
Daniel baru saja memarkirkan mobil Reza di parkiran khusus mobil yang sudah di sediakan di Leonard Street , dan bersamaan dengan mobil sport yang baru datang dan terparkir tidak jauh dari tempat Daniel meletakan mobil Reza.
Dirinya masih belum beranjak dari dalam mobil dan kembali mencoba untuk menghubungi Elin , namun lagi lagi nomor telepon perempuan itu tidak bisa di hubungi dan Daniel kembali mencoba memeriksa aplikasi pesannya namun ia kembali kecewa karena pesannya masih cheklist dan masih belum terkirim pada Elin .
Daniel menghela nafas begitu kasar berusaha untuk sedikit lebih tenang dan memejamkan matanya dengan kepala yang tersandar pada joke mobil ,
matanya terbuka saat mendengar suara orang yang sedang berbicara dan berjalan melewati mobilnya , namun dadanya tiba tiba menjadi sesak saat melihat perempuan yang membuatnya begitu khawatir sedang berbicara begitu santai pada laki laki yang sangat ia benci , tanpa berpikir panjang dengan otak yang terasa sudah mendidih Daniel keluar dari dalam mobil dan berjalan begitu cepat menuju dua orang yang berjalan beriringan tanpa menyadari kehadirannya.
Buukk " suara pukulan yang begitu keras menghantam wajah Mike yang membuatnya tersungkur di lantai.
" Daniel " teriak Elin yang begitu terkejut dan menemukan laki laki itu dengan wajah yang sudah memerah karena amarah.
Daniel tidak lagi peduli pada teriakan Elin , bahkan ia mengabaikan rasa sakit pada tangannya karena pukulan yang begitu keras pada wajah Mike.
" Apa lagi yang ingin kau lakukan huh ? " tanya Daniel begitu emosi dengan tangan yang mencekram begitu kuat pada kera baju Mike , " Daniel hentikan , ini bukan salahnya " kata Elin yang berusaha menghentikan tingkah kasar Daniel dengan menarik lengan lelaki itu , namun usahanya sia sia karena tenaga Daniel yang begitu kuat bahkan lengan yang ia tarik tidak bergeser sedikit pun dari baju Mike.
" Apa Hannah masih kurang cukup ? " terianya lagi dengan begitu emosi , membuat Elin menjadi ketakutan dan melepas genggamannya dari lengan Daniel , Mike tidak melawan ia hanya diam dengan ujung bibir yang sudah melebam karena pukulan Daniel , " Apa kau masih belum puas dan sekarang kembali ingin merebut dia dariku ? "
" Kau memang saudara yang tidak tahu diri mlMike " teriak Daniel yang sudah mengepalkan jari tangannya dan siap kembali melayangkan pukulan pada wajah Mike,
" hentikan , aku mohon " teriak Elin yang sudah menangis dengan begitu ketakutan bahkan ia menutup kedua telinganya dengan tangan karena tidak ingin mendengar suara pukulan Daniel pada Mike, melihat itu Daniel menghela nafas begitu kasar dan menahan tangannya yang sudah mengepal begitu erat.
" Jangan kau pikir aku sudah memaafkanmu " ucap Daniel menatap tajam pada wajah Mike dan melepas begitu keras cengkraman tangannya , membuat tubuh Mike kembali terhempas di lantai.
Daniel beranjak dengan perasaan yang masih begitu marah , bahkan ia tidak lagi melihat pada Elin yang terdengar sedang menangis.
" Mike " teriak Elin dan berlari menghampiri Mike yang terlihat begitu kacau dengan darah segar yang sudah keluar dari ujung bibirnya ,
" maafkan aku Mike " ucap Elin yang masih terus menangis dan berusaha membantu Mike untuk bangun.
Buukk " suara pukulan kembali terdengar dan Elin segera menoleh dengan mata yang membesar karena melihat tetesan darah yang keluar dari tangan Daniel " apa yang kau lakukan ? " teriak Elin yang ingin beranjak untuk menyusul Daniel , namun ia ragu karena harus meninggalkan Mike dengan kondisi yang tidak baik.
" Pergilah , aku tidak apa apa Elin " kata Mike sambil berusaha untuk bangun , Elin tidak menjawab ia masih begitu kebingungan namun matanya tidak lepas menatap pada Daniel ," pergilah Elin ,tenangkan dia " kata Mike lagi.
