Anak Genius Itu Anakku

Anak Genius Itu Anakku
Menghasut Irfan


Sepanjang jalan menuju rumah Calista, Dedrick cemberut. “Hei, kau kenapa?” tanya Calista yang tidak peka.


“Apa Arsen jauh lebih tampan dariku?” Dedrick bertanya dengan bodohnya.


“Tentu saja, dia sangat tampan, menggemaskan, pintar, aku sangat suka padanya. Semoga anakku nanti seperti dia, menggemaskan. Oh, aku jatuh cinta padanya.” Memegang kedua pipinya, merasa gemes.


Dia tidak sadar, pria di sampingnya sedang cemburu pada anak kecil, tetapi ia masih memujinya dengan sangat jelas.


“Kau lebih mencintai dia atau aku?” tanya Dedrick.


“Ah?” Calista memutar wajahnya, menatap Dedrick dengan alis berkerut. “Jangan bilang, kau cemburu pada anak kecil, keponakanmu sendiri?!” tanya Calista telak.


Dedrick diam saja, pandangan matanya menjadi jengah.


“Astaga! Kau kekanak-kanakan sekali, masa cemburu pada keponakan sendiri! Hahahaha!” Calista menertawakan Dedrick, membuat pipi pria itu memerah.


Ia langsung menepikan mobil yang ia bawa, ia langsung melepas sabuk pengaman, mendekap dan memeluk Calista. “Aku sangat mencintaimu, Calista. Aku tak bisa menahan hatiku ini. Apakah karena penyakit yang kuderita selama ini? Ataukah ini penyakit yang lain. Aku tak bisa melihatmu tersenyum pada siapapun, hanya boleh padaku saja.”


Calista diam lama, ia mengelus kepala Dedrick.


“Aku juga mencintaimu. Aku mencintai Arsen hanya sebatas keponakanmu yang menggemaskan, tampan dan pintar. Jadi, jangan cemburu pada anak kecil lagi. Cup!” Calista mencium Dedrick, kemudian terjadilah peristiwa ciuman hangat, romantis yang berubah menjadi panas menggairahkan. Untung tidak berakhir ke surga dunia karena di sadarkan oleh petugas jalanan yang mengetuk kaca mobil mereka.


~~


Hans telah menghubungi Jonathan dan menjelaskan bahwa Arsen tidak tertarik dengan tawaran getah katilayu darinya, karena Andrean telah bekerja sama dengan Arsen untuk biji batu mulia.


Jonathan melemparkan hp nya saking kesal.


“Siaalan, dasar sampah! Baru berkecimpung di dunia industri perhiasan sudah sombong!” gerutunya sakit hati. “Lihat saja, aku akan menghancurkan kalian!”


Jonathan bersiap bertemu dengan Irfan, ia menawarkan pria tua itu dengan amber dari katilayu di Lauw Flores.


“Bagaimana, Tuan. Apa kau setuju? Ini bisa meningkatkan uang pemasukan kita. Bahkan bisa mengalahkan perusahaan baru yang sombong itu. Arsen dan Hans itu telah menginjak-injak harga dirimu, Tuan!” ujar Jonathan pada Irfan.


Sekarang, ia berprofesi kembali menjadi Sekretaris Irfan. Benar-benar bermuka dua. Dia menjilat dan mempengaruhi atasannya, agar bisa merusak kerja sama dengan Hans. Lalu, ia juga ingin mengambil keuntungan dari Irfan.


Irfan lama berfikir. “Iya, Hans itu keterlaluan. Masih muda, tapi tidak punya hormat padaku yang tua.”


“Benar, mereka seperti lintah, mengambil banyak keuntungan darimu. Bahkan ia juga bekerjasama dengan Andrean itu.” sahut Jonathan menambahkan. Sengaja memprovokasi.


“Bagimana kalau kita hancurkan semuanya? Kau benci Wizza Van Halen 'kan? Kita bisa menghancurkan mereka semua yang bekerja sama dengan Andrean. Putra ke dua yang belum memiliki kepercayaan penuh dari bawahannya. Menang sekali di even sebagai tiga besar, bukan menjamin dia pemimpin hebat yang diakui.” tutur Jonathan.


