Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Kekasih


Hannah baru saja selesai membuat bubur untuk Mike , jam sudah menunjukan pukul dua siang dan laki laki itu belum makan sedikit pun , ia masih tertidur dengan handuk basah di dahinya , sepanjang hari Hannah terus berada di samping Mike , berulang kali mengechek suhu tubuhnya dan mengganti kompres handuk jika sudah mulai mengering.


Dengan cepat Hannah berjalan menuju kamarnya sambil membawa semangkuk bubur dan air minum di atas nampan.


" Astaga kau mengejutkan aku " ucap Hannah melihat Mike yang sudah duduk namun wajahnya begitu pucat , ia melanjutkan kembali langkahnya dan meletakan nampan yang ia bawa di atas nakas , lalu kembali berjalan menuju Mike .


" Syukurlah " ucapnya setelah memegang dahi Mike dan memastikan kalau suhu tubuh laki laki itu sudah sedikit membaik.


" Maaf merepotkanmu " ucap Mike dengan suara parau , Hannah tidak menjawab ia kembali berjalan menuju nakas , mengambil nampan dan kembali membawanya menuju Mike , " Terimakasih " ucap Mike sambil beranjak dari duduknya.


" Mau kemana kamu ? " tanya Hannah menarik tangan Mike.


" Pulang " jawabnya begitu lemah , " kembali duduk " ucap Hannah tanpa ingin di bantah.


" Tapi aku harus pulang sekarang , terima..."


" Aku bilang duduk " potong Hannah.


Mike menurut , dengan kembali duduk di sofa , wajahnya terlihat begitu sayu dengan warna kulit yang sedikit memucat.


" Makan ini " ucap Hannah memberikan mangkuk yang ia bawa pada Mike , namun Mike terlihat mengabaikan sambil memegang kepala dengan dahi yang mengerenyit seperti sedang menahan sakit.


" Apa kepalamu sakit ? " tanya Hannah , sedikit lebih lama Mike terdiam dengan masih memegang kepalanya , " Mike " panggilanya lagi.


" Ya , maaf aku harus pulang " ucap Mike setelah terlihat lebih baik dan melepas tangannya dari kepala.


" Ya aku tidak akan mencegahmu , tapi makan ini dulu , karena aku sudah begitu susah paya untuk membuatnya " jelas Hannah yang kembali menyodorkan mangkuk di tangannya.


Setengah ragu Mike mengambil mangkuk berisi bubur itu dari tangan Hannah , dan pelan pelan menyendoknya untuk ia makan ,


baru tiga suap bubur itu masuk ke dalam perut Mike namun laki laki itu kembali meletakan sendokknya , " Aku benar benar tidak mempunyai selera untuk makan " jelas Mike yang juga kembali memberikan mangkuk berisi bubur itu kepada Hannah.


Hannah terdiam sesaat menatap mangkuk bubur di tangannya , " buka mulutmu " kata Hannah pada Mike.


" Tidak Hannah , aku benar benar sedang tidak ingin makan apapun " sahut Mike dengan wajah sendunya , " buka " ulang Hannah dengan sendok berisi bubur yang ia arahkan pada mulut Mike.


Dengan terpaksa Mike membuka mulutnya dan Hannah dengan segera menyuapkan bubur buatannya dan menunggu tidak sabar saat Mike sedang mengunyah karena ia begitu bersemangat untuk kembali menyuapi mulut laki laki itu.


" Hannah aku sudah kenyang "


" Sedikit lagi "


" Sungguh , aku bisa muntah jika kembali memaksakan buburmu untuk tetap masuk " jelas Mike , Hannah menghela nafas dan kembali menyendokkan bubur di dalam mangkuk dan memasukkan kedalam mulutnya sendiri , namun gerakannya terhenti karena tangan Mike lebih dulu mencegahnya dan malah mengarahkan tangan Hannah kedalam mulutnya.


Hannah menatap terdiam , melihat Mike terus menggerakkan tangannya menyendokkan bubur dan menyuapi ke dalam mulutnya sendiri , berulangkali sampai bubur itu habis tanpa tersisa.


