Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Cemburu


Seorang perempuan berjalan begitu cepat keluar dari dalam Lift menuju pintu utama Lobby , " Sayang tunggu " teriak Daniel sambil berlari mengejar Elin dan perempuan itu semakin mempercepat langkahnya.


Daniel menggerakkan kepalanya pada laki laki bertubuh besar yang berdiri di sisi pintu untuk menghentikan langkah Elin.


" Maaf Nona , anda tidak bisa pergi " ucap laki laki bertubuh besar itu pada Elin , " jangan menghalangiku " ucap Elin menatap tajam.


" Maaf nona tapi kami tidak bisa membiarkan anda pergi "


" Siapa yang tidak membiarkan , apa Nona Delila kalian ? , katakan padanya hubungi aku nanti jika ingin membalas perbuatanku tapi biarkan kali ini aku pergi "


" Tidak bisa Nona "


" Sayang " panggil Daniel setelah berada semakin dekat pada Elin.


" Jangan mendekatiku " ucap Elin dengan menatap begitu marah , " Sayang maafkan aku tapi tolong jangan salah paham " ucap Daniel begitu lemah.


" Minggir " teriak Elin pada dua lelaki besar di hadapannya.


" Aku bilang Minggir " teriaknya tanpa ampun.


" Sayang , please dengarkan penjelasanku " lanjut Daniel memohon , namun Elin tidak peduli ia terus memberontak di balik tubuh laki laki di hadapannya , " jika kau ingin aku maafkan , perintahkan orang orang kekasihmu ini untuk minggir " ucap Elin , Daniel mengerutkan dahinya mendengar kata kata Elin yang tidak masuk akal , kekasih mana yang ia maksud namun Daniel mengabaikannya dan kembali menggerakkan kepalanya pada laki laki bertubuh besar itu untuk melepaskan Elin.


Dan tanpa banyak bicara Elin segera pergi melewati dua tubuh kekar yang menghadangnya dan berlari menuju jalan besar , namun Daniel tidak tinggal diam ia juga ikut keluar dan mengejar kekasihnya meski perempuan itu semakin mempercepat langkahnya , " Sayang tolong dengarkan penjelasanku " teriak Daniel semakin dekat namun Elin tetap berusaha untuk meloloskan diri tanpa menyadari kalau kecepatan langkah kakinya adalah setengah dari langkah Daniel.


" Lepaskan Daniel " teriak Elin memberontak setelah tubuhnya terkurung dalam rengkuhan tangan Daniel yang memeluknya begitu erat.


" Aku bilang lepaskan " teriaknya lagi.


" Tidak , aku tidak mungkin melepaskanmu " ucap Daniel yang semakin mempererat pelukannya.


" Kenapa kau di sini , Pergi sana dengan kekasihmu "


" Ya aku sudah di sini dengan kekasihku "


" Ceh , aku bukan kekasihmu , kekasihmu Delila "


" Sayang dia sahabatku , kita sudah berteman dari sejak kecil , itulah kenapa kita begitu dekat " jelas Daniel yang akhirnya melepas pelukannya pada Elin , membuat perempuan itu membalikan tubuhnya dan menatap tajam pada Daniel.


" Dengan harus berpelukan ? , tidak ada persahabatan yang benar benar sahabat antara laki laki dan perempuan Tuan Daniel " ucap Elin begitu emosi.


" Kau salah sayang , sungguh tidak seperti apa yang kau pikirkan , dia bukan perempuan yang pantas kau cemburui "


" Jadi kau sedang menyalahkan aku ? "


" Kalau tidak ingin di cemburui jangan memiliki kekasih , atau lebih tepatnya jangan memilih aku menjadi kekasihmu , aku bukan Hannah yang rela melihat pacarnya berpelukan dengan perempuan lain , aku tidak akan peduli dia sahabatmu atau siapa pun , tapi ketika perempuan itu bukan keluargamu , aku tidak akan pernah menerimanya " lanjut Elin yang tidak lagi bsia


" Oke , oke maafkan aku , aku salah " ucap Daniel yang tidak ingin memperpanjang perdebatan dengan kembali salah bicara.


" Tidak , aku tidak bisa memaafkanmu "


" Maksudmu sayang , kau mau kita... " ucap Daniel menggantung dengan menatap begitu terkejut.


" Ya "


" Sayang please , maafkan aku , tidak ada yang lebih penting darimu dan keluargaku , Delila tidak ada apa apanya di dalam hidupku , sungguh kita hanya sahabat , tolong jangan salah paham " jelas Daniel memohon.


