
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_______________________________________
*Baaammmm…!!!
Gerel yang masih tertegun menatap sosok Isaa hanyut dalam terjangan gelombang serangan pihak lawan, berakhir terhenti laju terlempar tubuhnya saat salah satu anggota kelompok Bandit Serigala, menangkapnya.
Sang anggota melempar tubuh penuh luka Gerel kearah anggota lain, secara estafet menghindari anggota Barbarian Tribe yang tersebar di seluruh medan pertempuran utama, membawa Gerel untuk sampai pada dek Glory Land Warship.
*Tappp…!!!
Itu adalah Oscana yang menjadi pihak terakhir penangkap Gerel, memapah tubuhnya untuk diletakkan pada dek Glory Land Warship.
Gerel yang telah menderita begitu banyak luka patah tulang, berakhir jatuh tak sadarkan diri tepat setelah sampai di dek Kapal Perang. Terbaring bersebelahan dengan tubuh tak sadarkan diri Zota dan Yahuwa yang telah lebih dahulu berada di lokasi.
Selain menderita banyak luka, gadis ini juga menerima guncangan mental berat. Setelah Meirin, Gerel harus melihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana Isaa mengorbankan nyawa untuk menyelamatkan dirinya.
Meirin, Meria, dan Isaa. Tiga wakil pemimpin divisi Kelompok Bandit Serigala, gugur dalam medan pertempuran.
Situasi tak menguntungkan dimana berkembang menjadi buntu bagi Kelompok Bandit Serigala, menyebabkan seluruh anggota Bandit Serigala yang sebelumnya tersebar di segala penjuru medan pertempuran, mulai bergerak tersudut hanya pada satu titik. Yakni Glory Land Warship.
Dengan adanya Sasi yang memimpin untuk menjaga Kapal Perang, Glory Land Warship saat ini berkembang menjadi benteng pertahanan terkahir bagi sebagian besar anggota kelompok Bandit Serigala.
Tak lama setelah Oscana memapah Gerel untuk di tempatkan pada dek, bersebelahan dengan Yahuwa dan Zota. Trio kembar Xafi, Xika, dan Xoya, datang dari suatu arah. Xafi dan Xoya tampak bahu membahu memapah tubuh perkasa Shadex yang sedang tak sadarkan diri. Sementara Xika, bertugas untuk membuka jalan.
"Tolong! Tolong selamatkan Boss Shadex!" Seru Xika. Dengan wajah memelas pucat pasih, tampak tak memperdulikan luka-luka pada tubuhnya.
Ekspresi wajah pucat yang juga menghiasi wajah dua saudari kembarnya. Xoya dan Xafi, dimana tampak kelelahan dengan tubuh penuh luka memapah Shadex.
Ketiga gadis ini segera meminta pertolongan tim medis yang sudah berkumpul pada dek Glory Land Warship, untuk merawat dan memberi pertolongan pertama pada Shadex yang memang sedang sekarat, imbas memaksa untuk menelan Pill peningkat seluruh potensi tubuh dalam pertarungannya melawan Dante.
Beberapa anggota tim medis, segera tanggap untuk memberi perawatan. Syakira juga menjadi bagian dari tim medis. Hanya saja, ia cuma bisa memasang raut wajah tak berdaya melihat bagaimana kondisi trio gadis kembar sahabatnya.
Bagaimanapun juga, tangan Syakira juga sudah penuh. Ia mencoba untuk sebisanya membantu merawat luka-luka Gerel. Sosok yang telah menjadi Master gadis kecil tersebut bersama dengan Hella.
Situasi dek Glory Land Warship, berkembang menjadi barak medis dadakan dengan suasana mencekam setelah anggota-anggota lain, membawa banyak kawan mereka yang sedang terluka parah.
Termasuk juga beberapa anggota dari sayap kanan yang dengan susah payah menerobos lautan musuh, mereka akhirnya berhasil membawa tubuh tak sadarkan diri Sanir dan Feizel, meskipun memang dengan mengorbankan banyak nyawa anggota lain yang harus gugur dalam proses mengamankan dua wakil pemimpin divisi Bandit Serigala tersebut.
"Ini benar-benar kacau!" Ucap Oscana. Memandang dengan tatapan menyapu sekitar, kearah lautan musuh yang saat ini ada di segala penjuru medan pertempuran utama. Sebelum tatapannya ganti melihat kondisi dek Glory Land Warship yang memprihatinkan.
Dengan jatuh tak sadarkan dirinya Gerel, situasi medan pertempuran utama menjadi semakin buruk bagi pihak Bandit Serigala. Karena bersama Gerel hilang kesadaran, Nagini yang sebelumnya masih berusaha memberi perlawanan pada anggota satuan elite penjaga Khan Barbarian Tribe, akhirnya ikut menghilang. Kembali tertarik masuk kedalam tatto segel Guardian Beast.
