
Elin terperanga melihat beberapa orang masuk kedalam apartemen Daniel dengan membawa berbagai macam pakaian wanita yang lengkap dengan tas dan sepatu , bahkan yang membuatnya semakin terkejut , semua Brand ternama dunia ada disana dengan satu karyawan yang mendampingi , dan yang masuk kedalam apartemen Daniel ada tujuh orang yang berarti ada tujuh Brand ternama yang di datangkan ke hadapannya.
" Tuan saya membawa tujuh Brand , jika masih kurang saya akan membawanya lagi " ucap seorang perempuan yang di tugaskan oleh Reza datang ke apartemen bossnya itu.
" Calon istriku yang akan menentukan " ucap Daniel menunjuk Elin yang masih diam mematung.
" Sayang bisa kau jelaskan ? " tanya Elin yang masih begitu terkejut.
" Kau hanya perlu memilih di antara semua ini sayang , atau kau ingin semuanya ? "
Elin masih diam dan menatap tidak percaya pada pemandangan yang begitu membahagiakan untuk semua kaum perempuan dan sesekali melihat ke arah Daniel.
" Nona kami membawa barang terbaik kami untuk anda dan semua ini edisi terbatas jadi anda tidak perlu khawatir saat menggunakannya " ucap manager yang di kirim langsung oleh salah satu pemilik Brand yang di datangkan ke dalam apartemen Daniel.
" Sayang " panggil Daniel karena Elin masih tidak bergerak.
" Apa tidak ada yang anda sukai Nona , saya bisa mengganti dengan model dan Brand yang lain sekarang juga " sambung perempuan yang di kirim oleh Reza.
" Tidak perlu " sahut Elin dengan dahi yang sedikit berkerut.
" Jangan di paksakan kalau memang tidak suka sayang , kau bisa menolaknya " sambung Daniel karena melihat wajah Elin yang terlihat keberatan.
" Tidak ini lebih dari cukup , bahkan sangat berlebihan " sahutnya
" Kalau begitu segera ambil barang mana yang kamu suka karena kita harus segera pergi setelah ini " ucap Daniel yang terlihat kembali sibuk dengan benda pipih di tangannya.
" pergi ? " ulang Elin dan Daniel mengangguk tanpa melihat ke arahnya.
" Pergi kemana ? " tanyanya lagi.
" Sayang ganti dulu pakaianmu " ucap Daniel sambil menunjuk ke arah orang orang yang sedang menunggu barang barangnya di pilih oleh Elin.
Elin berbalik dan tersenyum kecut pada semua orang yang tersenyum begitu sopan ke arahnya , " Silahkan Nona " ucap salah satu manager yang datang mendampingi produk Brandnya.
Ia masih terdiam , menatap semua barang yang tertata rapi memenuhi apartemen Daniel , " apa boleh aku mengambil salah satu dari produk kalian " ucapnya begitu sungkan.
" Silahkan nona , kami tidak akan keberatan " sahut seseorang.
Pelan pelan Elin melangkah mengambil Dress berwarna Mustard di salah satu Brand yang ada , kemudian beralih pada Brand yang lain untuk mengambil flat shoes berwarna Cream dan Mustard yang terlihat senada dengan pakaiannnya.
" Maaf aku hanya memilih ini " ucapnya lagi.
" Sudah " tanya Daniel yang terlihat sudah selesia dengan urusannya dan Elin mengangguk.
" Hanya itu ? " tanya Daniel lagi.
" emm.. apa ini berlebihan ? " tanyanya begitu sungkan.
" astaga sayang , aku meminta orangku membawa sebanyak ini dan kau hanya memilih itu , kau benar benar merendahkan aku " ucap Daniel menghela nafas.
" atau semua barang ini tidak ada yang bagus di matamu ? " tanyanya lagi dan Elin menggelengkan kepalanya , " tidak semuanya bagus , bahkan membuatku bingung untuk memilih " jelas Elin yang kembali menatap dengan mata berbinar kearah barang barang Branded di hadapannya.
" Kalau begitu saya ambil semuanya " ucap Daniel tiba tiba membuat Elin segera mengalihkan pandangannya ke arahnya.
" Apa masih kurang ? , atau kau ingin Brand yang lain ? " tanya Daniel melihat Elin yang tiba tiba menatap ke arahnya , " apa kau sudah gila , untuk apa aku barang sebanyak ini ? "
" Semuanya sudah menjadi milikmu jadi terserah mau kau apakan " sahut Daniel begitu santai.
