Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Kenapa Kau ingin Melakukan ini ?


Darah sudah tercecer di lantai rumah sakit akibat kulit yang robek karena jarum yang di cabut paksa dari tancapannya.


" Hentikan perdebatan ini " ucap Elin yang langsung memeluk pinggang Daniel ketika laki-laki itu bersiap untuk berlari mengejar Reymond yang membawa tubuh ibunya.


" Aku tidak bisa membiarkan dia membawa tubuh ibuku " sahut Daniel yang masih berusaha untuk melepas tangan Elin yang memeluknya begitu erat ,


" please , setidaknya dia sudah melakukan hal yang benar dengan membawa ibumu lebih cepat , karena apa yang bisa kau lakukan dengan tubuh lemahmu ini " ucap Elin yang terus berusaha menghentikan pergerakan kekasihnya , " Kau tidak tahu apa-apa " ucap lemah Daniel.


" Ya , aku memang tidak tahu masalah apa yang terjadi antara kau dan ayahmu , tapi setidaknya jangan melakukan hal bodoh yang akan berujung pada penyesalanmu sendiri Daniel " kata Elin yang membuat Daniel terdiam.


" Sekarang ayo kita masuk , tanganmu harus segera di obati " lanjutnya dengan menarik tangan Daniel.


"Tidak , aku harus melihat keadaan ibuku "


" Kita akan langsung melihatnya jika tanganmu sudah di obati , karena aku pastikan dia akan kembali pingsan setelah melihat tanganmu seperti ini " jelasnya lagi untuk membuat lelaki itu sedikit mengerti untuk tidak lagi egois.


~


Suasana begitu hening , hanya suara jarum jam yang terus berdetak bersama tetesan air infus yang terus berbunyi.


Brukk " suara pintu yang terbuka dengan begitu keras.


" Mam " ucap Meili yang sudah menangis dan berlari menuju ranjang tempat Viona yang masih terbaring dengan kesadaran yang belum kembali "


" Meil tenanglah , ibumu sungguh baik-baik saja , dia hanya masih tertidur karena pengaruh obat " kata Elin menjelaskan dan memegang tubuh temannya itu.


" Kenapa kau datang huh " teriaknya pada laki-laki paruh baya yang masih berada di sana , " kau lihat , kau selalu datang hanya untuk meninggalkan luka pada kami , apa kau belum puas dengan semua yang terjadi pada kami huh " teriaknya tanpa ampun dan ini untuk pertama kalinya ia berkata begitu kasar pada laki-laki yang menjadi ayahnya itu.


" Meili hentikan " teriak Daniel memotong.


" Apa sekarang kau sudah berpihak padanya Daniel "


" Bukan seperti itu Meili , semua ini terjadi karena hal yang sama seperti yang baru saja kau lakukan ,dan kau lihat mami berakhir tidak sadarkan diri , aku hanya tidak ingin membuatnya semakin terbeban Meili dan kau harus sadar dimana keberadaan kita saat ini , semua orang akan mendengar teriakanmu dan besok pagi semua ini sudah ada di berita pagi , apa itu yang kau inginkan huh ? " kata Daniel menjelaskan.


Meili menghela nafas begitu kasar , dengan menatap begitu tajam pada Reymond , " pergilah , kembalilah pada anak dan istrimu , karena disini keberadaanmu tidak lagi di butuhkan " ucap Meili pelan namun dengan begitu dingin.


" Dan tanpa kehadiranmu keadaan kami sangat baik-baik saja " lanjutnya tanpa ampun.


" Meili hentikan " ucap Daniel dan melihat kearah Reymond yang terdiam dengan tidak berucap sedikit pun.


" Pergilah , kami akan jauh menghargaimu dengan kau tidak ada disini " lanjutnya berbicara pada Reymond , " dan satu hal lagi , kalau saja aku bisa melepas namamu , aku pasti sudah melakukannya sejak dulu " ucapnya membuat Reymond memejamkan sebentar matanya , lalu beranjak dari ruangan itu tanpa kembali berbicara sepatah kata pun.


Mata Elin membesar dengan dahi yang berkerut , ia begitu tidak menyukai perkataan kasar yang keluar dari mulut kekasihnya itu , karena hatinya ikut merasakan perih dengan memposisikan dirinya sebagai Reymond , walau ia tidak tahu kesalahan apa yang sudah di lakukan oleh lelaki paruh baya itu hingga membuat kedua anaknya begitu membencinya.


" Mau kemana ? " tanya Daniel ,saat melihat Elin berjalan menuju pintu.


" Aku harus menenangkan diriku " jawabnya lalu segera keluar dari ruang rawat itu tanpa menunggu persetujuan dari kekasihnya.


