
Di lorong hotel, wanita dan pria asik mondar mandir mencari keberadaan Arhen, lalu ia menemukan jas Arhen yang ia lempar sembarangan tadi di gang jalan arah ke toilet.
“Hm, dia ada di toilet, jaga dan awasi lokasi ini, aku akan membawanya!” ucap wanita itu pada pria yang menemaninya dengan tersenyum lebar.
Dari awal, sudah jauh-jauh hari, mereka merencanakan jebakan ini, sebenarnya bukan hanya sekali ini, telah berkali-kali ia merencanakan tetapi selalu gagal. Akan tetapi, kali ini mereka berhasil memberikan minuman tetes pada Arhen. Air soda yang dicampur dengan alkohol dan obat tetes yang larut membuat campuran air menjadi berwana bening namun mengeluarkan gelembung gas yang sangat banyak.
Minuman ini sangat berbahaya untuk di bawah umur, penyakit jantung, paru-paru, liver. Efek sampingnya membuat kram pada perut dengan hebat. Dikarenakan Arhen adalah pemuda sehat, ia tak mengalami efek samping, namun obatnya bereaksi dengan sangat bagus. Tubuhnya menjadi gemetar dan sakit, lalu otaknya sudah tak bisa berpikir jernih.
Arhen merasa sangat panas, ia menarik paksa kemejanya, membuka kancing baju buru-buru. “Tolong hidupkan AC nya, Nona, panas!” Arhen meminta tolong.
“Tuan Muda kenapa? Anda demam?” Gadis itu mulai memberanikan diri menyentuh kening Arhen.
“Jangan sentuh saya!” hardik Arhen.
“Maaf!”
“Terimakasih telah menolongku, tolong tinggalkan nomor hp Anda, saya akan menghubungi Anda setelah saya sembuh, sekarang silahkan keluar dari sini!” usir Arhen pada gadis yang tak jelas ia pandangi.
Pandangannya semakin kabur, tetapi tubuhnya dibaluti gairah yang sangat hebat. Arhen, pemuda yang belum pernah mencicipi alkohol sekalipun, jika dia bertemu dengan petinggi, biasanya Lucas yang akan menggantikan dirinya minum. Bisa dibilang, dia hanya mencicipi alkohol itu seteguk tadi, karena alkohol itu dicampur dengan air soda dan lainnya. Bagi pemuda polos yang belum berpengalaman meminum alkohol seperti dia, membuat kepalanya pusing dan berat, ditambah efek obat yang tengah bereaksi.
Arhen meraba-raba hp, ia teringat ingin menelfon Lucas. Akan tetapi, dia malah meraba tubuh wanita. “Kau masih di sini? Kenapa kau belum pergi!”
“Tuan, Anda terlihat tidak dalam keadaan baik, saya tidak enak meninggalkan Anda sendirian,” jawab gadis itu.
“Jangan berada di dekatku, aku dalam keadaan mabuk, aku bisa menerkammu! Pergi dari sini!” perintahnya, tetapi gadis itu masih saja di sana berdiri diam.
Arhen memaksakan dirinya bangun dengan terhuyung, gadis itu menyambutnya. “Kau benar-benar keras kepala!” Arhen langsung menarik wajah gadis itu, meraba dan mencium bibirnya dengan insting lelakinya, walaupun pandangannya kabur, entah siapa yang ia cium.
Tubuh dan pikirannya sudah dibalut gairah, iman di dadanya sudah luntur.
Gadis itu hanya diam saat dirinya dicium, tak ada penolakan ataupun balasan. Arhen langsung menurunkan ciumannya ke telinga dan leher gadis itu, bahkan tangannya menelusup ke dada gadis itu meraba, lalu menyibakkan dan mencumbunya dengan penuh gairah, meninggalkan beberapa tanda merah.
Barulah gadis itu mengeluarkan suara karena ia merasa geli, tangannya membelai lembut kepala Arhen. Dengan kasar, Arhen menarik pakaian wanita itu, sehingga bajunya sedikit robek di bagian leher. Menggerayanginya dengan ciuman panas.