" Tidak mudah memaafkan kesalahan orang lain Daniel , kau sudah menyakiti perasaanku di hari pertama kita memulai hubungan , apa kau tidak berpikir itu sangat menyakitkan dan membuatku menjadi ragu padamu "


" Astaga sayang , aku janji , aku janji tidak akan melakukan kesalahan itu lagi , aku tidak akan pernah berdekatan dengan wanita mana pun , oke " kata Daniel mencoba untuk bernego , " tidak semudah itu " sahut Elin yang masih begitu dingin.


" Baiklah kau bisa melakukan apapun padaku , asal kau memaafkan aku dan kita kembali seperti semula , eemmm.. "


" Apa kau ingin memukulku ? , pukullah " sambung Daniel sambil mendekatkan wajahnya.


" Melakukan apapun " ulang Elin dan Daniel mengangguk.


" Kalau begitu aku akan berpelukan dengan laki laki lain "


" Jangan gila sayang "


" Kenapa gila kau juga melakukannya "


" Tapi dia temanku "


" Baik , aku akan berpelukan dengan laki laki yang juga temanku , biar kita satu sama"


" oh mungkin bersama Mike " sambungnya , membuat Daniel semakin memanas dengan rahang yang sudah mengeras , Elin memutar tubuhnya dari hadapan Daniel untuk kembali meninggalkan laki laki itu.


Namun satu tangan lebih dulu mencegahnya dan menariknya begitu keras membuat tubuh langsing milik Elin harus terpental di dada bidang Daniel , dan tanpa menyianyiakan ke sempatan Daniel segera menangkup kedua wajah Elin dan mencium dan ******* bibir seksi milik kekasihnya , bahkan ia tidak peduli jika sekarang mereka sedang menjadi pertontonan semua orang.


Elin berusaha memberontak namun tenaganya tidak akan mungkin menyaingi tenaga Daniel , jadi yang bisa ia lakukan hanya membiarkan Daniel menikmati bibirnya tanpa perlawanan.


Daniel melepas ciumannnya dan menatap begitu dalam mata Elin , " Setelah ini tidak akan ada satu pun lelaki yang berani mendekatimu " ucap Daniel tersenyum , dan matanya beralih melihat ke arah sekitarnya dan menemukan semua mata sedang menatap ke arah mereka dengan beberapa camera yang sepertinya sudah selesai mengambil moment yang begitu mahal untuk di beritakan.


" Kau begitu percaya diri " ucap Elin menatap tajam , " Kau lihat saja nanti dan turunkan tatapan mata itu jika tidak ingin aku kembali ******* bibir seksimu ini " ucap Daniel tersenyum.


Mata Elin membulat dan begitu terkejut saat melihat mereka sedang menjadi bahan tontonan orang lain , tidak ubah seperti pertunjukan di tengah umum " Kau benar benar gila Daniel " ucap Elin tidak percaya.


" Kau yang membuatnya sayang " sahut Daniel begitu enteng.


" Ayo " ajaknya lagi dengan menarik tangan Elin dan yang terjadi perempuan itu bukan lagi tidak memberontak namun juga menyembunyikan wajahnya di balik punggung Daniel membuat dirinya harus kembali memeluk lengan lelaki itu.


Senyum bibir Daniel terangkat , merasa begitu bangga bahwa dia pemenang dari pertikaian mereka , " Apa kau malu menjadi kekasihku ? " tanya Daniel menghentikan langkahnya ,


" Aku memang sengaja melakukannya " sahut Daniel santai .


" Jangan sembunyikan wajahmu sayang , atau aku akan sedih karena mengira kalau kau benar benar tidak mencintaiku " katanya melemah membuat Elin mengalah dan kembali memposisikan tubuhnya normal namun pandangannya menunduk karena masih begitu malu untuk menatap kesemua orang setelah mempertontonkan ciumannya.


" Jangan menunduk , kau harus tersenyum sayang , supaya hasil gambar mereka bagus dan kau terlihat cantik di berita besok pagi " ucap Daniel tersenyum.


" Maksudmu ? " tanya Elin tidak mengerti.


" Ayo " ajaknya lagi tanpa menjelaskan maksud perkataannya pada Elin , ia yakin kalau besok kekasihnya itu akan mengerti .


~


Daniel melihat ke arah Elin yang tertidur begitu nyenyak di kursi penumpang di sampingnya , setelah pergi dari kerumunan semua orang perempuan itu tidak lagi banyak bicara dan sudah tertidur seperti ini , dengan satu tangan yang terus di genggam oleh Daniel .


Mobil sport berwarna putih milik Daniel sudah berhenti di sebuah tempat dengan angin yang berhembus kencang namun nampak begitu indah dengan pantulan langit sore di atas hamparan air laut .


