Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)

Seven Deadly Child Vol 2 (Conqueror)
112 - Demonic Beast Legendaris


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


*Woooshhh…!!!


Diselimuti oleh kepulan asap tebal, tubuh Theo terpental. Tampak akan membentur keras medan pertempuran di bawah.


*Wuuungg…!!!


Namun, tepat ketika Theo akan menghujam laut beku, aliran Mana Gravitasi intens kembali menyebar, dalam sekejap menyatu kedalam tubuhnya. Memperingan tubuh Theo hingga pada bobot yang cukup drastis.


*Wuuussshhh…!!!


Aksi Theo, dilanjutkan dengan ia menyebarkan aliran Mana Angin bercampur Mana Air untuk meredam dan memadamkan kepulan debu panas pada punggungnya. Sebelum melakukan manuver cantik.


*Taapp…!!!


Mendarat dengan ringan pada laut beku. Sembari menatap tajam kearah Sinbad yang masih melayang di udara.


"Seorang yang memiliki Element Seed beratribut Es, menyerap Kristal Beast dari Demonic Beast beratribut Api?"


"Bagaimana bisa?" Gumam Theo. Kali ini benar-benar penasaran dengan wujud Soul Knight Sinbad yang menurutnya cukup bertentangan dengan Element Seed miliknya.


Satu hal yang mustahil dilakukan. Bahkan Theo tak pernah mendengar ataupun membaca sesuatu seperti kondisi Soul Knight Sinbad dalam Jurnal Masternya. Dimana berarti, bahkan Tiankong, dalam perjalanannya yang panjang, juga belum pernah melihat kondisi Soul Knight seperti yang sedang Sinbad praktekkan saat ini.


*Woooshhhh…!!!


Theo masih menatap kearah sinbad dengan pandangan heran, sebelum tanpa mengedipkan mata, ia mulai mengedarkan Mana Cahaya dalam Element Seednya untuk melakukan perawatan pada kondisi luka bakar di punggung. Membuat luka sembuh dalam kecepatan yang bahkan bisa dilihat dengan mata telanjang.


Tak berapa lama kemudian, setelah luka Theo telah pulih, Jubah Merah Darah Lord Satan yang sebelumnya sempat hancur terkoyak, secara misterius mulai ikut memperbaiki dirinya sendiri. Menyebarkan aliran Mana Kegelapan bercorak merah darah.


Kejadian tersebut, tentu saja membuat Sinbad yang masih terbang tinggi diatas langit, segera menjadi heran. Mengerutkan keningnya.


"Atribut Cahaya dan Kegelapan?Setelah empat atribut, Tanah, Api, Air, dan Angin, orang ini juga bisa mengendalikan dua atribut langka?" Gumam Sinbad.


"Element Seed yang mampu mengolah segala jenis atribut Mana? Bagaimana mungkin ada yang seperti itu?" Lanjut Sinbad. Benar-benar tak habis pikir sekarang. Sama seperti Theo, ia menjadi sangat penasaran dengan situasi Element Seed pihak lawan yang jelas sangat tak biasa. Satu hal yang belum pernah ia lihat dan dengan dengar sebelumnnya.


"Joy Kecil!" Ucap Theo tiba-tiba, memanggil kembali Joy Kecil yang sempat terlempar.


"Tuuu…!!!" Sahut Joy Kecil, dengan tanggap segera terbang untuk sekali lagi mendarat pada pundak kanan Theo.


"Belphegor kembali! Asmodeus keluar!"


Tepat ketika Joy Kecil telah kembali singgah pada posisi favoritnya, Theo melanjutkan dengan menarik Palu Raksasa Belphegor, kemudian ganti mengeluarkan Pedang Kembar Asmodeus.


*Bzzzzzttt…!!!


Derak listrik ungu segera menyala untuk menyelimuti seluruh bagian bilah pedang kembar saat kedua tangan Theo, menggenggam gagang pedang.


Disisi berlawanan, Sinbad dengan cepat memasang sikap waspada ketika melihat Theo kembali mengganti senjatanya. Senjata-senjata dengan aura aneh yang merupakan satu hal tambahan dimana dari tadi juga sebenarnya membuat Sinbad sangat penasaran.


