
Reza bernafas legah setelah melihat mobil miliknya akhirnya tiba dan ia segera membuka pintu mobil dari sisi kemudi.
"Selamat malam Tuan , semua sudah siap dan kita akan segera berangkat " jelas Reza dengan membukakan pintu mobil.
Daniel tidak berbicara dia keluar dari dalam mobil dan melanjutkan langkahnya menuju letak Jet pribadi yang akan membawanya bersama Reza ke Jepang.
" Bawa mobil ini ke apartemenku " pinta Reza pada salah satu karyawan Daniel " baik Mr.Reza " ucapnya mematuhi perintah atasannya.
Reza segera menyusul langkah besar Daniel yang sudah berjalan lebih dulu dan setengah berlari untuk lebih cepat berada di belakang laki laki bertubuh atletis itu , ia tidak berhenti mengganggukkan kepala untuk menanggapi sapaan petugas bandara yang menyapa kedatangan Daniel ,
karena Daniel terus berjalan tanpa menggubris pada orang orang yang berada di sekitarnya.
" Semoga perjalanan anda menyenangkan Tuan " ucap dua perempuan cantik yang bertugas menjaga pintu keluar menuju jet pribadi milik Daniel yang sudah siap untuk di terbangkan.
" Terimakasih " balas Reza , dua perempuan itu mengangguk dengan menatap sedikit kecewa karena pemuda tampan yang melewati mereka tidak sedikit pun peduli , bahkan terlihat begitu acuh pada sapaan mereka " padahal aku sudah berharap dia akan melirikku , walau hanya dari ujung matanya " ucap perempuan yang menatap sedih pada punggung kedua laki laki yang baru melewati mereka , " padahal aku sudah begitu bersemangat menyambut kedatangannya " sambung perempuan satunya lagi.
" Ya , biasanya aku akan membenci laki laki angkuh tapi dia termaafkan karena ketampanannya " kata perempuan yang tidak berhenti menatap pada punggung Daniel meski bayangan laki laki itu sudah hampir menghilang di balik pintu pesawat " sayangnya dia tidak peduli " ejek temannya tertawa.
~
Daniel duduk dengan menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi
" perlihatkan padaku agenda kita selama berada di Jepang " pinta Daniel yang terlihat tidak bersemangat.
Reza segera memberikan ipad dengan layar yang memperlihatkan sederet agenda mereka sesuai permintaan Daniel , " ada apa dengan tangan anda Tuan ? " tanya Reza begitu panik dengan mata yang sedikit membesar setelah melihat tangan Daniel dengan balutan perban yang terlihat begitu kacau ,
Daniel melihat ke arah tangannya dengan ujung bibir terangkat , " apa saya perlu memanggilkan dokter untuk anda tuan ? " kata Reza sambil menatap pada balutan perban yang sangat iya yakini kalau itu bukanlah hasil dari pekerjaan perawat kesehatan atau dokter.
Daniel segera menggelengkan kepala , bahkan ia terlihat sedikit kesal dengan perkataan Reza , " lakukan saja apa yang aku perintahkan padamu , dan selain itu bukan menjadi urusanmu lagi " kata Daniel dengan begitu ketus.
" Maafkan saya Tuan " ucap Reza yang sangat paham dengan wajah kesal bossnya itu .
" Berapa lama lagi pesawat kita akan tiba di Jepang ? " tanya Daniel , " pesawat kita baru saja berada di ketinggian normal tuan dan 15 menit berlalu setelah melepas landas , jadi masih memiliki waktu sebelas jam untuk sampai di Jepang " jelas Reza yang sedikit kesal dengan pertanyaan Daniel , sejak kapan laki laki dingin itu berubah menjadi begitu bodoh.
" Kenapa perjalanan ini begitu lama ? " ucapnya dengan nada kesal , bahkan ia terlihat menghela nafasnya.
" Sudah seperti ini sejak dulu tuan , dan negara belum menyediakan jalur cepat pada pesawat " sahut Reza yang membuat Daniel semakin kesal , " bangunkan aku jika sudah tiba " kata Daniel sambil memposisikan tubuhnya dengan begitu nyaman di kursi pesawat.
