Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Itu Karena Kamu


" Central Park " ucap Elin menyebut nama taman kota terkenal di New York , Daniel mengangguk dan segera membuka pintu mobil lalu berjalan kearah pintu mobil yang berada di sisi Elin.


" Ayo " ajaknya setelah membuka pintu mobil dan mengulurkan tangan pada perempuan yang masih terdiam menatap pepohonan rindang dengan pancaran sinar lampu taman.


" Kenapa kita kemari ? " tanyanya begitu bingung , namun tidak menolak dan mengikuti langkah Daniel yang sudah menggandeng tangannya dengan begitu erat.


" Kenapa ini begitu sepi ? " tanyanya lagi sambil terus mengikuti langkah besar kekasihnya yang berjalan dengan begitu santai , " apa kau akan keberatan jika aku mengajak kau berjalan mengitari taman ini ? " tanya Daniel dengan menghentikan langkahnya dan menatap pada wajah kekasihnya yang masih terlihat kebingungan , " tidak , justru aku menyukai suasana seperti ini , tapi yang membuatnya buruk , aku menggunakan ini " tunjuk Elin pada heels yang masih ia gunakan pada kakinya , " naiklah ke punggungku " pinta Daniel tiba-tiba dengan tubuh yang sudah berjongkok , " tidak , tidak bangunlah , aku hanya bercanda "


" Naiklah " ulang Daniel , Elin terdiam dan nampak ragu , " Ayo , aku akan membukanya jika benar-benar sudah tidak kuat berjalan " ajaknya dengan menarik tangan Daniel untuk kembali bangun dari posisi jongkoknya.


" Aku tahu kau bukan perempuan yang ingin di repotkan , tapi aku sungguh ingin kau berada di punggungku " ujar Daniel begitu serius meminta dengan senyum yang pasti akan mampu meluluh lantakan hati Elin.


" Kenapa kau begitu memaksa , aku tidak akan bertanggung jawab jika besok punggungmu encok " gerutu Elin dengan menggunakan bahasa Indonesia , seperti yang sering mereka lakukan saat hanya berdua , mengingat laki-laki blasteran itu cukup mengerti dan cukup fasih untuk mengucapkannya , walau terdengar begitu kaku.


" Jika aku yang meminta , berarti semua sudah siap aku pertanggung jawabkan " ucap Daniel sambil memposisikan tubuh Elin lebih nyaman untuk berada di punggungnya , " Apa tubuhku berat ? " tanya Elin sedikit malu dan Daniel menggelengkan kepalanya , " bahkan aku seperti tidak menggendong apapun "


" Benarkah ? , apa aku sekurus itu " ucap Elin tidak percaya dan Daniel kembali menganggukkan kepalanya , " kau harus menaikan berat tubuhmu , supaya lebih berisi " ujarnya dengan menggerakkan bagian tengah pundaknya , " tapi tubuhku sudah ideal "


" Ya , hanya kurang berisi di bagian tertentu " jelasnya dengan menahan bibirnya untuk tersenyum , " seperti ? " tanya Elin yang masih belum mengerti.


" Semua orang mengatakan bentuk tubuhku sangat bagus , bentuk bokongku juga tidak buruk walau tidak sebesar Kylie Jenner dan emm..ya dadaku memang berada di katagori standar " racaunya tanpa sadar , " tunggu " ucapnya dengan mata membesar.


" Turunkan aku " pintanya sedikit memberontak.


" Ada apa ? " tanya Daniel dengan menahan bibirnya untuk tersenyum.


" Aku tahu apa yang ada di otakmu Daniel " teriaknya , " turunkan aku " sambungnya dengan begitu kesal karena merasa harga dirinya sudah di lecehkan oleh kekasihnya sendiri.


" Jangan seperti itu , nanti kau akan terjatuh " ucap Daniel yang berusaha untuk menahan tubuh kekasihnya yang terus memberontak untuk tidak terjatuh.


" Turunkan aku Daniel "


" Aku hanya bercanda , dan aku sama sekali tidak berpikir mesum , dia yang menempel pada punggungku " jelasnya dengan menahan bibirnya untuk tertawa , " Aku benar-benar merasa di lecehkan oleh kekasihku sendiri " ujar Elin dengan gaya menangis , " aku sungguh hanya bercanda sayang , aku menerima apapun bentuk tubuhmu "


" Lalu kenapa tadi kau mengungkitnya huh "


" Sungguh , aku hanya bercanda "


" Bohong "


" Tidak , aku sungguh menerima bagaimana pun keadaanmu "


" Walau sedikit lebih besar lagi itu jauh lebih baik " lanjutnya dengan begitu pelan , namun masih mampu terdengar di telinga Elin.


