Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Pilihan Terbaik


Sinar matahari pagi mulai terasa panas dan sedikit membakar kulit kedua perempuan yang masih duduk di kursi taman , " ayo Elin " ajak Meili tiba-tiba sambil menghapus sisa air mata di pipinya , " sebenarnya masih banyak hal yang belum aku ceritakan , tapi jika aku ceritakan semuanya kau pasti akan terlambat berangkat ke kantor hari ini "


" Kalau begitu lanjutkan cerita itu nanti "


" Sepertinya tanpa aku lanjutkan , kau akan tahu dengan sendirinya "


" itu tidak mungkin Meili , akan sangat lancang jika aku mencari tahu sendiri tentang itu "


" Ceh , kau selalu begitu lugu " ujar Meili tertawa.


" Bukan seperti itu , maksudku kelak kau akan tahu dengan sendirinya jika sudah menjadi istri kakakku " jelas Meili , dan Elin sedikit tersentak dengan kalimat yang keluar dari mulut adik kekasihnya itu , " dia pasti akan menceritakan segalanya padamu " tambah Meili.


" Ayo " ajak Elin tiba-tiba.


" Kau selalu terlihat malu , saat aku mengucapkan kalimat istri kakakku " ujar Meili kembali tertawa.


" itu terdengar masih mengerikan untuk telingaku " sahut Elin yang sudah kembali berjalan , " kau benar-benar sangat lucu kakak ipar " tambah Meili yang begitu senang menggoda Elin.


" Meili hentikan " teriaknya sedikit kesal.


" Baiklah kakak ipar " sahut Meili semakin menjadi-jadi dan perempuan itu hanya berdelik menatap kearahnya.


~


" Selamat pagi nona " ucap pelayan yang berdiri di ambang pintu sambil menyediakan beberapa handuk kecil di tangannya ," pagi " balas Meili dengan nafas tersengal di ikuti Elin yang beberap detik lalu menyusul.


Meili mengambil dua handuk ,lalu memberikan satunya pada Elin , " terimakasih " ucap Elin yang langsung mengusap keringat yang sudah membasahi daerah wajahnya , " tuan sudah menunggu anda nona " ucap pelayan pada Elin.


" Ada apa ? " tanya Elin cepat dan sedikit bingung , karena bukankah laki-laki itu sudah mengetahui kemana dirinya pergi , pelayan itu menggelengkan kepalanya , " tuan hanya meminta nona untuk segera menemuinya di kamar anda tidur tadi malam " jelas pelayan.


" Kenapa kau menjadi melamun " seru Meili tertawa saat melihat Elin yang tiba-tiba terdiam dengan penuh ke bingungan.


" Ayo " ajaknya sambil menarik tangan perempuan itu.


" Terimakasih " ucap Elin pada pelayab sebelum tubuhnya terseret oleh tarikan tangan Meili.


~


Klek " pintu terbuka dan Daniel segera memutar tubuhnya ," oh syukurlah kau sudah kembali " ucapnya begitu senang setelah melihat kekasihnya yang berada dari balik pintu.


" Wawww " teriak Meili yang juga berada di sana bersama Elin , matanya terpanah pada tumpukan pakaian wanita yang di ikuti tas dan beberapa sepatu , dan ia sangat tahu kalau itu pakaian dari brand terkenal dunia.


" Apa kau ingin membuka bazar Daniel ? " tanyanya.


" Kemari sayang " ajak Daniel sambil menarik tangan Elin kearah barang-barang yang nampak di kagumi oleh adiknya itu.


" Apalagi yang kau lakukan Daniel ? " tanya Elin yang nampak keberatan melihat barang semua barang yang sudah menumpuk di kamar tidurnya tadi malam , " aku takut pilihanku salah , jadi aku meminta Reza membawa semuanya supaya kau bisa memilih " jelasnya dengan begitu santai , Elin menghela nafasnya , lagi-lagi ia harus berada di pilihan yang sulit karena semua barang-barang itu terlihat sangat bagus , namun jika ia tidak cepat memilih laki-laki itu pasti akan kembali membungkus semua barang-barang itu untuknya , dan Elin belum berminat untuk membuat apartemennya menjadi tokoh barang-barang branded.


" Apa kau mau aku yang memilihkannya Elin ? " tanya Meili mencampuri.


" Meili keluar " usir Daniel.


" Aku rasa itu bukan ide yang buruk" potong Elin dan Meili segera memeletkan lidahnya pada Daniel , " duduklah di soffa itu dan aku akan memilihnya " ucapnya begitu bersemangat.


" Apa tidak ada yang kau suka ? " tanya Daniel yang sedikit kecewa melihat raut wajah Elin yang terlihat tidak bersemangat , " tidak sayang , semua sangat bagus dan itu membuatku bingung untuk memilihnya " jelasnya.


" Kalau begitu kau bisa mengambil semuanya " ucap Daniel begitu Enteng membuat Elin menatap tajam kearahnya dan kembali menghela nafasnya , " tidak , tidak pakaian yang kemarin kau belikan saja masih menumpuk di apartemenku dan belum semuanya aku gunakan "


" Tidak apa-apa sayang , kau bisa menggunakan itu nanti "


" Tidak tidak , jika aku membawa semua barang ini ke apartemenku , maka ruangan itu akan berubah menjadi tokoh pakaian dan aku belum berminat untuk merubahnya " jelasnya , membuat Daniel tertawa.


" Baiklah aku tidak akan memaksa " ucapnya mendekat kearah Elin.


Cup " Daniel mendaratkan ciuman singkatnya di dahi Elin.