Di sudut lain, Lucas merasakan keanehan dan kejanggalan. Sejak tadi, ada beberapa orang yang memperhatikan dan mengikutinya, ada saja orang yang mengajaknya berbicara, bertanya hal-hal yang tidak ia kuasai, menceritakan kisah-kisah yang tidak penting. Ia menoleh ke tempat Arhen tadi berdiri, pria itu sudah tampak pindah duduk, minum dan berbincang dengan dua orang pria dan satu orang wanita.
Tak lama, ia melihat wanita dan pria berjalan pergi, hingga hanya tersisa satu pria yang masih duduk di tempat Arhen minum tadi. Lucas terus memperhatikan, namun Arhen tak kunjung kembali. Dia mulai merasa cemas, akhirnya ia berjalan dan menemui pria yang masih duduk itu.
“Permisi Sir, saya Lucas, asisten pribadi Tuan Arhen, tadi Anda duduk bersama Tuan Arhen, bisakah saya tahu kemana beliau pergi?” Lucas bertanya sopan dan ramah.
“Oh, artis tampan dari Belanda tadi? Dia bilang ingin ke toilet, sudah 15 menit berlalu,” jawab pria itu.
“Terimakasih banyak Tuan, kalau begitu, saya permisi dulu, saya hendak menemui dia.”
“Baiklah!” Pria itu mengangguk dengan tersenyum.
Lucas terus berjalan menyusuri toilet demi toilet, bukan hanya toilet di aula, tetapi toilet di sekitarnya, bahkan juga toilet umum. Ia mencoba menelfon Arhen, tetapi panggilannya tidak masuk karena nomornya tidak aktiv.
“Kenapa nomor Tuan Muda tidak aktiv? Jangan-jangan, dia dapat masalah! Sial!” gumam Lucas khawatir.
Lucas berlari, ia menemui manager hotel dan penanggung jawab cctv. Ia ingin melihat arah Arhen pergi. Berbincang ke sana kemari, menghabiskan waktu kurang lebih 30 menit, hingga ia di izinkan melihat cctv.
Terlihat Arhen terhuyung berjalan sendirian, ia melepaskan jasnya sembarangan dengan berpegangan ke dinding. Terlihat tangannya gemetar saat meraih hp dari saku dan bahkan hp itu jatuh saat ia pegang. Tampak seorang wanita berpakaian pelayan hotel membantunya, wajahnya tak terlihat jelas karena langsung tertutup oleh tubuh Arhen yang ia gopoh.
Di tempat lain, Lucas juga melihat sepasang orang yang tadi bersama dengan Arhen tengah memungut jas Arhen yang ia lempar sembarangan. Kedua orang itu mulai masuk ke toilet, beberapakali mereka tampak mondar mandir, seolah ia juga mencari Arhen.
“Pak, bisa diperjelas gambar dua orang ini?!” pinta Lucas.
“Bukankah Tuan ingin menemukan dimana Tuan Arhen?”
“Iya, benar Pak. Tapi saya juga ingin melihat dua orang ini, sebelumnya Tuan Arhen bersama mereka sebelum ia seperti itu,” jawab Lucas. “jangan-jangan mereka berniat jahat, mereka memasukan sesuatu ke dalam minuman Tuan Muda, dia terlihat aneh dan gemetar tadi!” Lucas bergumam dalam hati sambil memperhatikan wajah kedua orang itu.
“Pak, saya ingin rekaman ke dua orang ini!” pinta Lucas, kemudian ia melanjutkan melihat cctv kemana arah Arhen masuk.
Lucas melihat Arhen masuk bersama pelayan itu ke kamarnya, dia pun merasa lega, hingga ia berjalan dengan santai setelah mendapatkan rekaman Cctv kedua orang tadi.
“Hallo, Tuan Vindo, saya baru saja mengirimkan video Cctv. Sepertinya, dua orang itu berniat jahat pada Tuan Muda Arhen.” Lucas melaporkan dan mengirimnya pada Vindo.
Ya, sekarang Vindo telah ditunjuk menjadi pemimpin, menggantikan Barend Elmo. Lucas juga salah satu didikan Barend Elmo sebelumnya.