
" Elin hentikan pekerjaanmu , sekarang waktunya kita makan siang karena perutku sudah sangat lapar dan kau juga harus tahu menu terbaik kantin perusahaan ini " ucap Kasih yang begitu tidak sabar sambil merapikan meja kerjanya.
" Tunggu sebentar , aku harus menyelesaikan ini "
" Tidak nona , perutku sudah tidak bisa lagi menunggu " katanya dengan menarik tangan Elin .
" Ya ya , kau memang sungguh tidak sabaran " ucap Elin tertawa sambil beranjak dari duduknya.
" Apa kau juga akan ikut ? " tanya Bimbim pada David yang baru saja beranjak dari meja kerjanya , " apa kantin itu milikmu ? " tanya baliknya membuat Bimbim mendengus kesal dan orang lain tertawa geli.
" Ayo " ajak Frans berjalan lebih dulu , di ikuti Elin dan Kasih sambil berbincang , Bimbim dan David yang hari ini tampak tidak sibuk dengan benda pipihnya namun tetap diam dengan gayanya.
Elin sedikit tertegun menatap Desain Kafeteria yang begitu menarik , ruang yang megah dan meja makan yang tertata begitu rapi di dalam ruangan dengan ukuran yang begitu luas , " Apa yang ingin kau makan ? , di sini menyediakan Appetizer , Main Course dan Dessert dan kau tinggal memilihnya " kata Kasih menjelaskan dan Elin masih terdiam memikirkan apa yang sedang ia inginkan , karena akhir akhir ini ia sedikit bosan dengan menu makanan America.
" Kau terlalu lama berpikir " ucap Kasih lalu menarik tangan Elin menuju Buffet.
" Kalian kemeja dulu , ada sesuatu yang harus aku tunggu " ucap Kasih yang masih berdiri di hadapan Buffet.
" Awas " teriak David saat Elin hampir saja terjungkal oleh kaki yang tiba tiba menghalangi langkah kakinya , dan beruntung laki laki itu lebih dulu menarik lengannya untuk tetap berdiri dengan seimbang.
" kakimu menghalanginya " bentak David kesal karena tahu itu sengaja di lakukan " ooppss sorry " ucap seseorang tersenyum yang tidak lain adalah Sharen.
" Terimakasih David " ucap Elin dan menatap begitu tajam pada Sharen lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju meja panjang yang sudah di duduki lebih dulu oleh Frans dan Bimbim , hari ini ia begitu enggan berdebat dan memilih menghindar meski tangannya sudah begitu gatal untuk menarik rambut perempuan itu.
" Lain kali saat berjalan gunakan matamu dengan benar " ucap David ,
" Ya Tuan David " sahutnya begitu santai sambil tertawa.
" Apa yang terjadi ? " tanya Bimbim , " apa mereka membuat ulah lagi ? " sambungnya karena dari kejauhan ia melihat kalau Elin hampir saja terjatuh tepat di samping meja tempat tiga serangga itu duduk , " ya sepertinya mereka masih kesal padaku " jelas Elin dengan santai sambil terus mengunyah makanannya , " dia begitu karena merasa berkuasa disini , ceh menjijiikan , aku sungguh tidak menyukai mereka " ujar Bimbim berdelik.
" Aku yang hampir terjatuh kenapa kau yang begitu kesal " kata Elin tertawa.
Brukkk "suara piring yang terjatuh berhamburan , semua orang menatap ke arah suara tak terkecuali Elin dan yang lainnya.
" Kasih " teriaknya yang langsung beranjak dan berlari menuju Kasih yang sudah tersungkur dengan tumpahan makanan berserakan di lantai.
" Apa maumu huh ? " teriak Kasih pada perempuan yang masih duduk dengan begitu santai setelah membuatnya terjatuh , " kenapa kau berteriak padamu ? " tanya Sharen , " kau yang membuatku terjatuh "
" Aku , kau menuduhku " sahut Sharen dengan menunjuk dirinya sendiri , " kau yang tidak menggunakan matamu dengan benar " lanjutnya tanpa rasa bersalah.
" Bangunlah " ucap Elin sambil membantu Kasih beranjak dari lantai , dan menepis sisa makanan yang masih melekat pada pakaiannya.
" Sepertinya kau harus pulang Nona Lollypop , pakaianmu begitu sangat kotor dan menjijikan " ucap Sharen.
" Maaf aku pinjam minumanmu " ucap Elin tiba tiba pada karyawan yang masih duduk di meja yang tak jauh dari mereka dan membawa gelas berisikan air itu tanpa menunggu pemiliknya untuk menyetujui.
Sruuukk " suara air yang di siram oleh Elin tepat di wajah Sharen.
" Maaf , aku hampir terpeleset dan tidak tahu akan mengenai wajahmu " ucapnya namun tidak menurunkan tatapan tajamnya pada perempuan itu , " apa yang kau lakukan huh , kau membasahi pakaianku " teriak Sharen begitu murka.
