
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_______________________________________
"BISA KUDUGA, KAU HANYA AKAN SEMENTARA WAKTU BERADA DI TARTARUS LAND! MENYELESAIKAN MISI ATAU APAPUN ITU DARI BAYANGAN MAKHLUK MISTERIUS YANG SELALU MENYERTAIMU!"
Kata-kata Demonic Beast kelas puncak, segera disambut oleh Theo dengan kerutan kening. Cukup terkejut karena makhluk tersebut dapat menyadari aura tipis Kung-Peng.
"MESKIPUN KAU BERHASIL MENCEGAH RENCANA RAS DEMONIC BEAST UNTUK SAAT INI, NAMUN BISA KUPASTIKAN BAHWA KAMI AKAN KEMBALI MENYUSUNNYA, HANYA TINGGAL MASALAH WAKTU SAMPAI KAMI BERHASIL MEMUSNAHKAN RAS MANUSIA DI TARTARUS LAND! MENJADI RAS PENGUASA DENGAN DOMINASI MUTLAK!" Ucap Demonic Beast kelas puncak, dengan intonasi nada penuh tekanan.
"Cukup basa-basi-nya!" Gumam Theo, tiba-tiba memotong.
"Sejujurnya, aku tak begitu peduli dengan rencana kalian, karena aku memang hanya sekedar lewat di Tartarus Land ini!" Lanjut Theo, seraya mulai menggunakan sisa-sisa tenaga terakhirnya, untuk menghimpun derak Mana Mutasi Listrik Merah pada dua kepalan tinju sarung tangan kilat.
"Hanya saja, aku ada satu pesan terkahir untukmu!"
"Yang harus kau tahu, ras manusia bukanlah mahkluk lemah! Meskipun aku sebentar lagi pergi, bisa kujamin, rencana kalian tetap akan terhadang!"
"Ras manusia, akan selalu menemukan jalan untuk bertahan hidup, dimanapun mereka tinggal! Sekeras apapun dunia tersebut! Termasuk di dunia semacam Tartarus Land ini!"
"Manusia keji sepertiku, akan selalu bermunculan!" Tutup Theo, seraya membuat gerakan tinju menghentak kedepan, melepas ledakan dahsyat derak Mana Listrik Merah yang telah ia himpun, untuk mengarah tepat pada portal di puncak menara misterius.
*BLAAAAAAAZZZZTTTT…!!!
Derak dahsyat Mana Mutasi Listrik Merah, melaju kencang menuju targetnya. Theo tampak mengeluarkan sisa akhir tenaga yang ia miliki, untuk menghancurkan portal. Berniat menyelesaikan seluruh tantangan Lembah kelima. Karena bagaimanapun juga, Theo belum mendengar Kung-Peng mengumumkan berakhirnya tantangan meski ia telah membantai habis seluruh Boss Demonic Beast penghuni Lembah yang berjumlah ratusan.
Dimana berarti, tantangan baru akan benar-benar berakhir saat Theo menghancurkan menara misterius.
Derak dahsyat Mana Mutasi Listrik Merah, terus melaju, semakin dekat menuju target, sampai kemudian, Demonic Beast kelas puncak yang berada di balik portal, berteriak untuk terakhir kalinya tepat beberapa saat sebelum Listrik Merah menyentuh portal.
"ANAK MANUSIA! AKU SEBAGAI PEMIMPIN RAS DEMONIC BEAST TARTARUS LAND, MENYATAKAN BAHWA KAMI MENANDAIMU! DENGAN KEMAMPUANMU YANG TAK BIASA, LAMBAT LAUN KITA PASTI AKAN BERJUMPA LAGI DALAM SITUASI SALING BERHADAP-HADAPAN SECARA LANGSUNG!"
"AKU AKAN MENAGIH KEMBALI HUTANG INI KETIKA KAU DAN AKU, BERTEMU DI REALM YANG LEBIH TINGGI!"
*WOOOSHHHH…!!!!
Demonic Beast kelas puncak, menutup kalimat ancaman dengan menyebar aura intens, dalam sebaran aura intens tersebut, ia juga melepas sebuah benang tipis Mana Kegelapan tajam. Benang tersebut, melaju lurus menembus dada Theo, sebelum tertancap pada Element Seed, membentuk sebuah formasi segel kecil.
