
Hannah menarik nafas dan menghapus air mata yang mungkin masih tersisa di wajah cantiknya , setelah merasa yakin kalau dirinya sudah terlihat baik baik saja barulah ia menekan knop pintu dan kembali masuk ke dalam ruang kerja sekaligus menjadi ruang pribadinya selama hampir 10 tahun ini .
" Hay Vale " sapa Hannah tersenyum dan berusaha menguatkan diri di hadapan teman kerjanya itu.
" Tulang tulangku terasa seperti remuk " ujar Hannah sambil membereskan barang barang pribadi yang menurutnya penting dan memasukannya ke dalam Goddy Bag berukuran sedang , " apa kau masih ingin di sini vale ? " tanya Hannah karena sejak tadi ia masuk Vale tidak pernah berbicara " Vale ? " ulangnya lagi karena masih tidak ada suara dari perempuan berpenampilan unik itu , Hannah memutar tubuhnya memastikan keberadaan vVale " ada apa ? " tanya Hannah mendekat pada Vale .
" bmBerhenti bertingkah kuat di hadapanku , aku tahu hatimu sedang hancur saat ini " ucap Vale yang langsung memeluk tubuh Hannah dan menangis sejadi sejadinya , seolah ia merasakan berada di posisi Hannah saat ini.
Hannah terdiam di dalam pelukan tubuh Vale , kesedihannya tidak bisa lagi ia sembunyikan , sesak di dadanya begitu saja kembali ke permukaan membuat kedua mata coklat menyala miliknya kembali berkilau dengan butiran butiran bening yang sudah membasahi wajah cantiknya tanpa permisi.
" Kau hebat Hannah , kau sangat hebat " lanjut Vale yang masih terus menangis , tangan Hannah memeluk erat tubuh Vale dan membenamkan hampir seluruh wajahnya , bibirnya tidak mengeluarkan sepatah kata pun namun isak tangisnya mampu menggambarkan segalanya
" Setelah ini aku mohon padamu untuk mengutamakan dirimu sendiri , kau sudah terlalu banyak berkorban Hannah , bahkan kau lupa kalau kau juga harus bahagia "
" Berhenti memikirkan perasaan orang lain , kau manusia yang berhak bahagia Hannah , aku akan mendukung dan menemanimu
sampai kapan pun "
" Ceh , kau berlebihan vmVale " kata Hannah tertawa dengan pelukan Vale yang baru saja ia lepaskan, " setelah ini aku pasti akan kembali ke tempat asalku vmVale , menjadi perempuan biasa yang tinggal di dalam flat kecil yang kotor " jelas Hannah tertawa namun tatapan kesedihan di matanya tidak bisa berbohong , " itu tidak akan terjadi Hannah "
" Apa kau lupa siapa Caren , dia tidak mungkin hanya tersenyum manis setelah aku menghancurkan rencananya " jelas Hannah.
Brukk " pintu terbuka dengan begitu kasar menimbulkan suara benturan yang membuat Vale dan Hannah tersentak.
Plakk " satu tamparan mendarat tanpa permisi pada wajah Hannah.
" Caren " teriak Vale.
" Kau memang wanita tidak tahu diri , apa kau lupa huh , apa kau lupa siapa dirimu Hannah , kau hanya gadis miskin yang aku pungut dan aku jadikan model terkenal di New York , lalu apa balasanmu padaku , kau hancurkan segalanya " geram caren dengan wajah yang memerah karena menahan emosi.
" Kau memang manusia tidak di untung " lanjutnya dengan tangan yang kembali ingin memukul pada wajah Hannah.
" Caren " teriak Vale sambil berusaha untuk menghentikan tangan Caren namun tangan Hannah lebih dulu menahannya bahkan ia mencengkram begitu kuat pada pergelangan tangan Caren " berhenti mengungkit masa laluku Caren " bentak Hannah tanpa takut.
" Ceh , apa kau sudah merasa begitu kuat untuk melawanku "
" Aku akan terus mengungkit itu supaya kau sadar siapa dirimu sebenarnya , kau bukan apa apa tanpa aku Hannah , kau bisa merasakan hidup mewah dengan popularitas seperti sekarang ini itu semua karena aku , karena aku Hannah " teriak Caren dan menatap begitu tajam pada Hannah.
" ceh " Hannah berdesis dengan ujung bibir yang terangkat , " kau terlalu sombong Caren " ucap Hannah dengan tertawa kecil yang membuat Caren semakin murka.
" Aku memang beruntung karena bertemu denganmu dan menjadikan aku seorang model terkenal , tapi kau salah Caren , disini aku lah yang memegang kendali atas dirimu , akulah yang menjadi sumber kekayaanmu , kau tidak akan pernah bisa merasakan seperti sekarang ini kalau bukan karena aku , berapa banyak model yang kau punya tapi hanya aku yang di kenal dunia hanya seorang Hannah , jadi bukan aku yang beruntung bertemu denganmu tapi kau yang beruntung karena telah menemukan aku "
" dan satu lagi , seorang Hannah akan tetap dikenal menjadi Hannah , ada atau tidak ada kau jalan takdir hidupku memang sudah seperti ini " lanjut Hannah dan mengibas tangan Caren dari cengkraman tangannya.
