
" Kita mau kemana Daniel ? " tanya Elin dari balik tubuh laki-laki itu , nafasnya sedikit tersengal karena posisi tubuh yang di pikul seperti karung beras oleh Daniel.
" Aku bilang diam , atau semua orang akan datang "
" Kau " geram Elin.
Setelah tiba di lorong tangga darurat Daniel segera menurunkan tubuh kekasihnya ,
" Kenap...." kata Elin yang baru saja ingin bertanya, namun terhenti oleh bibir yang tiba-tiba menciumnya dengan begitu kasar.
" Daniel lepaskan " teriaknya tertahan , namun dengan tetap berusaha memberontak.
Selang beberapa menit Elin mengalah dengan membiarkan laki-laki itu ******* bibirnya ,dan perlahan ciuman kasar itu berubah menjadi lembut.
Pelan-pelan Daniel melepas ciumannya lalu sesaat suasana kembali hening , " kau marah padaku ? " tanya Elin menghentikan keheningan dan merasa tidak biasa dengan ciuman laki-laki itu.
" Tentu , tidak mungkin aku tidak marah saat melihat kau duduk begitu dekat dengan laki-laki lain , bahkan dia juga memegang tanganmu" jelas Daniel dengan nada yang begitu tinggi.
" Kau menyalahkan aku ? " balas Elin tidak terima.
" Kau pikir aku tidak marah saat melihat wanita itu menghampirimu dengan membawa kue huh dan kau dengan santai menerima kue itu di hadapanku , bahkan kau memujinya "
" Aku begitu karena kau yang lebih dulu membuatku kesal "
" Aku tidak melakukan apapun "
" Tidak melakukan apapun? , kau pikir duduk berdepetan dengan laki-laki lain yang bukan kekasihmu itu bukan kesalahan "
" Bukan aku yang ingin duduk berdekatan dengannya , tapi dia yang tiba-tiba datang dan duduk sampingku "
" Ceh , padahal kau bisa saja pindah tempat kalau memang kau benar-benar tidak ingin duduk berdekatan dengannya "
" Aaahhhh sekarang aku ingat siapa laki-laki itu " tambah Daniel dengan ujung bibir yang terangkat dan wajah yang memerah karena begitu kesal , " dia super hero-mu itu kan ? "
" Aku tidak mempunyai super hero dan jangan membawa-bawa dia Daniel"
" Baiklah , bahkan sekarang kau membelanya "
" Astaga Daniel , kenapa kau menjadi seperti anak kecil , aku bukan membelanya hanya saja dia tidak pantas di salahkan , dia tidak tahu apa-apa dengan hubungan kita "
" Oh jadi ini alasan kenapa kau tidak ingin memberitahu semua orang tentang hubungan kita ? , akhirnya sekarang aku mengerti "
" Daniel " teriak Elin semakin kesal karena terus merasa di sudutkan oleh laki-laki itu.
Klek " tiba-tiba saja pintu masuk lorong itu terbuka dan membuat sepasang manusia itu menjadi kalang kabut untuk mencari persembunyian dan memilih masuk ke dalam salah satu pintu yang tidak jauh dari tempat.
" Siapa mereka ? " tanya Elin dengan begitu pelan , dan Daniel terus mengintip dengan cermat siapa yang tiba-tiba datang di tangga darurat , karena seharusnya tidak ada yang datang kesana mengingat lift masih berguna dengan sangat baik , " mereka kemari " ujar Elin semakin panik dan segera mencari tempat persembunyian sebelum orang-orang itu menyadari kehadiran mereka.
" Ya aku rasa disini sangat aman " ucap seseorang laki-laki paruh baya , ada tiga orang disana dan salah satunya adalah Sam , salah satu petinggi perusahaan dan ayah dari Sharen , perempuan yang menjadi musuh pebuyutan Elin di kantor.
" Bagaimana ini Sam , bagaimana kalau Daniel tahu tentang penggelapan uang dan barang-barang yang kita lakukan selama ini ? " ujar laki-laki yang terlihat marah dan takut bersamaan , " bisa kau diam Brus , seharusnya kau mencari solusi bukan justru melimpahkan padaku " sahut Frans.
Mata Elin membesar saat menangkap perbicangan yang mengejutkan itu , ia segera menggenggam tangan Daniel dan memberikan tatapan teduh padanya.
" Kau yang merencanakan semua ini Sam " teriak laki-laki bersama Brus.
" Tapi kau juga terlibat bukan , jadi ini bukan hanya menjadi urusanku "
" Dan aku begitu kesal kenapa dia harus tiba-tiba pindah kemari " tambah Sam begitu geram.
