
" Hannah " teriak Meili saat melihat perempuan dengan gaun berwarna maroon masuk ke dalam ruangan tempatnya.
" Dimana handphonemu , aku sudah meneleponmu berapa kali dan beruntungnya pemilik bar ini menghampiriku dan menunjukkan tempatmu di sini " omel Hannah sambil meletakkan tasnya di atas sofa , " kau semakin cantik kalau sedang marah Hannah " Kata Meili tertawa.
" Oh ya Meil , aku mengajak temanku "
" Yeeaah , aku sudah melihatnya , duduklah "
" Meili " katanya memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya pada Vale.
" Vale " balasnya tersenyum.
" Kau sangat manis Vale " ucap Meili menatap Vale yang menggunakan jeans berwarna biru tua pendek dan Tank top Printed berwarna hitam.
" Anda juga sangat cantik Nona " balas Vale yang terus tersenyum.
" Terimakasih , duduklah dan nikmati pestanya " kata Meili yang terus tertawa , " Apa kau sudah mabuk ? " tanya Hannah karena melihat Meili terus tertawa sejak tadi ,
" Sedikit , dan ini sangat menyenangkan " katanya dengan mata terpejam , menikmati reaksi alkohol pada aliran darahnya.
" Dimana Elin Meil ? " tanya Hannah lagi.
" Oh astaga aku melupakannya " kata Meili panik , lalu segera beranjak dari duduk yang bersandar pada sofa.
" Hay , Hannah " sapa Elin yang baru saja datang , " darimana saja kau Elin ? " tanya Meili dengan gaya bicara orang mabuk.
" Toilet , bukannya aku sudah bilang padamu "
" Benarkah ? "
" Kapan kau mengatakannya , aku tidak ingat "
" Duduklah , sepertinya kau sudah mabuk "
" Tidak , aku masih baik baik saja " bantah Meili.
Elin dan Hannah saling melempar pandangan dengan tertawa karena tingkah Meili.
" Oh , hay siapa ini ? " tanya Elin pada perempuan yang duduk di samping Hannah.
" Dia My sister " jelas Hannah dan Vale menatap sebentar ke arah Hannah setelah perempuan itu memperkenalkan dirinya sebagai saudara.
" Oh hay , aku Elin , senang bertemu denganmu Nona " ucap Elin begitu ramah.
" Vale , terlebih aku " balas Vale dan menatap lekat wajah Elin , karena selama ini ia sudah begitu penasaran , seperti apa rupa perempuan yang di bela habis habisan oleh Hannah kemarin.
" Kau sangat manis Vale " kata Elin memuji.
" Anda juga sangat cantik Nona , bahkan lebih cantik dari yang aku bayangkan " kata Vale , yang tak bosan menatap wajah cantik Elin.
" Apa Hannah sudah menfitnahku padamu ? " tanya Elin dengan tertawa.
" Aku pikir dia sedikit berbohong dengan tidak jujur mengatakan kalau ternyata kau sangat cantik " sahut Vale ikut tertawa.
" Aku baru memperkenalkan kalian , dan kalian sudah berani menbicarankan aku " timpal Hannah dengan gaya marah , namun itu membuat Elin dan Vale semakin tertawa.
" Kau sangat cantik Elin " ucap Hannah yang ikut takjub dengan gaya Elin malam ini.
" Tidak lebih dari kau Hannah " balasnya.
" Berhentilah saling memuji , semua orang tahu kalau kalian berdua sangat cantik " timpal Vale yang merasa geli dengan tingkah Elin dan Hannah.
" Kau juga Vale " sambung Elin.
" Tidak , aku manis bukan cantik " bantah Vale , " terserah apa maumu Vale " sambung Hannah.
" Maaf , apa kami terlambat ? " ucap salah satu pria dari segerombolan laki laki yang baru datang.
Elin , Hannah dan Vale tertegun dan menatap tidak berkedip pada kumpulan laki laki yang berdiri di hadapan mereka.
" Apa kita sedang berada di surga ? " ucap Hannah pelan.
