
Tanpa merasa berdosa Daniel memutar tubuhnya menghadap Elin yang kembali menangis.
" Ada apa sayang ? , Kenapa kau terus menangis ? " tanyanya begitu santai.
" Kau tanya ada apa huh ? " jawab Elin dengan tangisan yang tersedat karena bicara , " Apa yang harus aku jelaskan pada Amel dan Green ? , kau lihat , mereka terus meneleponku gara gara melihatmu dengan keadaan seperti ini , apa yang harus kau katakan Daniel ? " katanya terus menangis.
" Katakan saja semuanya "
" Apa kau gila " teriak Elin geram.
" Lalu apa lagi , aku rasa mereka akan terima " jawab Daniel dengan begitu enteng.
" Terima katamu ? , yang ada mereka akan menikahkan kita "
" Astaga aku tidak bisa bayangkan itu " lanjut Elin semakin prustasi.
" sepertinya itu lebih bagus " timpal Daniel tertawa , membuat mata Elin berdelik kesal kearahnya.
Handphone yang terabaikan kembali berdering dengan nama panggilan yang sama
" kau lihat mereka akan terus menghubungiku seperti ini "
" Pakai bajumu Daniel , apa kau akan terus seperti ini " lanjut Elin dengan pipi yang memerah , ia begitu malu saat melihat perut six pack milik Daniel serta wangi maskulin yang membuat aliran darahnya sedikit memanas , " Wine dan pria tampan , bagaimana bisa aku menghindarinya " batinnya dengan pipi yang semakin memerah , karena pikirannya kembali teringat pada kejadian panas antara mereka tadi malam.
" Apa kau gila , masih sempatnya kau memikirkan ini , bukan berpikir apa yang harus aku jelaskan pada Amel dan Green sekarang " batinnya mengerang kesal pada pikirannya sendiri.
Cup
Lamunan Elin di kejutkan dengan bibirnya yang menyentuh singkat bibirnya.
" Apa yang kau lamunkan ? " tanya Daniel tersenyum pada perempuan yang masih terdiam karena terkejut dengan sentuhan bibirnya.
" Hay " katanya menyapa pada layar hape Elin yang sudah menghadap ke arahnya.
" Apa yang kau lakukan ? " teriak Elin lemah dengan mata yang kembali membulat pada Daniel.
" Dimana Elin kak ? " tanya Green yang terlihat begitu serius dari balik camera video yang sudah tersambung ,
Daniel mengarahkan sorotan camera pada Elin , namun handphonenya tetap berada di tangan.
" Jelaskan " ucap Green tanpa basa basi serta tatapan begitu tajam , ia tidak lagi peduli dengan keberadaan Daniel.
" Apa yang harus aku jelaskan ? " sahut Elin berusaha berkilah atau karena memang dia bingung harus mulai menjelaskannya dari mana.
" Ceh , apa kau sedang menutupinya dari kami "
" Tidak , aku sungguh bingung apa yang harus aku jelaskan ke pada kalian " katanya lagi sambil menghela nafasnya pelan.
" Apa harus aku perjelas huh ? "
" Kenapa kau membohongi kami dengan mengatakan kalau kau sedang berada di apartemen temanmu , kenapa kau tidak jujur kalau sedang berada di apartemen kak Daniel , dan kenapa kau bisa berada di sana sepagi ini , lalu kak Daniel hanya menggunakan ...astaga aku yang mengucapkannya saja malu " kata Green memperjelas , sedangkan amel terus mengangguk membenarkan pertanyaan Green yang sudah mewakilkan rasa penasarannya.
" Apa dia mengatakan itu pada kalian ? , menyebut aku temannya ? " timpal Daniel yang tiba tiba ikut bergabung kedalam sorotan camera video , " Daniel diamlah " teriak Elin pelan.
" Kau sungguh sangat jahat sayang " ucapnya sedih , namun bibirnya menahan tertawa.
" Sayang ? " ulang green terkejut.
" Bukan seperti itu , astaga sayang bisakah kau membiarkan aku menjelaskannya pada mereka , tolong jangan membuatku semakin pusing " ucap Elin begitu dewasa , sedangkan Amel dan Green menyimak semakin tidak percaya dengan apa yang mereka lihat hadapannya.
" Baiklah" ucap Daniel memelas , " tolong tinggalkan aku sebentar " katanya lagi dan Daniel segera beranjak.
" Kau benar benar harus menjelaskannya pada kami " ucap Green.
" Harus secara detail " sambung Amel.
Elin terdiam sesaat dan menatap begitu lama pada panggilan video yang masih tersambung kepada dua sahabatnya ,
" Maafkan aku " ucapnya kembali terisak , ia sangat takut dan bingung harus mulai dari mana menjelaskannya.
" Kenapa kau menangis ? " tanya Green yang menjadi kebingungan , " ada apa Elin ? , jangan membuat kami takut " sambung Amel.