“Aku dengar, putra pertamanya akan menikah. Kita bisa melakukan sesuatu. Apakah Tuan tidak ingat? Bagaimana Nyonya menanggung kesakitan saat itu? Nyonya meregang nyawanya?”


Mata Irfan langsung mengkilat, auranya berubah suram, dendam yang mulai meredup, kini menyala kembali. Wajah sang istri yang ia cintai, Wizza yang diam tanpa kata saat itu. Masih ia ingat jelas!


Jonathan tersenyum saat melihat expresi Irfan.


‘Hahahaha! Dia masih seperti dulu! Aku tak perlu turun tangan, ada pria tua bodoh ini yang akan menghancurkan keluarga Van Halen itu dengan sendirinya, kemudian aku bisa memprovokasi dirinya dengan Hans Ares. Hahahaha!’ Ia tertawa dalam hati, saat rencana buruk terlintas dalam kepalanya.


~~


Malam hari, di dalam kamar.


Sakinah tidur dalam pelukan Andrean, masih dengan kebiasaan yang sama, menyentuh bekas luka di dada Andrean. “Sayang, jangan sentuh itu.” Memegang dan mengecup jemari tangan istrinya.


“Aku menyukainya dan bersyukur menikah denganmu. Cup!” Mencium bekas luka di dada Andrean itu.


Andrean tersenyum, membelai-belai wajah Sakinah.


“Tunggu sebentar, Sayang.” Sakinah langsung bangun dari tidurnya, beranjak dari ranjang, kemudian membuka laci tempat ia meletakkan beberapa perhiasannya.


“Dimana, ya? Aku menyimpan dan membawanya waktu itu?” Sakinah bergumam.


Andrean juga ikut berdiri dan bertanya, “Cari apa, Sayang?”


“Kalung!” jawab Sakinah.


“Ini.” Andrean memegang kalung yang harganya 300 Milyar.


“Bukan yang itu!” jawab Sakinah. Ia masih sibuk mencari-cari.


“Ah, ini, akhirnya ketemu juga! Perhiasanku terlalu banyak, sih!” Sakinah menggenggam sebuah kalung yang membuat Andrean tersentak kaget.


“Kalung ini sedikit lecet ujungnya, patah.” ucap Sakinah lembut, membelai kalung itu. “Merunduklah sedikit!” Andrean merunduk.


“Kalung ini bagus saat kau gunakan, tetapi laki-laki tidak baik menggunakan perhiasan.” ucap Sakinah, namun ia memasangkan kalung itu dileher Andrean. Ia menyentuh kalung dan luka Andrean.


“Mama bilang, kalung itu adalah pemberian dari kakek, kalung yang sangat berharga untukmu 'kan?” tanya Sakinah menatap wajah Andrean yang tampak sendu.


“Simpanlah kalung itu. Maaf, aku merusak dan menyimpannya lama.”


Andrean langsung memeluk Sakinah. Sakinah membalas pelukan itu erat. Kalung yang pernah ia rusak dan menusuk dada Andrean saat kejadian malam kelam itu, dimana permata runcingnya menjadi patah dan menorehkan luka yang sangat berbekas di atas dadanya.




Arsen sedang menatap rancangan busana yang diberikan oleh Missel dan Misella. Sedangkan Ardhen dan Arhen sudah sejak tadi memilih pakaian mereka untuk pergi ke pernikahan Calista dan Dedrick.



“Abang, kau melihat apa, sih? Kok lama banget?” tanya kedua beradik itu.



“Melihat-lihat desainnya lah!” jawabnya.



“Kenapa lama sekali, belum juga dipilih-pilih!” sungut Arhen, ia sudah mulai mengantuk.



“Kalian tidak mengerti, saat pernikahan nanti, akan banyak kamera yang mengabadikannya, banyak mata memandang, jadi harus pilih yang terbaik!” terang Arsen.



“Benar, tapi gak umum seperti itu juga, hanya beberapa yang bekerja sama dengan Van Halen 'kan?”



”Selebriti, pengusaha, kolega dan banyak lainnya.” sahut Arsen.



“Ooooh...”



Akhirnya, mereka bertiga kembali memilih pakaian sambil tertawa meledek beberapa desain Missel dan Missella.