" Sepertinya , aku selalu kalah saat berhadapan dengan laki laki tampan " sambung Elin yang masih menatap tidak berkedip pada pemandangan menakjubkan di hadapannya.
" Ini benar benar membuatku bergairah , Wine dan laki laki tampan " sambung Vale dan beruntungnya suara mereka tidak terdengar karena pantulan musik EDM yang terus bergema di dalam ruangan.
" Brian " panggil Meili yang baru tersadar , mungkin dia sempat tertidur sebentar , sebelum menyadari kedatangan teman temannya.
" Hay Meil , teman temanmu tidak menanggapi kami " kata brian menyadu sambil tertawa.
" Ceh " desis Meili saat melihat ke arah tiga perempuan yang masih diam tertegun menatap ke arah laki laki yang berdiri di hadapan mereka.
" Setelah ini , aku akan di bunuh oleh Daniel Remkez " gumamnya tertawa.
" Duduklah Brian dan ajak teman temanmu "
" Mereka juga teman temanmu Meil "
" emm.. ya benar , aku sedikit lupa " katanya tertawa dan Brian ikut tertawa karena tingkah Meili.
" Hay para Ladies " teriak Meili di tengah hingar bingar suara musik , dan membuyarkan tatapan tiga perempuan di hadapannya " Ya Meili , kami tidak tuli "
" Benarkan ? , kalian memang tidak tuli tapi kalian sudah lupa diri " sahut Meili tertawa.
" Perkenalkan teman temanku yang tampan ini " lanjutnya lagi , dan tiga perempuan itu menyimak dengan tidak sabar.
" Ini jacob , Danis , Jack , Ben dan Billy " Katanya memperkenalkan satu persatu laki laki tampan di hadapan mereka " Dan itu Brian " sambungnya.
" tapi dia tidak termasuk ke dalam santapan kalian "
" Apa dia pacarmu Meili ? " tanya Elin.
Blussh " wajah Meili memerah mendengar pertanyaan itu.
" Bu..bukan , Dia temanku " bantahnya sambil melirik ke arah Brian sebentar.
Dan kalian para para lelaki tampan , perkenalkan wanita wanitaku " ini Elin , Hannah dan ini Vale "
" Waawww kau hanya membawa tiga tapi yang terbaik Meili " ucap Danis.
" Tentu , aku bukan tipe orang yang sembarangan " katanya tertawa.
" Nikmati pestanya guys dan perjanjiannya tidak ada yang boleh berciuman apalagi sampai di bawa pulang " peringat Meili yang tidak ingin mengambil resiko lebih besar , untuk ini saja mungkin dia akan di bunuh oleh Daniel , tapi Meili siap menerima akibatnya asal bisa memberi pelajaran ke pada kakaknya itu.
Suara hentakan musik semakin memanas , membuat empat perempuan itu benar benar lupa diri , Meili yang berjoget bersama Brian , Elin dan Hannah yang berada di antara empat laki laki sambil ikut berjoget menikmati irama musik dan Vale yang sedang asyik mengobrol bersama Billy.
" Elin , berhenti minum , kau sudah mabuk " kata Hannah sambil menarik gelas dari tangan Elin , " Tidak Hannah , aku masih baik baik saja , kau lihat aku masih bisa berdiri " bantahnya.
" Ya , tapi hentikan dulu , kau sudah terlalu banyak minum " kata Hannah lagi sambil terus berusaha merebut gelas dari tangan Elin , namun tangannya begitu kuat memegang gelas , hingga membuat Hannah kesulitan dan menyerah untuk mengambilnya .
" Jangan lagi menambah minuman padanya " ucap Hannah pada Jacob , laki laki yang berdiri di sisi Elin.
" Tunggu sebentar , ada sesuatu yang harus aku pastikan " katanya sambil beranjak menuju sisi ruangan dan melihat ke arah hamparan manusia yang masih asyik berjoget dengan irama EDM yang semakin memanas.
" Apa dia tidak akan datang ? " gumam Meili dengan sedikit kecewa , " sepertinya aku kurang pemanasan " ucapnya lagi , lalu mengambil benda pipi milikinya.
