Anak Genius Itu Anakku

Anak Genius Itu Anakku
Rencana Arhen


“Arhen,” panggil Aini pada Arhen yang membenamkan wajahnya di dada Aini.


“Apa?” jawabnya dengan nada ketus.


“Kenapa kau membuang gelang itu?” tanya Aini, dadanya sedikit berdenyut dan ia sedih karena pemberiannya dibuang di depan matanya.


Arhen mengangkat wajahnya, beberapa detik dia diam, baru menjawab, “Karena gelang itu jelek dan sudah kusam, itu cuma gelang lama!”


Mendengar itu, Aini benar-benar merasa sedih, dia bertanya kembali. “Oh, kalo jelek, kenapa disimpan di kotak itu dengan waktu yang lama?”


Arhen kembali diam. Tangannya meraih pinggang Aini, menatap intens wanita yang baru saja ditidurinya itu. “Karena gelang itu dari temanku, dia seorang wanita, aku tidak ingin ada wanita lain lagi di hidupku karena aku sudah menikahimu. Bukankah kau bilang, kau mencintaiku, kau serakah ingin memilikiku. Aku akan mengabulkannya. Hanya ada kamu di hidupku dan aku akan selalu menjadi milikmu. Tolong cintai aku sebagai suami, jangan cintai aku sebagai superstar.” Tangannya yang tadi masih setia di pinggang, kini berpindah mengelus wajah Aini lembut.


“Walau dari awal aku tak mencintaimu, tetapi aku berpikir secara realistis. Aku dan kamu menikah yang disaksikan oleh Tuhan dan penghuni langit, serta bapak penghulu dan para saksi di dunia. Aku akan belajar mencintai dan setia padamu.” Tatapan mata Arhen terlihat teduh dan menenangkan, bola mata dan bibirnya menjadi titik fokus Aini memandang.


“Jadi, aku memintamu juga begitu, tolong cintai aku sebagai suamimu, jadilah istriku sesungguhnya.” Arhen langsung mengecup bibir Aini lembut setelah berkata seperti itu.


Jujur, dia sudah berpikir sejak kemarin. Untuk apalagi dia mencintai gadis kecil di masa lalunya. Dia sudah terlanjur menikahi seseorang. Pernikahan itu harus ia pertanggungjawaban di dunia dan akhirat, dia tak ingin bermain dengan sebuah pernikahan, pasti Ibunya Sakinah akan sedih dan kecewa jika dia menjadi pria pecundang yang bermain dengan tali pernikahan.


Aini hanya terdiam, tak bisa berkata apapun, tak tahu haruskah dia mengatakan sesuatu atau tidak.


***


Esok pagi,


Aini dan Arhen sudah mandi. Pagi tadi, Aini meminta izin pada Arhen, di akan pulang untuk menemui adik satu-satunya, Ramadhan. Arhen mengizinkannya, tetapi tak bisa mengantarkan karena posisinya sebagai selebriti masih berbahaya jika keluyuran sembarangan.


Aini tak mengapa, dia memilih pulang dengan ojek online.


Arhen tak punya kesibukan lagi, hanya mengatur perjalanan dia mau pulang kampung beberapa hari lagi karena Sakinah, Andrean, dan dua saudara kembarnya sudah meminta dia pulang kampung lebih dahulu.


“Halo Bi Rukhsa, Bi Salwa!” sapa Arhen saat mengangkat hp nya yang baru saja berdering.


‘Assalamu'alaikum Sayang!’


“Hehehhe, Wa'alaikumsalam Bi. Apa kabar Bi?”


‘Bibi baik aja, Alhamdulillah. Kata Kak Kinah, Arhen mau pulang terlebih dulu ya?’ Salwa bertanya, Rukhsa disebelahnya asik tersenyum memandangi wajah keponakannya yang sangat populer.


“Iya, Bi. Soalnya acara di Jakarta udah selesai, hm, Arhen juga mau ngenalin istri Arhen sama Bibi.”


‘Ohh, Bibi masih belum percaya keponakan Bibi yang tampan ini sudah menikah, pasti para penggemarnya akan patah hati,’ tutur Rukhsa dengan terkekeh.


