Anak Genius Itu Anakku

Anak Genius Itu Anakku
15 Perusahaan Besar!


Sore harinya Misell dan Misella telah sampai di Mansion dengan beberapa karyawannya.


Mereka menatap lama wajah seorang anak laki-laki kecil, rambut dan matanya persis milik anak Asia. Rambut hitam tebal, bermata sipit dengan hidung mancung mungil. Tampan sih, tetapi tentu saja lebih tampan Tuan Muda Arsen.


“Hah?! Ya ampyuun, eike harus datang di acara itu!” Missella berucap dengan bibir mencang mencong karena baru mengetahui anak kecil ini akan menjadi pengganti Tuan Muda Arsen. Sedangkan Tuan Muda Arsen dan Arhen akan menjadi model cilik perhiasan di even jewerly.


“Cus! Kita dandani Tuan Muda ini dulu! Sebelum Tuan Muda Arsen mengkritik!” jawab Missel.


“Cus, Cin!” jawab Misella.


Ardhen senyum-senyum sendiri melihat dua pria banci itu. Tangannya lentik namun berurat! Ya, urat nadinya menonjol keluar. Tubuhnya mulus sih, putih, terawat tetapi berotot! Lengan dan betisnya cukup menunjukkan kalau mereka adalah pria berbaju wanita.


Mereka merias wajah anak laki-laki itu setampan mungkin, kemudian merias Ardhen.


Sedangkan Sakinah baru saja selesai melakukan perawatan mandi pijat yang dilakukan karyawan dua banci itu.


“Ingat, kau harus fokus dengan perhiasan yang kau pakai, harganya mahal!” ucap Arsen dingin, masih menatap laporan yang diserahkan Hans padanya.


“Ck! Abang, kau keterlaluan, seolah perhiasan itu lebih berharga dariku!” rungut Arhen.


“Makanya, kau harus bekerja dengan baik dan benar. Ingat, kau ingin menjadi artis internasional nanti 'kan?” Arhen mengangguk.


“Maka berusahalah lebih keras. Sudah, aku masih sibuk, dululah turun!” usir Arsen mengibaskan tangannya.


“Ok, Abang, jangan lama-lama!”


Arhen turun ke bawah, dimana Ardhen hampir selesai dirias.


“Kenapa tidak Mom dulu yang dirias? Bukankah merias perempuan itu lama?” tanya Arhen.


“Nyonya baru bersiap mandi pijat. Jadi kita angsur terlebih dahulu Tuan Muda, sebelum nanti terburu-buru.” jawab Misella.


“Oh, ok! Aku mau riasan yang paling tampan!” pinta Arhen, dia langsung menghenyakkan pantatnya di sofa.


Misella mengacungkan jempol pada Arhen tanda setuju.


Satu persatu keluarga Van Hallen telah selesai dirias oleh duo banci itu hingga selesai dan mobil telah siap untuk mengantar mereka ke tempat acara!


Pria kecil yang dirias duo banci tadi memakai topeng bersama Sakinah. Entah dari mana Arsen mendapatkan anak kecil itu. Yang jelas dia bertugas menggantikan posisi Arsen Ryker Van Hallen malam ini.


Di persimpangan jalan yang sepi dan telah disepakati, Arsen turun dari mobil keluarga Van Hallen, masuk ke dalam mobil Berend Elmo.


~~


Disebuah ruangan yang dijaga ketat oleh para keamanan dan pengawal masing-masing setiap orang. Barisan orang-orang berbadan kekar, sepertinya mereka adalah tentara bayaran. Alat pengaman canggih dan sinar laser dibeberapa tempat.


Susunan kursi tersusun rapi, untuk peserta, panitia dan juri, tamu kehormatan VVIP, VIP, serta para pebisnis lainnya yang berkepentingan di sini. Tempat yang tidak bisa sembarangan orang masuk.


Andrean bersandar di mobil Porsche putih, begitupula David masih setia berdiri di sampingnya. Ia menunggu anak-anak dan istri tercintanya sejak tadi. Ia tak sempat pulang, jadi sepulang kerja ia langsung bergegas ke tempat even jewerly.


Setelahnya Arhen berjalan dengan Manager barunya. Dulu, biasanya Jimi lah yang akan menemani dia kemana-mana, kini Andrean telah menunjuk orangnya untuk menjadi manager anaknya.


