Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Rahasiakan


Elin menghela nafas sebelum membuka pintu ruang kerjanya , " semoga mereka tidak berpikir terlalu jauh " gumamnya , lalu perlahan menekan knop pintu.


" Hai " sapanya dengan menahan canggung saat semua mata menatapnya dengan begitu penasaran , " hay , sepertinya kau harus menjelaskan pada kami Nona Merlinda " kata Kasih menggodanya , namun berbeda dengan laki-laki yang nampak khawatir dan langsung berjalan menghampirinya , " apa lukamu tidak apa-apa ? " tanya David.


" Tidak apa-apa David , ini hanya luka kecil dan sudah aku obati " jelasnya dengan sedikit menjauhkan tubuhnya.


" Baguslah " ucap David merasa legah.


" Ayo cepat jelaskan padaku " kata Kasih tidak sabar.


" Apa yang harus aku jelaskan "


" Jangan mencoba untuk menghindar Elin " hardik Kasih sambil berjalan mendekat kearahnya , " Baik-baiklah , kau begitu penasaran " ujarnya tertawa sambil berjalan menuju meja kerjanya.


" Kami sudah saling kenal " jelasnya singkat.


" Benarkah ? " ucap Kasih tidak percaya diikuti mata yang membesar , begitu pun Bimo yang langsung mendekat , Frans yang menyimak dari meja kerjanya dan David yang terlihat acuh dan kembali sibuk dengan pekerjaannya setelah memastikan kalau perempuan itu baik-baik saja.


" Kau hebat Elin " ucap Bimo terkagum-kagum , " apa yang hebat Bim ? "


" Astaga kalau begitu polos atau bodoh si Lin " geram Bimo , membuat perempuan itu tertawa , " sesuatu kehormatan bisa mempunyai hubungan dekat bersama keluarga Remkez , apa kau tak tahu itu huh ? "


" Aku merasa biasa saja , karena selama ini mereka juga tidak memperlihatkan bagaimana terhormatnya mereka "


" Benarkah ? , aku pikir mereka orang-orang yang sombong , dan sangat wajar jika mereka melakukan itu " ujar Bimo tanpa henti , berbeda dengan Kasih yang nampak sibuk dengan benda pipih miliknya , seolah tidak lagi penasaran dengan penjelasan perempuan itu.


" Benarkah hanya itu ? " tanya Kasih tiba-tiba dengan bibir yang tersenyum.


Elin terdiam sesaat sambil menelan paksa ludahnya , ia tidak pintar untuk berbohong dan merasa begitu sangat gugup ketika harus menjawab pertanyaan singkat Kasih , karena merasa seperti kebohongannya telah terbongkar , " emm..ya hanya itu , aku hanya teman adiknya "


" Lalu kenapa COE tampan itu seperti cemburu saat David membela-mu tadi "


" Emmm..kau berlebihan Kasih , mungkin dia hanya ingin menyelamatkan aku , karena aku teman dekat adiknya " jelasnya dengan jantung yang berpacu begitu cepat ,


Kasih mendekatkan dirinya pada tubuh Elin dengan tangan yang terus memegang hanphonenya , " aku tahu kau kekasih CEO " bisiknya , membuat mata Elin membulat sempurna , sambil terus tersenyum ia menunjukkan layar handphone dengan gambar berita scandal Daniel yang pernah ada di dalam pemberitaan,


Elin kembali menelan paksa ludahnya , lidahnya seperti keluh untuk kembali berkilah pada perempuan itu , " kau tenang saja " ucapnya tersenyum sambil menggerakkan tangan mengunci bibirnya.


" Apa yang kalian rahasiakan " timpal Bimo yang ikut menjadi penasaran karena gerak-gerik mencurigakan Kasih , " ini urusan perempuan " sahut perempuan itu.


Elin tiba-tiba beranjak dari duduknya , lalu menarik tangan Kasih membawanya menjauh dari semua orang ,


" apa yang aku katakan itu benar ? " tanya Kasih setelah mereka berada di lorong tangga darurat , Elin masih tidak menjawab , ia begitu bingung untuk memutuskan kembali berkilah atau mengatakan yang sebenarnya pada teman dekat di tempat kerjanya itu , " berjanjilah untuk tidak memberi tahu siapapun " ucapnya sambil menghela nafas begitu berat.


" Jadi di berita itu benar kau Elin ? " tanyanya dengan mata berbinar dan Elin mengangguk pelan kepalanya.


" Oh my God " teriak Kasih kegirangan , lalu memeluk tubuh Elin sambil mengoyaknya kesana-kemari , " jadi kau kekasih Daniel Remkez " katanya semakin tidak percaya , Elin segera menutup mulut Kasih sebelum mulut besar itu semakin terlepas berbicara dan di dengar oleh siapa saja yang mungkin juga sedang berada disana, " bisa kau kecilkan suaramu " ancam Elin.


