
" Aaaarrrrrgggghh " teriak Daniel saat sudah berulang kali menghubungi nomor telepon kekasihnya namun berulangkali juga hanya di jawab oleh suara operator yang memberitahukan kalau nomor panggilan itu masih belum bisa di hubungi " kau sungguh salah paham sayang , bisakah kau aktifkan nomormu " gumam Daniel begitu prustasi dan merasa bersalah bersamaan , ia segera memutar arah mobilnya menuju apartemen Elin , mungkin perempuan itu sudah berada disana , karena ia tahu tidak ada tempat lain yang bisa dia singgahi selain apartemennya , walaupun ada , namun orang orang terdekatnya kini sedang berada di dalam satu tempat yang sekarang juga sedang menkhawatirkan tentang dirinya.
****
" Nona " panggil pak sopir yang sudah kembali dan menemukan Elin sedang duduk di kursi taman , " Nona " panggilnya lagi karena perempuan itu tidak bergerak dari duduknya.
" emm...ya pak , apa sudah selesai ? " tanyanya sambil menepis air mata yang masih menetes di wajahnya.
" ini untuk anda nona " ucap pak sopir begitu lembut sambil berjalan mendekatinya, " gulali " ucap Elin tersenyum saat melihat satu tangkai busa berwarna merah mudah di hadapannya , " makanlah , ini sangat mampu untuk menenangkan hati anda " ucap pak sopir tersenyum, walau ia tidak bicara namun sejak tadi ia terus memperhatikan Elin yang terus termenung dari balik kaca spion.
Elin terdiam sesaat , dengan mata yang bergantian menatap begitu dalam pada gulali dan pak sopir yang masih berdiri di hadapannya , " Terimakasih dan duduklah pak " katanya dengan menepuk bangku kosong di sampingnya.
" Boleh saya tahu nama anda pak ? " tanyanya pada pak sopir yang sedang melihat kearah bulan yang memang sedang bersinar begitu terang malam ini ," Larry " jawab pak sopir sambil tersenyum.
" Astga maafkan aku Mr.Larry " ucap Elin tiba tiba , saat matanya melihat sekantong obat di tangan Larry , ia segera merogoh tasnya mencari lembaran uang yang masih tersisa di dalam dompetnya , " ini ongkosku " ucapnya lagi sambil memberikan 2 lembar uang $50.
" Apa kau bercanda Nona , ini sangat banyak dan aku belum mengantarmu sampai tujuan "
" Tidak apa apa , anggap saja ini ucapan terimakasihku untuk ini " kata Elin memperlihatkan gulali yang di berikan oleh Larry , " itu sangat murah Nona "
" Ya tapi makanan ini begitu langkah untukku , dan anda bisa melanjutkan pekerjaan anda Mr.Larry , aku masih ingin tetap disini "
" Kalau begitu aku akan menemanimu "
" Tidak pak , anda hanya akan membuang waktu anda disini "
" Anggap saja uang sisa yang kau berikan padaku tadi , untuk membayarku menjagamu disini "
" Anda sangat berlebihan "
" Tidak nona , dengan begitu aku tidak akan merasa terbebani "
" Baiklah jika kau memaksa " sahut Elin tersenyum , kemudian suasana kembali hening , Elin kembali terdiam dengan menatap gulali yang masih berada di tangannya.
" Mr.Larry " panggil Elin begitu pelan.
" Ya nona "
" Terimakasih " ucapnya dengan senyum yang bergetar serta mata yang mulai berkaca-kaca.
" Selama ini aku begitu menginginkan ini " ucapnya lagi lalu menyobek pelan gulali itu lalu di masukkan ke dalam mulutnya , lama bibirnya tertutup , menikmati rasa manis di dalam mulutnya.
" Kenapa anda menangis Nona ? " tanya khawatir Larry , saat melihat air mata perempuan itu kembali mengalir di wajahnya.
" Aku begitu bahagia karena akhirnya bisa menikmati ini " jelas Elin penuh terharu ," anda membuatku takut nona " ucap Larry tersenyum.
" Itu sangat murah , jika kau mau aku akan kembali membelinya untukmu " sambung Larry dan Elin menggelengkan kepalanya , " ini sangat cukup " katanya dengan terus menikmati makanan itu dengan terharu.
" Saya tidak melihat anda menikmatinya dengan kebahagian nona melainkan dengan kesedihan yang amat mendalam " ucap Larry yang menatap empaty pada perempuan itu,
" ntahlah , aku juga sangat bingung seperti apa perasaanku sekarang , tapi yang pasti aku sangat bahagia karena akhirnya aku bisa menikmati gulali "
" Apa di tempatmu tidak ada makanan seperti ini ? " tanya Larry dan Elin kembali menggelengkan kepalanya ," di sana sangat banyak " jelasnya.
