
Daniel tersenyum ketika melihat kekasihnya tertidur begitu lelap di atas soffa , ia baru saja meninggalkannya 30 menit yang lalu untuk membersihkan diri dan saat kembali sudah menemukannya seperti ini dengan handphone yang masih tergengam di telapak tangannya , " kau terlihat begitu lelah " ucapnya sambil mengambil benda pipih milik perempuan itu lalu membenarkan rok yang sedikit tersibak , jantung Daniel berdegub dan kesal bersamaan saat menatap kaki mulus milik Elin , " jangan pernah berharap aku mengijinkan kau menggunakan rok sialan ini lagi " ucapnya kesal karena menyadari bahwa sepanjang hari sudah begitu banyak lelaki yang melihat kaki jenjang itu dan ia sangat membencinya.
Daniel terdiam sesaat menatap benda pipih yang masih berada di tangannya , rasa penasaran akan isi benda itu tiba tiba saja menyeruak , " maaf aku begitu lancang " ucapnya dengan jari yang terus bergerilya di atas layar benda itu , garis senyumnya mengembang ketika melihat aplikasi chatt milik Elin dan menemukan nama kontaknya berada di pilihan teratas dan begitu merasa legah saat tidak menemukan nama kontak orang lain yang tidak ia kenal , hanya ada kontak Mike yang sedikit membuatnya risih namun ia tidak akan lagi mempermasalahkan hal itu.
Senyumnya semakin mengembang ketika jarinya sudah beralih pada aplikasi galery di handphone Elin dan menemukan gambar dirinya dengan berbagai angel yang ntah kapan perempuan itu sempat mengambilnya , " ternyata kau benar benar mencintaiku " ucapnya dengan begitu bangga , dan terus mengutak-atik benda itu sampai ada gerakan dari soffa yang mengejutkaannya dan membuatnya segera meletakan benda pipih itu supaya ketika Elin terbangun tidak lagi menemukan benda itu berada di tangannya.
" Kau sudah bangun sayang ? " tanyanya tersenyum menatap mata merah yang baru saja terbuka.
" Sudah jam berapa sekarang ? " tanya Elin dengan suara seraknya , " hampir tengah malam " jawab Daniel karena jam memang sudah menunjukkan pukul 40 menit
sebelum tepat di waktu tengah malam , " benarkah ? " kata Elin begitu terkejut dan segera beranjak dari pembaringannya , " mau kemana ? "
" Pulang , tidak mungkin aku tidur disini " jawab Elin cepat sambil berjalan menuju toilet yang terletak tak jauh dari tempatnya tertidur , " kenapa tidak mungkin ? " tanya Daniel dengan dahi bekerut.
Elin kembali setelah menyelesaikan mencuci wajahnya , di hela nafasnya pelan setelah melihat Daniel masih berdiri menunggu penjelasan atas ucapannya ," maksudku bukan tidak mungkin untuk tidur disini tapi waktunya yang tidak mungkin , aku tidak membawa apapun sedangkan besok pagi aku harus kembali bekerja " jelasnya untuk menghindari ke salah pahaman kekasihnya , " aku bisa meminta asistenku membawakan keperluanmu "
" Membawa satu tokoh lagi " sambung Elin tertawa ," aku harus pulang sayang , tidak boleh sepasang kekasih yang belum menikah tidur berdua tanpa ada orang lain bersama mereka " ucap Elin tersenyum , " aku pasti bisa menahan diriku " ucap Daniel tegas.
" Takutnya aku yang tidak bisa menahan " sambung Elin dengan memberikan senyum nakalnya , " jangan mengujiku sayang " ucap Daniel cepat , " bukannya tadi kau mengatakan bisa menahannya "
" Asal kau tidak memulai "
" ceh " desis Elin tertawa sambil merapikan pakaian yang sedikit berantakan karena di bawa tidur , lalu berjalan menuju letak tasnya ,
" apa kau akan tetap pulang ? "
" Jangan mencoba menahanku sayang , akan ada saatnya kita akan terus tidur bersama nanti "
" Dan aku sangat tidak sabar menunggu itu " sambung Daniel cepat membuat Elin menggelengkan kepalanya dengan tersenyum.
" Aku akan mengantarmu " ucap Daniel cepat ," tentu lalu dengan siapa lagi aku pulang "
" Tunggu sebentar di sini " ucap Daniel sambil berjalan cepat menuju ruang ganti pakaiannya .
