Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Tidak Jujur


" Dimana nona Merlinda ? " tanya Laurent yang baru saja masuk ke dalam ruang kerja wanita itu , " dia masih berada di toilet Miss , ada apa anda mencarinya ? " tanya balik Kasih dan semua orang yang ikut menatap penasaran pada Laurent yang terlihat tergesa-gesa.


Namun tidak lama yang di cari akhirnya kembali ke dalam ruangan , " oh syukurlah kau cepat kembali " ucap Laurent pada Elin dan perempuan yang belum mengetahui apa-apa itu hanya memberi tatapan bingung pada atasannya , " Nona mari ikut saya " pintanya.


" Saya ? " tanya Elin sambil menunjuk kearah dirinya sendiri.


Laurent menganggukkan kepalanya , " Tuan sedang menunggu anda di ruangannya " tambah Laurent , namun dengan begitu pelan.


" Mari nona " ajaknya lagi pada Elin yang kembali mematung dengan mata yang sedikit membesar , " Nona Merlinda harus ikut saya keruangan dan kalian lanjutkan pekerjaan kalian " ucap Laurent memperjelas untuk tidak membuat bingung orang-orang yang sedang melihat kearah mereka.


" Apa terjadi sesuatu Miss ? " tanya Kasih menjadi khawatir.


" Ini urusan saya dengannya "


" Mari nona " ajaknya lagi dan akhirnya Elin mengikutinya dengan pasrah bersama jantung yang kembali berpacu dengan cepat.


Tidak ada pembicaraan selama perjalanan menuju ruangan CEO , hanya irama langkah sepatu yang berbunyi secara bergantian , "Miss Laurent apa anda sudah mengetahui semuanya? " tanya Elin memecahkan keheningan dari sela langkah mereka.


Laurent hanya mengangguk dan tersenyum untuk menjawab pertanyaan dari kekasih bossnya itu , " Miss , Please kembali bersikap seperti aku bawahanmu "


" itu sangat sulit nona , bagaimana bisa aku bersikap begitu tidak sopan pada calon istri CEO perusahaan ini "


" Calon istri ? " ulang Elin dengan tidak percaya dan Laurent hanya kembali tersenyum , " aku tidak ingin orang-orang mengetahui tentang ini , bisakah anda merahasiakannya " ucapnya , membuat atasannya itu menghentikan tiba-tiba langkahnya , " kenapa anda ingin merahasiakannya ? "


" Aku hanya tidak ingin orang lain bersikap berlebihan padaku hanya karena aku kekasih pemilik perusahaan ini " jelasnya " dan aku juga tidak ingin berurusan dengan para wanita-wanita di kantor ini " tambahnya dengan sedikit kesal dan itu berhasil membuat Laurent tertawa.


" Mereka tidak akan berani melawan anda , saya yakin itu " ujarnya dengan terus tertawa.


" Miss please , bersikaplah seperti biasanya padaku " kata Elin memohon sambil memegang kedua tangan atasannya itu , " aku akan menjelaskannya pada Daniel " tambahnya saat melihat wanita itu sedikit keberatan , " semua orang akan curiga jika kau terus bersikap begitu sopan padaku " lanjutnya dengan wajah iba.


" Baiklah " kata Laurent setuju dan itu membuat perempuan itu begitu senang sampai tidak sadar jika ia sudah memeluk tubuh Laurent dengan begitu erat , " sebaiknya kita segera menuju ruangan tuan Daniel nona , beliau sudah menunggu anda sejak tadi " ucap Laurent dengan dada yang sedikit sesak dan Elin segera melepas pelukannya, " maaf miss " ucapnya, lalu segera mengikuti langkah kaki atasannya yang sudah berjalan lebih dulu.


Elin menarik nafas sebelum Laurent membuka pintu ruangan yang bertuliskan nama kekasihnya , " tunggu sebentar miss , aku harus mengatur detak jantungku " ucapnya menghentikan gerak Laurent.


" Bukalah " katanya lagi setelah detak jantungnya merasa lebih tenang.


" Permisi tuan " ucap Laurent , setelah mengetuk dan langsung membuka pintu ruang kerja Daniel .


Dengan melangkah pelan Elin masuk ke dalam ruangan , namun matanya ia biarkan untuk terus menatap ke bawah.


" Tolong tinggalkan kami " pinta Daniel yang sudah berdiri tepat di hadapan kekasihnya.


" Aku merindukanmu " ucapnya setelah hanya tinggal mereka berdua di dalam ruangan , dan ia langsung memeluk tubuh perempuan yang memang beberapa hari ini sangat ia rindukan , " lepaskan Daniel " kata Elin memberontak.


" Ada apa , apa kau tidak rindu padaku ? "


" Tentu aku rindu , eh maksudku jangan memelukku " kata Elin yang menjadi salah tingkah dan kembali ketus , namun justru membuat Daniel semakin gemas dan menarik tangan kekasihnya itu lalu ia duduk di atas meja kerja dengan mengurung Elin dengan melingkarkan tangannya pada tubuh perempuan itu.