" Sayang , aku masih keringatan " keluh Elin dan sedikit menjauhkan tubuhnya.


" Aku tidak peduli " ucap Daniel bahkan sekarang beralih memeluk erat tubuh perempuan itu ," kau memang tidak tahu malu " gerutu Elin sambil memberontak karena merasa sangat malu pada Meili yang juga berada di sana , walau perempuan itu terlihat tak peduli dan sibuk dengan barang-barang pilihannya untuk Elin.


" Kau sangat menggemaskan " ucap Daniel sambil mencubit gemas pipi yang sudah merona.


" Mandilah " kata Elin padanya.


" Ya , aku memang sudah berniat untuk itu dan sampai bertemu 30 menit lagi di meja makan " sahutnya sambil kembali mencium singkat dahi Elin , lalu segera beranjak dari ruangan itu.


" Coba kau lihat " pinta Meili yang sepertinya sudah menemukan pilihan terbaiknya , perempuan itu memperlihatkan kemeja berwarna cream dengan kerah yang berbodir dan blazer berwarna hijau tosca yang senada dengan celananya , " good Meili " ucap Elin yang merasa sangat setuju dengan pilihan perempuan itu.


" Apa kau suka ? "


" Dan ini sepatu dan tasnya " tambah Meili sambil menunjukkan barang-barang yang berasal dari brand yang sama.


" Di*r " ucap Elin yang memang selalu menyukai barang-barang dari brand ternama itu.


" Kau suka ? "


" Bahkan sangat suka " sahut Elin.


" Berarti kita sama " ucap Meili.


" ah aku benar-benar tidak sabar menunggu kau jadi kakak iparku " tambahnya dengan begitu senang.


" Sebab ? "


" Sebab, kau akan menjadi partner belanja yang menyenangkan dan akan lebih menyenangkan lagi karena Daniel pasti tidak akan memarahiku karena aku menghabiskan uangnya bersama istrinya sendiri "


" Secara tidak langsung kau sedang memanfaatkan aku Meili "


" Tapi itu juga menguntungkan untukmu " sahutnya , dan ruangan menjadi begitu berisik dengan gelak tawa oleh kedu perempuan itu.


" Cepat mandi , untuk kali ini Daniel tidak akan mengampuniku karena telah membuat kau terlambat " ucap Meili , lalu meninggalkan Elin untuk bersiap pergi kantor.


~


" Ayo sayang , kita sudah sedikit terlambat " ucap Daniel yang terlihat sedikit bergegas sambil melihat ke arah alroji di tangannya , " mam kami berangkat dulu " pamit Elin pada Viona sambil mencium punggung wanita itu.


" Ini sebabnya kenapa mami lebih suka wanita indonesia " ucap Viona dengan tangan yang mengelus pada rambut Elin.


" Pilihanku memang terbaikkan mam ? " sambung Daniel dengan begitu bangga.


" Kami pergi dulu " tambahnya , lalu ikut mencium punggung tangan Viona , " Dimana Papi ? " tanyanya yang memang tidak lagi melihat keberadaan ayahnya sejak di meja makan.


" Papimu sudah pergi satu jam yang lalu dan dia meminta maaf karena tidak lagi bisa menunggu " jelas Viona.


" Sampaikan salamku pada beliau mam " tambah Elin dan wanita itu mengangguk.


" Kami pergi dulu " pamitnya lagi.


" Kau harus lebih sering kemari " pinta Viona dan bergantian Elin yang kini menganggukkan kepalanya , " aku akan selalu menyempatkan untuk datang " ucapnya.


" itu harus " sahut Viona tertawa dengan nada yang sedikit memaksa.


" Bye mam " pamit Daniel sambil melambaikan tangan , lalu segera menarik tangan kekasihnya untuk masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan untuk mereka.


" Hati-hati " ucap Viona sebelum mobil sport berwarna merah muda itu meninggalkan perkarangan rumahnya.


~


" Sayang turunkan aku disini " pinta Elin dengan jarak 50 meter antara mobil dan gedung tempat dirinya bekerja , " sayang ini masih sangat jauh "


" Tidak apa-apa , aku hanya berjalan sedikit lagi "


" Mereka tidak akan melihat kita di dalam mobil ini "


" Tidak ada yang menjamin sayang " sahutnya sambil bergegas dari dalam mobil yang sudah berhenti.


" Bye sayang , sampai bertemu di dalam kantor " ucapnya dengan tangan yang siap membuka pintu mobil.


" Hampir saja aku lupa " ucapnya yang kembali lagi memutar tubuhnya dan berangsur mendekat pada Daniel.


Cup


" Jangan marah dan jangan berburuk sangka " ucapnya setelah melayangkan ciuman singkat di pipi kekasihnya dan laki-laki itu langsung tersenyum , " kau memang selalu bisa meluluhkan aku " ucap Daniel begitu senang.


" itu memang kehebatanku " katanya dengan begitu bangga ,lalu kembali ingin beranjak dari dalam mobil.


" Bye sayang " ucap Daniel sedikit tidak rela melihat kekasihnya berjalan kaki.


" Bye " sahut perempuan itu sambil melambaikan tangannya dari luar kaca mobil.


Mobil yang membawanya bersama Daniel baru saja melaju , dan Elin masih menyempatkan untuk merapikan pakaiannya terlebih dahulu sebelum melanjutkan langkahnya menuju gedung tinggi itu.


" Elin " panggil seseorang tiba-tiba dan itu benar-benar membuat Elin tersentak dan takut bersamaan.


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