" Ingat Reza angsuran mobilmu masih lama " gumam Reza yang berbicara pada dirinya sendiri dengan tangan yang mengusap pada dada untuk meredahkan emosi dan memiliki sisa kesabaran untuk menghadapi tingkah menyebalkan Daniel.
***
Lampu dan suara camera begitu memenuhi ruangan setelah pintu besar terbuka dengan perempuan cantik yang baru saja masuk bersama dua laki laki bertubuh besar yang mengiringinya.
" Di mohonkan untuk sedikit lebih tenang " ucap seseorang di balik microphone , Hannah begitu gugup , bersamaan dengan kilauan lampu camera yang terus menyorot kearahnya dan hatinya semakin kesal ketika pandangan matanya menemukan Caren yang sedang duduk begitu manis dengan ke dua tangan yang ia letakan di atas meja , Caren tersenyum begitu manis menyambut Hannah dan mempersilahkannya duduk di kursi yang berada tidak jauh dari tempatnya.
" Baik , bisa kita mulai ? " kata perempuan yang memang di tugaskan untuk memandu acara singkat ini dan semua wartawan dan media yang datang sudah terlihat lebih tenang dengan sesekali lampu camera yang bergantian mengambil gambar model terkenal kota New York , " di mohonkan untuk mematikan cameranya terlebih dahulu dan kalian bisa menghidupkannya kembali setelah adanya ijin dari pihak kami dan jangan coba coba untuk berbuat curang " ucap perempuan yang masih memegang microphone , " baik terimakasih , silahkan Ms. Caren "
" Selamat malam " ucap Caren dari balik microphone , " saya Caren manager dari Nona Hannah dan saya disini mewakili Nona Hannah untuk berbicara " jelasnya , tanpa sadar bahwa Hannah sudah melempar tatapan tajam ke arahnya , " sebelum jumpa vers ini di mulai saya mohonkan pada semua media untuk tidak memberitakan berita yang akan merugikan pihak kami dan kami juga berhak untuk tidak menjawab pertanyaan kalian yang menurut kami akan merugikan , jadi manfaatkan waktu selama lima belas menit ini dengan baik " tegasnya.
" dan sekarang bisa kita mulai " katanya lagi dan semua orang yang memegang camera terlihat sudah bersiap untuk meliput acara jumpa vers yang akan menghasilkan berita yang sudah di tunggu oleh hampir sebagian besar masyarakat kota New Uork , " Nona Hannah , apa anda sudah mengetahui berita tentang kekasih anda ? " tanya seorang wartawan dengan sinar camera yang secara bergantian memantul pada ruang aula , Caren menoleh sebentar pada Hannah sebelum ia mengambil alih pertanyaan yang baru saja terlontar , " tentu , nona kami tentu sudah mengetahuinya " jelas Caren.
" Kita masih belum membicarakan tentang ini , dan nona kami masih sedikit syock dengan kabar berita tentang kekasihnya yang sedang beredar " jelas Caren dengan kebohongan , berulang kali Hannah menarik nafasnya menahan emosi yang sudah memuncak pada Caren.
" Benarkah kalau sebenarnya hubungan Nona Hannah dan Tuan Muda Daniel sudah berakhir ? "
" Tentu tidak , hubungan mereka masih baik baik saja , bahkan sangat baik " sahut Caren , ia begitu panik saat berita perpisahan Hannah dan Daniel sudah di ketahui oleh wartawan.
" Lalu kenapa tuan Muda Remkez terlihat bersama wanita lain " sambung wartawan lainnya , Caren menghela nafas dengan rahang yang sudah mengeras karena menahan rasa kesal , " pikiran kalian terlalu berlebihan " kata Caren sambil tertawa kecil lebih jelasnya tertawa yang ia paksakan sebagai kesempurnaan kebohongannya.
" Jika Tuan Muda Remkez terlihat bersama wanita lain bukan berarti hubungannya dengan Nona kami berakhir , kalian pasti sangat tahu, ada begitu banyak tikus kecil yang mencoba untuk mendapatkan hati Tuan daniel dan mungkin perempuan itu salah satunya di antaranya "
Mendengar itu Hannah semakin menatap tajam pada Caren dan sekarang wajahnya sudah terlihat memerah karena begitu emosi , ia tidak lagi peduli pada puluhan camera yang mungkin kini sedang mengambil gambar dirinya.