" guys " teriak Meili sambil mengarahkan camera depan handphonenya.
Semua orang ikut bergabung di dalam camera dengan tubuh yang saling berdempetan dan posisi Elin dan hannah yang di apit oleh para laki laki dan yang membuat semakin panas karena gaya mereka yang saling tertawa.
" Lanjutkan teman teman " teriak Meili tertawa setelah selesai mengambil gambar , lalu kembali sibuk pada handphonenya " kali ini bukan cuma Daniel Remkez yang akan ke bakaran jenggot tapi Mike juga , dan ini sungguh menyenangkan " katanya tidak berhenti tertawa , lalu mengambil foto yang menurutnya paling panas untuk di bagikan di history akun Sosial Medianya.
" Perfect " ucapnya tersenyum puas , lalu kembali bergabung di antara teman temannya , dan Brian langsung menarik pergelangan tangan Meili untuk kembali mengajaknya berjoget dan perempuan itu dengan senang hati menerimanya , sambil menunggu kejutan yang akan segera datang.
****
Daniel mengerang dan semakin Emosi karena history yang baru di bagikan oleh Meili lewat akun sosial medianya dan secara kebetulan Daniel pun melihatnya.
Teeeettttttt " suara klakson yang berbunyi karena Daniel yang menghempas tanpa sengaja tangannya di stir mobil.
" Kau benar benar ingin melihatku marah Meili " geramnya dan melajukan mobil semakin cepat menuju tempat Elin berada.
~
Daniel tidak lagi peduli bagaimana letak mobil yang ia parkirankan , di pikirannya hanya amarah yang semakin memuncak dan ingin segera masuk ke dalam Bar untuk menyeret wanitanya pulang.
" Tuan Remkez " gumam Ken terkejut , saat melihat Daniel datang dengan wajah yang tidak bersahabat.
" Jaga lebih ketat lagi dan apapun yang terjadi nanti jangan biarkan satu orang pun mengambil gambar " ucapnya pada para penjaga dan mereka mengangguk mengerti.
Ken segera menghampiri Daniel yang masih berdiri di ujung pintu masuk dengan rahang yang mengeras , " Tuan Daniel " sapa Ken hati hati.
" Dimana Meili ? " tanyanya tanpa basa basi dan Ken terdiam sesaat , " Dimana Meili ? " ulang Daniel berteriak.
" Akan saya tunjukan ruangannya Tuan " kata Ken yang tidak ingin mengambil resiko dan berjalan lebih dulu untuk menunjukan keberadaan Meili.
Semua orang yang mengetahui kedatangan Daniel Remkez , mendadak menghentikan aktifitasnya dan menatap penasaran apa penyebab pemuda konglomerat itu tiba tiba datang ke tempat club malam ini.
" Hannah kenapa kau menjadi dua " kata Elin tertawa , " cukup minumnya Elin , kau sudah sangat mabuk " kata Hannah berusaha mengontrol kesadarannya walau kepalanya sudah begitu berat kerena alkohol.
" Aku tidak mabuk Hannah , aku hanya melihat kau menjadi dua " racau Elin dengan terus tertawa.
" Oh my God , kenapa kepalaku sangat berat " ucapnya lagi , namun setelah itu tubuhnya langsung ambruk , dan beruntungnya langsung di sambut oleh Jacob.
" Lepaskan tanganmu " Teriak seseorang tiba tiba dan langsung mengambil alih tubuh Elin yang sudah tidak sadarkan diri.
" Daniel " ucap Hannah terkejut dan di ikuti semua orang , karena kedatangan tiba tiba Daniel.
Meili menghentikan aktifitas jogetnya dan berdiri dengan kedua tangan yang menyilang di dada, " pertunjukan di mulai " ucap Meili dengan ujung bibir yang tersungging.
" Ada apa kau datang kemari " tanya Meili mendekat ke arah Daniel.
" Berikan Elin padaku " katanya lagi dengan memaksa mengangkat tubuh Elin dari rengkuhan tangan Daniel.
