
" Kemarilah " ucap Daniel menepuk tempat tidurnya , ia merasa begitu kasihan melihat kekasihnya yang terus menahan kantuk demi tetap terjaga , " tidak , aku hanya perlu mencuci wajahku " kata Elin membantah, sambil ingin beranjak.
" Jangan egois dengan tubuhmu sendiri , dia pasti sudah begitu lelah " kata Daniel dengan memegang tangan Elin , " tidurlah " lanjutnya.
" Aku akan tidur di soffa " ucap Elin yang akhirnya tidak lagi bisa menahan kantuknya.
" Tidak , tidurlah disini " lanjut Daniel dengan kembali menepuk tempat tidur disisinya , " jangan gila , itu akan mengganggumu "
" Tidak , ini tidak menggangguku bahkan aku akan lebih senang jika kau tidur disini "
" Baiklah , jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu pada tubuhmu nanti " kata Elin yang tidak lagi menolak dan segera berbaring namun dengan posisi yang membelakangi Daniel.
" Jangan coba-coba berbuat mesum " ucapnya menatap tajam , dan Daniel hanya tersenyum sambil menunjukkn tangan yang terpasang jarum infus.
" Aku rasa kau tidak nyaman dengan posisi tidurmu " ucap Daniel pelan dengan menahan bibirnya untuk tersenyum , " apa kau butuh guling , tubuhku tidak akan beraksi apa-apa jika hanya di peluk " lanjutnya yang sengaja memancing Elin untuk berbalik menghadap kearahnya.
Selang beberapa detik tidak ada pergerakan dari perempuan yang terlihat begitu gusar dengan tidurnya , namun tidak lama ia sudah berbalik dengan menarik tangan Daniel lalu menjadikan lengan kekar itu sebagai bantalnya dan tubuh Daniel yang di jadikannya guling , " ah , ini sangat nyaman " gumamnya sambil membenarkan posisi tidurnya.
Daniel hanya bisa melipat bibirnya , melihat tingkah Elin yang selalu membuatnya gemas, di usapnya dengan begitu lembut kepala yang terbaring di lengannya sambil sesekali mengecup pucuk kepala itu dengan begitu dalam , " tidurlah " bisiknya begitu lembut.
" Kau juga " balas Elin dengan kembali membuka matanya yang sedikit memerah , " kau belum tidur ? "
" Berada dengan posisi seperti ini membuat jantungku seperti lari maraton " ucap Elin dengan wajah polosnya ,
Daniel tertawa , ia tidak lagi bisa menahan gemasnya pada tingkah kekasihnya itu , " itu karena jantungmu belum terbiasa berada lebih dekat dengan jantungku " jelas Daniel sambil terus menahan bibirnya untuk tersenyum , " benarkah , apa kita harus lebih sering tidur berdua seperti ini biar dia bisa lebih tenang, ini sungguh membuatku tidak nyaman " katanya begitu polos.
" Ide yang bagus sayang " sambung Daniel dengan bibir yang terus menahan untuk tersenyum.
" Sekarang tidurlah , pelan pelan jantungmu akan terbiasa " lanjutnya , dengan mengeratkan tubuh Elin pada tubuhnya.
" emm..aku sudah begitu ngantuk " gumam Elin dengan mata yang kembali terpejam , " ingat jangan melakukan di luar batasan, kita belum menikah " lanjutnya tanpa membuka mata , " jika pun terjadi kita hanya perlu menikah , dan semua masalah akan selesai " ucap Daniel begitu enteng.
" aku akan pindah ke soffa " ucap Elin tiba tiba sambil ingin beranjak.
" Aku hanya bercanda sayang dan kau lihat bagaimana bisa aku melakukan hal seperti itu , sementara tangan satuku seperti ini dan satunya lagi menjadi bantalanmu " jelas Daniel sambil menunjukan kedua tangannya , mendengar itu , Elin kembali membaringkan tubuhnya sambil terus menatap tajam pada Daniel.
" Will we really do it after marriage ? " ucap Daniel begitu hati hati dan Elin menganggukkan kepalanya.
" Kalau begitu aku ingin kita segera menikah ? " lanjutnya dan Elin kembali mengangguk dengan mata yang sudah terpejam.