" Kenapa kau menghabiskannya ? " tanya Hannah menatap kesal.


" Kau yang memintanya "


" Tapi aku tidak lagi memaksa kau untuk menghabiskannya " sahut Hannah yang masih begitu kesal , " Ya , aku tidak ingin kau yang menghabiskannya " jelas singkat Mike tanpa melihat kearah Hannah.


" Kenapa kau begitu pelit , aku yang membuatnya "


Mike tidak menjawab , ia menyandarkan punggungnya di sofa dengan mata yang terpejam , " Mike " teriak Hannah karena laki laki itu mengabaikannya.


" Aku tidak ingin kau sakit " jelas Mike tanpa membuka matanya.


" Tidak ada hubungannya Mike " sahut Hannah dengan dahi berkerut .


" Tentu ada Nona Hannah , kau makan dari bekas sendokku sedangkan aku masih sakit dan berarti di benda itu akan ada bakteri sakit , sampai di sini kau paham ? " tanya Mike sambil menjelaskan dan menatap dengan begitu serius ke arah Hannah.


" Kau seperti sudah membaik sekarang " kata Hannah menatap wajah Mike , namun tidak lama mata laki laki itu memerah dan berulang kali terlihat menelan paksa ludahnya membuat kedua matanya sedikit berair.


" Ada apa ? " tanya Hannah , dan tiba tiba Mike beranjak dari duduknya dan segera berlari menuju wastafel di dalam kamar mandi.


" Aku tidak pernah memaksamu Mike , kenapa kau begitu memaksakan diri " ucap Hannah melihat Mike memuntahkan semua isi dalam perutnya , ia beranjak menuju laki laki itu dan memijat pelan tengkuk Mike untuk membantu lebih cepat mengeluarkan muntahannya.


" Ini " kata Hannah memberikan tissue pada Mike .


" Minumlah " katanya lagi sambil memberikan gelas berisi air yang tadi ia bawa.


" Apa aku boleh tidur sebentar , kepalaku sedikit pusing " pinta Mike begitu hati hati.


" Kau terlalu banyak basa basi , kalau aku tidak mengijinkan sudah sejak tadi aku mengusirmu " jelas Hannah begitu ketus , bibir Mike tersenyum namun dengan mata yang masih terpejam dengan kepala yang tersandar di sisi sofa.


" Apa kau mau kerumah sakit ? " tanya Hannah , dan laki laki itu menggelengkan kepalanya , " aku hanya butuh istirahat sebentar " jawabnya sambil ingin kembali membaringkan tubuh lemahnya di atas sofa.


" Tidurlah di tempat tidurku "


" Terimakasih , tapi aku lebih suka di sini " sahut Mike tersenyum.


" Jangan membantah Mike , kau akan merusak sofa Vale jika memaksakan untuk berbaring di sini " lanjut Hannah yang sebenarnya merasa kasihan karena Mike harus melengkungkan tubuhnya supaya bisa muat di atas di sofa.


" Aku bisa menggantinya "


" Aku bilang jangan membantah , kau yang akan kesulitan nanti , apa kau mengira tubuhmu hanya satu meter " jelasnya.


Mike beranjak dan menuruti perintah Hannah.


" Ya , jika kau tidak keberatan " sahut Mike , Hannah tidak menjawab namun tangannya sudah bergerak memasangkan selimut di atas tubuh Mike.


" Tidurlah " ulangnya kemudian segera beranjak menuju pintu kamar yang masih terbuka , " Mau kemana ? " tanya Mike di balik selimut.


" apa kau harus tahu ?, aku tidak mungkin terus berada disini dan menunggumu tidur " jelas Hannah , dan Mike hanya mengangguk di balik selimut tanpa kembali bertanya, dan Hannah kembali melanjutkan langkahnya menuju lantai bawah rumah Vale walau ia sendiri tidak tahu apa yang harus ia lakukan setelah ini .


****


" Small " ucap Daniel sambil melepas lingkaran tangannya dari pinggang Elin , dahi Elin berkerut melihat Daniel yang langsung beranjak dari hadapannya.