Tiba-tiba dan dengan begitu pelan Daniel mengeluarkan handphonenya dari dalam saku , " matikan handphonemu " pintanya pada Elin , dan beruntungnya otak perempuan itu sedang berjalan dengan baik dan langsung menuruti perintah Daniel tanpa kembali bertanya , " apa yang kau lakukan ? " tanyanya saat melihat laki-laki itu mengarahkan camera handphonenya pada tiga laki-laki paruh baya yang nampak serius dengan perbincangannya.
" Kau memang cerdas " ucapnya dengan tersenyum ketika sudah mengerti ,dan Daniel segera menutup mulutnya sebelum tiga orang itu menyadari ke hadiran mereka ,
" Bagaimana ini Sam ? "
" Bisa kalian diam ? " teriak laki-laki itu , lalu berjalan menuju lemari dan perlahan membukanya.
Dua pasang mata yang berada di sudut yang gelap di kejutan oleh pemandangan yang begitu tidak wajar , pintu lemari itu baru saja terbuka dan tiga orang tadi tiba-tiba masuk secara bersamaan ke dalam , lalu pintu lemari itu kembali tertutup dengan mereka yang masih berada di dalam sana.
" Daniel kau lihat ? " ujar Elin dengan mata yang masih membulat dengan sempurna.
Daniel tidak menjawab , ia hanya mengarahkan telunjuknya di bibir untuk meminta perempuan itu untuk tetap tidak bersuara dan benar , pintu lemari kembali terbuka dengan tiga lelaki paruh baya tadi yang baru saja keluar , " harus kita apakan barang-barang itu Sam , tidak mungkin kita terus menimbunnya disini , cepat atau lambat Daniel pasti akan mengetahuinya " ucap Brus dengan raut wajah paniknya.
" Kau bodoh bagaimana bisa kita mengeluarkan barang-barang ini , sementara cctv terus merekam di segala ruangan " ucap Sam , sedangkan pria satunya hanya diam dengan penuh ke bingungan.
" Aku benar-benar tidak ingin di penjara Sam " tambah Brus.
" Kau bisa diam huh ? " teriak Sam dengan otak yang semakin panas karena terus mendapat desakan , " itu tidak akan terjadi " tambahnya dengan berusaha untuk tetap tenang.
" Ceh , kau terlalu santai Sam , Bagaimana kalau Daniel sudah mencurigai penggelapan ini "
" Dia tidak akan tahu tentang ini selama kalian bisa menjaga rahasia ini dengan baik " ucap Sam , dan dua pria lainnya hanya bisa diam tanpa berniat untuk kembali membantah.
" Kita harus mencari cara bagaimana bisa memindahkan semua barang-barang ini atau membuat Daniel Remkez tidak betah bekerja disini " tambah Sam.
" Ya kau benar , kita hanya perlu membuat dia tidak berlama-lama disini "
" Tunggu , apa dia pindah kemari karena telah mencurigai ini " ucap Peter , salah satu laki-laki yang sejak tadi tidak pernah berkomentar , sesaat semua menjadi hening dengan raut wajah ketakutan.
Klek " pintu tiba-tiba saja terbuka membuat tiga orang itu menjadi begitu panik.
" Mr.Reza " panggil Peter tanpa sadar dengan wajah yang memucat.
" Oh maafkan saya " ucap laki-laki itu saat tidak menemukan apa yang di cari , namun saat hendak kembali menutup pintu ia akhirnya menyadari kalau ada hal yang tidak beres dan dia kembali membukanya , " maaf , apa kalian melihat Tuan Daniel ? " tanyanya pada tiga orang yang terdiam mematung di dalam ruangan.
" Emm.. tidak Mr. " sahut Brus.
"Baiklah , dan kalau boleh saya tahu apa yang kalian lakukan disini ? "
" Kita hanya mencari barang-barang yang masih bisa di gunakan untuk Fashion Show akhir tahun ini " jelas Sam.
" Ya benar , kita sedang mencari itu " tambah Brus.
" Baiklah lanjutkan urusan kalian " ucap Reza sambil kembali ingin menarik knop pintu yang berada di tangannya , " tunggu Mr.Reza " panggil Peter menghentikan gerak laki-laki itu.
" Ya , ada apa Mr.Peter ? "
" emmm..kenapa anda mencari Tuan Daniel kemari ? "
" Oh ya , tadi aku melihat dia masuk kedalam pintu tangga darurat jadi kau pikir dia berada disini tapi sepertinya , aku hanya salah melihat " jelas Reza , membuat tiga laki-laki itu saling bertatapan dengan mata yang semakin membesar dengan perasaan yang begitu panik.
jangan lupa vote , like dan coment🤗
dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