
" Sayang bisakah pelukan ini berakhir ? , punggungku sedikit sakit " keluh Elin , yang sedari tadi menahan berat tubuh Daniel yang memeluknya , " maafkan aku " ucap Daniel sambil melepas pelukannya.
" Ayo " ajaknya lagi lalu menarik tangan kekasihnya menuju soffa.
" Ada apa ? " tanya Elin yang ingin tahu tentang alasan kenapa dia harus berada disana di saat waktu kerja seperti saat ini , " aku hanya ingin kau menemaniku " jelas Daniel dengan suara begitu pelan , suara berat itu seperti melemah bersama pikirannya yang kacau , Elin tertegun karena untuk pertama kalinya melihat kekasihnya itu begitu tidak bersemangat dan cemas , " kemarilah " pinta Elin sambil menuntun kepala Daniel yang terdasar di soffa menuju pundaknya , " ah ..ini benar-benar menenangkan " ujar laki-laki itu sambil menghela nafas dan memposisikan kepalanya dengan nyaman.
" Ceritakan padaku " ucap Elin sambil mengelus lembut punggung tangan kekasihnya ,
bibir Daniel melengkung , walau matanya masih terpejam karena sedang menikmati sandaran yang begitu nyaman , " apa aku terlihat begitu kacau ? " tanyanya.
" Tidak , kau masih pintar menyembunyikannya tapi sayangnya aku sangat mengetahui dirimu "
" Ceh " desis Daniel dengan bibir yang terus tersenyum , " rasanya aku benar-benar sangat marah " ujarnya dengan mata yang masih terus terpejam.
" Benarkah ? , tapi sejak tadi bibirmu terus melengkung "
" Itu karena ada kamu " jelas Daniel yang kini sudah membuka kedua matanya , namun sorot matanya terlihat begitu berbeda , " apa semuanya semakin kacau ? " tanya Elin yang mengerti arti dari tatapan lemah kekasihnya.
Daniel mengangguk , " bahkan aku seperti mau gila memikirkan ini " katanya sambil memposisikan duduknya dengan tegak,
" semua perancang menghentikan kontrak kerjanya bersama kita , padahal waktu untuk fashion show tinggal beberapa pekan lagi " tambahnya bersama helaan nafas yang begitu berat.
" Apa ini alasan Ms.Laurent meminta kami untuk mendesain pakaian ? "
" Ya , bagaimana pun kita harus hadir di acara itu atau saham perusahaan ini akan benar-benar anjlok karena produk kain kita akan benar tidak laku di pasaran dan aku tidak bisa menyelamatkan semua karyawan "
" apa sekacau itu ? " tanya Elin terkejut , Daniel menganggukkan kepala , " bahkan lebih dari yang kau pikirkan "
" Kemarilah " pinta Elin sambil merentangkan kedua tangannya , dan tanpa menunggu Daniel segera beranjak untuk kembali merengkuh tubuh yang memang sudah siap untuk menerimanya , " aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan , selain memberi ketenangan ini " ujar Elin dan kembali mengusap lembut punggung kekasihnya , " ini lebih dari cukup "
" Lalu bagaimana nasib tiga orang itu ? " tanyanya penasaran , namun Daniel terlihat tidak merespon hanya gerak tangan yang semakin mengeratkan pelukkannya dan Elin membiarkan itu karena ia tahu tidak mudah menjadi kekasihnya saat ini.
Tok tok tok " suara ketukan pintu dan Elin segera mendorong tubuh Daniel dan memposisikan dengan benar tubuhnya , agar tidak mengundang kecurigaan orang lain ," maaf mengganggu anda tuan " ucap Maria dari balik pintu yang baru saja terbuka dan itu membuat Elin bernafas legah , mengingat perempuan itu sudah mengetahui hubungannya bersama Daniel.
" Ya cepat katakan Maria , kau mengganggu waktu kami " ujar Daniel ,membuat Elin membesarkan matanya dan menatap tajam ke arah laki-laki itu ,
" maafkan saya nona " ucap Maria pada Elin.
" Tidak Maria , Daniel hanya bercanda " jelas Elin yang merasa begitu malu pada perempuan itu.
" Ada apa ? " potong Daniel.
" Pihak ke polisian sudah datang tuan " jelas Maria , membuat Daniel langsung beranjak dari duduknya , " sekarang mereka dimana ? "
" Sedang menuju ruangan Mr.Sam tuan "
" Apa Reza sudah disana ? "
" Ya beliau yang meminta saya untuk menyampaikan ini pada anda " jelas maria.
Daniel berjalan menuju sisi meja kerjanya untuk mengambil jas yang tergantung disana , setelah memasangkan dengan cepat jas itu ke tubuh tegapnya ia kembali mendekat pada Elin ,menarik tangan perempuan itu untuk ikut bersamanya , " Daniel , kita mau kemana ? " tanya Elin dengan mata yang sedikit membesar.
" Kita harus melihat kutu-kutu itu pergi dari perusahaan ini "
" Dengan seperti ini ? " ujar Elin sambil menatap pada tangan yang berada di genggaman laki-laki itu , Daniel menghela nafas dan melepas genggaman tangannya , " dampingi nona muda " pintanya pada Maria , lalu berjalan meninggalkan ruangan itu tanpa kembali berbicara pada kekasihnya.
