
" Untungnnya kau tidak membuang anting ini " ucap Elin sambil memasangkan kembali anting Hoop yang ia gunakan tadi malam dan berjalan keluar dari dalam kamar tidur Daniel .
" Apa kau menginginkan anting baru ? " tanya Daniel berjalan mendekat pada kekasihnya yang terlihat begitu cantik dengan Dress berwarna Mustard , " Emm .. aku akan menelepon Reza " lanjutnya.
" Untuk apa ? " tanya Elin yang masih sibuk dengan antingnya tanpa melihat ke arah Daniel , " menyuruh dia membawa anting untukmu "
" Apa kau akan membawa satu tokoh lagi ? , jangan gila sayang " ucap Elin menghela nafas dan beralih menatap Daniel yang sudah berdiri di hadapannya sejak tadi.
" Ada apa ? " tanya Daniel karena melihat Elin yang menatapnya tanpa berkedip , " Hey " ulangnya sambil mengibas tangannya di hadapan wajah Elin
" Emmm.. ya , tadi kau mengatakan apa ? " tanya Elin sedikit malu , " aku tidak mengatakan apapun , aku hanya bertanya ada apa ? " jelas Daniel.
" Tidak ada apa apa "
" Lalu kenapa kau menatapku seperti itu ? "
" Itu karena kau terlalu tampan , eh " ucap Elin tanpa sadar dan segera menutup mulutnya kembali.
" Ya kau benar , terkadang wajah tampanku ini memang sedikit membebankan karena sangat sulit kalau terlalu sempurna seperti kekasihmu ini " ucap Daniel begitu percaya diri dengan bibir yang tertahan untuk tersenyum.
Elin berdesis dan ikut tersenyum mendengan ucapan Daniel yang begitu percaya diri , " ya aku memang harus mengakuinya " sambungnya.
" Jangan membuatku malu sayang " ucap Daniel yang tersenyum menggelikan , " Apa kita jadi pergi ? " tanya Elin .
" Tentu sayang " sambung Daniel cepat dan berjalan menyusul Elin yang sudah melangkah lebih dulu menuju pintu keluar apartemen Daniel.
Daniel yang sedang sibuk dengan benda pipihnya tanpa sadar meninggalkan Elin yang berjalan di belakang , perempuan itu begitu kesal ketika melihat semua mata kaum perempuan yang berada di lobby apartemen memandang kagum pada kekasihnya .
Ia berjalan lebih cepat dengan wajah begitu kesal menatap ke arah punggung Daniel yang tanpa sadar meninggalkannya , " Apa kau ingin tebar pesona di sini " ucap Elin tiba tiba dengan tangan yang melingkar pada lengan Daniel , " menyebalkan " gerutunya lagi dan semakin mengeratkan pelukan tangannya .
Daniel yang tidak tahu apa apa sedikit terkejut pada reaksi manja Elin , namun ia segera mengerti setelah melihat beberapa mata perempuan menatap ke arahnya , bibir Daniel tersenyum melihat Elin memeluk lengannya dengan wajah cemberut , di lepasnya tangan Elin pada lengannya membuat mata perempuan itu membulat dan menatap kesal.
" Ayo " katanya dengan tangan yang sudah menggenggam erat tangan Elin , bahkan ia sempatkan untuk mengecup punggung tangan perempuan itu sebelum kakinya kembali melangkah , ia tidak peduli pada tatapan terkejut semua orang karena yang terpenting adalah kekasihnya .
Wajah Elin memerah dengan garis bibir yang melengkung dengan sempurna , ia begitu kesal ketika Daniel melepas pelukan tangannya namun menjadi begitu terkejut setelah Daniel memperlakukannya dengan begitu manis di hadapan semua perempuan yang menatap ke arah mereka , tidak ada yang lebih bahagia dari ini , ketika kau begitu di puja di hadapan semua perempuan yang begitu menginginkan kekasihmu.
" kau membuatku malu " ucap pelan Elin dengan menyembunyikan wajahnya di balik lengan Daniel.
Daniel tersenyum gemas dan mengusap kepala Elin sambil terus berjalan menuju letak mobil Sport miliknya.
~
" Sayang , kau belum mengatakan kita akan pergi kemana ? " tanya Elin setelah mereka berada di dalam mobil yang sedang melaju oleh Daniel.
" Kau akan tahu nanti " jawab Daniel dengan tersenyum ke arah Elin sebentar kemudian kembali melihat ke arah jalan.
" Apa harus di rahasiakan ? "
" Tidak , tidak boleh ada rahasia di hubungan kita " jawab Daniel begitu serius , " lalu ini , kenapa kau tidak memberitahuku kemana kita akan pergi "
" Kejutan sayang "
" Kau sudah banyak mengejutkan aku Daniel , jadi berhentilah sebelum aku jantungan karena ulahmu "
" Ceh " desis Daniel tersenyum namun tidak berbicara.
