Anak Genius Itu Anakku

Anak Genius Itu Anakku
Make Up


“Missel, bagaimana? Apa ada yang harus kita perbaiki lagi agar Tuan Muda Arsen tidak marah?” tanya seorang pria banci pada rekan kerjanya.


“Saya kira sudah bagus Missella, tetapi ... kau tahu 'kan, Tuan Muda kita yang satu itu sangat teliti? Coba kita periksa lagi.”


Dua pria banci ini adalah desainer terkemuka, rancangan busana dan riasan make up nya tidak diragukan lagi. Mereka berdua telah lama bekerja dengan keluarga Van Hallen, semenjak mereka berdua masih belum dikenal siapa-siapa, Sekar Ayu telah mendukung dan membantu mereka.


“Ini sudah sangat bagus, bahkan aku sendiri tidak mengenali diriku lagi.” Tiba-tiba Jimi menyahuti dua pria banci itu.


“Lihatlah, jambang dan kumisku ini terlihat sangat asli, bahkan kalian bisa membuat bulu halusnya. Benar-benar keren!” puji Jimi mengacungkan jempolnya.


“Ah, Anda memang sangat Tampan Tuan Jimi. Aike bahkan bersedia menjadi selirmu.” seloroh Pria yang sering dipanggil Missel itu.


“Hehe, aku tidak menjaminnya, kalian pasti kenal tiga anak-anak itu 'kan? Ditambah istriku, cukup galak.” balas Jimi terkekeh.


“Aduuh, ampyuuun eike! Kalau berurusan sama tiga Tuan Muda dan Miss Billa!” jawabnya.


“Kau bisa menjadi perempuan beneran dihajar sama Miss Billa! Hihihihi!” sambung Missella terkikik.


Missel kembali melirik wajah Jimi.


“Kurasa, rambutnya harus diberi poni sedikit didepan, kening Tuan Jimi putih mulus dan sedikit lebar!” lanjut Missel dengan serius berkata setelah menatap wajah Jimi dengan seksama.


“Bagaimana jika diberi sedikit bintikan dikeningnya?” usul Missella bertanya.


“Kau mau membuat Tuan Jimi terlihat tua?” tanya Missel dengan alis berkerut.


“Kurasa itu bagus, bukankah Tuan Muda Arsen meminta kita mendandani Tuan Jimi untuk itu?”


Dua pria banci itu kembali menatap, kemudian Missel berkata,


“Ok, Ciiiin!” Ia membentuk huruf o dari jari telunjuk dan jempolnya, sedangkan tiga jari lainnya berdiri tegak.


Segera dua tangan lentik pria banci itu bergerak lincah, beberapa belasan menit kemudian, akhirnya selesai juga.


“Tara!! Bagaimana?” ucap Missel meminta pendapat.


“Wow, ini jauh lebih baik!” Missella berdecak kagum memuji karya mereka.


“Bagaimana Tuan Jimi?”


“Tangan kalian benar-benar ajaib!” puji Jimi.


**


Billa sibuk melepaskan rindu bersama Kinah, mereka berdua berbincang-bincang diruang televisi dengan beberapa cemilan. Tentu saja, ada Clara, Amy dan Nani yang selalu dibawa untuk melayani Nyonya muda mereka.


Begitu panjang deretan larangan dan perintah untuk mereka, entah sejak kapan Andrean begitu lebay. Tuan mereka itu berubah menjadi seorang ayah posesif!


Delapan orang pengawal juga mengikuti Sakinah. Menolak? Sakinah tentu saja sudah menolak dengan banyak alasan, bukannya berhasil, malahan Sekar dan Wizza juga ikut-ikutan mendukung.


Alasannya takut terjadi apa-apa lagi seperti kasus penculikan kemarin! Ditambah penjelasan Sekar mengenai begitu banyak musuh.


Aha! Satu lagi, kehadiran Sakinah dan Arsen membuat orang begitu banyak penasaran, bukankah itu juga akan memancing mata-mata untuk mengintai?


“Aku bagaikan burung di dalam sangkar emas sekarang rasanya, Bil!” adu Sakinah menghela nafas.


“Ya, bagaimana lagi! Kamu memiliki seorang suami CEO, bukan hanya itu, anakmu 'kan juga berbakat semua, apalagi Abang Arsen! Dia memiliki perusahaan, memiliki banyak bawahan yang bekerja untuknya, memiliki aplikasi game, bahkan dia semakin memperluas usahanya, umur juga baru 7 tahun! Kamu itu sangat spesial Kinah, memiliki semua yang sangat hebat dan berharga!” celetuk Billa.


“Ya, aku tahu tentang itu! Tetapi aku merasa bosan dan terkekang Bil! Biasanya aku bekerja, cari uang, ngajarin anak-anak. Sekarang, cuma makan, tidur, mandi. Anak-anak sudah ada guru khususnya! Aku hanya mengajari mereka mengaji saat malam sebelum mereka tidur!” ucap Sakinah mendesah.


“Itu resiko jadi Nyonya Muda kaya raya!”


“Hah, kamu ini! Aku 'kan lagi curhat!”


“Iya! Nih, aku denger 'kan? Terus kasih masukan, kamu hidup bersenang-senang sajalah, orang-orang malahan banyak yang ingin hidup mewah seperti ini. Kamu dikekang 'kan demi kebaikanmu juga!”


“Mom, Miss!” Arhen berjalan bersama Jimi ke arah mereka berdua. Sehingga perbincangan mereka terhenti.