" Kenapa tidak mau melihatku emmm " tanyanya dengan begitu lembut.


" Sayang apa kau marah padaku ? " tambahnya karena perempuan yang berada dalam rengkuhannya masih tetap diam dengan terus menunduk.


" sayang " panggilnya lagi.


" Aku kecewa " ucap pelan Elin


" Kecewa ? , kenapa ? , kesalahan apa yang aku lakukan ? "


" Kenapa kau tidak jujur padaku ? " tanya Elin yang sedikit meninggikan suaranya.


" Tentang ? " tanya balik Daniel , namun tetap dengan bahasa lembutnya , " tentang ini , kau kira tentang apa lagi " kata Elin berteriak karena tidak sanggup lagi menahan rasa kesalnya , " aku tidak pernah menutupi apapun dan aku tidak menjelaskannya karena kau juga terlihat tidak peduli dengan latar belakang kehidupanku " jelas Daniel dengan santai ,


" Maksudku , kenapa kau tidak bilang kalau ini perusahaan milikmu ? "


" oh astaga ternyata kau dan adikmu bersekongkol " tambahnya menjadi semakin kesal.


" Ini memang rencana Meili , walau sebenarnya aku juga memang menginginkan seperti ini "


" Kenapa kalian membohongiku "


" Kami tidak pernah berbohong "


" Maksudku menutupinya dariku "


" Karena dengan begitu kau tidak merasa sungkan , dan aku merasa kau terlalu hidup sederhana sayang "


" Lepaskan , aku perlu menenangkan otakku dan ini benar-benar gila " katanya sambil menepis tangan kekasihnya , lalu duduk di soffa yang berada di dalam ruangan.


" Lalu kenapa tiba-tiba kau pindah bekerja disini ? " tanyanya lagi.


" Karena aku ingin selalu dekat denganmu " jawab Daniel begitu enteng.


" Bukankah aku sudah mengatakannya sebelum ini , kalau setelah aku pulang kita akan terus bertemu "


" tapi tidak seperti ini juga Daniel "


" oh astaga kepalaku benar-benar sakit " keluh Elin sambil memijat pelan dahinya.


" Astaga sayang kenapa kau harus begitu sulit untuk menerima kalau kau kekasih dari CEO perusahaan ini " ujar Daniel sambil berjalan mendekat , " masalahnya ini sungguh berlebihan , aku terlalu beruntung untuk menerima ini " jelasnya pelan.


" Hey , apa yang kau katakan , akulah yang beruntung memilikimu "


" Jangan membual Daniel , aku hanya gadis biasa tanpa latar belakang apapun " bantahnya dengan menatap mata kekasihnya itu , " lalu ? "


" Lalu apa yang bisa aku banggakan untuk berada disisi orang sepertimu , kau tampan , , kau sukses ..."


" eeemmm ya , terus.." ujar Daniel membenarkan satu persatu perkataan Elin tentang dirinya.


" emm..kau juga dari keluarga terpandang dan kaya raya , lalu aku , aku hanya perempuan biasa Daniel , aku tidak pantas menjadi kekasihmu " keluhnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca , " dan aku.. aku hanya seorang anak angkat Daniel " tambahnya lirih dengan kedua tangan yang menutupi wajahnya.


" sayang lihat aku " pinta Daniel sambil membuka tangan yang menutupi wajah perempuan itu , " jangan merendahkan dirimu " ucapnya.


" Tapi memang seperti itu kenyataannya "


" Aku bukan laki-laki yang bisa jatuh cinta dengan sembarangan wanita " ucapnya begitu serius dan menatap dalam mata perempuan di hadapannya , " kau tidak perlu merasa minder dengan apa yang kau miliki , aku sudah menerimanya dan aku sudah mencari tahu siapa kamu dan bagaimana kehidupanmu , itu semua sudah aku ketahui , bahkan dari sebelum kita mengikat hubungan ini "


" Apa yang kau lakukan sangat tidak sopan Daniel "


" Maaf , tapi itu untuk kebaikan dalam hubungan kita , dan yang terpenting aku menerimanya , apapun , apapun kekuranganmu dan bagiku kau wanita yang pantas berada di sisiku "ucapnya begitu serius.


" Bukankah aku laki-laki yang sempurna ? " tambahnya dan Elin mengangguk , " bahkan kau sangat sempurna untuk perempuan sepertiku "


" Berhenti insecure sayang , jika aku sudah sempurna lalu apa yang aku butuhkan ? " tanyanya , membuat Elin harus memutar otaknya , " kau begitu sombong tuan "


" Kau sendiri yang mengatakannya " kata Daniel tertawa dan kembali memeluk tubuh wanita itu , " berjanjilah untuk tidak lagi mengungkit hal ini , aku sungguh siap menerima apapun kekuranganmu " ucapnya dengan begitu pelan , namun sangat serius ,bahkan membuat Elin tanpa sadar mengangguk kepalanya.


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