
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Tuanku! Para penyusup ini di temukan oleh Nona Issabela pada salah satu sisi terpencil pinggiran Hutan Pinus Beku! Tampak sedang berusaha memasuki Wilayah Hutan Pinus Beku!" Ucap Tetua Dark Guild.
"Penyusup?" Gumam Lord Arduric.
Tak menyangka dengan pertahanan ekstra yang telah terhimpun di Wilayah Hutan Pinus Beku, pasca terjadinya pertempuran besar akibat konflik internal yang melibatkan banyak kelompok Knight besar, diantaranya bahkan adalah dua dari 10 Biggest Knight Group, House Braveheart dan House Helsinsberg.
Ternyata masih ada yang berani ingin mencoba menyusup ke dalam Wilayah Hutan Pinus Beku House Alknight.
Terlebih dengan fakta tentang keberadaan para Assassin Dark Guild yang bergerak di dalam wilayah Hutan Pinus Beku, dimana sama sekali tak di tutupi oleh pihak House Alknight, bahkan sengaja di sebarkan oleh mereka. Menyebabkan selama ini wilayah Hutan Pinus Beku jarang sekali mendapat usikan dari pihak luar.
"Yahh… Mereka adalah penyusup pertama tahun ini! Setelah House Helsinsberg dan House Estrabat sempat menggerakkan orang-orang mereka tahun lalu!" Jawab Tetua Dark Guild. Dengan intonasi yang terdengar sedikit antusias.
Intonasi yang menyebabkan Lord Arduric semakin menambah kerutan dikening seraya melirik kearah Tetua Dark Guild. Merasa intonasi nada antusias sang Tetua, benar-benar tak tepat digunakan untuk saat ini ketika Wilayah Hutan Pinus Beku yang mereka jaga, hendak di masuki oleh penyusup.
Disisi lain, menyadari tatapan tak biasa Lord Arduric, Tetua Dark Guild segera memberi penjelasan.
"Tuanku! Mohon maaf jika kata-kataku terdengar sedikit bersemangat, jelas tak sesuai dengan situasi yang sedang terjadi!" Ucap Tetua Dark Guild.
"Karena sejujurnya, ini adalah target pertama yang kelompokku dapatkan setelah menunggu hampir satu tahun penuh!" Lanjut Sang Tetua.
"Dengan perkembangan pesat House Alknight dalam hal kekuatan tempur dan juga jaringannya setahun belakangan, jelas tak akan ada lagi yang terlalu bodoh untuk mencoba menerobos masuk!"
"Hal ini menyebabkan kami, Assassin Dark Guild yang bergerak untuk menjalankan misi di wilayah kalian, jelas mengalami kekurangan target untuk mendapatkan hadiah Sumberdaya dari organisasi maupun pengalaman tempur!"
"Padahal dua hal tersebut, merupakan kebutuhan penting bagi kelompok Assassin pemula yang kupimpin, untuk dapat terus berkembang menjadi lebih kuat!"
"Fakta yang menjadi alasan kenapa jumlah anggota Dark Guild yang ada di Wilayah Hutan Pinus Beku, setiap bulannya terus mengalami penurunan!"
"Karena sudah sangat jarang ada yang mau mengambil misi di wilayah ini lagi!"
"Terlebih, banyak anggota yang sebelumnya bergerak mengambil misi, akhirnya memutuskan untuk pergi menjalankan misi di tempat lain!" Tutup Tetua Dark Guild. Menyampaikan keluhan tersirat berdasarkan kondisi tak baik pada kelompok Dark Guild Hutan Pinus Beku yang ia pimpin.
Mendengar penjelasan Tetua Dark Guild, Lord Arduric segera jatuh pada situasi merenung. Jelas merasa tak enak hati ketika menyadari situasi tak baik sedang dialami oleh salah satu Kelompok yang bisa dikatakan telah memberi banyak bantuan kepada House Alknight itu, meskipun memang selama ini Dark Guild bergerak di wilayah Hutan Pinus Beku, dengan berkedok melaksanakan misi.
"Ayah…!!"
Lord Arduric masih termenung, sampai tiba-tiba, suara Issabela terdengar.
"Ada apa putriku?" Tanya Lord Arduric.
"Aku punya ide yang mungkin bisa digunakan untuk sedikit membantu situasi para Assassin Dark Guild yang ada disini!" Ucap Issabela.
Satu tatapan tertarik yang sama, juga segera ditampilkan oleh Tetua Dark Guild yang dalam situasi ini, merupakan pihak yang sedang menjadi topik pembahasan utama.
"Kau tahu, beberapa waktu yang lalu, aku memutuskan untuk melakukan perjalanan pelatihan di wilayah bagian dalam Hutan Pinus Beku!" Ucap Issabela, membuka kalimat dengan menyebut tentang keputusannya memasuki wilayah Hutan Pinus Beku bagian dalam.
"Hmmmm… Bukan hanya kau! Adikmu yang bodoh! Gregor, juga ikut masuk di hari yang sama!" Tanggap Lord Arduric.