" Meili " teriak Daniel yang semakin geram dan tidak melepaskan tubuh Elin.
" Jangan berteriak ini bukan di hutan Daniel Remkez "
" Untuk apa kau datang kemari Huh , kedatanganmu benar benar menganggu acara kami " teriak Meili tanpa ampun.
" Jacob bantu aku " katanya dengan kembali ingin merebut tubuh Elin dari Daniel .
" Jangan ikut campur " teriak Daniel pada Jacob yang mendekat.
" Jangan dengarkan dia Jacob , dia bukan siapa siapa di sini " sambung Meili , membuat Jacob menjadi ragu ,
" Jacob " panggilnya lagi.
Bukk " Tangan sebelah Daniel melayang di wajah Jacob , membuat tubuh laki laki itu tersungkur di lantai.
" Apa yang kau lakukan Daniel , pergi " Teriak Meili.
" Kau benar benar menguji kesabaranku Meili " geram Daniel menatap tajam pada adiknya.
" Kenapa kau menjadi tidak tahu malu huh , untuk apa kau datang kemari " balas Meili berteriak , membuat Daniel tidak bisa lagi menahan amarahnya dan ingin melayangkan tamparan pada wajah Meili.
" Daniel hentikan " teriak Mike yang baru saja datang dan itu membuat Hannah cukup terkejut.
" Ada apa ini ? " kata Elin yang tiba tiba kembali sadar dan terkejut karena tubuhnya sudah berada di pelukan Daniel.
" Kau , kenapa kau datang kemari " tanya Elin yang segera melepas dirinya dari Daniel.
" Kita pulang " ucap Daniel dengan memegang tangan Elin.
" Lepaskan " berontak Elin dan mengibas tangan Daniel.
" Kenapa kalian diam , ayo kembali joget " ajaknya yang masih belum menyadari keadaan yang sebenarnya.
" Aku bilang kita pulang Elin " teriak Daniel yang tanpa bisa lagi mengendalikan Emosinya.
Elin terdiam dan menatap Daniel sesaat, " Kenapa dia berteriak padaku " kata Elin yang tiba tiba menangis.
" Astaga maafkan aku " ucap Daniel mendekat namun tangan Elin lebih dulu menghentikan.
" Pergi , bukankah kau telah mengabaikan aku " kata Elin dengan terus menangis , namun untuk orang lain itu terlihat sangat lucu.
" Bukan seperti itu , kita pulang sekarang ya " kata Daniel lembut dan berusaha mendekati Elin.
" Aku bilang pergi " teriak Elin.
" Aku tidak akan pergi , sebelum membawa kau pulang bersamaku " ucap Daniel.
" Kenapa kau bisa seenaknya Huh ? , kemarin kau mengabaikan aku dan sekarang kau memaksa untuk ikut denganmu , Apa yang kau mau Daniel ? " teriak Elin yang masih mabuk.
" Baiklah maafkan aku , kita pulang sekarang "
" Tidak , aku tidak mau pulang bersamamu, aku akan pulang bersama.." katanya sambil melihat ke arah laki laki yang berada di sana.
" Aku akan pulang bersama Danis " sambungnya.
" Kenapa harus aku , aku mohon selamatkan aku Tuhan " gumam Danis sambil menyalipkan tangannya.
" Jangan bermimpi aku akan membiarkan itu terjadi " ucap Daniel yang langsung mengangkat tubuh Elin dengan paksa.
" Daniel lepaskan " berontak Elin , namun tenaganya tidak akan cukup untuk melawan " lepaskan aku Daniel " katanya lagi , namun Daniel tidak peduli ia terus memikul tubuh Elin seperti mengangkat karung , dan membiarkan perempuan itu terus memberontak.
Dirinya tidak lagi peduli dengan semua orang yang kini sedang melihat ke arahnya , persetan dengan Media dan berita , yang terpenting Elin tidak lagi berada di antara laki laki yang akan membuat sesak nafasnya.
jangan lupa vote , like dan coment🤗
dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