
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Wilayah perbatasan Desert Tribe United dan Thousand Island, Laut Merah, dua minggu sebelum alur utama)
Sekelompok pasukan yang mengenakan pakaian khas Barbarian Tribe, lengkap dengan simbol telapak tangan mengepal yang merupakan simbol dari Barbarian Tribe tersulam di lengan baju masing-masing, saat ini terlihat berkunjung ke wilayah perbatasan. Tepatnya pos penjaga perbatasan Thousand Island.
"Atas perintah langsung dari Khan, kami ingin melewati perbatasan untuk melakukan perjalanan menuju Laut Putih!"
"Ada satu hal penting yang perlu disampaikan kepada Khan Eleanor Tribe!" Ucap Jongha, ketua dari satuan Elite penjaga Khan Barbarian Tribe, saat ini sedang berada di salah satu pulau kecil pos penjaga perbatasan Thousand Island yang di tempati oleh pasukan Gaia Mercenaries kota Gurun Zordan.
"Hmmmm… Kurasa kalian memilih waktu yang kurang tepat untuk melakukan kunjungan!" Jawab seorang wanita paruh baya. Dimana merupakan sosok yang terlihat tak biasa saja, karena wanita ini, merupakan seorang Knight berkelas King tahap Surga puncak.
Dan berdasarkan dari aura mendalam yang memancar pada tubuh wanita tersebut, jelas ia tinggal selangkah lagi untuk bisa melakukan terobosan ke kelas Emperor.
Sosok wanita paru bayah ini tak lain adalah Liang Ba, salah satu Tetua Gaia Mercenaries cabang kota Gurun Zordan yang kini menyambut kedatangan pasukan elite Barbarian Tribe di dalam salah satu ruang kecil pos penjaga perbatasan. Dimana ia ubah menjadi kantor pribadi yang sederhana.
Meskipun memang bukan seorang manajer, tapi Liang Ba memiliki kedudukan yang lumayan tinggi. Bertugas memimpin armada Gaia Mercenaries yang saat ini melakukan misi penjagaan pos wilayah perbatasan Thousand Island. Untuk sementara waktu mengambil alih peran pasukan pihak Eleanor Tribe.
"Wilayah 7 Lautan Thousand Island, sedang berada dalam situasi yang cukup kacau! Pertempuran sengit terjadi di beberapa wilayah laut dalam tempo waktu belakangan!" Lanjut Liang Ba. Menjelaskan situasi terkini wilayah 7 Lautan kepada Jongha.
Dari rangkaian kalimat yang ia sampaikan, Liang Bu seperti terkesan secara tersirat menghalangi niat para pasukan elit Barbarian Tribe untuk memasuki wilayah Thousand Island. Membeli waktu untuk mengulur keberangkatan pasukan elite Barbarian Tribe tersebut.
"Hmmmm… Memang kenapa jika situasi cukup kacau?" Tanya Jongha, masih mempertahankan sikap tenangnya.
"Kami akan tetap masuk untuk melakukan kunjungan!" Lanjut Jongha.
"Tolong jangan gegabah." Tanggap Liang Ba. Juga dengan intonasi nada tenang.
Satu tanggapan yang segera disambut oleh Jongha dengan mengerutkan kening. Menatap tajam wanita paru bayah di hadapannya.
"Katakan saja, kalian akan membiarkan kami lewat atau tidak?" Tanya Jongha. Sedikit membocorkan aura dalam tubuhnya.
"Ohhh… Tuan Jongha, kenapa begitu serius? Wanita tua ini hanya sekedar memberi saran baik!" Tanggap Liang Ba. Seraya dengan santai dan dalam gerakan anggun, mulai menyeduh teh diatas meja.
Meskipun hanya seorang King tahap Surga, sementara Jongha adalah seorang Emperor, Liang Ba tampak jelas tak memiliki ketakutan sama sekali pada pihak lawan.
Disisi lain, melihat tingkah lawan bicaranya, Jongha seketika tak lagi menahan aura kelas Emperor miliknya. Memberi satu tekanan mendominasi.
"Apa kau berencana menghalangi kami? Secara langsung menyatakan bahwa pihak Gaia Mercenaries menentang perintah Janghis Khan? Khan dari Barbarian Tribe?" Ucap Jongha, dengan intonasi nada menantang. Tampak jelas bahwa ia adalah orang yang cukup ahli dalam hal negosiasi dengan permainan kalimat serta tindakan intimidatif.
*Wuuungg…!!!
Sementara itu, tepat ketika Jongha menyelesaikan kalimatnya, Liang Ba melakukan gerakan mengelus sebuah kipas lipat yang dari awal ia letakkan di atas meja, dan bersama tindakan tersebut, sebuah medan aura pelindung tiba-tiba tercipta di sekitar tubuh Liang Ba.
'Gaia Son Paviliun dengan semua alat-alat anehnya!' Gumam Jongha dalam hati, saat melihat medan aura misterius yang memancar dari dalam kipas lipat. Tampak menjadi waspada, meskipun memang tidak merasa terancam sama sekali.