Hannah mengambil tas dan memasukan beberapa barang penting miliknya ke dalam goddybag , " vmVale terimakasih karena selama ini kau telah begitu baik padaku " ucap Hannah berjalan mendekat pada Vale yang masih berdiri tidak jauh dari caren , " aku akan mengunjungimu nanti " ucapnya lagi dengan memeluk tubuh Vale.
" Apa maksudmu Hannah ? " tanya Vale dengan penuh ke bingungan.
" Aku sudah memutuskan untuk berhenti dari sini Vale , sepertinya kembali menjadi orang biasa akan lebih baik " jelas Hannah begitu santai , Caren yang mendengar dengan cepat membalikkan tubuhnya " apa maksudmu ? " bentak Caren.
" Kau tidak bisa pergi kemana mana Hannah " ucap Caren.
" Aku sudah tidak mempunyai urusan padamu , semua kontrak dan perjanjian kerja kita sudah berakhir dari satu bulan yang lalu , dan kau tidak perlu khawatir aku pasti akan menyelesaikan sisa pekerjaanku " bantah Hannah tanpa takut bahkan ia terlihat begitu menantang , Caren yang tidak pernah melihat Hannah seperti ini pun menjadi sedikit ciut , selama ini tidak pernah Hannah melawan atau membentak Caren seperti ini.
" Ayo Hannah " ajak Vale yang sudah siap dengan semua barang barang miliknya yang akan ia bawa , " apa kau serius Vale ? , aku tidak bisa menjanjikan apapun padamu , sebaiknya kau tetap tinggal kau membutuhkan pekerjaan ini"
" Aku bertahan di sini karena ada kau Hannah , jika kau tidak ada untuk apa aku di sini , bukankah aku sudah mengatakan kalau aku akan menemanimu sampai kapanpun " jelas Vale.
" Apa apaan kau Vale , apa sekarang kau juga sudah ikut menjadi manusia yang tidak tahu terimakasih " ucap caren semakin marah
" apa kau sedang berbicara pada cermin Caren ? "
" Kau lah manusia yang tidak tahu terimakasih itu , memanfaatkan orang lain demi ke untunganmu , bahkan kau tidak membiarkan dia bernafas legah setelah menghasilkan harta untukmu , kami bukan budakmu Caren , sekarang kau yang harus membuktikan akan seperti apa kau tanpa kami " balas Vale tanpa takut.
" Vale " panggil Hannah.
" Oh God terimakasih karena akhirnya aku bisa mengatakan ini pada perempuan yang tidak mempunyai hati ini " lanjut Vale yang menghela nafas legah tanpa menundukkan tatapannya pada Caren.
" Ayo Hannah " ajak Vale.
" Tunggu , apa kalian pikir kalian bisa pergi dengan mudah "
" Kau masih memiliki kontrak kerja padaku Vale dan kau Hannah apa kau lupa rumah dan mobilmu semua atas namaku , jadi selangkah saja kau pergi dari sini aku pastikan kau tidak akan memiliki apapun lagi " lanjut Caren memberi ancaman.
" Ceh , secara tidak langsung kau sedang mengakui bahwa kami sangat berharga Caren " ucap Vale tersenyum puas ,
"kontrak kerja , ya kau benar aku masih memiliki sisa waktu kerja padamu , tapi apa kau lupa isinya Caren , aku bisa kapan saja mengundurkan diri di dalam kontrak itu hanya bertuliskan bahwa jika aku bekerja sampai waktu kontrak habis maka kau akan menambah uang bonus sebanyak 50% dari total gajiku selama masa kontrak , tapi aku tidak lagi membutuhkan itu , uang tidak bisa membeli kenyamanan Caren , selama bekerja denganmu aku sangat merasa tidak nyaman
" jelas Vale begitu detail membuat lidah Caren menjadi keluh untuk menyangkal.
" Silahkan ambil semuanya Caren , aku sungguh tidak membutuhkan itu " sambung Hannah.
" Kau begitu naif , tidak ada satu pun manusia di bumi ini tidak butuh harta Hannah " ujar Caren tertawa , kali ini lidah tajamnya mampu memberikan perlawanan, " ya kau benar , tapi untuk apa semuanya jika aku akan terus hidup dalam aturanmu " kata Hannah membantah.
" Aku lebih nyaman tidur di flatku yang kumuh namun dengan semua ke bebasan dan tanpa tekanan siapapun , bersamamu benar benar membuatku lupa dengan kebahagianku sendiri Caren , bahkan untuk membalas tubuhku yang lelah pun aku tidak bisa karena harus mengikuti semua aturanmu termasuk dalam hal makanku "
" Jadi ambillah , semua itu benar benar tidak berarti untukku , karena yang aku butuhkan hanya tubuh ini , tubuh yang selama ini hanya di biarkan bernafas tanpa bisa aku kendalikan " lanjut Hannah.
" ayo Vale " ajak Hannah setelah puas mengeluarkan isi hatinya , Caren benar benar kalah hari ini , otaknya seperti tidak lagi bekerja , lidahnya yang tajam pun tidak mampu mencegah Hannah dan Vale dengan ancaman seperti yang biasa ia lakukan .
arrrggghh " erang Caren dengan kedua tangan yang mengepal begitu kuat , " aku tidak akan melepaskanmu Hannah " ucapnya yang masih tidak terima atas kekalahannya.
jangan lupa vote , like dan coment🤗
dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