" Sayang apa kau melihat handphoneku ? " tanya Daniel yang terlihat sedang mencari sesuatu , " Di sana " kata Elin menunjuk ke arah sofa di hadapan Tv dan ia ikut berjalan mengikuti tubuh Daniel menuju tempat yang ia tunjukan.


Setelah menemukan benda pipih miliknya , Daniel terlihat begitu sibuk sambil mengarahkan handphone ke telinganya , dan tersenyum sebentar ke arah Elin yang sedang menatap bingung ke arahnya .


" Hallo Reza " ucapnya ketika panggilan teleponnya terjawab.


" Aku butuh pakaian wanita sekarang , ukuran small , dan cari yang terbaik " ucapnya lagi.


" Berapa ukuran kakimu sayang ? " tanya Daniel sebentar pada Elin , namun perempuan itu masih begitu linglung dengan pertanyaan yang sedikit tidak masuk akal dan Daniel segera mendekat ke arah Elin dan mengangkat salah satu kaki perempuan itu tanpa pamit , membuat tubuh Elin hampir saja ambruk karena posisi yang tidak seimbang , namun salah satu tangan Daniel berhasil memeluknya , " sepertinya 6,5 " katanya lagi.


" Apa Nona juga membutuhkan tas ? " tanya Reza di balik telepon.


" Bawa saja semuanya , cari yang terbaik dan bawa kemari "


" Baik Tuan "


" Lebih cepat Reza "


" Iya Tuan "


" emmm ,,, minta petugas perempuan yang datang dan kau tidak perlu datang kemari " katanya lagi , Reza terdengar kembali mengiyakan dan Daniel segera menutup teleponnya.


" Ada apa ? " tanya Elin yang masih berada di dalam pelukan Daniel.


" Tidak ada "


" Kau berbohong "


" Aku hanya ingin mengganti pakaianmu yang aku buang " jelas Daniel.


" Ceh , kau berlebihan "


" Apa kau masih berharap aku akan membiarkanmu pulang dengan pakaian ini " ucap Daniel yang menatap begitu tajam ke arah paha Elin.


" Jangan memulai sayang , kita baru saja berdamai " ucap Elin menghela nafas.


" Kalau begitu tidak ada bantahan " ucap Daniel sambil duduk di sofa .


" Emm .. aku begitu penasaran , apa yang kalian rayakan tadi malam ? " tanyanya lagi , Elin ikut duduk di sofa , dan memposisikan tubuhnya sedikit berjarak dari tempat duduk Daniel.


" Hanya merayakan keberhasilan tugas Desainku yang kemarin sempat di tolak " jelas Elin santai.


" Dan adikmu ingin merayakannya " sambungnya.


" Aku sudah yakin kalau ini memang rencananya " gumam Daniel begitu pelan , " kau berbicara apa ? " tanya Elin yang sedikit mendengar.


" Tidak " ucap Daniel berkilah.


" Apa yang tidak kau miliki disini ? " tanya Daniel tiba tiba.


" Tidak ada , aku sudah memiliki semuanya , tempat tinggal , teman dan pacar baru " sahut Elin tertawa.


" Emmm ya , aku belum memiliki tempat magang dan mobil untukku pergi , sepertinya menggunakan taksi online sedikit merepotkan " lanjut Elin , dan Daniel terlihat menganggukkan kepalanya , " Ada apa ? " tanyanya lagi.


" Tidak duduklah " sahut Daniel yang kemudian beranjak dari sofa.


" Mau kemana ? " tanya Elin.


" Mandi , apa kau ingin ikut ? " tanya balik Daniel sambil tersenyum nakal.


" Pergilah "


" Apa kau sungguh tidak ingin ikut ? "


" Daniel " ucap Elin , dan memberikan tatapan tajam pada Daniel.


" Ternyata kekasihku perempuan yang sangat galak " ucap Daniel tertawa sambil menarik gemas hidung Elin , lalu seger berlari menuju kamarnya , meninggalkan Elin yang sedang meringis dengan hidung yang sedikit memerah , namun menimbulkan semburat senyuman dari bibir seksinya.


" Kekasih " ucapnya Elin tersenyum.


" Tidak buruk " lanjutnya lagi.


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