Andrean dan David mendekat, matanya menatap penuh selidik, tangan yang ia pegang terasa sangat berbeda, tangan anak kecil di sampingnya tak sedingin Arsen. Aneh! Pikirnya.


Mereka masuk, pemandangan yang membuat orang berdecak kagum, dua anak kecil yang tampan berjalan elegan dengan topeng melekat diwajahnya, ditambah dengan Sakinah dan Andrean yang tampak begitu serasi dengan baju couple mereka yang berkilau, dibelakangnya ada Arhen yang tersenyum dengan penuh pesona bersama Managernya dan David.


Andrean mengantar istri dan kedua anaknya duduk di tamu VVIP, lantas ia berlalu pergi setelah itu bersama David menuju kursi peserta. Sedangkan Arhen langsung menuju belakang panggung bersama Managernya.


Tak lama, pemandangan yang indah juga tersuguh. Mobil panjang yang keren berhenti di karpet merah, turunlah beberapa orang model menggunakan topeng mata, salah satunya ada Arsen di sana. Berend Elmo berjalan bergandengan tangan dengan Arsen, lalu disusul dengan beberapa model yang melambaikan tangan bersama Managernya masing-masing.


Setelah itu berhentilah sebuah mobil Mercedes Benz berwarna black, sopir dan pengawal bergegas turun membukakan pintu, turunlah Hans dan Jimi yang memakai tongkat, kemudian Billa yang juga memakai tongkat bersama Xander Pim.


Lantas mereka berjalan bergandengan tangan di atas karpet yang diikuti oleh Hans dan Xander Pim dibelakang.


Billa duduk disampingnya Sakinah dikursi VVIP bersama Xander Pim. Sedangkan Jimi dan Hans langsung duduk di kursi peserta.


Jepret! Jepret!


Beberapa orang mengambil foto. Banyak orang bertanya, apakah memakai topeng sekarang adalah trend?


15 perusahaan besar yang ikut berpartisipasi even jewerly telah duduk di kursi masing-masing. Pembawa acara telah memulai acaranya dengan beberapa kalimat pembuka, menginformasikan kembali ketentuan-ketentuan even serta hadiah dari even ini.


Kemudian masuk ke dalam acara memperkenalkan 15 perusahaan itu dengan kata sambutan mereka.


Beberapa orang telah dipanggil dan dipersilahkan untuk mengucapkan kata sambutan, hingga tiba di giliran Irfan.


“Terimakasih saya ucapkan kepada penyelenggara even jewerly ini, saya Irfan dari perusahaan Franxico Jwer. Saya telah mengikuti even Jwer untuk ke 5 kalinya sampai sekarang. Seperti ketentuan yang telah dijelaskan, jika kalung dari Franxico Jwer tidak masuk 5 besar, suara pendukung saya sepenuhnya akan saya persembahkan kepada Tuan Muda Arsen dari perusahaan Ar3s.”


Semua orang tercengang, bahkan Andrean! Irfan yang terkenal memiliki ambisi selama ini, ia tak pernah memberikan sumbangan suaranya untuk peserta lainnya, biasanya suara itu akan dianggap hangus.


“Kepada Tuan Muda Arsen Ares, terimakasih telah sudi bergabung di perusahaan kami Franxico Jwer. Saya harap, Anda dapat mendengar ini di rumah.” lanjutnya lagi dengan sedikit membungkuk sebagai penghormatan.


“Wow!”


“Ini sangat menarik!” Beberapa orang berkomentar.


Perusahaan Ar3s adalah perusahaan kopi yang telah lama tak beroperasi lagi, baru dihidupkan dan diambil alih oleh Arsen Ares beberapa bulan terakhir ini menjadi perusahaan perhiasan. Semua orang berdecak kagum, perusahaan itu bisa merangkul perusahaan Franxico Jwer, sungguh luar biasa!


“Benar-benar berita yang sangat berharga! Ini pasti akan mendapatkan rating tinggi!”


“Sungguh beruntung kita adalah wartawan yang diundang, sehingga bisa melihat orang-orang hebat seperti mereka, bahkan bisa mengetahui sehebat apa Tuan Muda Arsen ini!”


“Ingin sekali rasanya aku menikah dengan Tuan Muda itu!” ucap salah satu wartawan menghalu ria!


“Hust! Kecilkan suaramu, jangan berhayal terlalu tinggi, jatuhnya pasti sakit. Orang sepertimu, mana mungkin dilirik oleh pengusaha muda yang sukses itu!” sahut teman satu teamnya.