Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
105 - Tenang Sebelum Badai


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


Diawali oleh Gajo dan anggota Perompak Darah Mendidih-nya, gelombang armada kapal Perompak yang menampung total jumlah 5000 pasukan aliansi 7 Lautan, juga ikut bergerak maju kedepan.


Pertempuran intens tak terhindarkan. Armada kapal perang Eleanor Tribe yang dipimpin oleh kapal induk ketiga, menghadapi armada pasukan Aliansi 7 Lautan.


Sementara disisi lain, memanfaatkan situasi tertahan pasukan bantuan dari Aliansi 7 Lautan, armada kapal induk kedua Eleanor Tribe, dengan mudah mulai menggerus Kelompok patroli Perompak Laut Nila.


Dipimpin oleh Tetua Pertama, pasukan Eleanor Tribe yang unggul dalam jumlah cukup mencolok, melakukan pembantaian-pembantian keji tanpa belas kasihan. Menebang kawanan Perompak bagai mereka adalah rumput liar yang tak penting.


Situasi tersebut bertahan untuk beberapa waktu, pembantaian baru sedikit mereda ketika gelombang besar kapal-kapal dengan bendera berbagai macam Perompak, tiba-tiba bergerak mendekat dari arah bagian dalam wilayah Laut Nila.


"Seluruh Perompak Laut Nila akhirnya datang!" Gumam Tetua Pertama Eleanor Tribe, dengan intonasi nada tenang. Sembari membersihkan bercak darah pada sisi tajam pedangnya.


"Hmmmm…??"


Raut wajah tenang Tetua Pertama Eleanor Tribe baru berubah terkejut ketika sorot matanya, menangkap ada satu hal ganjil yang mengikuti dibelakang armada kapal Perompak Laut Nila.


"Pasukan tambahan Aliansi 7 Lautan?" Gumam Tetua Pertama, kini menyadari ada gelombang kapal Perompak besar lain yang menguntit armada kapal Perompak Laut Nila.


Tetua Pertama mengabaikan pertempuran di sekitar ketika mulai memfokuskan pandangan pada gelombang tambahan Pihak lawan. Sampai akhirnya, ia segera mengerutkan kening saat mengenali beberapa bendera Perompak yang berkibar pada tiang layar utama gelombang tambahan tersebut.


"Mereka adalah para Perompak dari wilayah Laut Biru!" Gumam Tetua Pertama.


"Kenapa kawanan Perompak ini masih eksis? Bukankah wilayah Laut Biru sudah di taklukkan oleh Kelompok Bandit Serigala? Dan kenapa juga mereka berada di wilayah Laut Nila?" Lanjut Tetua Pertama. Benar-benar tak paham dengan situasi dari kehadiran tiba-tiba gelombang besar kelompok Perompak Laut Biru.


"Benar-benar aneh! Aku harus segera melaporkan situasi ganjil ini kepada armada kapal induk utama!" Tutup Tetua Pertama. Membuat pengaturan agar beberapa orang kepercayaannya, untuk sementara waktu mengambil alih tonggak kepemimpinan armada kapal induk kedua Eleanor Tribe. Sedangkan ia sendiri, bergerak cepat menuju ke suatu arah.


***


(Perbatasan wilayah Laut Hijau dan Laut Ungu)


Mengabaikan pertempuran sengit di wilayah Laut Nila, dimana justru di jadikan oleh Theo sebagai tanda pembuka bagi kelompoknya untuk memulai pergerakan, armada besar kapal perang Bandit Serigala, bergerak memasuki wilayah Laut Ungu.


Glory Land Warship, memimpin di barisan paling depan dari gelombang armada kapal perang Kelompok Bandit Serigala. Dengan gagah membelah arus air laut.


Aura dominasi intens dari aliran Mana yang terasa sangat kuno, terus memancar dari seluruh bagian Glory Land Warship ketika Kapal Perang yang merupakan satu dari Ancient Thing jenis ketiga tersebut, melaju lurus kedepan.


"Boss…!!! Sepertinya rencana berjalan dengan lancar!"


"Melihat bahkan tak ada anggota dari Aliansi 7 Lautan yang menjaga wilayah perbatasan, jelas sekali pasukan mereka sedang terbagi dalam jumlah besar untuk fokus pada pertempuran di wilayah Laut Nila!" Ucap Guan Zifei. Kepada Theo yang saat ini berdiri tegak di ujung dek Glory Land Warship, sedang menatap cakrawala.


Dengan sorot mata penuh ketajaman, Theo tampak telah siap memasuki badai besar dari pertempuran dahsyat yang akan segera ia hadapi bersama kelompoknya.


"Ketenangan yang hanya akan terjadi ketika badai dalam skala besar, sedang mengintai untuk bersiap meluluh-lantakkan lautan!" Tambah Theo.


