
Mata Elin terkesiap menatap taman belakang yang terlihat begitu luas bersama beberapa pohon yang rindang dan danau kecil yang begitu jernih , " ini sungguh menyegarkan " ucapnya sambil menghirup aroma embun yang terasa begitu sejuk.
" Kau membohongiku " ucapnya pada Meili , perempuan itu menoleh kearahnya dan menatap penuh ke bingungan dengan alis yang saling bertautan , " kau bilang kalau kita hanya akan mengilingi rumahmu "
" Tapi itu benar "
" ya , tapi ini melebihi perkiraanku " keluhnya dan setelah menyadari maksudnya Meili akhirnya tertawa , " maaf , aku hanya lupa mengatakan kalau halaman rumah ini begitu luas " jelasnya sambil terus tertawa ," ini bukan lagi terlihat seperti halaman rumah tapi lapangan golf " gerutu Elin dan kemudian mereka kembali melanjutkan langkahnya untuk berlari-lari kecil di jalan setapak yang memang sengaja di buat untuk berolahraga atau berjalan-jalan santai.
" Kenapa kau tidak pernah memberitahuku dari awal ? " tanya Elin tiba-tiba dan Meili langsung mengerti kearah mana pertanyaan kekasih kakaknya itu , " aku rasa itu tidak penting " sahutnya begitu santai.
" Ya , tapi aku nyaris mati karena serangan jantung karena ini " ucap Elin , membuat Meili semakin tertawa.
" Kau begitu lucu Elin "
" Kau yang menakutkan "
" Menakutkan ? " ulang Meili dan segera menatap kearah perempuan itu.
" Ya , latar belakang keluarga kalian menakutkan untuk aku yang hanya berasal dari keluarga biasa saja dan pasti ada banyak lagi yang aku belum ketahui..."
" Lin " panggil Meili , namun wajahnya tiba-tiba terlihat serius , " jangan pernah berpikir kalau keluarga kita mempunyai kasta yang berbeda , kita sama Elin tidak ada derajat yang akan membedakan kita dan aku yakin Daniel juga tidak menyukai pikiranmu itu " ucapnya , membuat Elin terdiam sejenak , " kau tahu kalau saja aku bisa memilih , aku akan memilih terlahir dari keluarga biasa saja " tambahnya dengan bibir yang sangat jelas di paksakan untuk tersenyum.
" Maafkan aku " ucap Elin yang langsung mengerti perasaan perempuan itu , karena ia sangat mengenal tatapannya , tatapan yang pernah ada di mata Green sahabatnya yang berada di Indonesia dan dulu perempuan itu sering kali mengatakan hal yang sama seperti yang di katakan oleh Meili saat ini , " don't worry Elin , i'm fine " sahut Meili tersenyum , namun buliran kristal sudah terlihat dari sudut matanya , " dan Terimakasih " tambahnya , sambil menggenggam erat tangan perempuan di hadapannya.
" Untuk ? "
" Everything "
" Kehadiranmu benar-benar telah mengubah segalanya " tambahnya dan tersenyum dengan penuh syukur , " aku tidak melakukan apapun Meili "
" Itu hanya hal yang tidak kau sadari , tapi kedatanganmu benar-benar menjadi berkat untuk kami , kau tahu kenapa Daniel terlihat begitu dingin di luar ? , " katanya terhenti , namun setelah menarik panjang nafasnya ia kembali melanjutkan bicaranya , " aku benar-benar sangat menyayanginya Elin " ucapnya dengan suara yang bergetar.
" Dia benar-benar merubah dirinya untuk melindungi aku dan Mami "
" Dia rela melepas kesenangannya demi melanjutkan usaha keluarga kami yang sempat krisis karena masalah keluarga , yang akhirnya membuat semua investor menghentikan investasi saham mereka dan itu benar-benar seperti neraka untuk kami saat itu , semua seperti hancur seketika " ujar Meili yang sudah menangis karena tidak lagi mampu menahan sesak di dadanya , " Meili jangan kau lanjutkan jika itu akan menyakiti hatimu "
" Tidak , ini tidak lagi sesakit dahulu karena sekarang semua sudah sangat membaik "
" Daniel lelaki yang hebat " ucapnya dan menatap penuh yakin pada Elin.
" Aku tahu itu " sahut Elin tersenyum.
" Dia benar-benar telah menciptakan surganya untuk kami , di saat mami terpuruk karena perselingkuhan papi dan saham perusahaan yang anjlok tiba-tiba , sementara pemberitaan di luar sana semakin menyulitkan kami , tapi dia benar-benar bisa membuatnya bangkit kembali dengan kerja kerasnya , bahkan aku tidak pernah menyangkah kalau dia akan melakukan hal sehebat itu "
" Maaf Meili mungkin aku begitu lancang ... " ujar Elin begitu gugup.