" Tapi kau juga terluka Mike " kata Elin lirih.
" Aku tidak apa apa sungguh , pergilah dia lebih membutuhkanmu "
" tapi Mike "
" pergilah Elin , lukaku ini tidak seberapa dengan perbuatan yang sudah aku lakukan padanya " jelas Mike membuat Elin terdiam.
" Kau harus segera menyusulnya , yakinkan padanya bahwa kita tidak memiliki hubungan apapun " lanjut Mike " maafkan aku Mike " ucap Elin yang sudah beranjak dan berlari menuju Daniel.
" Jangan pergi , jangan seperti ini , aku mohon aku bisa jelaskan " ucap Elin yang sudah menangis dan memeluk tubuh Daniel dari belakang " pergilah , aku tidak akan lagi mencegahmu " kata Daniel begitu dingin.
" Tidak tidak , aku tidak akan pergi , kau sungguh salah paham Daniel , tidak ada yang terjadi antara aku dan Mike , dia hanya menawarkan tumpangan padaku dan aku menerimanya karena hujan yang akan segera turun , sungguh tidak ada yang lebih " jelas Elin dengan isak tangisnya bahkan ia semakin erat memeluk tubuh Daniel.
Daniel terdiam , perasaannya menjadi begitu kacau mendengar Elin menangis dan membasahi punggungnya dengan air mata.
" Maafkan aku , aku salah karena telah melanggar janjiku , aku mohon maafkan aku Daniel , aku berjanji tidak akan melakukannya lagi " racau Elin yang tidak berhenti menangis , hati Daniel menghangat mendengar kata maaf yang terlontar dari mulut Elin , bahkan ia menyesali perbuatannya yang berujung pada tangisan ketakutan Elin.
" Berhentilah menangis " pinta Daniel sambil memutar tubuhnya dan saling berhadapan pada Elin , hatinya begitu perih saat melihat wajah kacau Elin dengan mata yang sudah memerah dan air mata yang terus mengalir pada pipi putihnya.
Elin menunduk dengan tangisan yang belum bisa ia hentikan " aku mohon berhentilah menangis , kau sungguh membuatku merasa bersalah " ucap Daniel dengan kedua tangan yang menangkup pada wajah Elin ,
" please " mohon Daniel ,
" hatiku benar benar terluka melihat kau menangis seperti ini " katanya lagi dan menatap begitu dalam pada sorot mata Elin yang sayu karena air mata.
Bukannya berhenti , Elin malah menangis begitu keras dan membuat Daniel menjadi kebingungan.
" Tanganmu berdarah " kata Elin di sela tangisannya ,
" ini pasti sangat sakit , maafkan aku , ini semua salahku " racaunya sambil memegang lembut tangan Daniel yang memang sudah berdarah karena hantaman begitu keras pada tembok besar yang berdiri tidak jauh dari mereka ,
" kenapa kau memukul tembok yang tidak bersalah apa apa " lanjut Elin dengan sisa tangisannya.
Daniel menahan bibirnya untuk tersenyum , melihat Elin menangis namun terlihat begitu lucu ,
" apa ini sakit ? " tanyanya lagi dengan melihat kearah Daniel.
Daniel menganggukkan kepalanya sambil menahan rasa gemas karena tingkah polos Elin.
" Kita obati ya " pintanya lagi dengan begitu lembut seperti memperlakukan Daniel layaknya anak kecil ,
" aku bisa mengobatinya nanti " kata Daniel menahan bibirnya untuk tersenyum.
" Apa ini sebuah ancaman ? " kata Daniel yang tidak bisa lagi menahan bibirnya untuk tersenyum dan Elin mengangguk dengan wajah yang begitu lucu , persis wajah anak kecil yang baru selesai menangis dan membaik karena mendapatkan keinginannya.
Cup " daniel mencium pipi Elin tanpa permisi , membuat empunya begitu terkejut dengan mata yang membesar menatap pada Daniel.
" Kenapa kau menciumku ? " tanya Elin begitu polos ,
" siapa suruh kau menggemaskan " jelas Daniel tanpa rasa bersalah.
Buukk " tangan Elin memukul pundak Daniel.
