
Hannah sudah berdiri di depan pintu apartemen Daniel dan berulang kali mencoba untuk menekan tombol bel namun berulang kali pula ia urungkan , " aku hanya datang sebagai teman yang membalas budi temannya , ya seperti itu " gumamnya meyakinkan diri sendiri sebelum kembali menekan tombol pintu apartemen Mike.
" Aku akan langsung pulang setelah memastikan keadaannya " gumamnya lagi sambil menunggu pintu itu terbuka , namun sudah beberapa menit tidak ada tanda tanda pintu itu akan terbuka membuat Hannah harus kembali menekan tombol bel.
Klek " tiba tiba pintu terbuka oleh seorang perempuan , membuat Hannah tersentak dan menatap terkejut .
" Maaf , apa ini apartemen Mike ? " tanyanya ragu.
" Iya , silahkan masuk Nona " ucap perempuan itu , Hannah terus menatap dengan dahi berkerut ke arah perempuan yang sepertinya sangat terbiasa berada di apartemen Mike , selama bersama Mike ia tidak pernah bertemu dengan perempuan ini.
" Dimana Mike ? " tanya Hannah karena melihat ruangan apartemen itu begitu sunyi.
" Dia sedang berada di kamarnya , tunggu sebentar saya panggilkan " ucap perempuan itu lalu berjalan mungkin menuju kamar Mike , " Maaf telah lancang , tapi apa boleh saya tahu siapa anda ? " tanya Hannah yang tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya membuat perempuan itu harus menghentikan langkahnya.
" Saya teman Mike " jelas Perempuan itu tersenyum , " teman ? " ulang Hannah.
" Eza " katanya lagi dengan mengulurkan tangannya pada Hannah , " Hannah " balas Hannah tersenyum.
" Anda tidak memperkenalkan diri pun saya sudah tahu siapa anda " ucap Eza tersenyum.
" Tunggu disini sebentar nona , saya panggilkan Mike dulu " katanya lagi lalu kembali melanjutkan langkahnya , dahi Hannah masih berkerut menatap punggung Eza , ia masih tidak puas hanya mengetahui kata teman antara Mike dan Eza , karena yang ia tahu Mike tidak pernah memiliki teman perempuan.
" Apa dia pacar Mike ? " gumamnya dengan wajah kesal namun ia tidak menyadari dengan perubahan sikapnya itu.
Tidak lama Mike keluar dari dalam kamarnya dengan langkah lunglai dan wajah yang pucat , " Hay " sapa Mike berusaha tersenyum pada Hannah.
" Apa kau masih sakit ? " tanya Hannah yang langsung berjalan menghampiri dan memegang dahi Mike.
" Suhu tubuhmu normal tapi kenapa kau begitu pucat " katanya begitu cemas , " Apa kau sudah makan ? " tanyanya lagi dan Mike mengangguk , " kapan terakhir kau makan ? "
" ntahlah , aku benar benar tidak memiliki selera makan " jawab Mike yang begitu tidak bersemangat , " bagaimana kau akan sembuh kalau seperti ini " ucap Hannha begitu kesal lalu menarik tangan Mike untuk duduk di sofa.
" Apa ada sendok di apartemenmu ? " tanyanya tanpa sungkan dan Mike mengangguk sambil menunjuk ke arah dapur dan Hannah segera beranjak , lalu kembali lagi " sepertinya bubur ini harus di hangatkan kembali supaya lebih enak " katanya lalu membawa kotak makannya menuju dapur apartemen Mike .
" Kau seperti pemiliki apartemen ini " ucap Mike tersenyum yang sekarang sedang duduk di kursi yang menghadap ke arah Hannah ,
" benarkah ? , mungkin dapurmu menyukai aku " sahutnya tertawa kecil sambil mengambil mencari peralatan dapur yang akan di perlukannya , " Bukan dapurnya tapi pemilik dapurnya yang menyukaimu " gumam Mike begitu pelan dan suaranya tidak melebihi dari suara benda yang bertempur di dalam dapur karena Hannah , membuat gadis itu tidak bisa mendengar ucapan Hannah.
" Selesai " ucap Hannah tersenyum menatap semangkuk bubur Jamur dengan kepulan asap.
" Apa kau akan tetap makan di sini ? " tanyanya dan Mike mengangguk.