"Sial! " Maki Theo, merasa cukup kesal karena membiarkan satu segel formasi pelacak misterius, tertanam dalam Element Seednya.
Bagaimanapun juga, meski Theo merasa kesal, kondisi tubuhnya memang telah berada diambang batas. Sehingga ia jelas tak bisa melakukan apapun meskipun menyadari datangnya serangan akhir pihak lawan.
Berakhir harus menerima satu segel pelacak, tertanam pada Element Seed sebagai satu oleh-oleh tambahan dalam kunjungan di Tartarus Land ini.
"Ini akan membawa situasi yang cukup merepotkan di masa depan!" Gumam Theo. Jelas tak meragukan bahwa sang Demonic Beast kelas puncak, suatu saat akan bisa menerobos ke realm yang lebih tinggi.
*Booooommmm….!!!
*Draaaakkk…!!
Bersama gumaman kesal Theo, serangan gelombang dahsyat Mana Mutasi Listrik Merah akhirnya sampai pada target. Dalam sekejap menghancurkan portal sekaligus meruntuhkan menara misterius.
'Tantangan Kastil Raja Dewa Air, sukses!'
Suara Kung-Peng yang sedari tadi sudah ditunggu Theo, akhirnya terdengar menggema di dalam kepalanya.
'Kau berhasil mencegah rencana Ras Demonic Beast penghuni Benua Neraka Abadi Tartarus Land, untuk menginvasi Benua Azure!'
'Menyelamatkan eksistensi ras manusia Benua Azure Tartarus Land di masa ini!' Tutup Kung-Peng.
"Hmmmm… Sudah, cukup antar aku pulang dan beri hadiahnya!" Gumam Theo. Mengucapkan kalimat terakhir, sebelum tubuhnya yang sedari tadi terus bergetar hebat, akhirnya tumbang. Theo jatuh terjerembab kebelakang. Sepenuhnya tak sadarkan diri.
*Wuuungg….!!!
Bersama tumbangnya tubuh Theo, sebuah portal ruang berintensitas tinggi secara perlahan terbentuk diatas langit.
Tubuh tak sadarkan diri Theo seketika mulai melayang tepat ketika portal selesai terbentuk.
*Woooshhhh…!!!
Dalam satu hentakan keras, tubuh melayang Theo, tertarik masuk kedalam portal.
*Wuuungg…!!!
Suara dengungan keras, menjadi pertanda akhir saat portal ruang, seketika lenyap. Lembah Demonic Beast yang telah berubah menjadi kuburan massal Demonic Beast, kini menjadi sunyi.
****
(Lembah Demonic Beast, 5 tahun kemudian)
*Taaappp….!!!
Beberapa sosok Hunter Tartarus Land, tampak mendarat pada satu lokasi tertentu Lembah Demonic Beast yang saat ini masih sunyi. Sebaran sisa intensitas pertarungan yang terjadi lima tahun lalu, masih menyebar pekat di lokasi sekitar. Membuat para Demonic Beast enggan memasuki Lembah. Secara insting takut untuk mendekat.
Hunter-Hunter yang saat ini memasuki Lembah Demonic Beast sendiri, terlihat menyebar dalam beberapa kelompok, sebagian besar mengumpulkan sisa-sisa tubuh berserakan Demonic Beast kelas tinggi.
Dalam kelompok tersebut, hanya ada satu sosok Hunter yang tampak tak ikut membantu dalam kegiatan mengumpulkan sisa tubuh Demonic Beast, ia adalah seorang wanita yang kini sedang berdiri pada sisa reruntuhan menara misterius. Menghadap pada satu pilar penyangga utama yang masih menancap kokoh meskipun menara telah hancur.
"Hmmmm….!!!"
*Sraakkk…!!!
*Sraaaakkkk…!!!
Hunter wanita ini, diam cukup lama, sampai kemudian menggunakan satu teknik aneh, dimana terhubung dengan darah, mulai menulis sesuatu pada permukaan pilar utama reruntuhan menara misterius.
