Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Selamat Malam Pertama Elin


•Biar dapat Feel membacanya, sebaiknya saat Green dan Amel bernyanyi.sambil ikut dengerin lagu project pop- Ingatlah hari ini ya😊


Hampir semua orang masih berdiri menyimak dua lelaki yang masih berdiri di atas panggung. Seakan hal itu lebih menarik dari menikmati hidangan enak dari acara pernikahan Daniel dan Elin.


Green tak henti menyipitkan mata ke arah Nathan dan Alfin yang masih terus berbicara, mengungkapkan rasa bahagia untuk sepasang manusia yang baru saja menikah.


" Aku benar-benar tak tenang " gumamnya pelan.


" Kami rasa ini cukup " ucap Nathan tersenyum senang dan Alfin yang ikut mengangguk. Lalu kemudian ia menjeda sesaat dan menarik nafas dengan wajah yang begitu tenang, " intinya kami begitu bahagia untukmu brother " ucapnya sekali lagi dengan mata yang berbinar menatap ke arah Daniel.


Suara tepuk tangan bergemuruh mengakhiri kalimat yang begitu menyentuh hati semua orang, dan mengira bahwa itu adalah kalimat terakhir yang akan mereka katakan di atas panggung.


Alfin menyeringai penuh arti dengan kembali mengambil mikrofon yang sudah di letakan, " sepertinya malam ini tidak akan begitu berkesan jika Kakak ipar dan istriku tidak mempersembahkan sesuatu untuk sahabatnya " katanya dengan menahan tertawa.


Mendengar kalimat itu spontan tepuk tangan kembali bergemuruh dengan hampir semua orang melihat ke arah Green dan Amel yang kini nampak terkejut dengan mata yang sedikit membulat.


" Aku sudah yakin " ucap Green dengan mimik wajah yang menahan kesal.


" Mereka mengerjai kita Green " timpal Amel panik.


Alfin melipat bibirnya dengan kembali mendekatkan mikrofon, " untuk para tamu silahkan menikmati hidangannya kembali, bersama persembahan sebuah lagu dari dua menantu keluarga Vernandes " katanya dengan begitu bersemangat sambil bertepuk tangan, membimbing semua orang untuk ikut kembali bertepuk tangan.


" Silahkan untuk kedua Nyonya muda Vernandes untuk naik ke atas panggung " sambung pembawa acara.


Green menarik nafas menahan kesal.


" Apa mereka gila huh !, Sejak kapan kita bisa nyanyi " gerutu Amel. Belum selesai ia bicara, Green sudah menarik tangannya, " jangan sampai kita di remehkan " ujarnya begitu emosi.


" Tapi Green kita tidak bisa nyanyi "


" Itu urusan nanti " sahut Green sambil terus berjalan ke arah panggung. Sementara Elin kini tertawa, menyadari Green dan Amel sedang di kerjai oleh suaminya.


Hannah bertepuk paling kencang ketika kaki Green dan Amel sudah menginjak lantai panggung. lalu kemudian di susul oleh Meili dan Elin yang ikut bertepuk.


" Silahkan sayang " kata Nathan sambil memberikan mikrofon di tangannya kepada Green, begitu pun Alfin ke Amel.


" Kami yakin kalian bisa " sambung Alfin dengan benar benar menahan untuk tidak tertawa, melihat wajah kesal Green dan Amel yang tidak berhenti menatap tajam ke arah mereka, " tunggu nanti acara selesai " gumam Green pada Nathan, sebelum akhirnya menghadap ke arah tamu dengan senyum manis yang di paksa di bingkai menutupi kekesalan.


" Green apa yang harus kita lakukan?, Kita tidak mungkin menyanyikan ? " bisik Amel. Sementara Green hanya memejamkan mata sesaat seraya menarik nafas, lalu mengarahkan mikrofon ke arah bibirnya yang begitu merona oleh lipstik berwarna Plum.


" Sebelum kita bernyanyi. Aku dan Amel ingin mengucapkan selamat untuk hari paling bahagia untuk sahabat kami tercinta, Elin " ucapnya dengan menjeda sesaat, dengan mata yang menatap penuh bahagia bercampur haru ke arah Elin, " Kami berharap tidak ada hal apa pun yang bisa memisahkan kalian berdua. Tidak ada satu pun kesedihan dan tidak ada satu pun alasan yang membuat kalian tidak bahagia. Kalian harus bahagia selamanya " katanya begitu tegas, dengan mata yang sedikit mulai berkaca-kaca, " dan emmm, buatkan kami ponakan yang banyak " sambungnya lagi. Sementara Amel hanya ikut terus mengangguk membenarkan setiap perkataanya.


Lalu suasana menghening sesaat.


" Nyanyi nyanyi nyanyi " teriak Meili memulai lalu di ikuti hampir semua orang dan yang paling bersemangat dari semua suara , adalah suara Nathan dan Alfin. Membuat Green kembali menatap tajam ke arah mereka. Ia kembali menarik nafas dengan sedikit lebih dalam, " Guys jujur, kita tidak bisa nyanyi sama sekali dan kalian harus tahu, dua lelaki itu... " tunjuknya ke arah Nathan dan Alfin yang masih berdiri di sisi panggung dengan tersenyum, " mereka mengerjai kami " sambungnya, membuat semua orang kini tertawa.