Elin menggelengkan kepalanya , " kalian yang membuat aku takut " katanya sambil terus menangis , " Astaga , kenapa harus takut ? , kami tidak sedang memukulmu "
" Hentikan tangisanmu , sekarang jelaskan kenapa kau bisa ada di apartemen kak Daniel pagi ini , oh astaga bukannya kau sedang mabuk " ucap Green terkejut dengan mata yang membulat.
" Elin " panggil amel pelan namun terdengar begitu berat.
" Apa kalian.... " sambungnya menggantung.
" tunggu dulu , jelaskan dulu apa hubunganmu dan kak Daniel sekarang ? " tanya Green memotong , " Em ya itu benar " timpal Amel.
Tangisan Elin semakin pecah dari balik video " oh astaga , kau benar benar membuat kami takut Elin " ucap Green dan Elin pelan pelan mengatur nafasnya , " Kami sudah pacaran " jelasnya singkat.
" Apa ? " teriak Amel dan Green begitu terkejut.
" Bagus kau tidak menceritakannya pada kami "
" Aku kecewa padamu " sambung Amel.
" Dia tidak lagi menghargai persahabatan kita Green " ucap Amel dan Green mengangguk.
" Bukan seperti itu , hubungan itu baru terjadi pagi ini " jelasnya lagi.
Green dan Amel saling melempar pandangan , " Tolong katakan apa yang sebenarnya sudah terjadi antara kau dan kak Daniel " ucap Green berusaha tenang.
" Kalian janji tidak akan marah padaku " ucapnya kembali terisak , " kau benar benar membuatku takut Elin " ujar Amel.
" Katakan dulu kalau kalian tidak akan marah " ulangnya , Amel dan Green mengangguk ,
" Kami tidak akan marah tapi akan menghukummu jika itu di luar batas " ucap Green.
" Aku sangat mabuk Green , bagaimana aku bisa menghindarinya " katanya kembali menangis.
" Maksudmu ? , oh astaga Elin " teriak Amel tidak percaya dengan tangan yang menutup mulutnya.
" Kau melakukannya Elin , Kau ML ( Making Love ) " kata Green memperjelas dan ikut tidak percaya , " aku mabuk Green , aku tidak menyadari apapun , yang aku tahu aku sudah terbangun di tempat tidur ini ".
" Dimana kak Daniel ? " teriak Green yang sudah memanas , " jangan marah padanya , aku yang salah , aku yang sudah begitu liar menggodanya tadi malam "
" itu tetap tidak bisa di biarkan Elin , bagaimanapun aku tidak akan terima , seharusnya dia menjagamu bukan malah merusakmu seperti ini , astaga ini benar benar membuatku sedih " ucap Green menghela nafasnya dan memberikan tatapan begitu kecewa pada Elin.
" Maafkan aku Green " mohon Elin begitu menyesal.
" Tapi jangan menyalahkannya , kalau bukan karena dia datang menjemputku , mungkin sudah terjadi hal yang lebih gila lagi padaku , dan mungkin aku sudah melakukannya pada orang lain "
" Kenapa sekarang kau begitu liar Elin " teriak Green begitu marah.
" Aku sudah mengatakan jangan pernah minum tanpa kami , kau benar benar telah membuat aku kecewa " lanjutnya dengan kembali menghela nafas , Elin semakin memangis melihat Green begitu marah dan kecewa padanya , " maafkan aku Green , mel , please maafkan aku " ucapnya terus menangis.
" Dia bilang akan bertanggung jawab dan Daniel bilang kehamilan tidak akan terjadi dalam satu malam " jelasnya begitu polos , " ya memang tidak terjadi satu malam tapi beberapa hari lagi " sahut Green yang menatap begitu geram pada Elin.
" Apa sakit ? " tanya Amel tiba tiba , membuyarkan suasana yang mulai terasa dingin.
" Sakit ? " ulang Elin begitu bingung.
" Ya apa kau tidak sakit ? , Saat melakukannya pertama kali , aku seperti tidak bisa berjalan dan itu rasanya masih sangat mengerikan saat aku ingat kembali sekarang " jelas Amel sambil begidik saat membayangkan pertama kali melepas kesuciannya pada Alfin yang sudah resmi menjadi suaminya.
" Tidak bisa berjalan ? " ulang Elin dan Amel mengangguk.
" tapi aku tidak merasakan sakit apapun ? " jelasnya dengan penuh kebingungan bahkan dia kembali berdiri dan berjalan kesana kemari , " kau lihat aku sangat baik baik saja saat berjalan , tidak ada rasa sakit seperti yang kau katakan "
Amel dan Green saling melempar pandangan " Apa kau mengeluarkan darah ? " tanya Green.
" Darah ? " ulang Elin semakin bingung.
" kau lihat di bekas tempat tidurmu , apa ada darah ? " sambung Amel menjelaskan dan Elin segera beranjak menuju tempat tidur dan mengangkat selimut besar yang semalam menutupi tubuhnya.
" Tidak , tidak ada darah disini " teriak Elin.