" Makan dan habiskan " ucapnya lagi sambil menyodorkan mangkuk itu , " ini bukan porsi makan orang sakit tapi porsi makan pekerja bangunan , dan kau meminta aku menghabiskannya , aku rasa kau benar benar membenciku Hannah "
" Maksudmu ? "
" Ya kau sedang membunuhku secara perlahan dengan menghabiskan bubur sebanyak ini "jelas Mike.
" ternyata sakit membuat otakmu berpikir begitu dangkal , habiskan dan jangan banyak bicara " ucapnya sembari meletakan segelas air putih di hadapan laki laki itu , " apa kau sudah ke dokter ? " tanyanya dan Mike kembali mengangguk , " dokter yang datang kemari " lanjut Mike.
" Dimana obatmu ? " tanya Hannah dan Mike tidak menjawab hanya menunjuk ke arah pintu kamar yang sedikit terbuka , lalu Hannah tanpa ragu menuju ruangan itu.
" Oh maaf " ucap Hannah yang terkejut melihat Eza sedang membersihkan tempat tidur Mike , " oh kau nona Hannah , ada apa ? " tanya Eza dengan terus melanjutkan pekerjaannya , " emm.. aku ingin mengambil obat Mike " jawabnya dengan dahi yang sedikit berkerut dan tanpa bicara perempuan itu hanya menunjuk ke arah nakas dan mata Hannah menemukan yang ia cari , lalu tanpa banyak bicara ia kembali berjalan menuju pintu dengan membawa obat Mike di tangannnya.
" Jika sudah selesai makan minum obatmu " katanya sambil memberikan obat yang ia bawa pada Mike , namun dengan raut wajah yang berubah menjadi kesal , semua perempuan di dunia ini hampir seperti itu , bisa menyembunyikan rasa cintanya tapi tidak dengan rasa cemburunya , dan itu terjadi pada Hannah sekarang , tanpa ia sadari kalau dirinya sedang begitu kesal dengan kehadiran Eza yang terlihat begitu dengan Mike.
Alis Mike bertaut menatap wajah Hannah yang tiba tiba berubah dan tidak lagi banyak bicara " Ada apa ? " tanyanya dan perempuan itu seperti sengaja tidak mendengar dan mengabaikan pertanyaan Daniel yang sangat tidak mungkin tidak terdengar di telinganya dengan jarak yang begitu dekat ,
" Astaga , maafkan aku telah mengganggu " ucap seorang perempuan tiba tiba , membuat Mike harus memutar pandangannya dan Hannah yang melirik dingin ke arah suara.
" Apa yang sedang kau katakan , makananmu belum aku habiskan " ucap Mike yang secara tidak langsung sedang berusaha untuk mencegah Hannah pulang , " Nona Eza akan menemanimu " sahutnya tersenyum namun tatapan dinginnya tidak pudar , " Maaf tapi aku harus pergi , ada sesuatu yang harus aku kerjakan " ucap Eza memotong dan segera beranjak , namun langkah kakinya terhenti dan memutar tubuhnya untuk kembali menghadap pada sepasang manusia yang masih menatap ke arahnya " pastikan untuk menghubungiku jika kau membutuhkan sesuatu " ucapnya pada Mike lalu kembali melangkahkan kakinya menuju pintu.
" Sepertinya aku juga harus pergi " ucap Hannah yang langsung beranjak dari hadapan Mike ," tidak kau harus menemani aku " kata Mike mencegah.
" Telepon perempuan itu untuk menemanimu , aku harus pulang " ucapnya ketus lalu kembali melanjutkan langkahnya, " Please , aku tidak punya tenaga untuk mencegahmu " ucap Mike yang sedang memegang pergelangan tangan Hannah , perempuan itu terdiam dan kembali duduk di kursinya dan ujung bibir Mike terangkat dan kembali menikmati bubur jamur buatan Hannah.
" Siapa dia ? " tanya Hannah tiba tiba dan dahi Mike berkerut sebelum akhirnya mengerti siapa yang di maksud oleh perempuan itu , " Eza " jawab Mike singkat dengan terus memasukan suapan bubur ke dalam mulutnya , " aku tahu namanya , maksudku siapa dia , kenapa dia berada di apartemenmu dan kenapa dia membersihkan tempat tidurmu ? " tanyanya beruntun untuk mewakilkan semua rasa penasarannya tanpa ia sadari kalau secara tidak langsung ia sedang memperlihatkan rasa cemburunya , " dia anak teman mamaku " jawab Mike.
" Lalu ? "
" Mungkin dia berada di sini karena diminta mamaku datang untuk merawatku " lanjut Mike dengan begitu santai.