" Sayang " panggil Daniel menepuk lembut pipi kekasihnya namun tidak ada pergerakan dari perempuan itu , ia masih tertidur begitu lelap tanpa peduli kalau tubuhnya sudah berada di tempat yang begitu indah " Sayang" ulangnya lagi .


Cup


Bibir Daniel mencium lembut bibir Elin yang sedikit terbuka , dan mata bulat itu akhirnya terkesiap setelah mendapat sentuhan manis dari bibirnya.


" Hay Sleeping Beauty " ucap Daniel setelah matan Elin terbuka sempurna , " aku benar benar merasa seperti pangeran " gumamnya tertawa karena menyadari apa yang baru saja ia lakukan seperti alur cerita dalam sebuah dongeng.


" Kita Dimana ? " tanya Elin dengan suara serak dan membenarkan posisi tubuhnya dengan menegakkan duduknya , matanya membesar saat melihat hamparan laut biru di luar kaca jendela mobil , " Aku tidak sedang di surgakan " katanya sambil berulang kali mengucak matanya karena begitu tidak percaya.


" Apa surgamu hanya aku dan pantai " sahut Daniel tersenyum.


" Ceh " desis Elin.


" Boleh aku keluar ? " tanya menatap Daniel dan laki laki itu menganggukkan kepalanya , membuat dirinya begitu tidak sabar untuk segera keluar dari dalam mobil dan berjalan di hamparan pasir putih yang begitu ia rindukan.


Wajah Elin terlihat begitu bahagia setelah sekian lama tidak pernah melihat pemandangan menyegarkan ini , dengan mata terpejam ia menikmati angin laut yang berhembus menerpah wajahnya , aroma laut dan suara desiran ombak benar benar panduan yang sempurna untuk menenangkan pikiran.


" Kau terlihat seperti pertama kali kita bertemu " gumam Daniel menatap Elin yang sedang menikmati angin pantai persis saat pertama kali ia melihatnya di Lombok.


" Apa kau bahagia ? " tanya Daniel setelah berada di sisi Elin yang masih memejamkan matanya.


" Ya , ini begitu memenangkan " sahut Elin tanpa membuka matanya.


" Sederhana itu ? " tanya Daniel , kepala Elin mengangguk , " Sangat sederhana , aku hanya butuh kamu dan suasana menyejukan seperti ini , maka aku akan sangat bahagia " kata Elin yang sudah membuka matanya dan tersenyum pada Daniel.


" Benarkah hanya itu ? "


" emm..akan lebih bahagia lagi jika ada sahabat sahabatku " sambung Ekin tertawa.


" Baguslah "


" Untuk ? "


" Kau tidak lagi marah padaku "


" Kau salah , mungkin aku tidak lagi marah namun aku belum memaafkanmu " jelas Elin tertawa.


" Sayang jangan menjadi manusia pendendam , aku sudah meminta maaf "


" Akan aku pikirkan nanti " sahut Elin sambil berlari menuju pantai , " kejar aku , jika kau bisa aku akan memaafkanmu " teriaknya menantang Daniel.


" Kau akan menyesal " balas Daniel yang segera berlari mengejar Elin.


" Aku sudah bilang kau akan menyesal " ucap Daniel setelah tubuh Elin terkurung di rengkuhan tangannya , " kau curang Tuan "


" curang " ulang Daniel.


" ya langkahmu terlalu besar untuk langkahku "


" Kau yang memberi tantangan dan sekarang kau harus menepati janjimu untuk memaafkan aku "


" kalau aku tidak mau "


" jangan menjadi pendusta sayang "


" Ceh "


" Aku sudah memaafkanmu , asal kau harus berjanji untuk tidak melakukannya lagi"


" aku berjanji " ucap Daniel begitu cepat membuat Elin tertawa.


Cup


Bibir Elin mencium cepat bibir Daniel , " jangan melakukannya lagi , aku benar benar tidak bisa menahan rasa cemburuku " ucapnya menatap begitu dalam mata Daniel.


Daniel begitu bahagia mendengar pengakuan itu tanpa sadar ia sudah memeluk begitu erat tubuh Elin , " Aku sangat menyukai ketika kau cemburu , dengan begitu aku akan merasa kalau aku benar benar di cintai " ucapnya dengan mendekap tubuh Elin lebih erat.


Hembusan angin pantai dan suara gelombang benar benar menghangatkan pelukan dua insan yang sedang jatuh cinta ,


" Ya walau begitu tapi jangan coba coba mengulanginya jika hanya untuk melihatku cemburu , aku benar benar akan melakukan hal yang lebih gila lagi dari apa yang kau pikirkan " ucap Elin tertawa dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Daniel.


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