" Kemana dia pergi ? " gumamnya setelah melihat kesana kemari dan tidak lagi menemukan tubuh tegap yang baru saja keluar dari ruangan yang sama dengannya.


~


" Tinggalkan aku sendiri " ucap Reymond kepada dua pria bertubuh besar yang terus mengikutinya.


" Ini perintahku " ucapnya dengan meninggikan suaranya.


" Baik tuan " sahut bersamaan dua pria kekar itu , lalu segera beranjak untuk membiarkan tuannya itu sendiri sesuai perintahnya, walau mereka tidak akan pergi lebih jauh.


Reymond duduk tertegun pada kursi yang terpasang pada koridor rumah sakit , hati dan pikirannya begitu kacau setelah menerima perlakukan yang begitu tidak enak dari kedua anaknya , namun semua itu tidak bisa di salahkan , karena semua itu terjadi karena kesalahannya sendiri.


" Minumlah " ucap perempuan yang tiba-tiba memberikan satu botol air minum dingin padanya , ujung bibirnya terangkat saat menyadari setelah beberapa jam berlalu sudah membuatnya cukup mengenali wajah perempuan yang sekarang sedang duduk dengannya.


" Apa mereka menitipkan racun pada minuman ini " ujar Reymond tertawa sambil menatap minuman yang masih mengarah di hadapannya , " minumlah " kata Elin mengulang.


" Setelah minum perasaanmu pasti akan sedikit lebih baik " jelasnya lagi.


Reymond hanya tersenyum sambil mengambil botol dari tangannya dan segera meminumnya tanpa kembali berkata apapun.


" Bagaimana , apa kau merasa lebih baik ? "


" Ternyata memang tidak ada racun , padahal aku sudah begitu pasrah " ucap Reymond dengan terus melihat pada botol dengan isi yang sudah berkurang.


" Mereka tidak mungkin melakukan itu padamu " ucap Elin begitu hati-hati.


" Kau tidak tahu apa-apa nona "


" Ya kau benar Tuan , aku memang tidak mengetahui apapun tapi aku sangat tahu kalau saat ini hatimu sedang sangat terluka " lanjut Elin tanpa Melihat kearah Reymond , namun membuat laki-laki paruh baya itu yang melihat kearahnya.


" Aku rasa kau berlebihan , aku tidak tahu seperti apa hubunganmu bersama putraku tapi kita tidak begitu dekat nona " ucap Reymond , membuat Elin kembali menatap matanya tanpa takut.


" Anda salah , aku berkata seperti ini bukan karena aku ingin mengambil simpati dari anda , melainkan karena aku sangat mengetahui bagaimana perasaan anda saat ini " katanya menjelaskan.


" Aku tidak tahu , apa yang sudah anda perbuat dengan keluarga anda tapi aku sangat yakin kalau sekarang anda begitu menyesalinya " lanjutnya tanpa membiarkan ayah dari kekasihnya itu berbicara.


" Maaf aku begitu lancang untuk turut campur dalam masalah ini ,tapi aku berjanji , Daniel tidak akan pernah berkata seperti itu lagi padamu "


" Kau tidak perlu bersusah paya untuk melakukan itu nona ,karena selamanya mereka akan membenciku dan yang kau lakukan akan menjadi sia-sia " ucap Reymond


" Tidak ada yang sia -sia Tuan , walau seorang anak sangat membenci ayahnya tapi jauh di dalam hatinya , ia pasti pernah merindukan sosok itu kembali hadir di dalam hidupnya dan aku yakin Daniel dan Meili juga seperti itu " ujar Elin membuat Reymond benar-benar terdiam.


" Aku permisi , maaf telah begitu banyak bicara " ucapnya lagi sambil beranjak dari duduknya , " dan aku mohon maafkan perkataan mereka tadi " lanjutnya sambil menundukkan tubuhnya sebagai rasa hormat pada orang yang jauh lebih tua.


" Kenapa kau ingin melakukan ini ? " tanya Reymond yang membuat langkah kaki Elin terhenti.


" Aku hanya ingin memperbaiki sesuatu yang masih bisa di perbaiki , karena akan sangat menyakitkan ketika kita tidak bisa melakukan apa-apa sedangkan kita begitu mengharapkan kehadirannya " jelasnya dengan kalimat ambigu.


" Dan aku hanya tidak ingin Daniel menyesal " lanjutnya dengan kembali melihat kearah Reymond.


" Sekali lagi permisi Tuan , semoga anda selalu di berikan kesehatan " ucapnya dengan begitu hormat dan tubuh yang kembali menunduk , lalu beranjak dari hadapan Reymond yang masih terdiam.


" Bagaimana bisa Daniel bertemu perempuan seperti itu" gumamnya namun dengan bibir yang sedikit tersenyum ,sambil terus menatap punggung perempuan yang baru saja meninggalkannya dengan sebotol air minum.


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