Tatapan mata waspada Sinbad bertahan untuk beberapa saat, sampai tiba-tiba berubah menjadi tatapan penuh keterkejutan ketika luapan Mana Kegelapan intens, mulai mengalir keluar dengan luapan dahsyat dari dalam tubuh Theo.


"Tidak mungkin! Bukankah ini? Bagaimana bisa…!" Ucap Sinbad. Dengan raut wajah bergetar. Benar-benar tak menyangka jika lawannya juga akan memiliki hal yang saat ini sedang di lihatnya.


"Iblis Hell Orb?" Gumam Sinbad lirih. Menajamkan visi pada kedua matanya.


Sementara itu, pada lokasi Theo berada, sebaran Mana Kegelapan meluas dalam jangkauan tertentu, membuat beberapa anggota kelompok Aliansi 7 Lautan yang kebetulan berada di sekitar lokasi pendaratan Theo, dimana sebelumnya hendak akan mencoba melakukan serangan menyelinap, segera dengan cepat bergerak menjauh. Tak ingin tubuhnya tersentuh oleh Mana Kegelapan dahsyat yang tentu saja membawa efek kerusakan berat pada semua hal yang mengandung energi kehidupan.


*Woooshhhh…!!!


"Eye Of Agamoto, aktif!"


Sebaran Mana Kegelapan, hanya mulai tertarik kembali dengan cepat kearah tubuh Theo ketika ia mengatifkan Eye of Agamoto, teknik milik Iblis kontraknya. Gusion.


Dalam sekejap, seluruh aliran Mana Kegelapan pekat, terfokus cuma pada satu titik lokasi. Yakni kening. Berakhir membuka satu mata tambahan berbentuk segitiga yang menyala terang dengan warna kemerahan gelap.


"Baiklah! Kita ubah alur pertempurannya dulu! Karena jelas sekali terlihat, jumlah kedua belah pihak, masih agak timpang!" Gumam Theo, seraya kemudian, mulai memasang seringai lebar.


Bagaimanapun juga, dari pengamatan singkat, Theo dapat mengetahui, bahwa jumlah pasukan dari Aliansi 7 Lautan, itu lebih dari 10.000 orang. Sementara Bandit Serigala, hanya berjumlah 9000 orang Knight.


Theo menyempatkan untuk memberi Sinbad yang masih menatap kearahnya, sebuah lirikan tajam penuh maksud, sebelum ganti melihat lautan musuh yang ada di sekitar. Lokasi pendaratan Theo adalah garis formasi pasukan Aliansi 7 Lautan.


"Joy Kecil! Buat Aura Pelindung sebesar yang kau bisa! Tutup area sekitar untuk sementara waktu! Jangan biarkan orang yang sedang melayang itu masuk!" Ucap Sinbad. Memberi intruksi kepada Joy Kecil.


*Wuuungg…!!!!


Sebelum kemudian, tanpa menunda, segera menyebarkan aura pelindung dalam ruang lingkup yang cukup luas.


"Sialan! Pertarunganmu, adalah denganku!" Seru Sinbad lantang. Memasang ekspresi wajah kesal saat menyadari apa yang sedang di rencakan Theo.


*Woooshhhh…!!!


*Baaaammmm…!!!


Namun, tepat ketika Sinbad sudah mulai bergerak menerjang turun, yang menyambut adalah aura pelindung Joy Kecil. Menghadang Sinbad untuk tak bisa bergerak lebih jauh.


"Hahhahahah…!!! Tunggu dengan tenang dulu disana! Setelah aku selesai disini, kita lanjutkan lagi duel seru tadi!" Ucap Theo. Sebelum mulai membuat satu Kuda-kuda.


*Bzzzzzttt…!!!


Bersama dengan Kuda-kuda yang di buat Theo, derak listrik ungu mulai menyebar luas dari dalam tubuhnya.


"Teknik Kedua Dosa Nafsu!" Gumam Theo. Sebelum tubuhnya dalam sekejap menghilang.