" Apa kau yakin sudah melakukannya bersama kak Daniel ? "
" emmm.. "
" Kau benar benar sangat polos " geram Green , " semua orang yang pertama kali melakukannya , akan mengeluarkan darah karena selaput yang robek dan tidak akan bisa berjalan dengan mudah seperti kau saat ini "
" Apa aku tidak normal " kata Elin yang ketakutan.
" Apa kau sungguh tidak merasakan sakit ? atau merasa basah di daerah kewa..."
" Mel hentikan , kau sedang mengajarinya " ucap Green memotong , " aku tidak mengajarinya , aku hanya memberitahu dan lagi dia sudah melakukannya Green "
" Astaga Kau juga begitu polos "
" Tidak ada yang terjadi antaramu dan kak Daniel " ucap Green tiba tiba.
" tidak ada darah , tidak ada rasa sakit dan kau masih berjalan dengan mudah , berarti kewanitaanmu masih baik baik saja , kak Daniel tidak melakukan apapun padamu " sambungnya memberi penjelasan.
" Tapi kami berciuman dengan sangat panas tadi malam Green , bahkan aku membuka bajunya "
" Lalu ? " tanya Green.
" Lalu " ulangnya berpikir.
" aku tidak mengingatnya lagi , yang aku tahu aku sudah terbangun disini dengan baju yang berbeda " jelasnya.
" Mungkin hanya sebatas itu yang terjadi "
" Maksudmu Green ? "
" Maksudku , kau masih baik baik saja alias masih virgin , apa sekarang kau mengerti ? " kata Green kembali menjelaskan .
" jadi Daniel membohongiku ? "
" Mungkin ? " sahut Green.
" Oh astaga , apa karena ini kalian pacaran " sambungnya.
" Kak Daniel sungguh pintar memanfaatkan keadaan " sambung Amel tertawa , sedangkan wajah Elin sudah terlihat begitu kesal dari balik video , " aku tutup dulu " ucapnya dengan langsung mengakhiri panggilan video yang tersambung pada kedua sahabatnya.
Elin berjalan begitu cepat menuju pintu kamar Daniel.
" Daniel " teriaknya.
" Daniel " ulangnya lagi.
" Ada apa sayang , aku di sini " sahut Daniel dari arah dapur.
" Kau membohongi aku " ucap Elin tiba tiba dan Daniel hanya tersenyum sambil terus melanjutkan aktifitas yang lagi memotong sayur.
" Daniel " ulang Elin.
Laki laki itu terlihat melepas ikatan Apron yang tertambat di tubuhnya dan berjalan mendekat pada Elin , lalu menarik pinggang perempuan itu untuk berada lebih dekat dengannya.
" Ada apa ? " tanyanya dengan wajah yang begitu dekat.
Wajah Elin kembali memerah karena menatap begitu dekat wajah tampan milik Daniel serta wangi maskulin yang kembali membuat aliran darahnya terasa panas , " Emm.. kau membohongiku " ulang Elin gugup.
" Tentang ? " tanya Daniel begitu santai.
" Tentang kita yang melakukan itu.."
" Melakukan apa ? " tanya Daniel semakin mempererat pelukkannya.
" Daniel , lepaskan " kata Elin yang begitu kesal karena melihat Daniel seperti sedang mempermainkannya.
" Apa kau kecewa ? " tanya Daniel tersenyum , membuat wajah Elin semakin memerah karena malu.
Daniel menarik tubuh Elin begitu dekat dan memeluknya dengan begitu lembut , membuat Elin yang begitu kesal menjadi luluh seketika , hatinya melemah karena pelukan Daniel yang begitu hangat.
" Kau masih perempuan yang suci , tidak terjadi apapun di antara kita , ya walau pun aku sangat sulit menahannya " ucap Daniel di balik tubuh Elin.
" Sebisa mungkin aku akan terus menjaganya dan tidak akan merusak sesuatu yang belum pantas aku nikmati , aku mencintaimu " ucapanya lagi.
Elin kembali menangis di balik tubuh Daniel , namun tangannya semakin memeluk erat tubuh laki laki yang kini sudah resmi menjadi kekasihnya itu.
" Terimakasih , karena telah menahannya " ucapnya.
" Sebenarnya itu tidak terjadi karena tiba tiba saja kau muntah dan tertidur , bukan karena aku yang menahannya " jelas Daniel sambil tertawa.
" Maksudmu ? " tanya Elin melepas pelukan Daniel dan menatap begitu tajam.
" Tidak ada , kau masih suci kecuali bibirmu " jelas Daniel yang kembali menarik tubuh Elin kedalam peluknnya , " Kau sungguh menggemaskan " ucapnya lagi sambil mencium gemas puncak kepala Elin.
" dan kau menyebalkan " balas Elin yang kembali mengeratkan tangannya di pinggang Daniel.
" Tapi aku mencintaimu "
" Aku juga mencintaimu " balas Elin tidak mau kalah.
" Keberadaanmu benar benar membuat aku bahagia " ucap Daniel yang tidak henti memeluk erat tubuh Elin , " Kau juga " balas Elin yang tersenyum hangat di balik tubuh laki laki itu.
jangan lupa vote , like dan coment🤗
dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