" Aku sungguh tidak tahu akan mengenai wajahmu , kau yang salah kenapa tidak menghindarinya "
" Kau pikir aku bodoh , kau dengan sengaja melakukannya untuk menyiramku "
" Benarkah , aku rasa itu hanya pikiran jahatmu " jawab Elin begitu santai " pulanglah nona , pakaianmu sudah basah dan emmm..kau terlihat sedikit murahan " ucapnya lagi sambil menatap pada pakaian Sharen yang basah dan menjiplak pakaian dalamnya dengan sempurna.
" Ayo Kasih " ajaknya , menarik pelan tubuh yang masih di penuhi dengan tumpahan makanan.
" Aku menunggunya " balas Elin tersenyum puas , " maafkan aku , aku tahu kau sengaja melakukannya untuk membalas perbuatannya padaku " ucap Kasih pelan.
" Mari aku antar kau ke toilet " ajaknya tanpa memperdulikan perkataan Kasih yang terlihat merasa bersalah padanya.
" Tapi kau belum makan apapun "
" Kau juga " sahut Elin.
" Kau tidak apa apa ? " tanya Bimbim mendekat , " kalau saja aku tahu lebih cepat yang terjatuh adalah kau , aku pasti akan menyiramkan makananku kepada mereka " sambung Bimbim.
" Kau seperti polisi India " ucap Elin pada Bimbim , " Polisi India ? " ulang Bimbim dan Kasih bersamaan karena mereka tidak mengerti maksud dari kalimat ambigu dari perempuan itu , " baru tiba setelah masalahnya selesai "jelas Elin tertawa , " sial " umpat Bimbim namun dengan ikut tertawa .
" Kalian kembalilah lebih dulu , aku harus menemaninya membersihkan diri " ucap Elin pada Bimbim lalu membawa tubuh Kasih menuju toilet yang berada di dalam kantin .
" Sebaiknya kau pulang saja Kas , pakaianmu sedikit basah dan berantakan , biar aku yang meminta ijin pada Ms.Laurent nanti " ucap Elin yang merasa begitu kasihan pada Kasih , " tidak apa apa , ini akan segera mengering dan ada pekerjaan yang tidak bisa aku tinggalkan hari ini "
" Biar aku yang menyelesaikannya "
" Jangan Elin , aku sudah begitu banyak merepotkanmu dan kau sedang berada dalam masalah karena aku "
" Masalah ? " ulang Elin , " oh ..jangan kau pikirkan tentang itu " lanjutnya setelah mengerti apa yang di maksud oleh temannya itu.
" Pulanglah Kasih , kau bisa mempercayakan tugasmu padaku "
" Tidak , aku sungguh tidak apa apa ? " ucap Kasih menolak dan tak ingin semakin merepotkan teman baru di tempat kerjanya itu.
" Kau serius ? " tanya Elin dan Kasih mengangguk.
Namun tidak lama perempuan itu terlihat membuka blazer berwarna hitam yang ia gunakan , " pakai ini " katanya sambil mengarahkan pakaian itu pada tubuh Kasih , " aku sungguh tidak apa apa Elin "
" Jangan membantah , pakaian dalammu sedikit terlihat " ucapnya sambil mengatur blazernya untuk masuk pada tubuh Kasih , " ternyata ukuran pakaian kita sama " katanya lagi .
" Thankyou so much Elin " ucap Kasih yang menatap begitu simpati atas kebaikan perempuan itu , padahal mereka baru saja bertemu.
" Ya ya , ayo " sahut Elin menarik tangan perempuan itu untuk kembali menuju lantai ruang kerja mereka.
Hampir semua mata laki-laki yang mereka lewati , selalu melihat kearah mereka dengan tatapan yang tidak bisa di tebak , membuat Elin menjadi bingung becampur risih , " Apa ada yang salah ? " tanyanya pada Kasih.
Ia tidak menyadari setelah membuka Blazernya , kemeja ketat dan celana panjangnya yang ia gunakan tidak mampu menutupi bentuk tubuhnya yang masih terlihat sangat seksi oleh kaca mata pria yang melihatnya , di tambah dengan rambut bergelombang indah miliknya , pesona kekasih Daniel Remkez itu memang tidak bisa di ragukan.
" Tidak " sahut Kasih.
" Aku merasa semua orang seperti sedang menatapku " lanjutnya.
" itu karena kau sangat cantik " jelas Kasih tersenyum.
" Jangan bercanda Kasih "
" Aku tidak bercanda , tubuhmu terlihat begitu cocok dengan pakaian ini dan sepatu heels yang kau gunakan " jelas Kasih , " kau benar benar bercanda , mereka menatapku karena aku karyawan baru di sini " katanya menolak untuk percaya dan semakin mempercepat langkahnya karena sudah begitu risih dengan tatapan mata lelaki yang terus melihat ke arahnya tanpa berkedip.
jangan lupa vote , like dan coment🤗
dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