" Lalu kenapa kau tidak pernah menikmatinya , bahkan saat aku kecil gigiku sampai habis karena terus menikmati makanan kaya dengan gula ini "
" Aku tidak pernah di ijinkan untuk menikmatinya " jawab Elin membuat Larry kembali terdiam , " oleh orang tuamu ? " tanyanya dan Elin mengangguk dengan begitu pelan.
" Seharusnya kau memaksa , orang tua manapun tidak akan tega untuk tidak memberikan apapun yang di inginkan oleh anaknya " kata Larry tertawa , " aku tidak punya kekuatan untuk melakukan itu " ucap Elin begitu pelan , membuat Larry menghentikan tawanya dan menatap begitu dalam pada perempuan muda itu , " aku sangat yakin kau anak yang baik " ucapnya.
" Andaikan saja anakku masih ada , mungkin usianya hanya sedikit lebih tua darimu " ucap Larry menghela nafas begitu dalam dan kembali melihat ke arah bulan.
" Apa dia sudah berada disana ? " tanya Elin yang mengerti maksud dari tatapan lelaki tua itu , " ya , hari ini tepat 27 tahun dia meninggalkan kami dan setiap bertepatan dengan hari kepergiannya maka bulan itu akan datang dan bersinar terang seperti itu " jelasnya tanpa berhenti melihat kearah benda dari luar angkasa itu.
" Mungkin dia datang untuk menyapa kalian "
" Ya aku dan istriku juga berpikir seperti itu "
" tapi sinar itu tak cukup untuk mengobati rasa rindu kami " lanjutnya dengan begitu pelan dan raut wajah yang berubah sendu.
" Percayalah , suatu saat Tuhan pasti akan mempertemukan kalian kembali " ucap Elin mencoba menenangkan lelaki tua yang menemaninya sejak tadi , " terimakasih Nona "
Suasana kembali hening , hanya suara kendaraan umum yang berlalu lalang tak jauh dari mereka dan suara binatang kecil dari balik tanaman rimbun yang tertata rapi , " Kau bisa pergi sekarang Mr.Larry , istrimu mungkin sedang menunggumu " kata Elin saat melihat lelaki tua itu melihat kearah jam tangannya , " tidak , aku tidak mungkin meninggalkanmu sendiri disini " ucap Larry menolak.
" Aku sungguh tidak apa apa sendiri disini , kau tidak perlu khawatir , aku akan pulang jika sudah merasa bosan "
" tidak , aku akan tetap menemanimu "
" Jangan menolak nona , anda sudah membayar saya untuk berada disini" sambungnya saat melihat Elin kembali ingin bicara , dan perempuan hanya bisa tersenyum saat tidak ada lagi kata-kata yang mampu mencegah keinginan laki-laki itu untuk tetap berada disana.
" Apa kau ingin ikut ke rumahku , istriku pasti akan sangat menyukainya "
" Tapi itu jika anda mau dan yakin pada saya "
" Apa tidak apa apa aku ikut denganmu ? " tanya Elin , " Tentu , aku akan meminta istriku membuatkan makanan yang enak untukmu dan kau pasti akan menyukainya " ucap Larry begitu bersemangat.
" Kalau begitu ayo kita pergi kerumahmu , terkena angin malam sedikit membuatku lapar " ucap Elin tertawa.
" Kau sangat cantik Nona , aku sangat yakin kalau wajahmu menuruni wajah ibumu " ucap Larry tersenyum , namun terdengar begitu pahit di telinga Elin.
" Apa perkataanku benar ? " tanyanya lagi dan Elin hanya bisa tersenyum tanpa bisa menjawab pertanyaan lelaki itu , karena ia sendiri tidak tahu seperti apa wajah ibu kandungnya dan menuruni siapa wajahnya.
" Ayo nona , aku tidak sabar ingin tahu apa komentarmu tentang masakan istriku " ajak Larry dan Elin kembali menepis buliran cristal yang kembali ingin jatuh di pipihnya dan menghela nafas begitu dalam " ayo " ajaknya dengan bibir tersenyum , namun dengan hati yang menangis.
Ntah apa yang membuat perasaannya begitu kacau hari ini , ntah karena hati yang tidak bisa menahan rasa cemburu atau status hidup yang terus mengungkit air matanya untuk menetes , namun yang pasti semua nampak begitu mengecewakan untuknya.
jangan lupa vote , like dan coment🤗
dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