
Elin menghela nafas sebelum membuka pintu ruang kerjanya , " semoga mereka tidak berpikir terlalu jauh " gumamnya , lalu perlahan menekan knop pintu.
" Hai " sapanya dengan menahan canggung saat semua mata menatapnya dengan begitu penasaran , " hay , sepertinya kau harus menjelaskan pada kami Nona Merlinda " kata Kasih menggodanya , namun berbeda dengan laki-laki yang nampak khawatir dan langsung berjalan menghampirinya , " apa lukamu tidak apa-apa ? " tanya David.
" Tidak apa-apa David , ini hanya luka kecil dan sudah aku obati " jelasnya dengan sedikit menjauhkan tubuhnya.
" Baguslah " ucap David merasa legah.
" Ayo cepat jelaskan padaku " kata Kasih tidak sabar.
" Apa yang harus aku jelaskan "
" Jangan mencoba untuk menghindar Elin " hardik Kasih sambil berjalan mendekat kearahnya , " Baik-baiklah , kau begitu penasaran " ujarnya tertawa sambil berjalan menuju meja kerjanya.
" Kami sudah saling kenal " jelasnya singkat.
" Benarkah ? " ucap Kasih tidak percaya diikuti mata yang membesar , begitu pun Bimo yang langsung mendekat , Frans yang menyimak dari meja kerjanya dan David yang terlihat acuh dan kembali sibuk dengan pekerjaannya setelah memastikan kalau perempuan itu baik-baik saja.
" Kau hebat Elin " ucap Bimo terkagum-kagum , " apa yang hebat Bim ? "
" Astaga kalau begitu polos atau bodoh si Lin " geram Bimo , membuat perempuan itu tertawa , " sesuatu kehormatan bisa mempunyai hubungan dekat bersama keluarga Remkez , apa kau tak tahu itu huh ? "
" Aku merasa biasa saja , karena selama ini mereka juga tidak memperlihatkan bagaimana terhormatnya mereka "
" Benarkah ? , aku pikir mereka orang-orang yang sombong , dan sangat wajar jika mereka melakukan itu " ujar Bimo tanpa henti , berbeda dengan Kasih yang nampak sibuk dengan benda pipih miliknya , seolah tidak lagi penasaran dengan penjelasan perempuan itu.
" Benarkah hanya itu ? " tanya Kasih tiba-tiba dengan bibir yang tersenyum.
Elin terdiam sesaat sambil menelan paksa ludahnya , ia tidak pintar untuk berbohong dan merasa begitu sangat gugup ketika harus menjawab pertanyaan singkat Kasih , karena merasa seperti kebohongannya telah terbongkar , " emm..ya hanya itu , aku hanya teman adiknya "
" Lalu kenapa COE tampan itu seperti cemburu saat David membela-mu tadi "
" Emmm..kau berlebihan Kasih , mungkin dia hanya ingin menyelamatkan aku , karena aku teman dekat adiknya " jelasnya dengan jantung yang berpacu begitu cepat ,
Kasih mendekatkan dirinya pada tubuh Elin dengan tangan yang terus memegang hanphonenya , " aku tahu kau kekasih CEO " bisiknya , membuat mata Elin membulat sempurna , sambil terus tersenyum ia menunjukkan layar handphone dengan gambar berita scandal Daniel yang pernah ada di dalam pemberitaan,
Elin kembali menelan paksa ludahnya , lidahnya seperti keluh untuk kembali berkilah pada perempuan itu , " kau tenang saja " ucapnya tersenyum sambil menggerakkan tangan mengunci bibirnya.
" Apa yang kalian rahasiakan " timpal Bimo yang ikut menjadi penasaran karena gerak-gerik mencurigakan Kasih , " ini urusan perempuan " sahut perempuan itu.
Elin tiba-tiba beranjak dari duduknya , lalu menarik tangan Kasih membawanya menjauh dari semua orang ,
" apa yang aku katakan itu benar ? " tanya Kasih setelah mereka berada di lorong tangga darurat , Elin masih tidak menjawab , ia begitu bingung untuk memutuskan kembali berkilah atau mengatakan yang sebenarnya pada teman dekat di tempat kerjanya itu , " berjanjilah untuk tidak memberi tahu siapapun " ucapnya sambil menghela nafas begitu berat.
" Jadi di berita itu benar kau Elin ? " tanyanya dengan mata berbinar dan Elin mengangguk pelan kepalanya.
" Oh my God " teriak Kasih kegirangan , lalu memeluk tubuh Elin sambil mengoyaknya kesana-kemari , " jadi kau kekasih Daniel Remkez " katanya semakin tidak percaya , Elin segera menutup mulut Kasih sebelum mulut besar itu semakin terlepas berbicara dan di dengar oleh siapa saja yang mungkin juga sedang berada disana, " bisa kau kecilkan suaramu " ancam Elin.