" Sayang , mau pergi kemana kita ? " ulangnya yang masih begitu penasaran.
" aku sudah bilang ini kejutan sayang "
" Kau benar benar akan membuatku sakit jantung " gerutu Elin sambil menatap ke arah luar jendela mobil , Daniel yang berada di sampingnya terus tersenyum karena tingkah Elin yang selalu terlihat menggemaskan dimatanya.
Tidak lama mobil yang membawa Elin dan Daniel sudah tiba di sebuah bangunan yang menjulang tinggi dan beberapa orang bertubuh kekar sudah menunggunya di pintu lobby utama , dan dengan cepat membukakan pintu mobil Daniel.
Dahi Elin kembali berkerut saat melihat semua orang memperlakukan kekasihnya begitu hormat , " Ayo sayang " ajak Daniel dengan tangan yang terulur di hadapannya dan Elin segera menerima uluran tangan itu dengan begitu banyak pertanyaan di pikirannya.
" Selamat siang Tuan , Nona Delila sudah menunggu anda " ucap seseorang dengan begitu sopan dan menundukkan tubuhnya ke arah Daniel , " mari Tuan " katanya lagi dengan berjalan lebih dulu untuk menunjukkan letak ruangan atasannya yang sudah menunggu ke datangan Daniel Remkez.
Daniel dan Elin terus berpegangan tangan sampai tiba di sebuah pintu besar yang baru saja di buka , " Silahkan tuan " ucap seseorang yang mempersilahkan mereka masuk.
" Daniel Remkez " panggil seorang perempuan yang berbalik dari kursi besar dan berjalan begitu cepat menuju Daniel.
" Hay Delila " balas Daniel yang langsung melepas gengaman tangannya pada Elin lalu memeluk tubuh perempuan itu.
" Bagaimana kabarmu Tuan muda ? " tanya Delila yang begitu erat memeluk tubuh Daniel , " Seperti yang kau lihat " sahut Daniel yang tidak kalah memeluk erat .
Jantung Elin berdegub begitu cepat menahan aliran darah yang tiba tiba memanas dan memenuhi otaknya yang membuatnya menjadi sedikit kesal menatap ke arah dua manusia yang saling memeluk erat di hadapannya.
" Dia kekasihku Delila " jelas Daniel.
" Oh ya " ucap Delila yang menatap begitu terkejut , " Delila " ucapnya dan mengulurkan tangan pada Elin.
" Merlinda , anda bisa memanggil Elin " balas Elin yang memaksakan bibirnya untuk melengkung.
" Lebih santailah , aku teman dekat kekasihmu " ucap Delila tertawa.
" Apa untuk dia ? " tanya Delila pada Daniel , dan tanpa menjawab laki laki itu hanya menganggukkan sedikit kepalanya.
" Baiklah , ayo aku tunjukkan " sambung Delila yang menarik lengan Daniel dan memeluknya, " aku sudah menyiapkan produksi terbaik kami untukmu , maksudku kekasihmu" lanjutnya dan menatap sekilas ke arah Elin.
" Ayo Elin " ajaknya lagi namun tangannya tidak lepas memeluk lengan Daniel , membuat Elin harus berjalan sendiri dengan hati yang semakin memanas.
" Ayo sayang " ajak Daniel mengulurkan tangannya , Elin mengangguk namun mengabaikan tangan Daniel.
Berulang kali Elin menghelas nafasnya saat Delila dan Daniel terus berbincang dengan begitu nyaman di ikuti tawa kecil yang membuat otaknya semakin panas , namun ia mencoba untuk terus menahan rasa cemburunya dan memperlihatkan wajah baik baik saja di hadapan semua orang.
" Sayang " panggil Daniel saat mereka sudah tiba di ruangan yang di penuhi dengan berbagai macam mobil.
" Ini pilihan yang terbaik dari kami " timpal Delila.
" Sean , tolong kau jelaskan satu persatu kelebihan mobil mobil kita pada nona Merlinda " perintah Delila pada Managernya.
" Sekarang kau terlihat begitu hebat Delila " ucap Daniel , " Tentu , aku banyak belajar darimu " jawab Delila tersenyum dan Daniel ikut tersenyum.
" Mari Nona " ajak Sean pada Elin untuk menunjukan satu persatu mobil yang akan menjadi pilihannya , Elin yang sudah begitu cemburu tidak lagi peduli dengan alasannya kenapa dia tiba tiba di bawa ke sebuah showroom mobil Mewah dan di persilahkan untuk memilih.
