Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Hari Pertama Yang Cukup Buruk


" Elin hentikan pekerjaanmu kau bisa melanjutkannya nanti dan sekarang waktunya makan siang " ajak Kasih sambil merapikan meja kerjanya , " ayo " ajaknya lagi mendekat pada meja kerja Elin , " maaf Kasih , tapi aku sudah membawa bekal hari ini " ucap Elin sambil meletakan kotak makanan yang di buat oleh Emily ke atas meja.


" Oke baiklah , kau tidak boleh menyia-nyiakan makanan yang di siapkan oleh orang tuamu " kata Kasih yang memang tidak mengetahui bagaimana kehidupan Elin di kota New York yang jauh dari keluarganya , " tapi kau tidak apa apa jika kami tinggal ? " tanyanya lagi dan Elin mengangguk.


" David , apa kau tidak akan ikut makan siang ? " tanya Frans karena melihat laki laki itu tidak bergerak dari pekerjaannya , " Kalian pergilah , ada sesuatu yang harus aku selesaikan " sahutnya tanpa melihat ke arah teman temannya , " Kalau begitu kami pergi dulu dan kau tidak akan kesepian karena ada David disini " ucap Kasih sebelum meninggalkan Elin.


Elin baru saja memulai makan siangnya , dan sesekali melirik ke arah David untuk sekedar menawarkan makan siang , namun laki laki itu tak pernah melihat kearahnya untuk sekalipun , ia terus sibuk menatap ke arah layar komputer di hadapannya dan tidak lama terdengar suara gerakan dari mejanya laki laki itu , membuat Elin kembali melihat ke arahnya , " mari makan " kata Elin begitu malu saat matanya bertemu dengan mata David yang kebetulan sedang melihat ke arahnya , dan David mengangguk namun masih tanpa senyuman , bahkan laki laki itu melewatinya tanpa menyapa , " Kenapa dia begitu sombong " gumam Elin menatap kesal kearah punggung David yang sedang berjalan menuju pintu , " apa dia pikir dia sangat tampan , ceh , ketampananmu tidak melebihi ketampanan kekasihku " gumamnya lagi , lalu kembali tersadar kalau ia belum melihat balasan pesan Daniel dari pesan yang ia kirim sejak pagi tadi , dan dengan cepat ia mencari benda pipih miliknya.


Dahinya berkerut saat melihat tidak ada satupun pesan Daniel yang masuk ke dalam handphonenya , " apa dia sedang mengabaikan pesanku " katanya kesal , lalu menekan tombol panggilan pada nomor kontak Daniel


Telepon telah tersambung namun tidak kunjung ada jawaban , membuatnya harus kembali mengulang panggilan itu dan ia pun juga harus kembali kecewa karena panggilan yang masih belum terjawab.


" Untuk kali ini aku yang benar benar marah " ucapnya geram dengan menekan kuat layar touchscreen pada handphonenya.


****


" Tuan , sepertinya sejak tadi handphone anda terus berdering " ucap Reza pada Daniel yang baru saja keluar dari pertemuan pentingnya bersama klien.


Daniel membuka layar handphone miliknya yang baru saja ia ambil dari tangan Reza yang sejak tadi terus memegang benda pipih itu selama pertemuan berlangsung , wajah Daniel terlihat tidak bersemangat setelah memastikan siapa yang sedang menghubunginya bahkan memasukan kembali benda pipih miliknya itu kedalam saku celananya.


Kedua alis Reza saling bertautan , ia tahu bahwa yang sejak tadi menghubungi tuannya itu adalah kekasihnya sendiri , walau Reza belum begitu kenal dengan perempuan yang kini menjadi kekasih tuannya namun ia cukup mengerti bahwa sekarang Daniel sudah memiliki kekasih , walau ia tidak mengingat dengan baik wajah Elin yang ia lihat hanya sekilas ketika bertemu di apartemen Daniel , bahkan ia tidak mengetahui siapa nama dari kekasih tuannya itu.


" Apa jadwal selanjutnya ? " tanya Daniel , namun Reza tidak menjawabnya , membuatnya harus melihat kearah asistennya itu yang sedang menatap termenung ke arahnya , " Reza " ulang Daniel , " emm iya Tuan , ada apa ? " tanya Reza cepat .


" Apa yang sedang kau pikirkan ? "


" Saya tidak sedang memikirkan apapun Tuan " kata Reza berkilah , " jangan pernah membawa masalahmu ke tempat kerja " ucap Daniel dingin , membuat Reza kembali mengerutkan kedua alisnya karena merasa bingung dengan ucapan Daniel , padahal yang sering melakukan itu adalah dirinya sendiri.


" Jadi apa jadwal kita selanjutnya ? " kata Daniel mengulang.


" Dua jam lagi kita memiliki pertemuan penting bersama investor Jerman " jelas Reza , " anda bisa beristirahat terlebih dahulu tuan " sambunganya lagi.


