Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Hari Yang Menyenangkan


Ujung bibir Elin terangkat , saat melihat meja makan yang sudah tertata begitu rapi bersama makan-makanan yang baru saja di kirimkan oleh kedua sahabatnya , " kau sudah selesai ? " tanya laki-laki yang nampak begitu santai di dalam apartemennya , bahkan juga mengunakan pakaian rumah yang santai.


" Kau terlihat seperti pemilik tempat tinggal ini " ujarnya menghampiri.


" Lebih tepatnya , pada bangunannya " sahutnya tersenyum.


" Duduklah tuan putriku " sambungnya sambil membukakan kursi meja makan , " apa kau membawa pakaian ganti ? " tanya Elin , dan Daniel menganggukkan kepalanya.


" Apa kau tidak menyadari , aku sudah menyimpan banyak pakaianku di walk ini closet milikmu "


" Benarkah ? kapan kau melakukannya "


" Bahkan aku sendiri lupa , kapan aku memerintahkan pelayanku untuk menyimpannya disana "


" Ceh , kau benar-benar licik " ujar Elin tersenyum.


" Bukan licik , tapi aku sedang mengantisipasi kemungkinan seperti ini , tiba-tiba aku harus mandi di tempatmu dan aku sudah memiliki pakaian ganti "


" Kau memang hebat dalam membela diri tuan dan aku benar-benar seperti perempuan bersuami "


" Bisakah kita mulai makan , setelah mandi perutku menjadi begitu lapar " tambahnya dengan wajah memelas.


" Kau selalu menggemaskan " ucap Daniel yang tidak bisa menahan untuk tidak mencubit pipi kekasihnya , " makan yang banyak , kau nampak kurusan " sambungnya yang sudah kembali duduk dan menatap pada kekasihnya yang duduk berhadapan.


" Dasar mesum " umpat Elin sambil mendekapkan kedua tangannya di dada.


" Ceh pikiranmu benar-benar kotor , aku sungguh mengatakan tentang tubuhmu bukan dari bagian tubuhmu "


" Terserah , tapi aku tidak percaya " sahut Elin , sambil menikmati makanan di hadapannya tanpa menunggu lelaki yang masih menatap lekat dirinya dengan tersenyum , " nikmati makananmu " ucap Daniel dengan tangan yang mengucak gemas ujung kepala kekasihnya.


" Kau juga " balas Elin tersenyum manis yang menandakan kalau mereka sudah berdamai.


~


Daniel merenggangkan otot tubuhnya setelah hampir satu jam berkutat dengan ipad kerjanya , " ceh " desisnya tersenyum saat melihat wanita yang sudah tertidur dengan kepala yang berada dalam pangkuannya , " dia pasti begitu lelah " ujarnya sambil mengelus lembut pipi halus milik kekasihnya.


Bibir Daniel kembali melengkung ,Setelah mengingat ada begitu banyak hal menggemaskan yang mereka lakukan malam ini , seperti tadi setelah selesai makan malam mereka saling membantu untuk membersihkan bekas piring kotor mereka , merapikan dapur dan meja makan , itu terus mereka lakukan bersama-sama dengan canda tawa karena saling menjahili satu sama lain.


" Kau benar-benar membuatku bahagia " ucapnya pada orang yang sedang tertidur begitu pulas.


Ia menggeser pelan tubuhnya dan meletakkan kepala kekasihnya dengan lembut di atas soffa , lalu segera mengangkat tubuh tertidur itu menuju ke dalam kamar tidur.


Daniel masih terdiam disisi tempat tidur , matanya tidak berkedip menatap kekasihnya yang masih tertidur dengan begitu lelap dan tidak menyadari tubuhnya yang sudah berpindah.


Pandangannya sedikit tertegun saat melihat sisi atas nakas yang tidak lagi menyimpan bingkai dengan foto yang pernah menyakiti hatinya , namun justru membuatnya terkejut karena gambar itu sudah berganti dengan foto dirinya.


" Kapan dia meletakkan ini " gumamnya dengan perasaan yang begitu bahagia , bahkan ia tidak bisa menahan bibirnya untuk terus tersenyum.


" Apa dia tidak memiliki fotoku yang lebih tampan " tambahnya sedikit protes , namun tidak membuat garis lengkung di bibirnya pudar , " kenapa waktu berputar begitu cepat " lanjutnya saat melihat jam weker yang berada di atas nakas sudah menunjukan pukul hampir tengah malam.


" Good Night " ucapnya sambil mengecup sedikit lebih lama pada dahi Elin dan segera beranjak dari duduknya sebelum niat untuk pulang itu sirna oleh rayuan setan yang lebih menggiurkan untuk tidur di sisi ranjang kosong yang membutuhkan untuk di tempati.


" Mau kemana ? " tanya oleh suara serak yang membuat langkahnya terhenti , " tidurlah , ini masih begitu malam " ucapnya dengan kembali duduk disisi ranjang.


Ntah sadar atau tidak , Elin menarik tangan Daniel , lalu menyelipkan tangan besar itu di antara kedua tangannya dan kemudian di jadikannya sebagai tumpuhan bantalan wajah dengan memposisikan tidurnya lebih nyaman.


" Sayang , bagaimana aku pulang kalau tanganku seperti ini " ujar Daniel dengan tersenyum.


Perlahan Elin membuka matanya , " kalau begitu jangan pulang " ucapnya dengan suara serak.


