Anak Genius Itu Anakku

Anak Genius Itu Anakku
Kesepian


Deg! Seorang pria dengan penampilan lusuhnya, jenggot dan kumisnya sudah terlihat panjang. Dia tengah makan di Ampera nasi Padang.


Di Ampera itu keluar sebuah berita kecelakaan seorang artis terkenal berdarah campuran Indonesia-Belanda.


“Innalillahi wa innailaihi raji'un....” gumamnya pelan.


Tak lama, dia mendapat notifikasi dari media sosialnya. Dia membuka notifikasi itu sambil bergumam dalam hati. “Sabar ya Kinah, kamu pasti sedih mendengar berita anakmu kecelakaan.”


Baru saja dia bergumam dalam hati, matanya membulat sempurna. Tangannya bergetar dan hp yang dia pegang terjatuh di atas meja.


“I-ina-ilahi-wa--i--na--ilahi--raji'un....” ucapnya terbata karena bibirnya bergetar.


“Ya Allah, berita ini tidak benar 'kan?”


Ya, dia adalah Shaleh Yusuf. Dia segera menyelesaikan makanannya. Langsung menuju mesjid, berwudhu dan bersujud, berkeluh kesah.


Dia menumpahkan isi hatinya yang teramat sedih, curhat kepada Allah. Betapa selama ini dia masih mencintai makhluk Allah yang satu itu. Setiap hari dia diam-diam melihat jaringan sosial Sakinah dan anak-anak nya... Ada rasa rindu, kecewa dan sedih, tetapi dia telah ikhlas, karena dia bukanlah tempat yang bisa membuat Sakinah tersenyum bahagia.


Shaleh Yusuf yakin akan takdir Allah, bahwa dia tidak berjodoh dengan Sakinah.


“Ya Allah, aku ikhlas walaupun berat, aku tak berjodoh dengannya, aku ikhlas hidup tanpa memiliki dirinya. Hanya dengan melihat tulisan dia menegur anak-anaknya saja aku bahagia.”


“Ya Allah, engkau yang memberikan rasa ini untukku. Anugerah perasaan yang dalam, selalu ku syukuri. Akan tetapi Ya Allah, untuk kali ini aku tidak kuat, tidak rela. Maaf... tolong ampunilah hamba. Hamba terlalu mencintai dirinya.”


“Ya Allah... aku bertahan hidup dengan cinta dan senyumannya yang tak pernah tertuju padaku. Kini, semuanya sudah lenyap, maka bawalah aku ke sisimu. Kasihanilah aku yang kesepian ini. Jika tak ada balasan cinta darinya untukku, dan dia pun juga telah tiada. Tolong cintai aku, ya Allah.”


“Aku benar-benar kesepian sekarang....” rintihnya pilu dalam sujud.


Tak ada tempat yang bisa dia berkeluh kesah lagi. Cinta sepihak yang dia miliki ini, hidup sebatang kara karena semua keluarga telah meninggal dunia. Dia memilih merantau ke kota satu dan kota lainnya, bertahan hidup dengan cinta yang masih membara dalam dada.


Shaleh Yusuf malah memikirkan keadaan Arsen. Dia menghapus air matanya yang terus-menerus mengalir. Kemudian, memilih duduk bersandar di dinding mesjid yang sedang sepi.


Menatap ponselnya kembali, melihat foto Sakinah yang tertutup cadar bersama keluarganya.


Pria itu terus menyebut nama-nama Allah, begitu pun air matanya terus mengalir tanpa bisa dia kontrol.


***


Dua hari kemudian, tepatnya hari Jum'at. Shaleh Yusuf tak beranjak dari mesjid. Matanya bahkan telah bengkak, dia hanya minum berapa tegukan air putih agar bisa bertenaga saat bersujud kepada Allah.


Imam masjid telah mengimami semua makmum untuk sholat Jum'at. Saat sujud terakhir, Shaleh Yusuf tak bangkit lagi, bahkan sampai salam.


Saat imam memimpin do'a, seseorang yang disamping Shaleh Yusuf menyentuh pundaknya pelan.


Bruk! Tubuh itu terkulai lemas. Semua orang terkejut. “Inalillahi wa innailaihi raji'un!” Semua orang bergumam, setelah seseorang memeriksa nadinya.


Tampak wajah Shaleh tersenyum cerah dengan mata yang masih terlihat bengkak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Semoga amalmu diterima disisi Allah,


Alfatihah buat Shaleh Yusuf....


Jika di dunia kau tak mendapatkan cinta,


Semoga diakhirat kau menemukannya💓