Drrrttt drrrttt " handphone Daniel kembali berdering namun lagi lagi ia terlihat tidak peduli dan mengabaikannya tanpa melihat siapa yang sekarang sedang menghubunginya .


" Tuan Handphone anda kembali berdering " ucap Reza mengingatkan , " bukan urusanmu " sahut Daniel ketus membuat Reza segera mengulum bibirnya dan berjalan mengikuti tuannya itu tanpa kembali berani berbicara apapun.


****


" Ayo pulang " ajak Kasih dan Elin mengangguk dengan segera merapikan meja kerjanya.


Mereka berjalan beriringan menuju lobby di ikuti Bimo yang selalu menimpali pembicaraan mereka , serta Frans yang hanya bisa tersenyum dan David yang berjalan dengan begitu cuek tanpa peduli apa yang orang lain sedang bicarakan.


" Permisi " ucap beberapa perempuan yang berusaha menerobos di antara mereka , walau dari arah samping masih memiliki jarak yang luas untuk mereka lewati , " hay David " sapa salah satu dari perempuan itu , namun laki laki itu masih dengan gaya cueknya tanpa peduli.


" Untung kau tampan " geramnya karena merasa di abaikan , dan Kasih langsung menahan mulutnya untuk tertawa , " apa kau sedang mentertawakan aku " katanya semakin marah.


" Hey lolypop, kau benar benar mencari masalah " geramnya mendekat kearah Kasih namun terhadang oleh tubuh Elin yang melangkah maju , " apa kau ingin ikut campur ? " tanyanya pada Elin namun Elin tidak menjawab ia hanya semakin menajamkan tatapannya , " minggir kalau kau tidak ingin mendapat masalah di sini , owh ya aku lupa kau anak baru itu bukan ? " tanyanya menantang .


" Pergi " ucap Elin begitu tegas tanpa rasa takut sedikit pun , membuat David yang sejak tadi sibuk dengan dunianya menjadi beralih menatap kearahnya , " kau benar benar mencari masalah Nona baru " ucap perempuan itu semakin geram , " Kalian yang mencari masalah dengan berjalan menerobos di antara kami sedangkan ini masih menyisahkan tempat untuk kalian lewati " .


" Elin cukup " ucap Kasih mencegah.


" Kau benar sangat berani Nona " ucap salah satu perempuan yang ikut mendekat ke arah Elin , " Sangat berani " jawab Elin lantang.


" Kau akan benar benar menyesal di hari pertamamu " ucap perempuan itu tersenyum dan semakin mendekatkan tubuhnya pada Elin.


" Nona Merlinda " panggil Laurent yang tiba tiba datang dari arah berlakang.


" Ada apa ini ? " tanyanya lagi , karena melihat tiga perempuan pembuat masalah di kantornya itu , " ada apa Sharen ? " tanyanya.


" Tidak Miss , kita hanya sedang berkenalan dengan pegawai baru ini , iyakan nona " kata Sharen pada Elin dengan memalsukan mimik wajahnya , " tidak , tiga perempuan ini sedang mengacamku " kata Elin tanpa takut.


" Apa yang mereka katakan ? " tanya Laurent mendekat dan menatap tajam.


" Hanya ancaman anak kecil " sahut Elin.


" Kau benar benar ingin mati " bisik Sharen.


" Ms.Laurent perempuan ini baru saja mengatakan ingin membunuhku , jadi jika terjadi sesuatu padaku nanti orang pertama yang akan kalian laporkan ke kantor polisi adalah tiga perempuan ini " katanya dan membalas tajam tatapan Sharen.


" Kau mengatakan apa nona , aku hanya bercanda " kata Sharen berkilah di ikuti Jesica dan Elsa yang mengangguk membenarkan.


" Sharen berhenti mencari masalah dan jangan berani mengganggunya kalau kalian tidak ingin benar benar menyesal " ucap Laurent memberi peringatan yang akan benar benar mereka sesali jika sampai menganggu kekasih dari seorang Daniel Remkez , yang tidak lain adalah pemilik dari tempat mereka bekerja.


" Apa ada sesuatu yang berbeda hingga kita harus takut dengannya Ms.Laurent ? " tanya Sharen tertawa.


" Apa kalian ingin aku keluarkan dari kantor ini , jangan pikir aku tidak bisa melakukannya " ucap Laurent membuat tiga gadis itu langsung terdiam ," sekarang kalian pergi dan dengarkan ucapanku " ucapnya lagi pada tiga perempuan itu.


" dan anda nona Elin , ikut saya sebentar "ajaknya pada Elin.


" Masalah kita belum selesai " ucap Sharen pada Elin , " Aku tidak sabar untuk menunggu seperti apa kau akan menyelesaikannya" balas Elin menantang, lalu memutar tubuhnya mengikuti langkah Laurent yang berjalan lebih dulu.


" Hari pertama yang cukup buruk " gumamnya sambil terus berjalan di belakang tubuh Laurent.


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