Theo kembali diam setelah menanggapi kalimat Guan Zifei. Hanya terus menatap kedepan dengan pandangan tajam. Sampai tiba-tiba, seringai lebar mulai terpahat di wajah Boss Besar kelompok Bandit Serigala ini ketika sorot matanya seperti menangkap sesuatu.


"Sinbad! Benar-benar tak mengecewakan! Jadi, kau berhasil menangkap pesan itu! Menerima tantangan yang kuberikan!" Gumam Theo. Dengan seringai yang semakin melebar.


"Boss…?"


Guan Zifei yang jelas bisa mendengar gumaman serta perubahan tiba-tiba pada ekspresi wajah Theo, segera bertanya tak mengerti ketika tak bisa menangkap apapun dari arah yang terus di tatap oleh Boss Besarnya.


"Guan Zifei! Segera kabarkan kepada seluruh armada untuk bersiap memasuki pertempuran besar!" Ucap Theo. Tanpa menoleh, masih fokus melihat kesatu sudut arah jauh didepan, memberi intruksi kepada Guan Zifei secara tiba-tiba.


Tak lama setelah Theo memberi intruksi, tepat ketika armada kapal Kelompok Bandit Serigala mulai memasuki wilayah perairan Pulau Api Getaran, lokasi dimana markas besar Aliansi 7 Lautan berada, ratusan armada kapal Perompak dengan bendera Naga Laut sedang berenang, bergerak mendekat dari arah berlawanan.


Melihat ratusan armada kapal Perompak tersebut, Guan Zifei yang benar-benar tak menyangka bahwa Aliansi 7 Lautan ternyata masih menahan sebagian besar pasukan di markas, seketika membelalakkan mata lebar.


"Ini seperti mereka telah menanti kedatangan kita!" Gumam Guan Zifei.


Ia masih menatap kearah armada kapal Perompak Aliansi 7 Lautan untuk beberapa saat, sebelum akhirnya kembali mendapat ketenangan.


Dan tepat ketika Guan Zifei kembali tenang, tanpa menunda ia segera bergerak cepat untuk melaksanakan intruksi Theo. Menyampaikan pesan kepada tiap-tiap Wakil Pemimpin Divisi, agar mereka menyiapkan seluruh pasukan masing-masing.


Guan Zifei pergi, menyisahkan Theo yang masih berdiri di ujung dek Glory Land Warship. Menatap kearah sesosok pria yang juga sedang berdiri pada ujung dek kapal Perompak barisan paling depan. Memimpin armada ratusan kapal Aliansi 7 Lautan.


"Mari kita lihat, kemampuan dari sosok yang namanya berada diposisi teratas pada list yang ditinggalkan Master dalam Jurnalnya!"


"List daftar nama dari jajaran orang-orang yang harus kutemui di muka Gaia Land, sebelum naik ke realm lebih tinggi!"


"Sinbad Sang Petualang! Orang yang menjadi alasan kenapa Master menempatkan ujung pintu keluar dari portal ruang terakhir yang ia ciptakan, ada di East Region!" Tutup Theo. Kini mulai merasakan satu perasaan antusias yang begitu tinggi.


***


(Lokasi lain Laut Ungu. Jauh di belakang armada kapal perang Kelompok Bandit Serigala)


Dua kapal perang sederhana, menguntit armada Kelompok Bandit Serigala dalam posisi cukup jauh di belakang.


Satu kapal perang memiliki bendera Gaia Son Paviliun berkibar pada tiang layar utamanya, sementara kapal perang lain yang datang dari arah berbeda, memiliki bendera dengan logo Dark Guild.


"Kita hanya akan mengawasi?" Tanya salah satu anggota Gaia Son Paviliun. Pada kawan disebelahnya.


"Yahh, intruksi dari pusat sangat jelas! Itu hanya untuk melihat jalannya pertempuran! Kemudian segera memberi kabar ketika hasil akhir telah di ketahui!" Jawab kawan dari anggota yang sebelumnya bertanya.


Sebagai dua kelompok Netral, baik itu Gaia Son Paviliun maupun Dark Guild, jelas tak bisa ikut campur ketika terjadi sebuah pertempuran dalam skala besar.


Dan jelas, pertempuran antara Kelompok Bandit Serigala melawan Aliansi 7 Lautan yang sebentar lagi akan berlangsung, masuk dalam kategori skala besar yang sebelumnya di maksud. Hampir sama besar dengan pertempuran Hutan Pinus Beku.


Menyebabkan kedua kelompok ini akhirnya cuma bisa melakukan pengamatan. Terus memantau untuk mengetahui hasil akhir dari jalannya pertempuran.


Karena bagaimanapun juga, Boss Besar kelompok Bandit Serigala, yakni Theo, memiliki hubungan khusus dengan dua organisasi tersebut.


Dua pemimpin utama dari dua organisasi netral, secara khusus menginginkan agar udpate dari hasil pertempuran, segera sampai pada mereka.