"Apa?" Tanggapan yang disambut oleh Issabela dengan memasang ekspresi wajah terkejut.
"Tenang saja! Ia sudah kembali beberapa hari lalu! Meskipun memang dalam kondisi tubuh terluka parah!" Jawab Lord Arduric.
"Kita simpan dulu pembahasan tentang adikmu untuk nanti! Lanjutkan ide yang tadi akan kau tawarkan!" Ucap Lord Arduric. Saat melihat Issabela tampak akan bertanya lebih lanjut tentang kondisi Gregor.
"Hmmm… Baik!" Kata Issabela. Sebelum mengalihkan tatapan pada Tetua Dark Guild.
"Dalam perjalanan memasuki wilayah bagian dalam Hutan Pinus Beku, meskipun memang penuh dengan bahaya karena merupakan habitat tempat tinggal para Spirit Beast kelas tinggi yang ganas, terlebih lagi aku juga sempat bertemu beberapa Demonic Beast, namun semua bahaya itu sepadan dengan melimpahnya Sumberdaya berharga yang ada di sana!" Ucap Issabela.
"Jadi, menurut pendapatku, selain memanfaatkan Sumberdaya di Jurang Misterius, akan lebih baik jika kita juga mulai mengeksplorasi wilayah bagian dalam Hutan Pinus Beku yang masih tak terjamah! Mengolah dan melakukan pendataan terhadap Sumberdaya yang ada di dalam sana!" Lanjut Issabela.
Kalimat pembuka yang disampaikan oleh Issabela, jelas disambut oleh Lord Arduric dengan tatapan sedikit ragu. Karena ia tahu pasti, Wilayah bagian dalam Hutan Pinus Beku, adalah lokasi yang sangat berbahaya, meskipun memang menyimpan banyak Sumberdaya langka seperti yang sempat disinggung oleh Issabela.
"Hmmmm… Issabela, ada alasan tertentu yang menyebabkan para leluhur, memberi intruksi tegas agar kita, generasi selanjutnya tak memasuki wilayah tersebut!" Ucap Lord Arduric.
"Ayah! Aku tahu alasan itu! Karena dengan mata kepala sendiri, aku sudah memastikan bahwa peringatan para leluhur bukanlah mitos belaka! Tempat itu benar-benar ada! Dan memang sangat berbahaya!" Tanggap Issabela.
"Namun, karena telah melihat sendiri tempat tersebut, aku juga bisa membuat peta khusus agar tak ada yang mendekat pada radius tertentu!" Lanjut Issabela.
"Dengan begitu, kita bisa menjelajah pada lokasi-lokasi lain yang belum terjamah!"
"Aku menyarankan, agar House Alknight membentuk unit penjelajah khusus! Ditemani oleh para Assassin Dark Guild yang memang ingin mencari pengalaman latihan nyata!"
"Untuk masalah Sumberdaya yang di dapat dari eksplorasi, kita bisa membagi untuk kedua kelompok! Pengaturan rincinya, bisa kau putuskan sendiri! Berdiskusi dengan pihak Dark Guild!"
"Dengan begitu, Kelompok House Alknight akan bisa berkembang lebih jauh, memanfaatkan Sumberdaya berharga tambahan di dalam sana!"
"Sementara pihak Dark Guild, juga akan bisa menyelesaikan masalah kekurangan Sumberdaya serta pengalaman situasi pertempuran!"
"Namun tentu saja dengan catatan, kau sebagai Lord menerima saranku ini! Semua keputusan kembali ke tanganmu!"
"Hanya saja, kurasa ini akan adil, ketika Pihak Gaia Son Paviliun mendapat manfaat dari Sumberdaya di Jurang Misterius, sekutu kita yang lain, pihak Dark Guild, akan mendapatkan hal sama dari Wilayah bagian dalam Hutan Pinus Beku! Tutup Issabela.
"Hmmmmm…" Saran Issabela yang disampaikan dalam penjabaran panjang nan detail, disambut Lord Arduric dengan mengambil satu nafas panjang. Sebelum menoleh kearah pintu masuk aula utama.
"Adik! Kau jelas telah mendengar semua saran dari Issabela barusan! Jadi, bagaimana pendapatmu?" Tanya Lord Arduric. Kepada Master Bosweric yang saat ini sedang berdiri di pintu masuk.
Sebelumnya, bersama Master Aegric, Bosweric hendak memasuki aula utama, berniat memberi laporan tentang kondisi terkini Gregor. Namun, Master Bosweric dan Aegric, segera menghentikan langkah tepat ketika mendengar keluhan yang di sampaikan oleh Tetua Dark Guild. Dilanjutkan dengan Issabela yang memberi saran.
---
Note :
Kalau ada bonus chapter, like nya jangan ketinggalan ya kawan-kawan. Mungkin bisa di sempatkan bagi yang kelupaan untuk sekedar menggunakan jempolnya sebentar. ^^