang ia tidak berhak menghakimi " lanjutnya , " aku hanya ingin dia tidak lagi membenciku " ucap Mike lirih dengan wajah menunduk.


" Ada saatnya dia akan memaafkanmu dan aku atau bisa jadi dia akan bersyukur atas kesalahan kita karena dengan begitu akhirnya ia menemukan perempuan yang benar benar ia cintai "


" Dia juga mencintaimu dulu " sambung Mike menatap pada Hannah yang menatap searah dengan bibir yang tersenyu kaku " ya , tapi cintanya padaku tidak sedalam rasa cintanya pada Elin , semua orang akan bisa mengetahuinya hanya dengan melihat cara sorot matanya saat menatap Elin dan tatapan itu tidak pernah ia perlihatkan saat bersamaku " jelas Hannah , " apa sorot matanya seperti sorot mataku sekarang " ucap Mike tiba tiba yang kini sedang menatap begitu dalam pada Hannah yang berada di hadapannya , mendengar itu ujung bibir Hannah tersenyum dan matanya beralih menatap Mike.


Deg


Jantung Hannah berdegub saat matanya dan mata Mike bertemu , ntah apa yang terjadi tetapi sorot mata itu benar benar menggetarkan hatinya dan membuat mulutnya terkunci tanpa bisa mengeluarkan sepatah kata pun , " Cintaku mungkin selama ini telah salah tapi perasaanku padamu itu benar Hannah dan tidak pernah pudar sampai saat ini " ucap Mike tanpa menurunkan sorot matanya ," dan aku sungguh mencintaimu " katanya lagi dengan begitu serius hingga tanpa sadar wajahnya meninggalkan jarak yang begitu dekat pada wajah Hannah , " aku mencintai Hannah , bahkan cintaku melebihi apapun di dunia ini " ucapnya dengan menatap dalam mata Hannah.


Cup " suara bibir yang bertemu tanpa di sadari oleh pemiliknya sebab itu terjadi karena adanya hasrat yang terjadi secara tiba tiba oleh dua insan yang sebenarnya memiliki perasaan yang sama untuk saling memiliki.


Mike menyesap semakin dalam bibir Hannah saat pemiliknya mempersilahkannya tanpa keberatan bahkan ia mendapatkan sedikit perlawanan meski di lakukan dengan begitu malu oleh Hannah.


****


Daniel dan Elin sedang menikmati makan malam mereka tanpa bersusah untuk membuatnya karena Emily sudah melakukan tugasnya dengan menyediakan hidangan makan malam untuk Elin.


Kedua alis Daniel saling bertautan saat melihat Elin terus sibuk dengan benda pipih miliknya , " sayang bisa kau letakan benda itu , kita sedang menikmati makan malam " ucap Daniel , " tunggu sebentar , ini sangat penting " kata Elin tanpa Melihat ke arah kekasihnya.


Selang beberapa menit berlalu Elin masih tidak bergerak untuk menyentuh kembali makanannya , ia terus berkutat dengan benda pipihnya itu tanpa tahu kalau Daniel sudah menatapnya dengan begitu kesal.


" Selesai " ucap Elin dengan meletakan handphonenya di atas meja di sampingnya dan bersamaan dengan Daniel yang tiba tiba beranjak dari kursi meja makan , " sayang mau kemana ? " tanya Elin namun Daniel tidak menjawab.


" Apa makanmu sudah selesai ? " tanyanya lagi.


" Sayang kau belum menghabiskan makananmu , kemarilah "


" Aku tidak lagi memiliki selera makan " jawab dingin Daniel , " kenapa , bukannya kau sangat lapar ? "


" dan masakan Emily sangat Enak , apa yang salah ?"


" Yang salah suasananya ? "


" Maksudmu ? "


" Aku tidak suka ketika kita sedang berdua dan kau sibuk dengan urusanmu " katanya menjelaskan dan Elin masih memutar otaknya untuk berpikir apa yang sudah menjadi kesalahannya.


" Apa kau marah karena aku sibuk dengan handphoneku ? " tanyanya dan Daniel tidak menjawab namun wajah kesalnya tidak pudar sambil terus melanjutkan langkahnya menuju soffa , " Sayang " panggil Elin pelan dan mencegah Daniel dengan memegang tangannya , " aku sedang mengirim email pada adikmu , kalau kau tidak percaya kau bisa melihatnya " katanya dengan begitu lembut lalu memperlihatkan bukti pesannya bersama Meili , " aku sedang mengirim berkas pengajuan magangku karena Mieli yang akan membantunya " jelasnya lagi dan secara perlahan arah tubuh Daniel menghadap ke arahnya , " kenapa kau tidak meminta bantuanku ? " tanya Daniel merespon namun wajahnya masih mempertahankan wajah dinginnya.


" Sejak awal Meili sudah berjanji untuk membantu dan aku tidak ingin terlalu merepotkanmu "


" tapi aku kekasihmu , dan kau lebih memilih bantuan orang lain "


" Dia bukan orang lain dia temanku dan adik kekasihku " sambung Elin membuat Daniel tidak bisa membantah.


" jadi jangan salah paham lagi , oke "


" tapi ada baiknya kau harus meminta bantuanku terlebih dahulu sebelum meminta bantuan orang lain , dengan begitu kau membuatku berguna sebagai kekasihmu "


" Baiklah aku akan melakukannya nanti , sekarang duduklah dan lanjutkan makan malam kita " ajak Elin menarik tangan Daniel untuk kembali duduk di hadapannya.


" tanpa Handpone , aku tidak mau waktu kita berdua terganggu " ucap Daniel dan Elin mengangguk setuju.


" Mulai sekarang cobalah untuk memperkecil kesalah pahaman , kita hanya perlu bicara dan mencari solusinya , itu cara kerja yang baik dalam hubungan " kata Elin menatap Daniel , " akan aku usahakan jika itu tidak menyangkut rasa cemburu " kata Daniel tersenyum sambil kembali menikmati makan malamnya dan Elin hanya bisa tersenyum dengan menggelengkan kepala karena tingkah Daniel.


" Makan yang banyak , aku tidak ingin kau menjadi kurus saat menjadi kekasihku " ucapnya lagi.


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