Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Kau Begitu Cantik


Elin tersenyum lebar saat dari kejauhan ia sudah melihat dua orang yang kini juga tengah tersenyum gembira menyambut kedatangannya , " mereka benar-benar menjadi tua yang menyebalkan " gumamnya dengan senyum yang tidak luntur dari bibirnya.


" Apa itu Green dan Amel ? " tanya Hannah yang juga menyadari ke hadiran dua perempuan itu disana , " ya benar itu mereka , kau lihat mereka tak ubah seperti anak remaja " sahut Elin tertawa , lalu di ikuti Hannah yang menjadi ikut tertawa karena membenarkan ucapan temannya itu , karena dari kejauhan Green dan Amel sudah terlihat begitu heboh dengan kedatangan mereka , tidak ada terlihat jika dua wanita cantik itu adalah menantu dari keluarga terhormat di negaranya.


" Mereka sungguh menyayangimu " ucap Hannah tersenyum teduh.


" Ya aku tahu itu dan aku juga menyayangimu " balas Elin padanya , membuat perempuan itu terdiam lalu kembali tersenyum , " kau juga sahabatku Hannah " tambah Elin , dan kalimat itu berhasil membuat matanya sedikit berkaca-kaca.


" Kau sudah membuatku terharu di hari pertama tiba disini " kata Hannah tertawa hambar dan Elin segera memeluknya.


" Terimakasih kau sudah mau ikut kemari "


" Apa kau bercanda Elin tentu aku akan ikut , mana mungkin aku akan mengabaikan hari bahagiamu "


" Apa kau tidak sakit hati ? " celetuk Elin yang berhasil membuat wajah Hannah berubah seketika , " aku hanya bercanda " lanjutnya tertawa lalu berlari menuju beberapa orang yang sudah menunggunya


" Kau benar-benar ya Elin " teriak Hannah begitu kesal , namun tidak lama langkah perempuan itu berhenti lalu memutar kembali langkahnya , " aku melupakan calon suamiku " ucapnya dengan wajah yang begitu polos dan berhasil membuat semua orang tertawa termasuk Meili yang selama di dalam perjalan hanya diam.


Daniel yang memang masih sibuk dengan benda pipihnya sedikit tersentak saat Elin merangkul tiba-tiba lengannya , " ada apa sayang ? "


" Ada apa ? , apa kau tidak ingin kita berjalan bergandengan ? "


" Oh tentu saja aku mau , hanya kau sedikit mengejutkan aku " sahut Daniel tersenyum sambil mengusap gemas puncak kepala kekasihnya.


" Ayo " ajaknya setelah selesai dengan semua urusannya , lalu memindahkan genggaman tangan Elin ke dalam genggamannya , " ini jauh lebih romantis " ucapnya tersenyum , membuat pipih chubby Elin tidak bisa terhindar untuk merona.


Sementara dari ruang tunggu dua wanita menantu keluarga Vernandes tidak berhenti berteriak memanggil-manggil nama Elin.


" Sayang kalian berdua tidak ubah seperti kawanan orang hutan " ucap Nathan yang sedikit kesal dengan tingkah istri dan saudara iparnya.


" Orang hutan katamu " balas Green yang menjadi emosi dengan ucapan suaminya , " makanya diam biar tidak di sangka orang hutan , elin akan tetap sampai disini tanpa kalian berteriak-teriak "


" Hei Nathan kalau aku orang hutan , lalu kamu apa huh ? "


" Kenapa kalian menjadi bertengkar " ucap Amel yang tidak mengerti dengan suasana yang tiba-tiba terjadi , " dia yang memulai Mel , apa kau tidak marah di sebut orang hutan ".


" Aku bilang seperti bukan menyebut kalian orang hutan "


" Itu sama saja bapak Jonathan Vernandes "


" Tentu berbeda Ibu Greenindia Halmusd "


" Astaga hentikan " teriak Amel dan berhasil membuat sepasang suami istri itu menghentikan seketika perdebatan mereka.


" Apa kalian tidak malu menyambut kedatangan orang dengan pertengkaran kalian huh " tambahnya lagi.


Green dan Nathan saling bertatapan , " sejak kapan dia menjadi begitu dewasa " gumam mereka bersamaan dengan Green yang sedikit tertawa.


" Aku memang tidak pernah dewasa tapi aku tidak pernah menjadi seperti anak kecil seperti kalian saat ini " protesnya begitu bijak dan kembali membuat Green dan Nathan melipat sempurna bibir mereka supaya tidak tertawa.


