
Setelah menyelesaikan syuting, Arhen memilih duduk bersandar di kursi yang diperuntukkan khusus untuknya, asisten pribadi sekaligus bodyguardnya langsung memberikan air minum padanya.
“Kak, apa setelah ini tidak ada syuting dan pemotretan lagi?” Arhen bertanya pada Managernya. Pria tampan yang masih tampak muda ini adalah manager baru Arhen, manager lama memutuskan tinggal di Prancis bersama keluarganya. Sehingga, ia mengirim adik sepupunya, orang yang sangat ia percaya berada di samping Arhen.
“Sudah tidak ada lagi, Tuan Muda,” jawab manager itu sopan. Manager lama Arhen sudah menjelaskan siapa Arhen padanya.
“Kalau begitu, ayo kita ke club!” ajak Arhen.
“Tapi, Tuan Muda, aa ... wanita itu bagaimana?”
Arhen menoleh pada gadis cantik berbadan mungil itu, ia tampak mulai berjalan mendekat ke arah Arhen.
Arhen mendesah dan berkata pelan. “Apa aku harus menyelesaikannya dengan ancaman atau-” Arhen menggantung kalimatnya.
“Kalau begitu, biar saya saja yang menyelesaikannya, Tuan Muda!” Asisten pribadi Arhen menyahuti. “Kak Manager, silahkan pergi terlebih dahulu, tolong siapkan semua persiapan untuk besok.
Arhen tersenyum dan mengedipkan mata pada asistennya, sebagai tanda persetujuan. “Aku suka cara kerjamu!” ucapnya kemudian.
Wanita itu langsung mendekat, hendak bergelayut manja di tangan Arhen, tapi Asisten pribadi Arhen langsung menghadang dengan tubuhnya. “Nona, sudahi saja drama Anda, atau Anda mau saya memainkan drama baru?” Asisten pribadi Arhen mencekal lengan gadis itu, kemudian langsung mengecup bibir wanita itu dengan paksa.
Plak! Gadis cantik bertubuh mungil itu langsung menampar pipi asisten pribadi Arhen.
“Kurang ajar!” makinya.
“Sayang, aku tahu, aku tidak sehebat Tuan Muda bermain di ranjang sampai berkali-kali dan tahan lama, tapi setidaknya bermain dua kali semalam itu sudah termasuk kuat! Aku bisa bertahan 20 menit untuk satu kali ronde, bahkan sebelumnya kita melakukan foreplay cukup lama, aku mengikuti semua keinginanmu, mencium dan menyentuh di mana pun yang kamu mau, tetapi jangan hancurkan karir Tuan Muda! Jika kamu ingin menghancurkan karirku, cukup serang aku saja, jangan serang atasanku!” teriaknya cukup lantang, sehingga orang-orang menoleh pada mereka.
Tentu saja, semua kamera sampai kamera tersembunyi pun merekam kejadian itu.
“Aku tahu Sayang, kau kesal padaku, aku janji akan memakan obat kuat agar kau lebih puas lagi!” Berakting memohon dengan bersujud menggenggam tangan gadis itu.
“Apa yang kau katakan, hah!” dengusnya kesal, ia hempasan tangan pria itu.
Asisten pribadi Arhen ini bernama Lucas Hugo. Ia memiliki paras imut, tetapi badannya kekar. Ia dikenal pendiam, jarang bicara, tak suka bergabung dengan orang-orang, jika menunggu Arhen, dia lebih memilih di tempat yang hanya ada dirinya saja.
“Aku akan bertanggung-jawab,” Lucas menatap dan tersenyum ke arah gadis cantik itu. “Cassandra Belleza, mari hidup bersama denganku yang sederhana ini!” Lucas kembali meraih tangan gadis itu dengan setengah berlutut.
Gadis itu menghempaskan tangan Lucas lebih keras lagi, kemudian mendorong tubuh Lucas penuh emosi. “Siapa yang ingin hidup bersama denganmu! Kenal saja tidak denganmu, kenapa aku harus hidup bersama denganmu!” serunya.