" Apa kau setuju ? " tanyanya memastikan , dan Elin kembali mengangguk , " aku akan selalu setuju dengan apa yang ingin kau lakukan " sahut Elin , namun tanpa membuka matanya.
" Benarkah , jadi kau juga ingin kita segera menikah sayang ? "tanyanya begitu bersemangat , namun perempuan itu tidak lagi bereaksi apa-apa , " sayang ? " ulangnya.
" Astaga , bagaimana bisa dia tertidur begitu cepat " lanjutnya kesal , setelah mendengar dengkuran halus dari Elin.
Namun sesaat matanya tertegun menatap kekasihnya yang tertidur begitu tenang , " kau benar-benar seperti nafasku " gumamnya tanpa mengalihkan tatapan matanya.
" Aku bersumpah , tidak ada lagi yang ingin aku lakukan di dalam hidupku selain hanya untuk memberikanmu kebahagiaan " lanjutnya dengan bersungguh-sungguh dan mengecup puncak kepala wanitanya dengan begitu dalam , dan tidak beberapa lama ia sudah ikut terlelap bersama tubuh yang saling memeluk dengan begitu erat, menandakan jika mereka memang tidak ingin saling melepaskan walau itu berada di alam bawah sadar sekali pun.
****
" Apa hari ini Elin ini tidak kembali masuk ? " tanya Bimo setelah kembali melihat meja kerja perempuan itu kembali kosong , " apa dia memberi kabar padamu Kasih ? " tanyanya lagi dengan menyebut nama teman kerjanya itu seperti cara Elin memanggil.
" Tidak , tapi kemarin aku terus menghubunginya dan nomornya terus tidak bisa di hubungi " jelas Kasih yang ikut menatap meja kosong di sampingnya ,
David yang juga sudah berada disana ikut melihat pada meja kosong itu , ia ikut bingung kenapa perempuan itu tidak kembali bekerja padahal kemarin keadaannya terlihat begitu baik dan ia memilih untuk tidak menceritakan kepada teman-temannya jika kemarin dia bertemu dengan perempuan yang sedang mereka khawatirkan.
Ia beranjak dari meja kerjanya dengan mengambil handphone yang di letakan di dalam laci meja.
" Kau mau kemana David ? " tanya Bimbim menghentikan.
" Apa semua hal yang aku lakukan kau harus tahu ? " sahutnya begitu dingin.
" Pergilah , bila perlu kau tidak usah kembali " kesal Bimbim membuat Kasih dan Frans menjadi tertawa , " cobalah kembali menghubunginya Kasih , aku begitu khawatir dengan keadaannya " ucapnya lagi dengan wajah yang masih begitu kesal karena mendapat perlakukan jutek David.
****
Tubuh Elin menggeliat saat mata terpejamnya terganggu oleh sinar mata hari yang mulai masuk lewat jendela ruang rawat Vip tempatnya tertidur , bersamaan dengan suara dering telepon yang terus terdengar sejak tadi , namun sudah terhenti karena tidak kunjung mendapat jawaban.
Pelan-pelan ia membuka matanya dan bibirnya tersenyum saat mendapati wajah tidur Daniel yang berjarak begitu dekat dengannya , " Pria tampan dan pundak yang nyaman " gumamnya tersenyum.
" Ceh , kenapa kau begitu tampan " gumamnya lagi dengan terus menatap wajah lelap kekasihnya , namun tidak lama matanya membulat saat melihat dua pelayan sudah hadir disana dengan melakukan tugasnya masing-masing.
" Astaga " katanya terkejut dan segera bangun dari tidurnya.
" Maafkan kami nona , kami hanya di minta untuk meletakan makanan pagi untuk anda dan Tuan Muda " ucap pelayan dengan begitu sungkan , " tidak , tidak apa-apa aku hanya sedikit terkejut " ucapnya dengan begitu malu ,karena dua pelayan itu pasti sudah melihat adegan tidur berpelukan dirinya dan Daniel.
" Sayang , kenapa kau sudah bangun , ini masih begitu pagi " ucap Daniel dengan suara serak dan menarik tangan Elin untuk kembali tidur di sisinya , " hentikan Daniel , ada dua pelayanmu disini " ucap pelan Elin.