" Ya ya , maafkan kami " ucap Green.


" Ada apa ini ? " tanya Elin yang sudah tiba di tempat mereka.


" Apa kau tak melihat ada yang aneh Elin , sejak kapan dia menjadi dewasa " bisik Green membuat Elin ikut tertawa tanpa bisa tertahan , " berarti sudah ada kemajuan dalam hidupnya "


" Kenapa malah kalian menyerang ku huh "


" Kita hanya bercanda Amel " ucap Elin lembut lalu merangkul tubuh Green dan merapatkannya pada Amel sehingga membuat sebuah pelukan , " selamat datang nyonya muda Remkez " teriak Amel dan Green bersamaan di dalam pelukan yang semakin erat.


" Jangan seperti ini ada calon Mertuaku " bisik Elin , namun justru kalimat itu membuat tawa mereka semakin keras.


" Akhirnya kau tiba juga disini " ucap Green lebih serius dengan raut wajah senang yang tidak bisa di jelaskan , perasaannya selalu merasa baik-baik saja setiap kali mereka kembali berkumpul , seperti tidak ada beban yang tersisa dan seperti kembali pada saat mereka remaja.


" Aku tahu kalian pasti tidak sabar menungguku kembali "


" Jangan kau tanya lagi tentang itu " timpal Amel.


" Ah aku benar-benar bahagia setiap kita kembali bersama " tambahnya tidak kalah senang dan tanpa berniat untuk mengakhiri pelukan mereka.


" Hello , aku juga datang " ucap Hannah tertawa dan membuat pelukan itu melonggar ketika ketiga perempuan itu menyadari kehadirannya , " astaga maafkan kami Hannah " ucap Green melepas pelukan lalu bergerak ke arahnya.


" Selamat datang Hannah " ucap Green dengan senyum yang merekah , " kau benar-benar datang kemari " tambahnya di dalam pelukan.


" Aku sudah berjanji bukan " sahut Hannah tertawa , lalu pelukan itu berganti pada Amel.


" Ada apa dengan Nyonya muda satu ini ? , kenapa terlihat tidak begitu bersemangat " ucap Green sambil melihat pada Meili yang berdiri dengan tenang.


" Hai Green " sapanya lesu dengan semburat senyum hambar di bibirnya.


" hai , aku terkejut melihat rambut barumu tapi kau sungguh terlihat lebih manis dengan rambut ini Meili " ucap Green memuji , namun justru membuat wajah Meili terlihat semakin kesal.


" Sepertinya aku akan memotong rambutku menjadi lebih pendek " gerutunya kesal , namun berhasil membuat semua orang kembali tertawa meski beberapa dari mereka tidak mengerti dengan maksud dari ucapannya itu ,


" Kau terlahir cantik , sekali pun kau botak rambutmu akan tetap terlihat cantik " ucap Viona dengan tertawa , namun berbeda dengan putrinya yang semakin terlihat kesal.


" Selamat datang Mami " sapa Green dan Amel bersamaan , lalu mereka memeluk wanita paruh baya itu dengan bergantian , " bunda sudah tidak sabar menunggu kedatangan Mami " tambah Green.


" Ya dari kemarin mertua kalian itu terus menghubungiku tanpa berhenti " ucap Viona tertawa.


Sementara Daniel , mike dan Nathan sudah saling mengobrol tanpa peduli dengan ocehan wanita mereka yang tak kunjung selesai bahkan terlihat sedikit berlebihan untuk beberapa orang yang belum genap satu bulan bertemu , " Sepertinya kekasihmu akan ikut bergabung " ujar Nathan dengan sedikit tertawa pada Mike.


" Ya , tapi baguslah "


" Bagus ? "


" Ya dengan begitu Hannah juga mempunyai teman disini "


" Hemm , sekarang saja kau mengatakan itu , kau lihat saja nanti bagaimana pusingnya ketika mereka benar-benar berkumpul " ucap Nathan dengan raut wajah sedikit kesal , sementara Daniel hanya tersenyum sambil melirik pada wanitanya yang kini tengah tertawa begitu senang , dan ternyata Elin menyadari pandangannya , " Ada apa ? " tanya Elin tanpa suara.


" Kau begitu cantik " balas Daniel tersenyum dan berhasil membuat Elin tersipu ditengah obrolan pada sahabat-sahabatnya.


" I love you " ucapnya lagi.


" I love you to " balas Elin tertawa dan tingkah mereka tanpa di ketahui semua orang.