"Sikap Dunia Penuh Gairah!" Lanjut Theo, suaranya terdengar dari kekosongan.


*Bzzzzzttt…!!!


*Bzzzzzttt…!!!


*Bzzzzzttt.!!!


Bersama dengan aktifnya teknik kedua Dosa Nafsu, derak puluhan listrik ungu secara tiba-tiba muncul dari berbagai arah. Menyebar pada tiap sudut ruang lingkup aura pelindung Joy Kecil.


Sebelum kemudian, derak-derak listrik ungu, berubah wujud menjadi puluhan sosok Theo. Puluhan sosok yang seluruhnya tengah memegang pedang kembar Asmodeus. Memasang seringai lebar layaknya penjahat jalanan. Menambah kengerian dari pancaran Mana Kegelapan pada kening masing-masing sosok tersebut.


"Baiklah, kita pangkas dulu rumput-rumput liar di sekitar!" Gumam puluhan sosok Theo.


Pembantaian, akhirnya dimulai…


Puluhan sosok Theo bergerak cepat, melakukan serangan-serangan tebasan kejam pada setiap anggota Aliansi 7 Lautan yang berada pada posisi paling dekat dari masing-masing mereka.


*Baaammmm…!!!


Melihat kejadian tersebut, Sinbad tentu saja menjadi marah. Ia sempat memberi serangan keras untuk sekali lagi pada aura pelindung Joy Kecil, sebelum tatapan matanya, bergerak cepat mencari seseorang.


"DANTEEEEE…!!!!" Seru Sinbad lantang, begitu melihat Dante ternyata berada pada ruang lingkup aura pelindung Joy Kecil yang menghadangnya. Meskipun memang berada tepat pada tepi perbatasan.


Mendengar seruan Sinbad, Dante memberi lirikan singkat, sebelum membalas seruan Sang Kapten.


"Sialan! Apa kau tak lihat disini aku juga sedang sibuk! Itu salahmu sendiri selalu saja suka bermain-main!" Seru Dante.


*Traaanggg…!!!


*Traaanggg…!!!


*Traaanggg…!!!


*Jleepp…!!!


Tepat ketika Dante selesai menjawab seruan Sinbad, puluhan Pisau Mana Besi tajam, segera menerjang kearahnya. Beberapa mampu ia tangkis, tapi serangan pisau terkahir, lolos dari pertahanannya. Menancap telak pada pundak kanan.


"Kau melihat kemana?" Gumam Shadex, dengan luapan Mana Besi intens dalam mode Soul Knightnya, menatap tajam dengan pandangan penuh nafsu membunuh kearah Dante.


"Hmmmm…!!"


*Slaaaassshhh…!!!


Sementara di sisi lain, Dante yang telah kembali mendapatkan fokus, membalas tatapan Shadex dengan membuat tebasan ringan menggunakan Katana-nya. Menyingkirkan pisau Mana Besi Shadex yang menancap pada pundak kanan.


Aksi Dante, kemudian dilanjutkan dengan ia memasukkan kembali bilah Katana kedalam sarungnya.


"Harus kuakui, kau berkembang dalam kecepatan diluar akal sehat semenjak terkahir kita melakukan duel!" Gumam Dante.


Sebelumnya, Dante yang menerjang maju pada posisi paling depan diantara seluruh anggota Aliansi 7 Lautan, ternyata harus menerima dorongan balik cukup jauh ketika pertarungan antara dirinya dan Shadex dimulai.


"Untuk menghargai dedikasimu dalam mengejar kekuatan, aku akan membalasnya dengan bertarung menggunakan kekuatan penuh!" Tutup Dante.


Dan bersama Dante menyelesaikan kalimatnya, bentuk tubuh Sang Wakil Kapten Perompak Naga Laut tersebut, juga mulai berubah.


Dante memasuki mode Meridian Knight. Mengambil sosok yang menyebabkan Shadex memasang ekspresi wajah sangat terkejut ketika melihat perubahan wujud Meridian Knight lawannya itu.


"Demonic Beast Qilin yang Legendaris!" Gumam Shadex.