Lucas langsung meraih tangan gadis itu kembali sambil berdiri, langsung memeluknya dengan sangat erat, lebih tepatnya memeluk dengan kuat, sambil berbisik. “Nona, kau tidak ingin hidup bersama denganku karena kau tidak kenal denganku, bagaimana mungkin Tuan Mudaku tersayang harus bertanggungjawab atas benih yang tidak dia tanam, kapan dia mencicipi tubuhmu, aku adalah asisten pribadinya, bahkan saat ia di atas ranjang aku tahu jadwalnya, dengan siapa dia dan sedang apa dia. Anda belum terdaftar di dalam catatan saya sebagai teman tidur, atau maukah Anda mendaftar dulu untuk menemani kami berdua tidur untuk menggilir Anda?”
Cassandra marah dan merinding mendengar ucapan itu, ia mendorong tubuh Lucas lebih kuat lagi dan terburu-buru berlari.
Setelah gadis itu pergi, Lucas menepuk-nepuk bajunya, seolah ada noda yang tertinggal di sana. “Saya sudah menyelesaikannya Tuan Muda, apakah kita sudah bisa pergi dari sini?” tanyanya.
“Baiklah Tuan Muda,” jawab Lucas.
Lucas adalah orang pilihan Arsen, dia pintar, cekatan, pekerja keras.
Arhen dan Lucas berjalan beriringan menuju mobil, sedangkan Manager Arhen sudah terlebih dahulu pergi. Di sudut sana, masih terdengar gosip dan ribut-ribut, Arhen dan Lucas tak peduli, mereka segera memasuki ruangan private dan langsung masuk ke dalam lift VIP.
Di dalam lift, Arhen mengetuk-ngetuk jari-jarinya di lengannya sendiri. “Lucas, apa yang kau katakan tadi pada wanita itu sampai dia ketakutan?”
“Aku hanya membalikkan kata yang dia ucapkan dan menanyakan apakah dia bersedia untuk di gilir tidur oleh kita!” jawabnya dengan wajah datar.
“Apa? Kau bilang seperti itu? Ahahaha! Kau benar-benar orang pilihan Abang, sikap dan mulutmu sesuai dengan didikannya!” Arhen berkata dengan terkekeh.
Dari dulu, orang-orang yang bekerja dengan Arsen, selalu memiliki sifat yang hampir seperti dirinya, tidak banyak bicara, jika bicara banyak hanya untuk membalas. Arhen suka itu!
Tak lama mereka telah sampai diparkiran dan memasuki mobil mewah milik Arhen. Mobil itu dikemudi oleh Lucas ke tempat yang ingin dikunjungi oleh Arhen.
~~
Arhen telah turun dari mobilnya, Lucas juga mengiringinya, tepat di Vend Boutique. Toko kue yang pertama kali dibeli oleh Ardhen waktu kecil, tempat di mana adik laki-lakinya itu belajar dan berlatih setiap hari dengan Tuan Samer, koki kesayangannya. Toko itu semakin laris, apalagi setelah Abraham dan Cleo bergabung, sehingga mereka membuat perusahaan kue.
Lucas membuka pintu kaca toko itu, terdengar suara gemerincing saat pintu di buka, Arhen masuk ke dalamnya, tempat itu masih terlihat sama, damai, lembut dan sejuk di pandang mata, mencerminkan sikap adiknya yang lembut.
Arhen terus berjalan ke depan, seorang gadis menyambutnya dengan ramah dalam bahasa Inggris.
“Selamat datang, ada yang bisa saya bantu, di sini menyediakan bermacam-macam jenis kue, mari, silahkan!" tuturnya tersenyum ramah.
Arhen tersenyum, baru kali ini ia melihat gadis itu, gadis berambut coklat bergelombang.
“Terimakasih, saya menyukai sesuatu yang manis,” jawab Arhen tersenyum dalam bahasa Belanda.
“Oh, apakah kamu suka strawberry cake?” tanyanya dalam bahasa Inggris lagi.
“Tidak, aku suka banana cake!” sahut Arhen masih menggunakan bahasa Belanda.
“Banana cake?" Ia sedikit mengerutkan keningnya, karena kue itu tidak diperjualbelikan. Kue itu sengaja dibuat oleh Ardhen dan di simpan dalam lemari pendingin.
“Maaf, sepertinya kue itu habis. Apakah Anda tidak ingin mencoba rasa manis lainnya?” tanya menatap Arhen dengan tersenyum ramah.
Arhen menatap gadis itu dengan tersenyum juga, ia merasa gadis di depannya ini cukup menarik, biasanya gadis-gadis selalu menatapnya penuh dengan minat, tetapi gadis di depannya ini biasa saja, hanya fokus pada kue yang ia jual.
...****************...