“Hahahha, coba bayangkan Missel pakai ini, Dik!” ucap Arhen.



“Ahahahha, Mbak Mas Misselnya tampan gemulai. Lebih lagi pakai ini!” tunjuk Ardhen.



Ditempat lain, Jonathan sedang menyusun rencana, ia telah menghasut Irfan. Pria itu setuju dengan usulnya, untuk mengganggu pernikahan Calista, merusaknya.



“Ini ide bagus, Tuan. Wizza Van Halen akan malu karena putranya batal menikah, lalu mereka akan bertengkar satu sama lain. Hubungan keluarga Wizza dengan orang tua Calista akan hancur.” ujar Jonathan.




Jonathan tersenyum senang karena Irfan setuju dengan usulnya.



🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


***Jangan bosan, ya💓 Jika berkenan, mampir juga dikaryaku lainnya***.



![](contribute/fiction/2977505/markdown/6852628/1640682317462.jpg)



**Cerita ini 17\+ lucu\+ romance.... (Bukan 21**\+)


**dan sudah tamat**.



***Seorang*** ***pria berumur 17 tahun menikahi gadis yang jauh lebih tua darinya... gadis itu, anak dari pelayan yang bekerja dirumahnya. Ia telah jatuh hati pada gadis itu semenjak ia kecil***.



***Spoiler bab 4***.



“Aku ingin Kakak menjadi pacarku.” ucap Satria dengan tersenyum.



“Kau gila, Bocah! Aku tak sudi menjadi pacarmu.”



“Kenapa Kak?” tanya Satria.



“Karena kau bocah, pipis saja belum lurus.” ejek Nurbaya.



“Maksud Kakak, Aku kurang jantan?” Satria menyunggingkan senyumnya.



“Nah, itu kamu tau. Kamu itu masih bocah, aku sudah besar, kamu cari pacar yang seusia denganmu saja, sana.” Nurbaya menepuk pundak Satria.



“Tapi aku mau Kakak yang menjadi pacarku, kita sudah berciuman beberapa kali.”



“Anggap aja kenangan. Gampang 'kan? Setidaknya, itu bisa jadi pengalaman untuk kau praktekan dengan pacarmu.”



“Aku mau Kakak jadi pacarku, titik!”



“Hei bocah, Anu mu emang sudah besar, Hah? Bisa-bisanya kau meminta aku menjadi pacarmu? Dasar!” emosi Nurbaya meledak juga, ia tak mengontrol lagi ucapannya.



Tiba-tiba Satria membuka baju dan celananya, bahkan celana d\*lamnya.



“Heiiii!!!! Gila, bocah gila, apa yang kau lakukan?!!! teriak Nurbaya menutup wajahnya.



Nurbaya sangat terkejut melihat jamur yang dulu kecil sering Ia pegang untuk menjahili Satria waktu kecil, kini telah menjadi jamur sehat.



“Bukankah Kakak menanyakan ini sudah besar atau belum? Jadi, aku hanya ingin memperlihatkannya kepada Kakak.” jawab Satria datar tanpa dosa.



“Bocah gila!!! Pakai baju dan celana mu sekarang!!” teriak Nurbaya.



“Sekarang Kakak menjadi pacarku!” jelas Satria.



“Enak saja!” tolak Nurbaya.



“Tapi, tadi Kakak bilang akan menjadi pacarku, jika sudah melihatnya!”



“Hah? Kapan?”



“Barusan, aku akan mengatakan pada kakek dan nenek, jika Kakak sudah menelanjangi dan menodai diriku! Semua tubuhku sudah Kakak lihat.



“What?!!!!”



🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹



Cerita ini, juga sudah ada audiobook nya, kalian bisa mendengarnya sambil rebahan....



🌹🌹🌹🌹🌹🌹



***Terimakasih telah membaca dan mendukung cerita ini, maaf saya gak balas komentarnya satu-satu.🙏***



***Semoga kita semua sehat selalu, dijauhkan dari penyakit baru yang datang itu.... Aaahhh***....



***Semoga untuk kalian yang mendukung karyaku dengan membaca, berkomentar, like, memberikan vote dan hadiah berupa koin dan point, di balas kebaikannya oleh Tuhan yang Maha Esa.💖💞***