" Daniel " teriak Elin geram dan benar benar merasa kesal di buat oleh kekasihnya , " kau tunggu saja pembalasanku " lanjutnya.


" Pembalasan " ulang Daniel sambil menghentikan langkah dan menoleh kearah wajah Elin yang berada di samping telinga kanannya dengan tubuh yang masih memeluknya dengan begitu erat , " Aku benar-benar akan membuat tubuhku seperti Kylie Jenner" ucap Elin kesal.


" Aku akan membiayainya sampai sempurna " sahutnya tanpa beban , membuat Elin kembali memberontak , " kau benar-benar tidak menerima aku apa adanya " lanjutnya dengan begitu kesal.


" Ya ,tapi aku juga manusia yang paling kau cintai " lanjut Daniel


" Kau begitu percaya diri "


" Ya , karena aku sangat yakin memang seperti itu " ucap Daniel dan Elin hanya bisa berdecih tanpa mampu menyangkal apa yang di katakan oleh kekasihnya , " ini tidak buruk " ucapnya dengan tubuh yang tidak lagi memberontak.


" Kau suka ? " tanya Daniel yang kembali menoleh untuk melihat wajah kekasihnya dan


Elin mengangguk di ikuti dengan bibir yang melengkung dengan sempurna.


" Ini begitu romantis " lanjitnya sambil menatap kearah langit malam dengan beberapa bintang yang bersinar , " kau menyukai hal sederhana seperti ini ? " tanya kembali Daniel dan Elin lagi-lagi menganggukkan kepalanya ," aku lebih menyukai hal seperti ini dari pada kau membawaku dinner di restoran mewah " sahutnya dengan masih menatap kagum pada keindahan langit malam yang seperti memberi dukungan pada suasana romantis mereka , namun sesaat ia tertegun saat melihat satu bintang yang sinarnya terlihat begitu terang dari sinar bintang yang lain.


" Apa itu kau ? " tanyanya dalam hati dan kembali membuatnya teringat pada suasana malam yang pernah terjadi lima tahun yang lalu , " ternyata kau benar-benar menjadi bintang itu " gumamnya dengan hati yang sedikit perih.


" Apa sinar terangmu memberi arti kalau kau bahagia melihatku sekarang , gery " lanjutnya dan bintang itu seolah memberi jawaban lewat pancaran sinar yang terlihat semakin jelas , " Terimakasih untuk terus menjagaku dan aku harap kau juga bahagia di tempatmu " ucapnya dengan air mata yang tanpa sadar menetes , namun segera ia tepis sebelum lelaki yang sedang menggedong tubuhnya itu menyadari.


Ia semakin mengeratkan pelukannya dan menyandarkan kepalanya dengan begitu nyaman pada pundak Daniel , " aku begitu takut saat dokter Albert mengatakan kalau kondisimu sedang kritis " ucapnya pelan namun terdengar bergetar.


" Aku sudah baik-baik saja " ucap Daniel dengan menggerakkan kepalanya untuk menyentuh lembut wajah Elin, karena tangan yang tidak bisa melakukannya.


" Terimakasih untuk tetap bertahan " ucap Elin dengan menenggelamkan wajahnya pada pundak kekasihnya , " itu karena kamu " sahut Daniel dengan batin yang terenyuh karena menyadari Elin yang sudah menangis di pundaknya , " aku sungguh tidak ingin kamu pergi " lanjutnya dengan suara yang terdengar semakin serak , " aku tidak sedang kemana-mana dan masih disini menggendong tubuhmu " sahut Daniel yang sengaja tidak ingin memperkalut keadaan walau sebenarnya hatinya begitu terluka.


" Aku ingin kita selalu bersama "


" Kita akan selalu bersama-sama , dan itu sudah menjadi janjiku "


" Tapi terkadang Tuhan selalu memberi takdir yang tidak bisa di tebak, dan aku begitu takut dengan hal itu " ucap Elin yang kembali menegakkan wajahnya dan menghapus sisa air mata yang masih menetes.


" Itu di luar batasanku , tapi kau tidak perlu khawatir karena aku akan terus memohon supaya Dia tidak pernah merubah takdir dari yang kita inginkan " ucap Daniel.


" Dan aku rasa Dia akan mengabulkan " lanjutnya tersenyum.


" Apa kau malaikat yang begitu mengetahui Tuhan ? "


" Tidak , tapi aku sangat yakin dia tidak akan menolak doaku "


" Kau bicara seolah Tuhan adalah bawahanmu di dalam tempat kerja "


" Bukan seperti itu "sahutnya melemah.


" Lalu ? "


" Karena ini , untuk pertama kalinya aku memohon pada-Nya " jelasnya pelan, membuat Elin benar-benar terdiam dengan hati yang merasa begitu tersentuh dan bersamaan dengan perasaan yang merasa begitu spesial.


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