~
" Kita menggunakan mobilku saja " ucap Daniel ketika mereka sudah berada di luar apartemennya dan berjalan menuju letak mobilnya terparkir , " tentu , aku memang tidak membawa mobilku kemari "
" Kenapa , apa kau tidak menyukainya ? " tanya Daniel dengan menghentikan langkahnya , Elin kembali menghela nafas karena lagi lagi ia harus menjelaskan alasannya dengan detail sebelum kekasihnya itu kembali salah paham , " aku langsung kemari setelah dari kantor " jelasnya.
" Kau meninggalkan mobilmu disana ? "
" Tidak , aku meninggalkannya di apartemen "
" Kenapa kau tidak menggunakannya ? " tanya Daniel sedikit memanas.
Cup " suara kecupan bibir Elin yang mendarat di pipi Daniel , " bisakah untuk hal ini kita tidak berdebat " ucapnya lembut.
" Jika emosimu sudah meredah maka aku akan menjelaskan alasanku tidak menggunakannya untuk berangkat ke kantor "
" Aku memang tidak emosi " jawab cepat Daniel , " benarkah ? , tapi rahangmu sedikit mengeras dan sangat terlihat jelas dari tempatku " kata Elin tertawa.
" Sungguh aku tidak marah , aku hanya takut kau tidak menyukainya "
" Tentu aku sangat menyukai , mobil dengan warna favoritku... "
" Lalu ? "
" Emmm... aku merasa sedikit berlebihan jika berangkat ke kantor menggunakannya "
" Kenapa ? , apa yang salah ? " tanya Daniel dengan dahi berkerut.
" Aku hanya pegawai magang sayang , mobil itu akan terlihat cocok jika yang membawanya adalah pemilik perusahaan itu bukan pegawai magang sepertiku " Jelas Elin.
" Tapi kau calon istri pemilik perusahaan itu , jadi apa yang salah ? " jawab Daniel begitu pelan , " kamu mengatakan apa sayang ? " tanya Elin yang sedikit mendengar gumaman dari mulut Daniel , dan laki laki itu segera menggelengkan kepalanya , " aku menghargai pilihanmu , asal aku tidak akan mendengar kau mengeluh kelelahan "
" Apa mulai besok aku menyediakan sopir khusus untuk menjemput dan mengantarmu , atau kau ingin berangkat denganku ? "
" Jangan membuat pilihan yang sama-sama menarik " sahut Elin tertawa ," terimakasih , tapi aku akan milih menggunakan taksi " lanjutnya dengan wajah memelas.
" Apalagi alasannya untuk kali ini ? "
" Aku hanya tidak ingin terlalu membebanimu " jawabnya jelas , " tapi aku tidak merasa terbebani terlebih jika itu untukmu "
" Ya , dan aku hanya ingin lebih mandiri karena tidak selamanya aku akan terus mengandalkanmu , terlebih karena aku ingin suatu hari nanti aku bisa menjadi wanita yang kau andalkan dan itu bisa di mulai dari hari ini dengan tidak selalu bergantungan padamu dan aku harap kau menyetujuinya "
" Dengan syarat jangan memaksakan diri dan aku harus menjadi orang pertama tempat kau mengaduh "
" setuju " jawab Elin cepat dan bergelayut pada tubuh Daniel dengan sesekali mendaratkan ciuman singkat pada bibir merah kekasihnya itu.
Daniel tersenyum gemas menatap tubuh Elin yang berjalan di hadapannya , " sayang " panggilnya , " emmm " sahut Elin dan memutar tubuhnya kearah Daniel.
" Ada apa ? " tanya Eli ketika melihat wajah laki laki itu kembali memerah karena kesal dan ia sudah cukup mengenali perubahan wajah itu , " mulai besok aku tidak ingin lagi melihat kau menggunakan pakaian ini "
" Apa yang salah ? , apa tidak cocok denganku ? " tanya Elin tidak mengerti sambil melihat ke arah pakaiannya , " yang salah pakaian itu memperlihatkan kaki jenjangmu dan aku tidak menyukai milikku menjadi perhatian orang lain " jelas Daniel membuat Elin terdiam sesaat , padahal ia masih menggunakan rok dengan panjang yang cukup sopan dengan pendek 8cm dari atas lutut , " Baiklah " jawab Elin mengalah karena dengan membela diri masalah akan menjadi rumit , " anak pintar " ucap Daniel tersenyum sambil mengusap lembut rambut Elin , " apa aku akan terus menggunakan celana panjang "
" Ide yang cemerlang " sahut Daniel menyetujui dan Elin hanya bisa berdecih sambil menggelengkan kepalanya.
jangan lupa vote , like dan coment🤗
dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