" Tidak Daniel , aku tidak bisa menerimanya ini berlebihan.
" Sayang " ucap Daniel yang begitu kesal mendengar Elin memanggil namanya , " terserahlah , pokoknya aku tidak bisa menerima ini Daniel "
" Apa kau ingin melihat mereka kecewa ? " tanya Daniel sambil menunjuk ke arah orang orang yang begitu semuringah saat Daniel mengatakan ingin mengambil semuanya namun wajah mereka kembali meredup saat Elin menolaknya.
" Tapi untuk apa semua barang ini " tanyanya lagi.
" Kau bisa menggunakannya lalu kau berikan pada orang lain " sahut Daniel begitu enteng.
" Kau benar benar manusia berlebihan Daniel "
" Tidak ada kata berlebihan untuk seseorang yang kita cintai sayang " jawab Daniel tersenyum dan mendekatkan wajahnya di hadapan Elin , membuat semua orang yang berada di sana ikut tersenyum melihat sepasang manusia di hadapan mereka.
" Ceh " desis Elin yang akhirnya ikut tersenyum.
" Menggemaskan " ucap Daniel menarik ujung hidung Elin.
" Baik saya ambil semuanya " ucapnya lagi pada semua orang.
" Maria urus pembayarannya " sambungnya pada perempuan yang di kirim oleh Reza.
" Baik Tuan " jawab Maria.
Elin menghela nafas dan masih tidak habis pikir dengan pengalaman gila yang baru di alaminya , ia sudah menemui banyak orang kaya selama hidupnya termasuk Nathan Vernandes suami dari sahabatnya sendiri, namun tidak pernah melakukan hal gila seperti di lakukan oleh seorang Daniel Remkez dengan membawakan semua barang Brand ternama di dunia yang mungkin jika di uangkan mampu membeli satu pulau untuknya dan membuatnya kembali menatap lekat ke arah Daniel , lelaki seperti apa yang kini sedang menjadi kekasihnya itu.
" Apa kau akan terus berdiri di situ sayang ? " tanya Daniel tersenyum , membuyarkan tatapan Elin ke arahnya , " kau tidak perlu mengucapkan terimakasih " katanya lagi saat melihat Elin yang ingin berbicara , membuat Elin berdesis dan tersenyum , seraya menggelengkan kepalanya karena tingkah Daniel yang tiada habis habisnya membuatnya terkejut.
Semua orang sudah pergi meninggalkan barang barang yang memenuhi hampir setengah apartemen Daniel , yang membuat Elin hanya mampu menghela nafasnya.
" Sayang bisa kau beri tahu berapa pasword apartemenmu ? " tanya Daniel yang kembali sibuk dengan benda pipihnya , " apa sekarang kau mau menyadap apartemenku ? " tanya balik Elin tertawa.
" Kita tidak mungkin membawa semua barang barang ini berdua sayang , aku harus meminta orang lain mengangkutnya ke apartemenmu " jelas Daniel.
" Kau tidak perlu menjelaskan " ucap Elin tersenyum , " sungguh sayang aku tidak bermaksud seperti itu " kata Daniel berusaha meyakinkan .
Cup
" aku hanya bercanda " ucap Elin begitu lembut dan mencium singkat pipi Daniel.
" Kau memang sudah mempunyai hak untuk mengetahui pasword apartemenku " lanjutnya lagi dengan wajah yang begitu dekat pada Daniel , " apa kau sedang menggodaku " kata Daniel tersenyum nakal.
" Sebaiknya otakmu harus segera di cuci " ucap Elin sambil menjauh dari tubuh Daniel.
" Aku lelaki normal sayang "
" Jangan memulai Daniel "
" Kalau begitu cepat ganti pakaianmu , kau benar benar menggodaku jika terus menggunakannya "
" Ceh " desis Elin tertawa lalu segera mengambil pakaian yang tadi ia pilih tadi untuk ia gunakan , " Dasar mesum " ucapnya lagi.
" Jangan mengujiku sayang "
" aku tidak takut pada ancamanmu " katanya menantang sambil berlari menuju pintu kamar Daniel dan segera kembali menutupnya.
" Setelah menjadi milikku seutuhnya jangan harap kau akan aku biarkan bangun dari tempat tidur kita " ucap Daniel tersenyum sambil terus melihat ke arah pintu kamar yang sudah tertutup.
jangan lupa vote , like dan coment🤗
dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