Bagaimanapun juga, itu adalah Gerel dan Nagini yang dalam beberapa waktu terakhir, menjadi dua pilar utama penahan laju terjangan Barbarian Tribe. Dengan dua sosok ini akhirnya tumbang, kini tak ada lagi yang mampu menahan gelombang serangan pihak lawan.
Kelompok Barbarian Tribe, bergerak dalam gelombang besar terus menusuk masuk kedalam wilayah medan pertempuran utama. Membantai banyak anggota Bandit Serigala dalam prosesnya.
Tuan muda Klan Zhou tersebut, dimana seharusnya saat ini menjadi orang yang memegang otoritas tertinggi di medan pertempuran utama, justru terus melihat kearah lain. Yakni jauh di sayap kanan medan pertempuran. Lokasi dimana Guan Zifei berada.
Tatapan mata penuh kebimbangan Zhou Kang, bertahan untuk beberapa waktu, sampai pada akhirnya, tiba-tiba kembali tajam.
"Pak tua, kau harus bertahan! Aku tak akan terima jika medan pertempuran ini, menjadi tempat terakhir perjalananmu!" Gumam Zhou Kang.
"Kau jelas masih menyimpan ambisi untuk memulihkan nama Klan Guan!" Tutup Zhou Kang. Untuk terakhir kalinya, memberi lirikan singkat pada lokasi dimana Guan Zifei sedang bertarung melawan tiga tetua Eleanor Tribe berkelas Emperor tahap awal. Memimpin tim sayap kanan untuk menggila, berusaha menahan tusukan gelombang besar pihak Eleanor Tribe.
"Oscana!" Ucap Zhou Kang, setelah kembali mendapatkan fokus.
"Kau pilih beberapa anggota yang masih cukup bugar dan juga masih memiliki mental kompeten! Bergerak menyisir lokasi luar sebelah kiri Glory Land Warship! Pimpin dan buka jalan bagi anggota lain yang masih terjebak di dalam lautan musuh!" Lanjut Zhou Kang. Memberi intruksi khusus pada Oscana.
"Aku akan melakukan pergerakan yang sama pada sisi kanan Glory Land Warship!" Tutup Zhou Kang.
Mendengar intruksi tersebut, Oscana segera memberi anggukan singkat. Tak menanyakan apapun lagi. Mulai memilih beberapa anggota sebelum tanpa ragu bergerak menerobos lautan musuh.
Hal yang sama, juga di lakukan oleh Zhou Kang. Memimpin beberapa anggota, untuk keluar dari formasi pelindung Glory Land Warship.
Sementara tepat ketika Zhou Kang dan Oscana sudah bergerak, pada puncak tiang layar utama Glory Land Warship, Sasi yang menjadi Juru mudi Kapal Perang, tampak menghabiskan waktu untuk membuat beberapa segel tangan rumit. Secara khusus memperkuat formasi pelindung Glory Land Warship. Juga mengatur mekanisme khusus dimana hanya membolehkan anggota Bandit Serigala yang bisa bergerak masuk atau keluar.
"Hmmmm…!"
Sasi bergumam sembari melirik kearah beberapa lokasi tertentu setelah menyelesaikan segel-segel tangan rumit.
*Taappp…!!
Sang Goblin, melanjutkan aksi dengan melakukan lompatan ringan. Sosoknya berubah menjadi sekelebat bayangan. Meninggalkan Kapal Perang, untuk menuju lokasi dimana memiliki gelombang musuh dalam jumlah paling banyak sedang berkumpul.
*Booooommmm….!!!
Kemunculan berikutnya dari Sasi, adalah dengan membawa sebuah serangan berderak Mana Besi dahsyat. Menggoncang area kemunculannya. Menyebabkan banyak anggota Barbarian Tribe di lokasi tersebut, terhempas dengan luka parah.
"Bukankah sudah sempat kukatakan, agar kalian tak lagi bergerak mendekat?" Gumam Sasi. Sembari memasang raut wajah mengerikan. Aura aneh yang begitu berat dan menekan, juga mulai terpancar tak tertahan dari dalam tubuh mungilnya.
*Tapp…!!!
Setelah selesai bergumam, sosok Sasi kembali menghilang. Sang Goblin mulai bergerak dalam sekelebat bayangan cepat. Menebas setiap leher anggota Barbarian Tribe pada setiap arah gerakannya.
Pembantaian dimulai. Puluhan kepala, mulai terlempar bagai deru hujan tak berkesudahan diatas langit.
"Hmmmmm… Makhluk aneh itu tak bisa dibiarkan!"
Sementara berada cukup jauh dari lokasi Sasi, Jongha yang sebelumnya sempat akan mengurus Nagini, dimana sang Grey Snake tiba-tiba menghilang, kini menatap tajam kearah Sang Goblin berada.
*Tapp…!!!
Sosok Jongha menghilang.