‘Hehehe, iya juga ya. Kita tidak bisa mengelak kalau masalah jodoh. Oh ya, Arhen mau makan apa? Ada yang kepengen gak? Biar Bi Rukhsa sama Bi Salwa carikan dan masakan!’


“Arhen nio goreng limbek bancah Bi, lado hijau!” jawab Arhen, bahasa daerahnya terdengar sedikit kaku dan kurang lancar. Berbeda dengan Arsen dan Ardhen yang lebih jago bahasa daerah.


‘Insyaallah, tu nio apo lai?’ Rukhsa dan Salwa menanyakan apa saja yang diinginkan Arhen jika nanti di kampung, setelah di jawab lele rawa dengan cabe hijau, mereka masih menanyakan lagi apakah ada yang lain.


“Nio gulai durian mudo, hehehe!” Arhen terkekeh saat berkata dia ingin memakan gulai durian muda.


‘Mano ado Nak, kini ndak musim durian doh!’ Salwa menjelaskan jika di kampung tidak sedang musim durian dengan serius.


“Hahahahaha! Iya, iya, Bi. Arhen tau kok kalau gak lagi musim duren,” sahut Arhen masih dengan terkekeh.


‘Kamu memang selalu ceria dan ngangenin. Bibi tunggu di kampung Sayang. Muach! Assalamu'alaikum!’


Arhen membalas ciuman kedua wanita itu dengan senang, lalu menjawab salam mereka. “Wa'alaikumsalam!”


Setelah bertelepon ria dengan kedua tantenya, Arhen mulai menuliskan rencana yang akan ia lakukan. Sebelum sampai di desanya, dia ingin mengunjungi daerah Sumatra Barat dulu sepuasnya, danau, gunung, lautan, taman, dan tempat pemandian yang banyak.


“Hm, apakah tempat ini bagus sesuai dengan video iklannya?” Arhen bergumam, dia ingin mengunjungi daerah Payakumbuh, Padang Panjang, dan Solok. Daerah yang lebih dingin dari daerah lainnya di Sumatera Barat.


“Tempat ini juga bagus, eh ini juga!” Arhen menonton video tempat-tempat pariwisata yang ingin dia kunjungi. “Kalau begitu, aku harus hubungi Papa atau Abang, minta bantuan mereka untuk mencarikan orang yang akan membantu kami jalan-jalan.” gumam Arhen dengan tersenyum.


Inilah hidup yang ingin dijalaninya. Hidup bebas mengunjungi tempat-tempat, mencicipi kuliner dan berfoto ria. Sejak kecil, dia memang suka berada di depan layar kamera, untuk berfoto atau membuat video.


“Ya Allah. Tumbuhkan lah rasa cinta yang tulus dalam hati kami berdua. Hamba ingin memulai hubungan ini dengan baik, semoga perjalanan ini membuat kami saling jatuh cinta, hanya padaMu lah hamba memohon, ya Allah.” Arhen berbisik di dalam hatinya, bermunajat kepada Allah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hallo Arlove tersayang.... Masih semangat dan kuat 'kan puasanya? (Bagi yang menjalankan)


Harus kuat dan semngat ya😘 Semoga amal ibadah kita diterima di sisiNya 💓


Oh ya, Arlove... Aku mau kasih tahu, kisah Anak genius itu anakku sebentar lagi akan sampai di puncaknya dan cerita ini sebentar lagi mau tamat.... Seperti yang aku ceritakan sebelumnya... Diantara mereka bertiga, akan ada yang sad ending kisah cintanya🐎🐎🐎


Kira-kira siapa hayo?


😁😁😁😁


...★For You All Arlove, terimakasih terspesial buat kalian yang masih setia baca cerita ini dari bab awal hingga episode ini, memberikan like, komentar, dukungan, mengingatkan, memberitahukan jika ada typo, memberikan vote dan hadiah. Kemudian merekomendasikan pada teman-teman nya, makasih ya😘🌹 Semoga kebaikan kalian di balas oleh Allah SWT 💓💓💓 love you★...