" Tapi karena malam ini begitu spesial untuk sahabat kami tercinta, jadi kami memutuskan untuk nekad bernyanyi " katanya lagi, membuat Amel spontan menoleh ke arahnya dengan mata yang kembali membulat dengan sempurna. Sambil menelan ludah ia merapat ke arah Green, " yang benar saja Green.. "


" Kau ikuti saja biar aku yang bernyanyi " sahutnya tegas, lalu memutar tubuhnya berjalan ke arah para pemain alat musik.


" Nyalimu memang di atas rata-rata " gumam Amel tak habis pikir.


Setelah berbincang-bincang dengan salah satu pemain alat musik, Green kembali menghadap ke depan, " ini bukan sebuah lagu yang romantis. Tapi kami harap kalian menikmatinya " katanya dengan sedikit tertawa.


" Dan ini untukmu " sambungnya dengan tangan yang terarah pada Elin yang kini sudah berdiri begitu dekat di hadapan panggung, dengan tangan Daniel yang terus merengkuh pinggangnya yang ramping.


" Lagu apa Green ? " tanya Amel kembali berbisik.


" Ikuti saja " sahutnya santai bersama suara petikan gitar yang mulai terdengar.


Elin langsung tertawa ketika menyadari lagu apa yang akan mereka bawakan.


Kawan, dengarlah yang akan aku katakan.. (Suara Green mulai bernyanyi )


Tentang dirimu setelah selama ini


Ternyata kepalamu akan selalu botak


Eh, kamu kaya gorila...


(disini semua orang tertawa dan Amel mulai mengimbangi irama musik )


Cobalah kamu ngaca tu bibir balapan...


(Bergantian Amel yang bernyanyi )


Dari pada gigi lo kaya kelinci..


Yang ini udah gendut suka marah-marah


Kau cacing kepanasan...


Tapi 'ku tak peduli


Kau selalu di hati


( Green dan Amel menyanyi bersamaan dan saat itu juga Elin ikut naik ke atas panggung )


Kamu sangat berarti, istimewa di hati


Selamanya rasa ini


Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing


Ingatlah hari ini


(prov Green )


Ketika kesepian menyerang diriku


Nggak enak badan, resah nggak menentu


Kutahu satu cara sembuhkan diriku..


(prov Green Elin dan Amel bersamaan)


Ingat teman-temanku...


(prov Amel)


Don't you worry, just be happy


Temanmu di sini


( Di bait ini Nathan dan Alfin ikut bergabung)


Kamu sangat berarti, istimewa di hati


Selamanya rasa ini


Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing


Ingatlah hari ini


Suana semakin pecah dengan hampir semua orang ikut bernyanyi, bahkan Meili tanpa sadar menarik tangan Jerry untuk mendekat ke hadapan panggung.


Sementara Green turun dari panggung untuk membawa Daniel ikut bernyanyi bersama.


(prov Amel dan Alfin )


Don't you worry, don't be angry


Mending happy-happy


(Semua orang bernyanyi )


Kamu sangat berarti, istimewa di hati


Selamanya rasa ini


Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing


Ingatlah hari ini


Kamu sangat berarti, istimewa di hati


Selamanya rasa ini


Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing


Ingatlah hari ini


Kamu sangat berarti, istimewa di hati


Selamanya rasa ini


Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing


Ingatlah hari ini.


Mereka semua berpelukan. Dengan Green, Elin dan Amel yang sudah menangis karena begitu bahagia.


Dan suara riuh tepuk tangan kembali bergema menutup akhir dari lagu yang membuat suasana menjadi semakin meriah.


Meski ada beberapa orang yang tidak mengerti dengan bahasa dari lirik lagu. Namun tak membuat mereka untuk tidak ikut menikmati, bahkan tepuk tangan Hannah yang paling keras berbunyi ketika lagu sudah berakhir.


" Pemilihan lagumu tepat Green " kata Amel tertawa, sambil mengusap sisa air mata di pelupuk matanya.


" Kau keren sayaang " puji Nathan menimpali.


" Ceh " Green bercih, " kau salah kalau mau mengerjai istrimu " katanya begitu sombong. Namun Nathan mengakui hal itu dengan mengangguk bangga, " ya, kau memang terlalu keren " sambungnya sambil kembali merengkuh tubuh Green.


Dan di hadapan panggung, kini ada sepasang manusia yang tengah saling merasa canggung setelah sepanjang lagu mereka bergandengan tangan tanpa sadar.


" Kau ingin minum ? " tanya Jerry memecah keheningan.


" Emmm ya " sahut Meili dengan wajah yang kembali merona karena begitu malu.


~


Hampir semua tamu undangan kini sudah meninggalkan kediaman keluarga Elin, bahkan tamu spesial dari New York juga sudah kembali ke hotel untuk beristirahat. dan tinggal menyisahkan keluarga Vernandes dan Remkez disana.


" Kami titip anak kami ya Bu " ucap Viona sembari memeluk erat tubuh Mala.


" Jangan khawatir. Kami pastikan dia akan tetap tampan selama disini " balas Mala tertawa.


Semua orang bergantian saling memeluk untuk melepas acara bahagia yang baru saja berakhir, tak terkecuali dua perempuan yang kini tengah memeluk erat tubuh Elin, " Nanti mungkin akan sedikit sakit tapi setelah itu kau akan merasakan surga dunia " bisik Green tertawa, " jadi jangan terlalu gugup, Oke ! " sambungnya sebelum akhirnya melepas pelukan mereka , lalu ikut bergabung pada semua orang yang sudah siap untuk pulang.


" Selamat malam pertama Elin " serunya dan Amel bersamaan sebelum masuk ke dalam mobil. Membuat semua orang tertawa. Namun tidak dengan Elin yang kini tengah menahan malu setengah mati.