Dan Kasih hanya tertawa , sambil melepas dekapan tangan Elin dari mulutnya , " maafkan aku , aku hanya begitu senang " katanya sambil pelan-pelan menghentikan tawanya.


" Ahhh tapi aku sungguh senang , ternyata kekasih idolaku adalah temanku sendiri " kata Kasih yang terus kegirangan.


" Aku harap kau bisa merahasiakan ini " ucap Elin begitu serius.


" Kenapa kau ingin merahasiakannya , bukankah sangat bagus semua orang di kantor ini mengetahui kalau kau kekasih CEO perusahaan ini dan aku rasa Sharen dan ayahnya benar-benar tidak akan berkutik padamu "


" Tidak , aku ingin menjalani masa magangku dengan normal , jika mereka semua tahu , mereka hanya akan segan tapi tidak akan menghargai hasil kerjaku "


" Kau memang perempuan hebat , pantas saja CEO tampan itu memilihmu dari pada Hannah "


" Hanya kau perempuan yang mau membela mantan kekasihmu sendiri "


" Dia temanku " jelas singkat Elin , membuat suasana menjadi terbalik , dimana sekarang Kasih yang menjadi begitu terkejut , " Hannah maksudmu ? " tanyanya untuk memperjelas dan Elin kembali menganggukkan kepala , " bahkan kami berteman sangat dekat " tambahnya lagi.


" Waaawwww " hanya itu yang keluar dari mulut Kasih dengan bola mata yang makin membesar.


" Bagaimana mungkin kalian bisa berteman baik , atau kau ..." katanya menggantung.


" Kami berteman jauh sebelum aku mengetahui kalau Hannah adalah mantan kekasih Daniel "


" Apa kota ini begini sempit " ujar Kasih yang merasa itu sangat mustahil.


" Sepertinya seperti itu , aku selalu bertemu orang-orang yang saling bersangkutan " sahutnya bersama tawa kecil dari bibir seksi miliknya.


" Ayo , Bimo akan semakin curiga jika kita belum kembali " ajaknya pada Kasih dan perempuan itu menganggukkan kepalanya " mahkluk dua dunia itu selalu begitu penasaran dengan urusan orang lain" ujarnya tertawa.


" Berjanjilah untuk merahasiakannya " ulang Elin.


" Aku akan berusaha untuk menepatinya , asal mulutku ini tidak kebablasan berbicara " ucap Kasih tertawa.


" Kas , please" mohon Elin dengan menghentikan langkahnya.


" Ya kau tenang saja , aku pasti akan merahasiakannya " jawab Kasih sambil tertawa dengan begitu puas setelah melihat wajah ketakutan Elin.


~


" Kamu dimana sayang ? " isi pesan yang baru saja masuk di layar benda pipih milik Elin .


Pemilik benda itu tersenyum dengan merekah setelah melihat pesan yang baru saja masuk dan sudah terbaca karena tampil di layar utama handphonenya , " aku tahu , pasti pesan itu dari Daniel Remkez " bisik Kasih sambil tertawa.


" Wah , kau sangat tidak sopan Kasih " ujar Elin dan perempuan itu terlihat tidak peduli sambil terus tertawa.


" Ayo pulang " teriaknya tiba-tiba , karena memang kebetulan jam sudah menunjukkan waktu mereka pulang.


" Ayo cepat Bim , Elin sudah di tunggu " ledeknya , membuat perempuan itu membesarkan matanya , " apa kau mau berkencan Elin ? , aku baru saja ingin mengajakmu pulang bersama " sambung Bimo sedikit kecewa.


" Jangan dengarkan Kasih , tapi maaf Bim hari ini aku membawa mobilku "


" Baiklah , mungkin lain kali aku akan mempunyai kesempatan lagi "


" Sebaiknya kau jangan terlalu banyak berharap , kau mempunyai banyak saingan dan lawanmu tidak main-main " timpal Kasih tertawa sambil mengarahkan pandangan matanya pada laki-laki hang terlihat sedikit kesal.


" Cepatlah pulang Elin, aku takut kau akan di tarik paksa nanti " ujar Kasih yang sengaja menggoda perempuan itu.


" Baiklah , sampai bertemu besok semuanya " ucap Elin , lalu segera meninggalkan ruangan kerjanya dan tidak sabar untuk bertemu laki-laki yang mungkin sekarang sudah menunggunya ,


di sela langkahnya, ia masih menyempatkan untuk menelepon laki-laki itu , untuk memastikan dimana keberadaannya , " hallo sayang " ucapnya setelah panggilan teleponnya terjawab.


" Kamu dimana ? " tanyanya lagi.


" Baiklah tunggulah , aku sudah berjalan menuju kesana "


" Emmm.. bye " tutupnya dengan bibir yang kembali merekah bersama langkah kaki yang semakin di percepat.


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