
“Calista, kenapa kamu selalu tidak percaya padaku? Aku tidak memikirkan Sakinah tentang hal-hal aneh yang ada dalam pikiranmu itu. Aku sudah memilihmu, tidak mungkin mengingat wanita lain lagi. Apalagi sekarang dalam perutmu sudah ada anak kita.” Dedrick menggenggam tangan Calista yang hendak pergi naik ke dalam kamarnya.
“Aku tidak percaya!” jawabnya ketus.
“Tolong mengerti Calista, aku mohon.” Dedrick meletakkan tangan Calista di dadanya.
Andrean menatap pertengkaran itu, aneh, Kakak laki-lakinya memohon seperti itu pada Calista, ‘Apa yang telah dilakukan cewek nakal itu pada Kakak? Sampai-sampai dia menahan diri seperti itu? Apa karena dia hamil?’ gumam Andrean.
“Kalau aku di dalam hatimu, kenapa kita tidak menikah di gereja? Impianku dari kecil menikah denganmu di gereja memakai gaun putih panjang. Tetapi demi Sakinah kamu mau melakukannya di luar, bukankah itu karena kau masih menyukai adik iparmu?!” bentak Calista, lalu dia menghempaskan tangan Dedrick.
‘Apa-apaan itu? Mereka bertengkar dan membawa-bawa istriku?!’
“Calista, dulu, aku memang ada rasa padanya, tetapi tidak lagi setelah aku jatuh hati padamu.” Dedrick mengejar Calista.
“Apa?” Wizza bergumam.
Sedangkan orangtua Calista dan Sekar hanya diam menonton perdebatan dua pasang manusia itu, tidak menghentikan.
“Aku percaya Dedrick mencintai putriku sekarang, Wizza. Jangan khawatir.” Ayah Calista menepuk pundak Wizza. Ia tahu karakter Dedrick sejak kecil.
Putrinya Calista terobsesi sejak kecil pada anak dingin itu. Dia selalu mengeluarkan expresi datar pada siapapun, apalagi pada wanita. Akan tetapi, kini ia melihat Dedrick membujuk dan memohon pada putrinya. Bukankah itu semua karena cinta?
Andrean berjalan dan menengahi pertengkaran antara Dedrick dan Calista.
“Hentikan!” teriaknya, Ia berdiri ditengah-tengah mereka. “Kenapa kalian bertengkar membawa-bawa istriku?! Dia tidak ada sangkut pautnya dengan kalian!” Andrean menatap tajam Calista yang sejak tadi menuding istrinya pengganggu hati sang kakak.
Mereka diam sejenak.
“Andrean, Kakak berharap kamu bisa mengerti, semenjak aku pergi ke Amerika, aku telah melepaskan segalanya, merelakan dia untuk kau jaga. Aku tidak ingin menikah di Gereja karena Sakinah tidak akan bisa masuk ke dalam gereja.” jelas Dedrick. Calista menyedekapkan tangannya di dada.
“Bukan hanya Sakinah, tetapi anak-anak juga tidak akan bisa. Aku merasa sedih, jika pernikahanku tidak dihadiri keluarga lengkap...” lanjut Dedrick sendu.
“Tidak ada niatku menyakiti hatimu Calista.”
“Kenapa tidak bisa masuk?” tanya Andrean.
Dedrick menatap Andrean cukup lama. “Apa kamu tidak mempelajari agamamu dengan benar?” Ia bertanya pada adiknya itu.
“Kalian tidak bisa masuk, kamu bisa bertanya pada Sakinah.”
Orang tua Calista pun mendekat. “Calista, benar kata Dedrick, kita harus menghargai perbedaan kita. Andrean telah pindah ke agama istrinya, jadi kita harus mengerti.” Ayah dan Ibu Calista membujuk putrinya.
Perdebatan panjang pun masih berlangsung sebentar, namun akhirnya selesai juga. Calista mau mengalah dan bersedia menikah outdoor.
~~
Malam hari, di dalam kamar.
Andrean tidur memeluk Sakinah. Ia membelai-belai rambut istrinya itu.
“Sayang, apakah benar, kalau kamu tidak bisa masuk ke Gereja?” tanya Andrean.
Sakinah menatap Andrean cukup lama, kemudian tersenyum. “Ada yang bilang haram, ada juga yang bilang makruh.” jawab Sakinah.
“Lalu, kamu meyakini yang mana?” tanya Andrean lagi.
“Coba lihat tampilan ku Sayang, jika keluar aku berpakaian seperti apa? Bagaimana reaksi orang saat melihat aku masuk ke tempat ibadah orang lain?”