Ia terus mengikuti Sean yang terus berbicara tentang kelebihan mobil yang satu persatu sudah di tunjukan padanya , namun Elin begitu tidak peduli , matanya terus mencuri pandangan pada dua manusia yang masih berbincang dengan asiknya bahkan yang membuatnya semakin kesal , tangan Delila masih tidak beranjak dari lengan Daniel.
" Jadi anda menginginkan yang mana Nona " tanya Sean yang membuatnya sedikit terkejut , " Bisa aku memilihnya nanti saja " jawab Elin dan Sean segera mengangguk
" Tentu Nona " jawabnya dan kembali membawa Elin pada Daniel dan Delila yang masih begitu asik mengobrol.
" Gimana sayang , mobil mana yang kamu pilih ? " tanya Daniel saat melihat Elin datang.
" Nona belum memilih Tuan " jelas Sean.
" Kenapa , apa tidak ada yang kamu suka ? " sambung Delila.
" Tidak , semuanya aku suka.. " jawab Elin menggantung , " yang tidak aku sukai ini " katanya lagi sambil melepas tangan Delila dari lengan Daniel.
" Oh astaga Nona , tolong jangan salah paham kami sudah berteman dari sejak kecil " jelas Delila sambil tertawa , " Ya aku tahu dan aku yakin kau perempuan yang cerdas " ucap Elin , " ya kau benar , seharusnya kau juga begitu , supaya kau bisa membedakan perempuan mana yang harus kau cemburui " jelas Delila santai namun sedikit menajamkan tatapnnya pada Elin.
Ujung bibir Elin terangkat dan tanpa takut membalas sorotan mata yang lebih tajam pada Delila " cerdas itu masalah otak bukan hati Nona Delila , hatimu tidak bisa membedakan ketika kau cemburu , tapi otak cerdasmu seharusnya bisa berpikir , apa yang harus kau lakukan pada kekasih orang lain " ucapnya tanpa takut.
" Kau benar berlebihan dan sangat berbeda dengan Hannah "
" Ceh , apa kau sedang membandingkan aku dengan mantan kekasih Daniel " kata Elin sedikit tertawa dan melangkah lebih dekat pada Delila.
" Ya mungkin dia tidak pernah melakukan ini dan hanya terus merelakan saat kau bergelayut di lengan kekasihnya , tapi aku bukan Hannah nona Delila aku Merlinda , aku tidak menyukai saat milikku di sentuh orang lain dan persahabatan lawan jenis ada batasannya , aku rasa jika kau memang perempuan cerdas kau akan tahu perbedaan posisimu dan posisiku " jelas Elin yang begitu menekankan perkataannya dan tidak menurunkan sorotan matanya sedikit pun.
" semoga pertemanan kalian tidak berakhir setelah ini " lanjutnya lagi , Elin menatap sekilas pada Daniel kemudian berjalan pergi meninggalkan ruangan yang mulai terasa dingin oleh pertikaian.
Bibir Daniel tersenyum sempurna menatap punggung Elin yang lebih dulu pergi " Maaf Delila aku juga harus pergi " ucap Daniel.
" Dan jangan bertingkah seperti itu lagi , aku sungguh takkan membelamu " lanjutnya.
" Ya , aku tahu aku memang tidak berharga untukmu tapi kekasihmu benar benar mengejutkan aku Daniel " ucap Delila yang masih tidak percaya kalau dirinya baru saja di maki oleh seorang perempuan , " Tapi dia sangat cocok menjadi kekasihmu , aku rasa perempuan satu kota New York ini pun tidak akan mampu melawannya " lanjut Delila.
" Kau benar , itulah alasannya kenapa aku begitu mencintainya " jelas Daniel.
" pergilah , aku tidak mau kekasihmu kembali dan mencakar wajahku " ucap Delila tertawa , Daniel kembali memeluk tubuh teman kecilnya itu , " terimakasih telah mengerti " ucapnya.
" Bawa dia makan malam bersamaku nanti dan aku akan menunjukan padanya kalau aku juga memiliki kekasih yang lebih tampan dari Daniel Remkez " balas Delila tertawa lalu melepas pelukannya bersama Daniel.
" itu tidak mungkin , tidak ada yang lebih tampan dariku "
" Kau masih begitu percaya diri , pergilah Daniel aku benar benar tidak ingin di cakar oleh kekasihmu " kata Delila tertawa dan Daniel ikut tertawa namun dengan segera berlari menyusul Elin.
" Kalian memang begitu cocok , lelaki tampan dan perempuan galak " ucap Delila tersenyum sambil menatap punggung Daniel yang sudah pergi.
jangan lupa vote , like dan coment🤗
dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