Jimi langsung duduk disamping Billa, reflek wanita itu menggeser duduknya agak menjauh dari Jimi, memberi jarak, mendekat ke arah Sakinah.


“Honey!” Alis mata Jimi berkerut melihat istrinya beranjak, biasanya sang istri akan marah jika ia duduk menjauh!


Billa menoleh ke sumber suara. “Ini ... kamu Honey?!!” tanya Billa terkesiap.


Ia mendekat, melihat secara seksama, setiap inci wajah suaminya itu.


“Wah, berarti berhasil dong! Miss sampai tak mengenali Daddy Jimi lagi!” ucap Arhen.


“Wah, Daddy tak dikasih nih?”


Ardhen menoleh. “Daddy?!!” Reaksi Ardhen juga sama dengan Billa.


Prok! Prok! “Make up Missel dan Missella bener-bener bagus, kamu juga tak mengenal Daddy tadi, Dik! ” Arhen berkata sambil bertepuk tangan.


“Iya, aku tak tahu! Aku mengira salah satu pengawal tambahan juga! Maaf Dad, Adik tak tahu tadi!” Ardhen memotong kue dan menyodorkannya pada Jimi.


Tak lama Arsen masuk bersama Barend dan Hans ke dalam apartemen.


Arsen menatap Jimi intens. Kini, diruangan itu juga sudah berdiri Missel dan Missella. Pandangan mata Tuan Muda kecil ini cukup menekan mereka berdua.


Mereka merunduk, siap menerima kritikan apapun.


“Bagus!”


Hanya kata sependek itu dari Arsen membuat mereka bernafas lega dan berbunga-bunga. Setelah mengatakan kalimat ajaib itu, Arsen menekan pundak Arhen agar berpindah.


Arhen patuh, lalu membiarkan Arsen duduk di samping Sakinah. Ia menggoyangkan sedikit telunjuknya, refleks Ardhen memotong kue dan memberikan pada Arsen.


“Cukup enak!”


Jawaban yang membuat Arhen dan Ardhen kesal. Cukup enak, tapi habis! Hanya tersisa piring sama sendoknya saja.


“Abang! Apa salahnya sekali-kali memuji Ardhen!” protes Arhen.


“Iya, padahal kuenya habis!” Ardhen menimpali dengan bibir mengerucut.


“Habis? Karena kau adikku. Pujian? Karena kau adikku!”


“Apa-apaan kalimat berulang yang Abang ucapkan itu?! Karena kau adikku! Huh!” ucap Arhen mengulang kalimat Arsen.


Arsen menatap Hans.


“Maksud Tuan Muda, jika masalah rasa, ia hanya ingin berkata jujur untuk kebaikan, agar Tuan Muda Ardhen terus belajar dengan giat. Kalau masalah memakannya, Tuan Muda Arsen selalu menyukai buatan siapapun asal keluarganya.” jelas Hans.


“Hah? Gak salah? Kok Abang ambil kue buatan Abraham Holt dari keluarga Holt itu sih, untuk diperjual belikan ditokonya, huh!” Arhen mendengus kesal.


Sakinah, Billa serta lainnya hanya menjadi pendengar dari perdebatan adik kakak itu.


“Enak!” jawab Arsen singkat.


“Nah! Kak Hans dengar 'kan? Katanya menyukai buatan keluarga, tetapi buatan Abraham itu dipuji enak!” Ardhen memberungut.


Arsen tersenyum kecil, lalu berdiri mendekat ke arah Ardhen yang duduk dekat Jimi.


“Kue buatanmu bukan untuk diletakkan ditokoku, tapi ditokomu sendiri!” ucapnya sambil mengelus kepala Ardhen.


“Maksud Abang ... kamu akan mendukungku tanpa terikat dengan usahamu atau usaha siapapun?”


Arsen mengangguk.


“Bukankah waktu itu kau bercerita jika teman sekelasmu bernama Abraham Holt itu baik? Papa yang memperkenalkannya padaku.”


“Papa?” tanya Arhen dan Ardhen serempak. Arsen mengangguk.


**


Nb:


Hai, terimakasih tetap setia menunggu saya update, terimakasih telah merindukan karya saya...


Maaf, saya cukup lama tidak update. Seperti yang sudah saya ceritakan waktu itu, di bab 40 sekian, saya harus pulang kampung...


Dikampung saya, hanya dapat sinyal Telkomsel saja! Yang bikin kesalnya adalah jika mati lampu atau hari hujan, sinyal Telkomsel juga ikut hilang, entah apa hubungannya dengan kedua itu! Terkadang agak susah main hp dikampung, padahal kampung saya tidak terlalu terpelosok loh!


Seminggu yang lalu saya sudah kembali lagi ke Batam, melalui berbagai proses tentunya, seperti suntik vaksin, PCR!


Setelah sampai di Batam, saya langsung demam tinggi.


Semalam saya sudah agak mendingan, masih tinggal pusing-pusing sedikit. Jadi, pagi ini saya mulai berhayal untuk melanjutkan cerita anak genius, agar Arlove semua bisa melepas rindu bersama Arsen, Arhen dan Ardhen!


Terimakasih selalu mendukung karya recehku ini💓💓🌹 Makasih telah memberikan like, komentar positif, hadiah dan vote💓 Makasih telah mempedulikan dan mengkhawatirkanku💓


Makasih ya🙏🤗😍😘😘