“Jadi, kamu tidak akan masuk?” Sakinah mengangguk. “Berarti anak-anak juga tidak akan masuk. Kakak pasti sedih.”
“Memangnya kenapa?” tanya Sakinah.
“Kakak ingin menikah dengan Calista. Wanita itu meminta di Gereja, sedangkan Kakak bilang dia mau outdoor, agar kamu bisa hadir.”
“Alhamdulillah. Akhirnya Kakak Ipar menemukan jodohnya.”
“Aku cemburu!” ujar Andrean memeluk Sakinah posesif.
“Loh, cuma mengatakan itu, kamu cemburu, Sayang?” Sakinah menatap jengah Andrean.
“Kakak tahu semuanya. Aku yang mualaf tidak tahu apa-apa! Dia perhatian sekali padamu!”
Cup! Sakinah mengecup bibir Andrean sekilas. “Kalau tak ingin cemburu lagi, makanya harus banyak belajar lagi.”
“Iya, aku akan belajar lagi.” Menelusupkan kepalanya di dada Sakinah, bermanja-manja.
“Sayang, liburan sekolah nanti aku ikut pulang ke Indonesia, ya!” Memainkan dada Sakinah.
Sakinah menegang tangan jahil itu. “Geli ish!” ucapnya. “Bagaimana dengan perusahaan mu?”
“Ada David.” jawab Andrean enteng.
“Kasihan David, selalu saja dia yang mengurus semuanya.”
“Ya, bagaimana lagi. Memang itu pekerjaan dia.” Sakinah mencubit pinggang Andrean.
“Kalau begitu, kamu harus bayar gaji dia lebih!”
“Iya, Nyonya Muda Van Hallen.”
Keesokan harinya.
Hans menemui Arsen yang baru pulang sekolah. Ia menjelaskan tentang tawaran Jonathan yang kemarin.
“Aku kurang paham dengan masalah ini, aku akan bertanya pada Papa. Tunggulah info dariku Kakak. Oh ya, tetaplah berhati-hati!” pesan Arsen.
“Tentu, Tuan Muda.”
“Antarkan aku ke kantor Papa!” perintah Arsen pada sopir.
Arsen memakai masker dan topi saat ia turun dari mobilnya, David langsung turun menyambut Arsen yang di kawal oleh Xander Pim yang juga memakai topi dan masker.
Mendengar David terburu-buru, membuat para karyawan itu menoleh, seorang anak kecil yang berpenampilan tertutup sangat di hormati. Cara dia berjalan, semua sudah bisa menebak jika itu putra sulung Andrean.
“Siang Tuan Muda.” sapa mereka dengan hormat.
Arsen menaikan satu tangannya setengah bahu dengan berwibawa sebagai jawaban salam mereka.
Semenjak Arsen menelfon David, memberitahu kalo Arsen akan datang, Andrean bercermin sejak tadi, memperbaiki tampila.
“Tuan, Tuan Muda Arsen sudah datang!” seru David.
“Ya, silahkan masuk!” balas Andrean setengah berteriak.
Arsen masuk, menyalami Andrean dan duduk di sofa, “Aku tak bisa berlama-lama, Pa. Aku butuh bantuanmu!” kata Arsen.
“Memangnya kamu mau kemana, sampai tergesa-gesa begitu?” tanya Andrean.
“Banyak hal.” jawabnya, membuat Andrean mendesah. “Tolong jelaskan padaku tentang daerah Lauw ini, Pa. Apakah daerah ini aman?”
\*Cerita ini sebentar lagi tamat, hanya beberapa bab lagi sampai menemui titik permasalahan utama\*
Oh ya, aku juga punya cerita terbaru loh, yuk kepoin,

cerita ini bergenre mafia... seroang gadis yang menyamar menjadi pria di sekolah mafia, sudah ada 20 bab...

ini juga cerita baru, bergenre pria, mendadak kaya...
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Lalu, aku juga punya rekomendasi karya temanku... yuk, baca!

Ini cerita ya seru, author M Anha, dia juga menulis cerita anak genius juga...

ini juga bagus, bergenre mafia, ini season ke 3 nya, biar lebih asik baca juga season 1 dan 2

cerita ini bucin.... lucu...

cerita yang satu ini bergenre fantasi, tentang anak bayi yang lahir dari jantung pisang emas... seru!


Semoga kalian suka dengan rekomendasi nya🌹🌹🌹
Arlove, terimakasih selalu setia menunggu, terimakasih atas dukungan, like dan komentar nya.... love you....