"Tuan Jongha, bukankah sudah kukatakan untuk tak terlalu serius? Kapan wanita tua ini pernah menyebut ingin menghalangi niat kalian?" Ucap Liang Ba. Seraya dengan anggun mulai meminum teh yang tadi sempat ia seduh.
Kemudian, masih dengan gerakan anggun, Liang Ba yang sama sekali tak terlihat mendapat efek apapun dari tekanan aura kelas Emperor milik Jongha, kembali menyeduh teh, namun kali ini diakhiri dengan gerakan menyodorkan kedepan. Mempersilahkan Jongha untuk menerima jamuan darinya.
"Aku akan membuat pengaturan agar kalian bisa lewat! Untuk sekarang, tolong nikmati jamuan dari saya terlebih dahulu!" Tutup Liang Ba. Memasang senyum sederhana kepada Jongha.
"Hmmmm… 5 menit! Aku akan memberi kalian waktu 5 menit! Sekedar untuk menghargai Gaia Son Paviliun! Jika lebih dari itu, aku tak peduli lagi! Seluruh pasukan yang kubawa, akan memasuki wilayah Thousand Island, walaupun tanpa harus mendapat ijin dari kalian yang menjaga perbatasan!" Ucap Jongha. Menarik semua aura dari dalam tubuhnya. Kemudian meraih gelas teh, meminum dalam sekali teguk.
"Baik! Aku akan segera mengurus langsung pengaturannya!" Jawab Liang Ba. Seraya berdiri dari duduknya. Berjalan meninggalkan ruangan.
***
(Ruang lain pos penjaga perbatasan)
Liang Ba memanggil dua orang bawahan untuk menghadap.
"Kau, pergi ke wilayah Laut Jingga! Sampaikan pada cabang Pulau Lotus Merah, bahwa pihak Barbarian Tribe, sedang melakukan pergerakan ganjil, memasuki wilayah Thousand Island!" Ucap Liang Ba, kepada salah satu bawahan yang menghadap.
"Ingatkan untuk sedikit menahan orang-orang ini! Melihat bagaimana mereka cukup memaksa untuk bisa melewati perbatasan, kurasa pihak Barbarian Tribe sedang memiliki rencana dan maksud tersembunyi yang tidak sederhana!" Tambah Liang Ba.
"Baik!" Jawab sang bawahan singkat, yang merupakan salah satu pasukan bayaran kelas tinggi milik Gaia Mercenaries. Tanpa menanyakan detail apapun, segera pergi meninggalkan tempat begitu mendapat misi.
"Sementara kau!" Ucap Liang Ba. Kini ganti memberi intruksi kepada bawahan lain yang masih tinggal.
"Pergi ke Pulau Serigala! Beri kabar tentang keberadaan pasukan elite Barbarian Tribe pada siapapun yang sedang memegang komando disana!"
"Pastikan mereka siap akan adanya kemungkinan serangan tiba-tiba! Karena bagaimanapun juga, kita belum tahu niat pasti dari kunjungan sebenarnya kelompok pasukan elite Barbarian Tribe ini!" Tutup Liang Ba.
"Baik!" Jawab sang bawahan singkat. Seperti kawannya, tanpa bertanya detail apapun, segera mengambil langkah meninggalkan tempat begitu mendapat misi.
"Hmmmm… Barbarian Tribe!" Gumam Liang Bu untuk terakhir kali, merenung sejenak sebelum berjalan meninggalkan ruangan. Kembali menemui perwakilan Barbarian Tribe.
Bagaimanapun juga, cukup wajar jika Liang Ba berfikir bahwa kedatangan kelompok Barbarian Tribe yang ingin memasuki wilayah Thousand Island adalah hal yang mencurigakan.
Kerena dari informasi yang kelompoknya dapat beberapa bulan lalu, Janghis Khan, Khan dari Barbarian Tribe, secara tegas menyatakan bahwa ia menolak untuk memberi uluran tangan ketika perwakilan Eleanor Tribe yang dipimpin langsung oleh Iris Khan, Nona muda Eleanor Tribe, melakukan kunjungan untuk meminta bantuan.
Jadi, ketika Barbarian Tribe yang menolak untuk memberi uluran tangan tiba-tiba bergerak tepat disaat situasi wilayah Thousand Island sedang sengit-sengitnya dalam pertempuran antara Kelompok Bandit Serigala dengan Aliansi 7 Lautan, tentu saja Liang Ba segera curiga.
Memiliki firasat langkah Barbarian Tribe kali ini, tak akan menguntungkan bagi Kelompok Bandit Serigala. Kelompok Bandit yang telah lama menjadi target Barbarian Tribe karena pergerakan masif mereka di wilayah Gurun East Region.
----------
Note :
Stttt...!!! Sempetin mampir untuk denger versi audiobook SDC vol 1 oee...!!! Beneran bagus penghayatan-nya.
Gak enak sama Dubbernya kalau sepi banget. Wkwkkw.
Btw hari minggu, satu chapter.