" Sepertinya tuan sedikit kesal nona " ujar Maria sambil terus melihat ke arah pintu yang baru saja di buka oleh Daniel , " emm..dia selalu kesal ketika aku tidak ingin memperlihatkan hubungan kami "
" Kenapa anda ingin menyembunyikannya nona ,bukankah bagus semua orang tahu kalau anda kekasih tuan Daniel "
" Wow " kagum Maria tanpa bisa berkata lebih banyak , dan berhasil membuat Elin tersadar , " maaf aku terlalu berlebihan " ucapnya begitu malu.
" Tidak nona ,bahkan aku melihat anda sangat keren"
" Kau sangat berlebihan nona Maria "
" Cukup Maria , jangan ada nona karena orang sepertimu tidak pantas mengucapkan itu padaku "
" Kenapa ? "
" Aku tidak pantas menerimanya " sahut perempuan itu dengan tertawa.
" Ayo nona , aku sangat tidak sabar melihat tiga orang itu pergi dari perusahaan ini " ucapnya lagi, dengan raut wajah yang langsung berubah menjadi marah, " untuk kali ini kau memang terlihat sedikit menyeramkan Maria " ujar Elin dan perempuan itu hanya menyunggingkan senyumnya.
****
Gedung kantor di hebohkan oleh kedatangan tiba-tiba pihak ke polisian dan beberapa orang pengacara terkenal di kota modern itu , dan semua orang tahu orang-orang itu adalah orang kepercayaan Daniel Remkez.
" Tuan " sapa Reza saat laki-laki bertubuh tegap itu masuk ke dalam ruangan yang sedikit berantakan oleh amukan Sam , yang tidak terima atas penangkapannya.
" Tuan , kenapa tiba-tiba seperti ini , saya tidak melakukan apapun " kata Sam mengaduh pada Daniel.
Daniel masih terdiam dengan raut wajah yang sudah memerah karena menahan amarahnya pada laki-laki paruh baya itu , " tuan , tuan ampuni saya , saya hanya mengikuti kata-kata Sam , sungguh tuan " rengek Frans , laki-laki paruh baya yang menjabat sebagai salah satu petinggi di kantor itu , " ya , ini semua rencana Sam tuan " sambung Brus yang baru saja menyusul bersama kedua polisi yang memegang tangannya.
" Apa-apaan ini , saya sungguh tidak tahu apa- apa tuan ,merekalah yang merencanakan semuanya " ucap sam berkilah.
" Jangan berbohong Sam , dan jangan mengkambing hitamkan kami " teriak Brus tidak terima.
Daniel terlihat bergerak untuk mengambil sesuatu dari saku celananya , dan mengeluarkan smarphone merk terkenal miliknya , lalu berjalan mendekat ke arah Sam.
Bola mata Sam tiba-tiba membesar saat Daniel memperlihatkan layar handphone padanya , " ini editan tuan " ujarnya yang masih ingin terus berkilah walau disana sudah nampak jelas terlihat wajahnya berada di dalam video , " jangan melawanku Sam , bukankah kau tahu siapa aku di kota ini ? " tantang Daniel yang tidak lagi bisa diam.
" Aku memberi pilihan padamu , kau menyerah atau aku akan menghancurkan semua keturunanmu " ancamnya lagi ,
wajah Sam memucat seketika , " kau benar-benar telah membuat aku marah " sambungnya setengah berteriak.
" Pak tolong bawa mereka semua sekarang " pintanya pada polisi yang ada di dalam ruangan , " tuan maafkan saya tuan , saya akan mengembalikan semuanya tuan " ucap Sam memohon yang tidak lagi berani untuk berkilah.
Tidak lama seorang perempuan datang , dan menerobos masuk pada orang-orang yang sudah memenuhi pintu ruang kerja petinggi perusahaan itu , " tuan Daniel , tolong ampuni ayah saya tuan, saya mohon " ucap Sharen begitu memohon dan langsung berlutut di hadapan Daniel, dan semua orang yang berada disana di buat terkejut oleh sikap perempuan angkuh itu , termasuk Elin yang juga sudah berada disana bersama Maria.
" Reza pecat dia juga dari perusahaan ini "
Mata semua orang membesar pada perintah kejam Daniel , namun untuk kali ini terlihat sangat pantas di lakukan mengingat apa yang sudah di lakukan oleh ayahnya , " tuan ampuni saya tuan , saya sungguh tidak tahu dengan apa yang sudah di lakukan oleh ayah saya " ucap Sharen dengan air mata yang sudah mengalir.
" Tuan tolong , putri saya sungguh tidak tahu apa-apa " tambah Sam yang ikut memohon dan merasa kasihan pada putrinya.
" Ini belum seberapa Sam , kau sudah menghancurkan nama perusahaanku dan ratusan karyawan di kantor ini terancam di PHK karena kecuranganmu , jadi bukankah sangat tidak adil jika aku juga tidak menghancurkanmu " ucap Daniel dengan begitu arogan.
" Dan satu lagi untum kau dan juga semua yang berada disini ,saya hanya mengingatkan tidak akan ada yang selamat jika berani mencurangi Daniel Remkez , dan kalian juga pasti tahu tidak akan ada satu perusahaan mana pun yang berani menerima kalian untuk bekerja, karena saya pastikan akan menutup akses kalian kemana pun , jadi ini sebagai contoh dan saya harap kalian berpikir ribuan kali untuk melakukan hal yang sama " tambahnya.
" Tuan ampuni kami tuan , saya akan mengembalikan semuanya " mohon Sam yang ikut bersimpu di hadapan laki-laki.
Daniel.
" Saya bukan orang yang bermurah hati Sam " ucapnya, lalu segera meninggalkan ruangan itu dengan perasaan yang sangat marah , bahkan ia tidak lagi menyadari kehadiran kekasihnya disana.