" Merawatmu ? " tanya Hannah mengulang.
" Tadi malam demamku sangat tinggi dan kebetulan mamaku menelepon dan mengetahuinya , ia mengirim dokter kemari dan Eza " jelasnya lagi.
" Kenapa harus Eza , bukannya disini ada Meili saudaramu dan emm.. seharusnya kau menghubungiku " katanya dengan begitu malu , " tadi malam aku tidak bisa lagi berpikir untuk menghubungi siapapun "
" Ceh , apa sulitnya mencari nomorku di handphonemu , bukankah nomorku ada di urutan pertama ? " ujar Hannah yang langsung mengambil handphone Mike yang kebetulan sedang berada di atas meja di dekatnya , dan membuka layar handphone itu seperti miliknya sendiri ," kau lihat , apa sulitnya mencari nomorku " katanya menunjukan kontak teleponnya kepada pemiliki Handphone itu sendiri " aku hanya tidak ingin merepotkanmu " jelas Mike tanpa melihat ke arah Hannah.
" Kau memang selalu menyusahkan dirimu sendiri " ucap Hannah yang terlihat kembali kesal dan Mike tidak lagi membantah , laki laki itu terus melanjutkan makannya.
" Aku menghabiskannya " ucap Mike tiba tiba membuat Hannah terlihat begitu senang ,
" anak pintar " katanya yang tanpa sadar mengusap kepala Mike , " sekarang minum obatmu " katanya lagi sambil mengeluarkan satu persatu obat dari tempatnya dan meletakkannya di telapak tangan Mike supaya laki laki itu bisa segera meminumnya.
" Beres " katanya tersenyum puas setelah melihat Mike menghabiskan makanannya dan telah selesai meminum obat , lalu ia membawa bekas tempat makan Mike menuju wastafel , mencucinya bersih dan meletakkan kembali di tempat semula , dan Mike terus menatap perempuan itu dengan tersenyum ,
" sekarang kau sendiri yang membuat aku tidak bisa menghentikan perasaanku " gumamnya.
" Apa tubuhmu merasa lebih baik ? " tanya Hannah menghampiri , " jauh lebih baik " sahut Mike tersenyum walau kepalanya masih terasa begitu sakit.
" Baguslah , sepertinya kau sudah bisa tinggal sendiri " ucap Hannah.
" Emmm.. temani aku sebentar lagi " pinta Mike , " minta Eza " sahur Hannah tertawa sambil berjalan menuju soffa.
" Emmm.. kau belum menjawab pertanyaan kenapa dia membersihkan tempat tidurmu ? " tanyanya yang kembali memutar tubuhnya ke arah Mike dan laki laki itu mengangkat bahunya , " tidak mungkin kau tidak tahu , apa dia calon istrimu ? " tanyanya lagi.
" Mungkin " jawab Mike bercanda namun berhasil membuat mata Hannah membulat sempurna dengan jantung yang berpacu begitu cepat , dan tanpa banyak bicara ia kembali memutar tubuhnya berjalan menuju soffa , lalu mengambil tas miliknya dan bergegas menuju pintu , " mau kemana ? " tanya Mike dengan menarik tangan perempuan itu.
" Aku tidak ingin berlama lama di apartemen calon suami orang " ucapnya begitu kesal.
" Astaga aku hanya bercanda Hannah "
" Bercanda katamu ? , tidak mungkin perempuan itu terlihat begitu nyaman di sini , merawatmu bahkan membersihkan tempat tidurmu , kalau di antara kalian tidak memiliki hubungan apapun "
" Astaga sungguh aku hanya bercanda , kami tidak memiliki hubungan apapun selain ibunya dan ibuku berteman dan aku juga tidak tahu kenapa dia mau merawatku dan membersihkan tempat tidurku , aku sungguh tidak pernah memintanya " kata Mike mencoba kembali menjelaskan ,
" Terserahlah , aku tidak lagi ingin peduli " kata Hannah mengibas tangan Mike .
" Hannah please percayalah " ucap Mike prustasi namun perempuan itu masih tidak peduli dengan melanjutkan langkahnya menuju pintu.
Bruuk " suara kejatuhan yang membuat Hannah memutar tubuhnya dan matanya menatap begitu terkejut melihat tubuh Mike yang sudah terbaring di lantai , dengan penuh ketakutan ia segera berlari menghampiri tubuh itu yang terlihat benar benar tidak sadarkan diri.
jangan lupa vote , like dan coment🤗
dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