" Tentang perselingkuahan papi " potong Meili .
" Kau tidak perlu sungkan Elin , kau bukan lagi orang lain dalam keluarga ini " tambah Meili tersenyum.
" Aku tidak tahu jelas seperti apa kejadiannya karena waktu itu aku masih sangat kecil , tapi aku masih mengingat dengan jelas ketika mami menangis karena kabar berita yang membuatnya begitu terkejut ... , tiba-tiba saja di dalam televisi menampilkan gambar seorang wanita yang mengaku istri sah dari ayahku dan dia mengatakan kalau ayahku meninggalkannya begitu saja untuk menikahi mami , wanita yang dia katakan telah merebut paksa kebahagiannya " jelas Meili dengan air mata yang kembali mengalir dan Elin menjadi terdiam dengan dada yang ikut sesak , " padahal demi Tuhan Elin , mami benar-benar tidak tahu apa-apa tentang pernikahan papi sebelumnya , bahkan ia tidak pernah tahu kalau ternyata papi pernah menikah sebelum menikahinya "
" Dan media.... " sambung Meili terhenti karena harus menarik nafasnya yang mulai terasa begitu sesak karena telah kembali mengingat kejadian yang begitu menyakitkan untuknya , " Meili berhenti jangan lagi di lanjutkan " potong Elin berusaha untuk menghentikan rasa perih di hati perempuan itu , " tidak kau harus tahu bagaimana kelamnya kehidupan keluarga kami "
" Sebaiknya kita duduk di sana " ajak Elin menunjuk kursi taman yang menghadap kearah Danau.
" Tapi saat itu semua berita tiba-tiba menghilang begitu saja , mungkin karena papi telah menggunakan kekuasaannya untuk mengancam semua media " lanjut Meili bercerita , " dan keadaan keluarga kami kembali membaik dengan suasana yang dingin , di luar terlihat baik-baik saja tapi aku sangat tahu kalau setiap malam mami menangis di tempat tidurnya , dia hanya terlihat kuat di hadapan aku dan Daniel "
" Sampai akhirnya mami memutuskan untuk pulang ke Indonesia , mungkin dia berpikir jika berada jauh dari papi , kekecewaannya akan sedikit mencair, tapi ternyata itu tidak merubah apapun dan dia hanya manusia yang tidak bisa menutupi sepenuh luka di hatinya , pikirannya begitu kacau dan dia mengalami depresi yang begitu berat kala itu sampai aku mendengar kabar buruk , kalau dia mengendarai kencang mobilnya dan menabrakan mobilnya pada kendaraan yang berada di hadapannya "
Mata Elin membesar , cerita itu benar-benar telah membuatnya begitu terkejut , terlebih tentang tabrakan yang di lakukan oleh ibu dari kekasihnya , " dan kau tahu Elin , kecelakaan itu telah menewaskan sepasang suami istri " tambah Meili dan linangan air mata yang terus mengalir dari ke dua pipinya , " dan mami hampir saja kehilangan nyawanya demi menyelamatkan gadis kecil yang berada di bawa mobil yang terbalik yang sedikit lagi hampir meledak "
" Lalu sekarang , bagaimana kabar anak kecil itu ? " tanya Elin yang menjadi begitu penasaran tentang cerita bagian itu.
" ntahlah , aku tidak lagi tahu kabar tentang anak kecil itu , karena setelah kejadian itu kita langsung kembali ke America " jelas Meili dan Elin terlihat kecewa karena rasa penasaran dalam dirinya yang tidak terpenuhi , " dan sepertinya dia bukan lagi anak kecil , mungkin usianya sekarang sama seperti kita saat ini " tambah Meili
" Benarkah ? "
" Ya , mami masih sering mengungkit hal itu dan mengatakan kalau anak kecil yang ia selamatkan usianya sama denganku dan aku selalu tidak tega saat melihat dia membicarakannya , dia terlihat begitu terpukul "
" Apa kalian sudah mencoba mencari keberadaan anak kecil itu ? "
" Tentu , bahkan mami sudah berusaha kesana kemari mencarinya , tapi rumah sakit yang merawatnya saat itu tidak memiliki alamat keluarganya dan itu hal yang paling mami sesali karena ia belum sempat untuk melihatnya , ternyata gadis kecil itu sudah di bawa pergi "
" Aku sangat ingin bertemu dengannya dan meminta maaf atas kesalahan ibuku yang sudah membuat dia kehilangan kedua orang tuanya " ucap Meili dengan penuh penyesalan , " semua sudah takdir Meili , tapi aku juga berharap kalian bisa bertemu kembali dengannya "
" Ya aku juga sangat berharap hal itu " sahut Meili begitu lirih.
jangan lupa vote , like dan coment🤗
dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