" Apa kau mau kejadian di kamar mandi tadi benar-benar berlanjut " bisik Daniel yang membuat mata Elin benar-benar terbuka sempurna.


" Pulanglah , ini sudah sangat malam " ucapnya cepat , dengan tubuh yang sudah beranjak dari tidurnya , Daniel benar-benar harus kembali menahan bibirnya untuk tertawa karena kekasihnya selalu nampak menggemaskan dan begitu polos.


" Selamat tidur " ucap Daniel , dan kembali mengecup puncak kepala kekasihnya.


" Kau benar-benar mau pulang ? " tanya Elin saat laki-laki itu sudah berjalan beberapa langkah dari tempat tidurnya.


" Emm.., tapi aku tidak akan menolak jika kau memaksaku untuk tidur disini malam ini " sahut Daniel , yang lagi-lagi harus menahan bibirnya untuk tertawa.


Perempuan itu terlihat beranjak dari tidurnya dan setengah berlari menuju Daniel yang masih berdiri tidak jauh dari ranjang , " i love you " ucapnya begitu manja dengan mata setengah mengantuk , lalu memeluk tubuh atletis itu dengan begitu erat.


" Ada apa ? " tanya Daniel yang begitu bingung dengan tingkah manja tiba-tiba dari kekasihnya.


Elin menggelengkan kepala , " aku hanya begitu takut sendiri " ucapnya pelan , Daniel terdiam dan mendekap wajah sendu itu dengan kedua tangannya , " kau tidak sendiri karena aku akan selalu ada aku , tapi sekarang aku harus pulang karena kau sendiri yang bilang , selama belum mempunyai status yang sah lelaki dan perempuan tidak boleh tidur berdua" jelasnya dengan tertawa kecil , " ya aku tahu " jawabnya kesal.


" Kenapa ? "


" Aku harus keluar kota karena ada pekerjaan yang harus aku selesaikan "


" Baiklah " jawab Elin mengerti , " emm tunggu , berapa hari kau akan pergi ? "


" Mungkin 5 atau 7 hari "


" Kenapa begitu lama ? " tanyanya keberatan ," aku harus menyelesaikannya , karena pekerjaan ini sudah begitu lama tertunda " kata Daniel menjelaskan.


" Bagaimana kalau aku merindukanmu ? "


" Kita tinggal video call sayang "


" Kalau aku mau memelukmu ?"


" Berarti kau harus menunggu "


" Menyebalkan " gerutunya kesal.


" Kenapa begitu manja hemmm , aku hanya pergi sebentar dan beberapa hari ini kau juga pasti sedang di sibukan oleh pekerjaan kantormu "


" Jika kau pergi 5 hari , itu berarti kau baru akan kembali lagi di hari meeting besar itu berlangsung "


" Mungkin "


" Ah , aku benar-benar tidak akan bersemangat " ucapnya begitu lemah.


" Aku yakin kau orang yang bertanggung jawab " ucap Daniel dengan mengusap lembut pipih chubby milik kekasihnya , " tapi aku akan lebih bersemangat jika ada kamu " sahut Elin lemah.


" Aku hanya pergi sebentar dan setelah ini kita akan lebih sering bertemu "


" Ya , jika kau tidak kembali di sibukan dengan pekerjaanmu "


" Tapi kita akan tetap lebih sering bertemu " sahut Daniel tersenyum.


" Baiklah aku pulang " pamitnya lagi , " jangan lupa untuk memberi kabar nanti " pinta Elin dengan wajah cemberut.


" itu pasti sayang dan sampai bertemu di hari meeting besarmu nanti " ucapnya lagi dan Elin yang tidak menyimak dengan benar perkataan kekasihnya , hanya mengangguk lemah dan merelakan kepulangan itu dengan begitu berat. " aku akan mengantarmu "


" Tidak , tidurlah kembali " kata Daniel mencegah.


" Baiklah hati-hati dan kirimkan aku pesan jika kau sudah tiba di apartemenmu "


" Siap tuan putri " jawab Daniel.


" Peluk " ucap tiba-tiba Elin dengan begitu manja dengan kedua tangan yang sudah ia rentangkan , " ceh " desis Daniel tersenyum , namun menerima permintaan kekasihnya dengan begitu senang , " jaga dirimu selama aku pergi dan jangan terlalu lelah " ucapnya dalam pelukan yang begitu erat.


" emmm..kau juga "


" dan jangan nakal " tambah Elin , yang berhasil membuat Daniel tersenyum begitu lebar.


" Aku tidak akan melakukan hal bodoh " sahut Daniel dengan semakin mengertakan pelukannya.


" Sekarang pulanglah" ucap Elin dengan pelukan yang sudah ia lepaskan ,


" sudah ? , apa ada yang ingin kau lakukan lagi sebelum aku pulang " tanyanya menggoda.


" Tidak , pulanglah sekarang "


" Kau begitu jahat "


" Kau yang ingin pulang Daniel " sahut Elin membantah.


" Baiklah , baiklah " kata Daniel yang sudah berjalan menuju pintu kamar.


" Bye sayang " teriak Elin tersenyum sambil melambaikan kedua tangannya.


" Kenapa aku begitu murahan " geramnya pada diri sendiri , lalu kembali berjalan menuju tempat tidur danmerebahkan tubuh yang masih lelah dan mata yang masih mengantuk, " i love you Daniel " ucapnya sebelum kesadarannya benar-benar menghilang oleh mimpi.


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