Daniel mengangkat sedikit kepalanya untuk melihat dua pelayan yang di maksud oleh kekasihnya , " bisakah kalian pergi , kami masih mengantuk dan kalian mengganggu tidur kami " ucap Daniel dingin.
" Maafkan kami Tuan , kami akan segera pergi " ucap salah satu pelayan.
" Jangan dengarkan dia "
" Tidak nona ,kami memang hanya di minta untuk mengantar makanan ini ,setelah itu kami akan pergi "
" Kalau begitu cepatlah " sambung Daniel yang terlihat sedikit kesal ,
" baik tuan " sahut dua orang pelayang itu dan segera beranjak setelah melalukan semua tugas yang di minta oleh Viona.
" Kenapa begitu kasar ? " ucap Elin menatap tajam.
" Karena mereka mengganggu tidur kita "
" tapi tidak seperti itu , aku tidak suka dengan sikapmu yang begitu.. "
" Baiklah maafkan aku , aku akan berusaha memperbaikinya " potong Daniel mengalah dengan begitu lembut.
" Kau berjanji ? " kata Elin memastikan dan laki-laki itu segera menganggukkan kepalanya , " bisakah kita kembali tidur , aku sungguh masih mengantuk " rengek Daniel setelah tidak lagi ada perdebatan antara mereka.
" Tidurlah "kata Elin tersenyum sambil mengusap lembut pipi kekasihnya.
" Kau mau kemana ? "
" Aku harus menghubungi tempat kerjaku "
" Lakukan itu nanti , aku benar-benar tidak ingin tidur tanpamu "
" Kenapa kau begitu manja huh " kata Elin begitu gemas dengan tingkah kekasihnya.
" Anggap saja ini ganti dari beberapa hari kau meninggalkan aku "
" Kau sungguh berlebihan ,aku hanya pergi satu hari "
" Ya , tapi satu hari itu aku melaluinya dengan begitu sulit "
" Bisakah kita tidak berdebat dan kembali tidur saja " lanjutnya dengan wajah memelas membuat Elin hanya bisa menggelengkan kepalanya ," baiklah tunggu ,aku harus menghubungi atasanku dan setelah itu kita akan kembali tidur "
" tidak ,aku tidak ingin menunggu sedetik pun "
" Sayang kenapa kau seperti anak kecil , aku hanya sebentar " ucap Elin dengan tubuh yang kembali terbaring oleh tarikan tangan Daniel , " tidurlah , jangan pikirkan pekerjaanmu " ucap Daniel yang kembali memeluk tubuh perempuan itu begitu erat.
" Jika aku di pecat ,kau harus mencarikan tempat magang baru untukku "
" Kau tidak mungkin di pecat "
" Ya aku memang tidak akan di pecat jika perusahaan itu adalah milikmu "
" Itu memang milikku " ucap Daniel dengan mata yang tetap terpejam.
" Itu tidak lucu sayang " katanya yang tidak percaya dan berpikir kalau Daniel sedang bercanda.
" Tenanglah , Meili pasti sudah menghubungi atasanmu karena kalau tidak mereka pasti sudah menghubungimu sejak tadi "
" Astaga kau benar , kenapa aku bisa lupa kalau Ms.Laurent adalah teman Meili " ucap Elin bernafas legah.
" Teman ? " ulang Daniel dengan membuka matanya.
" Ya , bukankah Meili dan Ms.Laurent berteman ? "
" Siapa yang mengatakannya ? "
" Meili sendiri ,dia yang pertama kali mengenalkan aku pada Ms.Laurent dan akhirnya aku bisa magang disana " katanya menjelaskan.
" Baiklah tidurlah ? "
" Ada apa ?, kenapa kau begitu tekejut mendengar Meili berteman dengan Ms.Laurent "
" Tidak , aku hanya terkejut mendengar Meili mempunyai teman yang jauh lebih tua darinya "
" Ya kau benar , awalnya aku juga sedikit bingung , tapi Ms.Laurent wanita yang begitu baik "
" Ya dia memang harus baik padamu dan sekarang tidurlah " ucap Daniel kembali memejamkan matanya dan merengkuh tubuh Elin semakin erat kedalam pelukannya , " emm..aku memang masih mengantuk " gumam Elin dengan ikut terpejam dan kembali tertidur di dalam pelukan kekasihnya.
jangan lupa vote , like dan coment🤗
dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