Dan Kasih hanya tertawa , sambil melepas dekapan tangan Elin dari mulutnya , " maafkan aku , aku hanya begitu senang " katanya sambil pelan-pelan menghentikan tawanya.
" Ahhh tapi aku sungguh senang , ternyata kekasih idolaku adalah temanku sendiri " kata Kasih yang terus kegirangan.
" Aku harap kau bisa merahasiakan ini " ucap Elin begitu serius.
" Kenapa kau ingin merahasiakannya , bukankah sangat bagus semua orang di kantor ini mengetahui kalau kau kekasih CEO perusahaan ini dan aku rasa Sharen dan ayahnya benar-benar tidak akan berkutik padamu "
" Tidak , aku ingin menjalani masa magangku dengan normal , jika mereka semua tahu , mereka hanya akan segan tapi tidak akan menghargai hasil kerjaku "
" Kau memang perempuan hebat , pantas saja CEO tampan itu memilihmu dari pada Hannah "
" Hanya kau perempuan yang mau membela mantan kekasihmu sendiri "
" Dia temanku " jelas singkat Elin , membuat suasana menjadi terbalik , dimana sekarang Kasih yang menjadi begitu terkejut , " Hannah maksudmu ? " tanyanya untuk memperjelas dan Elin kembali menganggukkan kepala , " bahkan kami berteman sangat dekat " tambahnya lagi.
" Waaawwww " hanya itu yang keluar dari mulut Kasih dengan bola mata yang makin membesar.
" Bagaimana mungkin kalian bisa berteman baik , atau kau ..." katanya menggantung.
" Kami berteman jauh sebelum aku mengetahui kalau Hannah adalah mantan kekasih Daniel "
" Apa kota ini begini sempit " ujar Kasih yang merasa itu sangat mustahil.
" Sepertinya seperti itu , aku selalu bertemu orang-orang yang saling bersangkutan " sahutnya bersama tawa kecil dari bibir seksi miliknya.
" Ayo , Bimo akan semakin curiga jika kita belum kembali " ajaknya pada Kasih dan perempuan itu menganggukkan kepalanya " mahkluk dua dunia itu selalu begitu penasaran dengan urusan orang lain" ujarnya tertawa.
" Berjanjilah untuk merahasiakannya " ulang Elin.
" Aku akan berusaha untuk menepatinya , asal mulutku ini tidak kebablasan berbicara " ucap Kasih tertawa.
" Kas , please" mohon Elin dengan menghentikan langkahnya.
" Ya kau tenang saja , aku pasti akan merahasiakannya " jawab Kasih sambil tertawa dengan begitu puas setelah melihat wajah ketakutan Elin.
~
" Kamu dimana sayang ? " isi pesan yang baru saja masuk di layar benda pipih milik Elin .
Pemilik benda itu tersenyum dengan merekah setelah melihat pesan yang baru saja masuk dan sudah terbaca karena tampil di layar utama handphonenya , " aku tahu , pasti pesan itu dari Daniel Remkez " bisik Kasih sambil tertawa.
" Wah , kau sangat tidak sopan Kasih " ujar Elin dan perempuan itu terlihat tidak peduli sambil terus tertawa.
" Ayo pulang " teriaknya tiba-tiba , karena memang kebetulan jam sudah menunjukkan waktu mereka pulang.
" Ayo cepat Bim , Elin sudah di tunggu " ledeknya , membuat perempuan itu membesarkan matanya , " apa kau mau berkencan Elin ? , aku baru saja ingin mengajakmu pulang bersama " sambung Bimo sedikit kecewa.
" Jangan dengarkan Kasih , tapi maaf Bim hari ini aku membawa mobilku "
" Baiklah , mungkin lain kali aku akan mempunyai kesempatan lagi "
" Sebaiknya kau jangan terlalu banyak berharap , kau mempunyai banyak saingan dan lawanmu tidak main-main " timpal Kasih tertawa sambil mengarahkan pandangan matanya pada laki-laki hang terlihat sedikit kesal.
" Cepatlah pulang Elin, aku takut kau akan di tarik paksa nanti " ujar Kasih yang sengaja menggoda perempuan itu.
" Baiklah , sampai bertemu besok semuanya " ucap Elin , lalu segera meninggalkan ruangan kerjanya dan tidak sabar untuk bertemu laki-laki yang mungkin sekarang sudah menunggunya ,
di sela langkahnya, ia masih menyempatkan untuk menelepon laki-laki itu , untuk memastikan dimana keberadaannya , " hallo sayang " ucapnya setelah panggilan teleponnya terjawab.
" Kamu dimana ? " tanyanya lagi.
" Baiklah tunggulah , aku sudah berjalan menuju kesana "
" Emmm.. bye " tutupnya dengan bibir yang kembali merekah bersama langkah kaki yang semakin di percepat.
jangan lupa vote , like dan coment🤗
dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