"Hmmmm… Begini harusnya cukup!" Gumam sang wanita, setelah selesai mengukir menggunakan jari telunjuknya. Memasang senyum tipis menatap ukiran yang baru ia buat.
Sang wanita bertahan memandang ukiran pada permukaan pilar untuk beberapa saat, sebelum sebuah teriakan memanggil.
"Gris…! Sudah saatnya pergi!"
"Baik senior!"
*Tappp…!!!
*Tapp….!!!
Kelompok tersebut, meninggalkan tempat.
****
(Ribuan tahun kemudian)
Telah lewat ribuan tahun masa waktu Tartarus Land sejak peristiwa Theo menyelesaikan tantangan Lembah Demonic Beast.
*Taaappp…!!!
Hingga di masa ribuan tahun setelahnya, satu sosok mendarat pada reruntuhan menara misterius yang masih tetap bertahan. Menatap ukiran pada pilar yang juga masih bertahan melewati lintasan waktu ribuan tahun.
"Tuan Muda Theo, mengubah Lembah Demonic Beast, menjadi Kuburan Demonic Beast!" Gumam sosok tersebut, membaca ukiran yang ada pada pilar utama.
"Hei, Cecilia, siapa Gris dari Desa Teria?" Tanya sosok tersebut, pada kawan di sebelahnya, saat melihat goresan akhir di pojok bawah prasasti yang ia baca.
"Hmmmm… Apa kau tak tahu Teria?" Tanya balik kawan yang di panggil dengan nama Cecilia. Seorang wanita muda.
"Tidak?" Jawab sosok yang bertanya. Seorang pemuda misterius.
"Gris adalah nama dari salah satu leluhur hebat kota Kuno Teria yang legendaris! Kota yang menjadi salah satu kekuatan paling penting diatas Benua Azure!"
"Ia pasti menulis prasasti ini ketika kota Legendaris Teria, belum berkembang sedemikian rupa, masih pada periode awal, sebuah desa kecil ribuan tahun lalu!"
"Hmmmm… Lalu siapa gerangan Tuan Muda Theo yang dimaksud dalam prasasti?" Tanya sang pemuda lagi.
"Ohhh, itu adalah Hunter Legenda dalam mitos, dikatakan bahwa ia adalah yang mengubah tempat ini menjadi kuburan Demonic Beast seperti sekarang! Hanya seorang diri, menyapu habis ratusan Demonic Beast kelas tinggi pada lima lokasi berbeda!"
"Namun tentu saja itu hanya sekedar mitos, satu hal yang sukar dipercaya akal sehat! Tak mungkin ada Hunter yang bisa melakukan hal tersebut! Teori paling masuk akal adalah, lokasi-lokasi Kuburan Demonic Beast, dulunya adalah medan pertempuran kuno para Demonic Beast kelas tinggi!"
"Ngomong-ngomong, itu cukup mengejutkan kau tertarik pada prasasti-prasasti kuno macam ini? Biasanya kau hanya suka bersikap vandal dengan segera menghancurkan, berharap menemukan item tersembunyi!" Tanya sang wanita muda.
"Bukan apa-apa, hanya sedikit perasaan nostalgia tertentu!" Gumam sang pemuda misterius. Sembari memasang senyum tipis. Menatap lekat pada ukiran nama Theo pada prasasti.
"Hunter dalam legenda ya? Dengan nama yang… Sungguh kebetulan yang cukup aneh!" Tutup sang pemuda.
"Hei, sudah akan petang, sebaiknya kita segera pergi dan mencari lokasi untuk beristirahat! Tempat ini tak aman!" Ucap wanita muda. Seraya berjalan meninggalkan tempat.
Hanya saja, sang kawan, pemuda misterius, tampak masih bertahan menatap prasasti.
"Hei, kita harus bergegas…!"
"Ya…!" Jawab sang pemuda, mulai berbalik mengikuti kawannya.
"Akan lebih cepat jika mengendarai makhluk panggilangku!" Ucap sang pemuda, dengan gerakan mengayun tangan, mengeluarkan seekor makhluk tulang belulang berselimut api hitam.
"Jadi, kemana setelah ini kita melanjutkan petualangan? Arthur?"
****
(Arc 3 : Kastil Raja Dewa Air, selesai)