" Kau belum boleh menciumku sekarang " kata Elin marah namun terlihat begitu lucu dari pandangan Daniel.
awwwwww " kata Daniel meringis sambil memegang pada bekas pukulan tangan Elin.
" Astaga maafkan aku , aku lupa tanganmu sedang sakit " paniknya dan mengusap lembut pada pundak Daniel " apa masih perih ?" tanyanya lagi.
Cup " bibir Daniel kembali mendarat pada pipi sebelah Elin.
" Daniel " teriak Elin dan laki laki itu sudah lebih dulu berlari meninggalkan Elin yang menatap kesal ke arahnya.
" Aku akan benar benar mematahkan tanganmu " geram Elin ,
" coba saja " kata Daniel menantang , Elin segera berlari mengejar Daniel namun yang terjadi ia malah mendarat di tubuh bidang Daniel yang memang sengaja menghadangnya.
" Lepaskan Daniel " berontak Elin karena tubuhnya yang sudah terperangkap pada dekapan tangan Daniel.
" Untuk kali ini aku biarkan , tapi berjanjilah untuk tidak mengulanginya lagi " ucap Daniel begitu lembut , membuat Elin tidak lagi memberontak namun mengangkat wajahnya menatap pada Daniel.
" Apa kau dengar ? " ulang Daniel dan Elin mengangguk.
" Aku terpaksa karena hujan yang akan segera turun " jelasnya dan membalas pelukan lalu menyandarkan kepalanya pada dada bidang Daniel " kau bisa meneleponku "
" Handphoneku mati Daniel , tentu aku akan melakukannya kalau saja aku mempunyai pilihan " jelas Elin dan kembali menatap Daniel.
" Sungguh ? " tanya Daniel dan Elin kembali mengangguk.
" Apa aku sungguh tidak boleh ikut masuk ke dalam mobil Mike ? " tanya Elin dan dlDaniel mengangguk dengan tegas ,
" untuk sekarang tidak boleh , sebelum aku memastikan kalau dia benar benar tidak menginginkanmu " jelas Daniel.
" Ternyata kau begitu posesif Tuan Daniel " ucap Elin tertawa.
" Aku hanya tidak ingin kembali kehilangan orang yang aku cintai , dan sekarang aku tidak ingin itu terjadi lagi padamu " jelas Daniel dengan tangan yang semakin memeluk erat tubuh Elin ,
"maafkan aku karena begitu egois , tapi aku sungguh tidak ingin kehilanganmu " ucap Daniel begitu dalam dengan menyandarkan kepala Elin di pundak yang menyentuh pada bagian lehernya , mendengar itu membuat jantung Elin berdetak tak menentu di ikuti rona merah pada wajahnya ,
" apa sekarang kau ingin tidak lagi mematahkan tanganku " goda Daniel.
" Sial aku melupakannya " umpat Elin dan segera ingin menarik tangan Daniel namun lolos karena laki laki sudah berlari menuju pintu lift.
" Dapat " kata Elin bangga dan merengkuh tubuh Daniel dengan kedua tangannya.
Ting " suara pintu lift terbuka dengan beberapa orang yang keluar.
Karena merasa sangat malu Elin melepas tangannya pada tubuh Daniel karena jika orang lain yang melihat , Elin terlihat sedang memeluk erat pada tubuh Daniel.
" Kenapa di lepas ? " goda Daniel dan Elin tidak lagi peduli ia segera masuk kedalam lift tanpa menoleh kebelakang karena merasa malu dengan tingkahnya sendiri.
" Hey , ini tanganku apa kau sudah menyerah " goda Daniel dan menyusul masuk ke dalam lift ,
" berhenti menggodaku , atau tanganmu akan benar benar aku patahkan " ancam Elin namun Daniel tidak bergeming , ia masih saja menggoda Elin tanpa henti ,
" Daniel berhenti " geram Elin dan kembali menarik tangan Daniel.
Ting " pintu lift kembali terbuka dengan orang lain yang ikut masuk kedalam lift.
" Kau lolos , tapi jangan harap aku akan melepaskanmu nanti " bisik Elin dan melepas tangannya pada Daniel.
" Aku tidak takut pada ancamanmu " balas Daniel pelan dan tersenyum menantang , membuat Elin semakin geram namun ia tahan karena masih ada orang lain yang berada di antara mereka .
jangan lupa vote , like dan coment🤗
dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