" tapi nona kami ...
Bruukkk " suara pantulan microphone yang sudah berpindah tangan , Caren semakin mengeraskan rahangnya saat Hannah merebut microphone dari tangannya tanpa permisi, " jangan melakukan hal bodoh " gumam Caren pelan namun terdengar oleh Hannah.
" Selamat malam semuanya , terimakasih telah memberi kesempatan pada saya untuk berbicara dan mengatakan yang sebenarnya " kata Hannah tanpa memperdulikan Caren yang sudah begitu emosi dan terlihat dari ekor mata Hannah.
" Hubungan saya bersama Tuan dDaniel masih baik baik saja " jelas Hannah dan Caren terlihat tersenyum.
" Kami kembali berteman setelah hubungan kami berakhir " lanjut Hannah yang seketika membuat suasana menjadi riuh dan Caren kembali menoleh dan menatap dengan penuh kemarahan pada Hannah , " kau memang benar benar sangat bodoh " ucap Caren dan Hannah tidak peduli.
" Siapa yang harus kami percaya , manager anda tidak membenarkan berita itu "
" itu karena Ms. Caren tidak tahu , saya tidak pernah menceritakannya pada siapapun " jelas Hannah.
" Llu apa benar perpisahan kalian terjadi karena pihak ketiga , yang tidak lain adalah perempuan yang sedang di beritakan bersama Tuan Muda Remkez "
" Tentu tidak , dan saya mohonkan pada semua media untuk berhenti memberitakan berita palsu ini , saya jelaskan di sini perempuan itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan perpisahan kami " jelas Hannah berapi api , ia begitu terbawa emosi dengan semua rasa bersalah di hatinya mendengar semua orang menyudutkan Elin.
" Kalau bukan karena pihak ketiga lalu apa penyebab hubungan kalian berakhir ? "
" Saya rasa kalian tidak berhak untuk terlalu ikut campur dalam urusan kami " ucap Jannah tegas membuat semua orang yang berada di ruangan menjadi terdiam, " saya sudah sampaikan dengan jelas di sini bahwa kami tidak lagi memiliki hubungan , semua sudah berakhir tanpa orang ketiga , dan Tuan Muda Remkez berhak untuk bersama wanita manapun jadi mulai saat ini berhenti membuat berita palsu tentang kami " lanjut Hannah.
" Saya rasa semua sudah cukup dan sangat jelas , terimakasih " ucapnya lagi seraya beranjak dari hadapan semua media yang belum merasa puas dengan penjelasan darinya , ia tidak lagi peduli dengan kehadiran Caren yang terpenting sekarang dirinya sudah mengambil keputusan yang benar , tentang apa resiko yang akan ia hadapi setelah ini biarkan menjadi urusannya nanti , yang terpenting ia tidak lagi hidup dalam rasa bersalah.
" Kau sudah mengambil keputusan yang benar Hannah " ucapnya pada diri sendiri dengan bibir yang terpaksa untuk ia lengkungkan , ada sedikit keberatan di hatinya karena rasa cinta yang masih tersisa pada Daniel namun itu tidak akan membuatnya menjadi egois , ia harus sadar tidak ada lagi yang tersisa di antara mereka semua sudah benar benar berakhir , bahkan tempatnya di hati Daniel sudah tergantikan oleh Elin , perempuan yang baru saja menjadi orang terdekatnya ,
tentu takdir yang sangat menyakitkan untuk Hannah namun ia sadar apa yang sudah ia lakukan pada Daniel mungkin lebih menyakitkan dari ini .
" Jangan menangis , apa yang kau lakukan sangat hebat walau setelah ini kau harus kembali ke flat kumuhmu " gumamnya dengan tangan yang menepis air mata yang jatuh tanpa pamit , " jangan cengeng Hannah " katanya lagi dengan air mata yang semakin deras mengalir pada wajahnya , ia semakin mempercepat langkahnya meninggalkan ruang aula dengan puluhan media ,
tidak ada yang boleh melihatnya menangis , semua orang harus melihat dia baik baik saja , biar dia sendiri yang tahu bagaimana hati hancurnya saat ini .
jangan lupa vote , like dan coment🤗
dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